Apakah Oda Sensei Menciptakan One Piece Terinspirasi dari Bajak Laut Perancis? – Terminal Mojok

Apakah Oda Sensei Menciptakan One Piece Terinspirasi dari Bajak Laut Perancis?

Artikel

Avatar

Serial manga atau anime satu ini memang sudah banyak dibahas. Dari seputar dunia manga atau anime itu sendiri, hingga disangkut pautkan ke dunia nyata. Dari fakta menarik hingga konspirasi juga tidak luput dalam bahasan.

Namun, dalam tulisan kali ini, saya sebenarnya ingin berspekulasi bahwa sumber inspirasi Oda Sensei dalam menciptakan One Piece terutama tokoh utamanya yang bernama Monkey D. Luffy, itu berasal dari kisah sejarah nyata bajak laut Perancis bernama Francois Thomas Le Meme.

Le Meme sendiri lahir di kota Saint Malo. Sedikit memberi gambaran bahwa sejak abad ke-16 hingga abad ke-19 kota tersebut adalah sarang bajak laut. Makanya nggak heran kalau Le Meme sendiri ikut terpengaruh oleh lingkungannya.

Sepak terjang petualangan bajak laut Le Meme sebenarnya berawal dari kegemaran di masa kecilnya untuk kongkow bareng bersama orang yang lebih tua di kota kelahirannya. Dari kongkow tersebutlah banyak dikisahkan petualangan epik bajak laut.

Kebetulan pada era tersebut juga sedang terjadi Revolusi Perancis. Sehingga menjadikan Le Meme muda semakin mantap menjadi bajak laut untuk mengarungi luasnya lautan. Dengan mengucap liberté, égalité, dan fraternité Le Meme berlayar.

Hal ini sebenarnya memiliki kemiripan dengan episode awal One Piece. Bahwasanya Luffy kecil juga termotivasi menjadi bajak laut ketika kongkow di bar Makino bersama Shanks. Selain itu, bisa dikatakan juga desa Foosha sebagai sarang kriminil yang ketika itu direpresentasikan oleh kelompok bajak laut Shanks dan kelompok bandit gunung Higuma.

Setelah Luffy tumbuh jadi pemuda, akhirnya ia juga memutuskan berlayar ke lautan untuk menjadi bajak laut. Keinginan Luffy tersebut juga tidak hanya berdasarkan kongkow bersama Shanks. Namun, Luffy juga didoktrin oleh kakak seper-cawanan-nya tentang liberté, égalité, dan fraternité yang akan didapat ketika menjadi bajak laut.

Memasuki petualangan di lautan. Sebagai bajak laut, Luffy sangat berbeda dengan stigma bajak laut pada umumnya. Dan hal ini juga mirip dengan Le Meme dalam petualangannya di Pulau Sumatera. Wabil khusus Pantai Barat Sumatera, Padang.

Terhitung sejak pertengahan Desember 1793 blio sampai di Padang dan mengibarkan bendera Tricolor serta menyanyikan lagu Marseillaise sebagai simbol telah menaklukan Belanda dan mengganti kependudukan Belanda di Padang.

Kependudukannya di Padang selama 16 hari, Le Meme tidak bersikap buas terhadap perempuan dan tidak mengganggu penduduk Padang. Terkecuali kepada para saudagar atau orang kaya di sana yang didominasi oleh non-bumiputera.

Dalam buku Rusli Amran yang berjudul Sumatera Barat hingga Plakat Panjang (1981: 348) disebutkan bahwa Le Meme menerapkan semacam pembayaran upeti kepada seluruh penduduk Padang non-bumiputera sebesar 70.000 ringgit. Namun, mereka merasa keberatan sehingga dilakukanlah negosiasi dan berhasil menurunkannya menjadi 25.000 ringgit.

Peristiwa ini tentu mengingatkan kita akan sosok Luffy yang juga kerap membela penduduk bumiputera di hampir setiap pulau, walaupun dengan cara yang berbeda. Namun, pada intinya hampir setiap penjahat di episode One Piece adalah orang asing atau non-bumiputera yang melakukan semacam kolonisasi di pulau tersebut. Dan jika dilihat dalam episode Pulau Manusia Ikan, Luffy juga nantinya bisa melakukan kolonisasi atau kependudukan jika dirinya sudah mampu menaklukkan Big Mom.

Memasuki kemiripan yang sangat substansial antara Le Meme dan Luffy. Ternyata mereka sama-sama ingin menjadi raja bajak laut! Mereka sama-sama ingin menjadi “perampok” dan bukan pahlawan yang kerap disematkan kepada Marine.

Selain itu, anggap saja Inggris sebagai Pemerintah Dunia. Lantaran bahasa Inggris adalah bahasa universal yang artinya semua negara-negara di dunia ini tunduk kepada kekuasaan Inggris (loh kok?). Dan Le Meme sangat ingin terus memerangi Inggris karena blio pernah ditawan dan dijebloskan ke penjara oleh Angkatan Laut Inggris.

Lagi-lagi tentunya peristiwa tersebut mengingatkan kita pada permusuhan Luffy dengan Pemerintah Dunia. Peristiwa ini sangat epik digambarkan pada episode Enies Lobby. Namun yang berbeda adalah orang yang ditawan dan yang menawannya. Dalam episode tersebut tentu kita sama-sama tahu bahwa yang ditawan adalah Nico Robin. Doi ditawan oleh CP9 sebagai salah satu agen intelijen Pemerintah Dunia. Namun, tanpa tedeng aling-aling Luffy menyelamatkan Robin dan menyuruh Usopp untuk membakar bendera Pemerintah Dunia.

Dengan demikian, dari kemiripan-kemiripan yang saya paparkan semakin kuatlah spekulasi saya terhadap Oda Sensei yang terinspirasi oleh Le Meme dalam kisah petualangan bajak lautnya. Jika tidak demikian, setidaknya citra Le Meme yang humanis dan tidak umum seperti bajak laut lainnya ada di dalam karakter Luffy.

BACA JUGA Menanti Demonstrasi Besar yang Dilakukan oleh Pasukan Revolusi One Piece

Baca Juga:  Membayangkan Jinbe Jadi Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.
---
5


Komentar

Comments are closed.