Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Profesi

Arsitek Dipuji, Insinyur Sipil Dibenci: Derita di Balik Cantiknya Sebuah Bangunan

Andika Thwinari Mentaruk oleh Andika Thwinari Mentaruk
19 Juli 2022
A A
Arsitek Dipuji, Insinyur Sipil Dibenci. (Unsplash.com)

Arsitek Dipuji, Insinyur Sipil Dibenci. (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Gedung tinggi, jalan layang, bendungan, piramida, bahkan candi adalah hasil karya tangan-tangan terampil arsitek dan insinyur sipil. Keduanya mirip tapi tidak sama. 

Iya, arsitek dan insinyur sipil adalah kembar tidak identik dari dunia profesi yang hingga sekarang masih sering disalahpahami. Banyak yang mengira keduanya adalah satu kesatuan, namun kenyataan jauh dari apa yang dipahami masyarakat. 

ADVERTISEMENT

Insinyur sipil, di mata masyarakat mendapat predikat aneh. Bahwa mereka yang mengambil jurusan ini, dianggap pasti akan berakhir sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Saking kuatnya predikat itu, beberapa kawan mahasiswa teknik sipil mengaku mereka memang siap “menerima takdir” sebatas menjadi PNS.

Sementara itu, arsitek sendiri dikenal secara sempit sebagai “ahli gambar bangunan”. Pokoknya, kalau mau rumahmu jadi indah, harus pakai arsitek. Pokoknya, kalau digambar sama arsitek, rumah jadi indah dan nyaman.

Nah, dari dua kondisi ini, kamu sudah bisa menemukan fakta bahwa insinyur sipil itu kurang populer dibandingkan arsitek. Bahkan, kalau ada orang mengaku dirinya insinyur sipil, tetap saja dianggap arsitek. “Oh, insinyur sipil. Jadinya arsitek, kan.”

Begitulah adanya. Meskipun, kamu harus tahu, dua hal ini sangat berbeda.

Arsitek itu mempelajari ilmu yang namanya arsitektur, sementara insinyur sipil mempelajari apa yang namanya teknik sipil. Dari asal usul namanya, arsitektur berasal dari Bahasa Yunani “arkhitektōn”, di mana “arkhi” berarti “kepala” dan “tektōn” yang berarti “pembangun”. 

Hingga abad ke-18, perbedaan yang jelas antara arsitektur dan teknik sipil, hingga istilah Teknik Sipil (Civil Engineering) muncul untuk membedakan antara pekerjaan sipil dan militer (Military Engineering). Keduanya memang berasal dari konsep sejarah yang sama, yaitu bagaimana manusia akan membangun tempat tinggal yang nyaman dan aman.  

Baca Juga:

Kuliah S2 Teknik Sipil Terasa Percuma karena Belum Pernah Kerja di Perusahaan Konstruksi

Jurusan Teknik Sipil Tidak Cocok untuk Perempuan

Namun, ada beberapa perbedaan mendasar di antara keduanya. Arsitektur adalah ilmu tentang perancangan bangunan untuk tempat tinggal manusia. Sementara itu, teknik sipil adalah ilmu tentang pembuatan bangunan. Arsitek dekat dengan seni, sedangkan teknik sipil dekat dengan matematika dan fisika. 

Arsitek bertanggung jawab terhadap keindahan dan fungsi bangunan, sementara insinyur sipil bertanggung jawab membuat bangunan semurah dan sekuat mungkin. Arsitek dominan lebih spesifik kepada perancangan gedung, sedangkan insinyur sipil banyak merancang infrastruktur lainnya seperti jalan, jembatan, bendungan, dan lain sebagainya. 

ADVERTISEMENT

Ketika mendesain suatu bangunan, aspek-aspek seperti beban, kekuatan dan harga sebuah bangunan tidak menjadi variabel utama bagi arsitek. Sementara itu, warna dan bentuk bangunan tidak menjadi pertimbangan utama perancangan seorang insinyur sipil. 

Berdasarkan pengalaman pribadi, dari segi pendidikan, sekolah arsitektur dan teknik sipil sama-sama akan menyita waktu tidur. Arsitek banyak mempelajari tentang gambar dan bentuk, sementara insinyur sipil banyak tentang hitungan dan rumus. 

Berbagai macam desain, percobaan laboratorium dan tugas besar tidak akan lepas dari kehidupan mahasiswa arsitektur dan teknik sipil. Menjadi seorang arsitek dan insinyur sipil harus melewati perkuliahan yang kejam. Mengulang mata kuliah adalah hal yang lumrah ketika menjalani pendidikan. 

Namun, kejamnya dunia perkuliahan belum sebanding dengan dunia pekerjaan. Arsitek dan insinyur sipil harus sedapat mungkin terus belajar dan meningkatkan pengalaman di lapangan. Ini penting karena ilmu keduanya terus berkembang.

Dalam pekerjaan konstruksi, arsitek dan insinyur sipil harus bekerja sama dan tak jarang “saling merepotkan”. Ada desain arsitek yang tidak cocok dari segi kekuatan dan ada juga rekomendasi dari insinyur sipil yang tidak cocok dari segi keindahan. Keduanya, dengan bekal keilmuannya masing-masing, coba menghadirkan infrastruktur yang baik bagi manusia.

Bangunan yang indah dan cantik menghadirkan pujian dan sanjungan dari yang mengamati. Namun, sering tidak disadari bahwa di balik bangunan yang cantik dan megah, ada insinyur yang susah payah mencoba mewujudkan gambar dari arsitek. 

Meski begitu, nasib insinyur sipil sering jadi yang menderita. Insinyur adalah sosok yang akan dicari, dicari pertanggungjawaban akan sebuah bangunan. Gimana, ya. Kesalahan yang “mengancam” insinyur itu lebih punya potensi untuk terjadi.

Misalnya, yang paling standar adalah salah salah perhitungan struktur bangunan hingga. “Kesalahan” yang lebih besar, misalnya, bahan bangunan dikorupsi pelaksana pembangunan. Ini juga insinyur yang kena. Namun, ketika bangunan berdiri megah dan cantik, sedikit yang mengingat keberadaan insinyur-insinyur sipil. Hampir semua pujian bermuara pada arsiteknya.

ADVERTISEMENT

Yah, terlepas dari itu semua, menjadi arsitek atau insinyur sipil adalah jalan karier yang menarik. Keduanya mirip tapi tidak sama. Pada akhirnya, keduanya dibutuhkan untuk memajukan peradaban: membuat infrastruktur yang berfungsi sebaik mungkin, seindah mungkin, sekuat mungkin, dan semurah mungkin.

Penulis: Andika Thwinari Mentaruk

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Menerka Karakter Jurusan Kuliah kalau Ia Adalah Manusia.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 9 September 2022 oleh

Tags: arsitekinsinyur sipilteknik sipil
Andika Thwinari Mentaruk

Andika Thwinari Mentaruk

Penulis adalah mahasiswa teknik sipil tahun akhir yang tinggal di Manado. Penulis suka berdiskusi dan gemar berkegiatan di alam.

ArtikelTerkait

Jurusan Teknik Sipil Tidak Cocok untuk Perempuan (Unsplash)

Jurusan Teknik Sipil Tidak Cocok untuk Perempuan

20 Agustus 2023
Kuliah S2 Teknik Sipil Terasa Percuma karena Belum Pernah Kerja di Perusahaan Konstruksi Mojok.co

Kuliah S2 Teknik Sipil Terasa Percuma karena Belum Pernah Kerja di Perusahaan Konstruksi

21 Mei 2025
membangun rumah mojok

Sebelum Membangun Rumah dari Awal, Perhatikan Beberapa Hal Berikut Ini

11 Juli 2020
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Klaten yang dahulu bukanlah yang sekarang, kini semakin hidup dan berkembang Mojok.co

Klaten yang dahulu bukanlah yang sekarang, kini semakin hidup dan berkembang

24 Agustus 2026
Setahun merantau di Medan membuat saya bersyukur akhirnya bisa pulang ke Surabaya Mojok.co

Setahun merantau di Medan membuat saya bersyukur akhirnya bisa pulang ke Surabaya

21 Agustus 2026
Pengalaman Tinggal di Ngaglik Sleman Tak Melulu Enak seperti Kata Orang Mojok.co

Modal 20 ribu rupiah, kamu bisa makan tiga kali sehari di Ngaglik, Jogjakarta

26 Agustus 2026
Gara-gara industri, matcha kini jadi overrated (Unsplash)

Matcha layak dicintai, hanya saja industri membuatnya jadi overrated

23 Agustus 2026
Trail run, olahraga lari yang nggak bikin bosen (Unsplash)

Yang perlu kamu ketahui tentang trail run, olahraga lari yang nggak bikin bosen

26 Agustus 2026
4 menu kuliner lokal yang cocok pakai label Gacoan (Wikimedia Commons)

Selain mie dan bakso, ini 4 menu kuliner lokal yang cocok pakai label Gacoan

24 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.