Ariel NOAH Seharusnya Jadi Guru Para Musisi dan Netizen: Kalau Tidak Tahu Ilmunya, Mending Diam – Terminal Mojok

Ariel NOAH Seharusnya Jadi Guru Para Musisi dan Netizen: Kalau Tidak Tahu Ilmunya, Mending Diam

Artikel

Avatar

Saya dan kalian pasti tahu tentang para pendebat dan sok tahu yang sering mengomentari isu. Memang sah-sah saja, tersebab semua orang punya hak untuk menyuarakan isi hatinya. Orang-orang yang perlu berguru kepada Ariel NOAH.

Lalu apa masalahnya? Masalahnya, sering terjadi, orang-orang itu tidak betul-betul menguasai ilmu yang mereka kutip. Makin blunder kalau mereka tidak riset dulu dari siapa ilmu itu terlontar. Bagi saya ini mengerikan karena akan menyesatkan orang lain. Kalau ilmunya memang tidak valid.

Apalagi mereka yang berpendapat itu seorang artis atau musisi dengan ribuan penggemar. Terlalu banyak musisi yang akhir-akhir ini berpendapat perihal kasus yang sebenarnya di luar zona keilmuannya.

Tak perlu menyebutkan siapa saja, apalagi menyebutkan namanya. Kalian pasti sudah tahu sendiri.

Di masa pandemi ini misalnya, banyak para musisi yang keluar dari jalannya. Mencoba berpendapat perihal pandemi ini. Alih-alih work from home membuat karya, mereka malah sibuk mengomentari kejadian-kejadian yang ada. Bahkan ada beberapa yang membuat podcast tersendiri karena memang kesibukan manggung nyaris tidak ada.

Kalau di pikiran saya, musisi tentu mengulik perihal musik hingga ke akar-akarnya. Tetapi musisi di Indonesia ini malah mengulik hal-hal yang di luar kemampuan mereka atau di luar bidang mereka. Padahal ya? Kalau mau, mereka bisa saja mengisi channel youtube mereka dengan pelbagai hal perihal musik. Toh musik juga mempunyai keilmuan yang luas—yang sama sekali belum diketahui khalayak umum.

Kenapa kok malah bahas isu-isu yang terjadi, bukannya memberikan pengetahuan perihal musik? Itu pertanyaan yang seharusnya direnungi oleh khalayak umum dan musisi di Indonesia yang akhir-akhir ini membahas hal yang melenceng jauh dari bidangnya.

Baca Juga:  Apa Jadinya Jika Masker-Masker yang Terjatuh di Jalanan Dibuat Mainan Anak Kecil Lalu Dipakai

Meskipun memang, di sini kita perlu kasih penegasan. Berpendapat memang hak. Namun, kalau tidak menguasai bidang, ada baiknya diam saja di tengah situasi seperti ini.

Mbok ya tulung, upload video cara membuat musik dan lagu yang bagus mungkin malah lebih dibutuhkan. Menampilkan proses kreatif mulai dari menemukan ide lagu, membuat lirik, hingga membuat musik musiknya. Selain bermanfaat, hal itu juga bisa memajukan industri musik negeri ini.

Mentang-mentang lagi enggak ada job manggung. Cari acara yang bisa menarik perhatian.

Bagi saya, Ariel NOAH memang memiliki karisma tersendiri. Terlepas dari kasusnya dulu, Ariel NOAH punya sikap yang patut dicontoh musisi lain.

Silakan cek video lawas, wawancara Ariel NOAH dengan Anji Manji. Anji bertanya kepada Ariel NOAH kenapa enggak ikut-ikutan membicarakan perihal isu yang lagi panas. Padahal bila dilihat dari posisinya sekarang, Ariel NOAH akan banyak didengar.

Yang disampaikan Ariel NOAH sebetulnya sangat singkat. Namun, pernyataan singkat itu diutarakan secara ciamik.

“Satu, mungkin gua juga kurang apa ya, ilmunya ya enggak sebanyak itu buat ngomong. Karena kalau ilmunya belum menguasai, gua mencegah hal itu.” Singkat sekali, tetapi jadi pernyataan emas di masa-masa sulit seperti ini.

Bagi kamu, musisi yang mencoba menarik perhatian, pertama, belajar dulu keilmuan yang akan dikomentari. Biar nggak kelihatan goblok banget, lah. Kedua, kalau memang nggak menguasai, contoh saja Ariel NOAH.

Kalau memang menguasai keilmuannya, silakan berkomentar. Siapa tahu bisa jadi masukan baru. Namun kalau nggak sama sekali, pikirkan dampaknya ke publik. Makin banyak publik tersesat, dosamu juga numpuk, lho.

Sumber gambar: Wikimedia Commons.

BACA JUGA Bagaimana Polisi Seharusnya Menangani Aksi Demonstrasi dan tulisan Muhammad Khairul Anam lainnya.

Baca Juga:  #AugustWish: Perayaan Harapan Para Netizen di Awal Bulan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

---
84


Komentar

Comments are closed.