Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Apa Orang Miskin Tidak Berhak Naik Pesawat?

Intan Kirana oleh Intan Kirana
19 Mei 2019
A A
orang miskin naik pesawat

orang miskin naik pesawat

Share on FacebookShare on Twitter

Saya termasuk orang yang marah-marah dan mempertanyakan kenapa tiket pesawat dalam negeri bisa begitu mahal. Kondisi ini kemudian diperparah dengan sebuah kejanggalan: Air Asia hilang di berbagai platform pemesanan tiket daring.

Masalah ini sungguh kompleks. Apa penyebabnya? Avtur? Kerugian maskapai plat merah? Atau upaya peningkatan keamanan? Sebagai wong cilik, tentu frasa-frasa itu cukup bikin saya pusing, sudah gitu, statement dari pihak Pemerintah kadang membingungkan.

Untungnya, saya sudah lulus dan tidak membuat skripsi dengan tema kajian mengapa tiket pesawat naik. Kalau iya, sudah tentu saya akan pusing tujuh keliling dibuatnya. Pastinya skripsi saya akan didebat oleh dosen pembimbing.

Ah, kebanyakan berkhayal jadinya karena pusing tiket pesawat mahal. Ditambah lagi, ada banyak orang yang bilang begini: kalau misqueen, ya nggak usah gegayaan naik tiket pesawat. Pake bis napa.

Hehehe. Saya pernah naik bis beberapa kali, dulu. Dari Magelang ke Malang, misalnya. Atau Semarang-Purworejo. Selama bisnya berpendingin ruangan dan ada fasilitas karaoke untuk menyetel lagu-lagu Pance F. Pondaag, sebenarnya bis itu sudah sangat nyaman buat saya. Apalagi kalau jalannya di malam hari saat rintik hujan turun. Wah, kenangan lama yang manis bisa bangkit tiba-tiba kayak zombie.

Bagaimana dengan lintas pulau? Pernah juga kok, naik bis ke Bali. Menyebrangnya pakai kapal feri. Sebuah pengalaman asyik banget. Jadi, saya bisa menikmati sisi lain Bali selain Denpasar dan sekitarnya itu.

Masalahnya, nggak mungkin juga saya pergi ke Manado atau Jayapura naik bis. Sekalian saja saya naik sepeda keliling Indonesia. Otomatis, saya harus naik kapal, dong. Iya, kalau kata orang-orang, kalo lu miskin, naik kapal aja, nggak usah ngarep banyak.

Eits, jangan bayangkan naik kapal itu bakal asyik kayak naik kapal pesiar Harmony of The Seas. Boro-boro ada kolam renang dan Cafe Promenade yang mewah itu. Bahkan, buat mendapatkan tempat tidur aja, kalian harus berebut. Nomor tempat tidur seolah tidak berlaku di sana.

Baca Juga:

Tiket Pesawat di Indonesia Sudah Terlalu Mahal dan Tidak Masuk Akal, Berikut Saya Membuat Hitungan yang Lebih Logis

Hiburan Orang Boyolali Itu Sederhana, Cukup Menyaksikan Pesawat di Sekitaran Bandara Adi Soemarmo Tanpa Pernah Menaikinya

Maka dari itu, jangan heran kalau saat melihat berita mudik dengan kapal di Indonesia, kalian bakal menemukan foto-foto orang yang tidur di dek kapal atau bahkan di lorong. Mengancam keselamatan, jelas. Cuma mau bagaimana lagi? Rindu membuat banyak orang jadi pemberani. Apalagi kalau rindunya untuk keluarga.

Namun, kalau saya berargumentasi begini, saya akan mendapatkan serangan balik: “Eh, lo orang Jawa enggak usah jadi SJW, deh. Kita orang luar Jawa biasa aja tuh naik kapal!”

Hmm, nyatanya, di berbagai media sosial dan juga dari mulut teman-teman saya, banyak saya temukan keluhan terkait tiket pesawat. Teman saya, yang berasal dari Sumatra, berkata kalau tahun ini tidak akan mudik. “Tiketnya gila. Mending aku ke Singapura,” begitu katanya.

Orang-orang boleh bilang kalau tiket pesawat adalah kebutuhan tersier. Namun, ketika ada maskapai luar negeri yang menawarkan harga yang murahnya fantastis (sayangnya harus punya kartu kredit), harga mahal maskapai dalam negeri membuat kita merasa gusar dan heran.

Lagipula, pesawat harusnya sudah bukan barang mewah lagi di masa kini. Maka dari itu, saat beberapa waktu lalu ada seorang tokoh yang membandingkan harga pesawat zaman sekarang dengan harga pesawat di saat dia muda, menurut saya argumentasinya invalid. Soalnya, zaman dia muda, teknologi pesawat masih canggih.

Sekarang? Kita bahkan bisa mengambil gambar seluruh kota pakai drone. Dan alat ini bahkan dijual di berbagai platform e-commerce dalam jumlah banyak. Bukan cuma drone, belum lama ini, Go-Jek bekerja sama dengan Garuda Indonesia untuk pelayanan logistik.

Saya jadi membayangkan, kalau benar makanan bisa diantar dengan cepat oleh Go-Jek berkat kerjasama ini, maka, nilai orang-orang menengah-kadang-miskin jelas akan sangat terperosok. Makanan saja bisa naik pesawat, tetapi manusia misqueen tidak diperkenankan untuk ikut. Kecuali, mungkin, bila mereka mau dikemas dalam boks sepanjang perjalanan.

Jadi, buat orang yang masih ngotot mengatakan bahwa tiket pesawat itu adalah barang mewah layaknya menonton coachella, rasanya mereka harus malu sama drone. Tiket pesawat harusnya bisa dijangkau sama siapa saja, dan harusnya para maskapai fokus terhadap hal itu. Malu dong, sama tagline-nya Air Asia: now everyone can fly.

Namun, saya sudah sangat malas mengemukakan pendapat seperti ini di media sosial. Karena, alih-alih didengarkan, saya hanya akan dianggap sebagai seseorang yang mau enaknya saja: bisa menclok dari satu tempat ke tempat lain dalam waktu cepat, tapi ogah bayar mahal.

Hmm, ya sudahlah. Doakan saya dan sobat menengah-kadang-miskin lainnya bisa beli mobil amfibi yang bisa dipakai buat melintasi selat-selat yhaaa~

Terakhir diperbarui pada 5 Oktober 2021 oleh

Tags: Air Asia hilangNaik PesawatOrang MiskinTiket Pesawat Mahal
Intan Kirana

Intan Kirana

Seorang manusia yang ingin berpikir secara biasa-biasa saja agar lebih bahagia.

ArtikelTerkait

Katanya Mau Mengentaskan Kemiskinan, Kok Malah Ngurusin Soal Nikah, orang miskin

Orang Miskin yang Sebenar-benarnya Miskin Adalah Kaum Marjinal Tanpa KTP

9 Mei 2020
angka kemiskinan, orang miskin temennya orang miskin

Mindset Pendataan Warga Miskin itu Simpel, Orang Miskin, Temannya Orang Miskin

12 Mei 2020
Menjadi Orang Miskin Versi Nadin Amizah: Udah Susah, Jadi Makin Susah terminal mojok.co

Susahnya Orang Miskin Jadi Orang Baik Versi Nadin Amizah

21 Januari 2021
Harga Tiket Pesawat Tujuan Dalam Negeri Nggak Ngotak! Harganya Lebih Mahal daripada ke Luar Negeri

Harga Tiket Pesawat Tujuan Dalam Negeri Nggak Ngotak! Harganya Lebih Mahal daripada ke Luar Negeri

24 Oktober 2023
Hiburan Orang Boyolali Itu Sederhana, Cukup Menyaksikan Pesawat di Sekitaran Bandara Adi Soemarmo Tanpa Pernah Menaikinya

Hiburan Orang Boyolali Itu Sederhana, Cukup Menyaksikan Pesawat di Sekitaran Bandara Adi Soemarmo Tanpa Pernah Menaikinya

26 September 2025
Bandara Aminggaru Ilaga Papua, Bandara Penting dengan Fasilitas Paling Buruk di Indonesia

Bandara Aminggaru Ilaga Papua, Bandara Penting dengan Fasilitas Paling Buruk di Indonesia

10 Desember 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Derita Di Balik Keindahan Brown Canyon Semarang: Kisah Warga yang Harus Berdamai dengan Truk Tronton dan Debu Tambang Mojok.co

Penderitaan Tinggal Dekat Tempat Wisata Brown Canyon Semarang, Warga (Terpaksa) Berdamai dengan Truk Tronton dan Debu Tambang

4 Juni 2026
Suzuki GSX-R150, Motor Sport untuk Kalian yang Muak dengan Honda CBR dan Yamaha R15 suzuki hayate 125 motor suzuki shogun 110 suzuki access 125 motor suzuki nex crossover suzuki nex II

Suzuki Nex II Benar-benar Nggak Tahu Diri, Harganya Lebih Mahal dari Honda BeAT, tapi Fiturnya Masih Saja Tertinggal  

6 Juni 2026
Andai Suzuki Burgman Street 125 Ganti Logo Jadi Honda, Pasti Laris di Indonesia

Suzuki Burgman 150 Terbaru yang Rilis di Kolombia Jadi Bukti Bahwa Suzuki Makin Persetan dengan Penjualan dan Tampilan. Desainnya Jelek Banget!

5 Juni 2026
Desa Telagamurni Bekasi Punya Semua Hal yang Dibutuhkan Warga kecuali yang Paling Penting, Kenyamanan Mojok.co

Desa Telagamurni Bekasi Punya Semua Hal yang Dibutuhkan Warga kecuali yang Paling Penting, Kenyamanan

5 Juni 2026
5 Kuliner Semarang yang Namanya Nyeleneh dan Kerap Mengecoh Wisatawan Mojok.co

5 Kuliner Semarang yang Namanya Nyeleneh dan Kerap Mengecoh Wisatawan 

4 Juni 2026
5 Stereotipe Purwokerto yang Sudah “Kedaluwarsa”, tapi Masih Saja Banyak Dipercaya Mojok.co

5 Stereotipe Purwokerto yang Sudah “Kedaluwarsa”, tapi Masih Saja Banyak Dipercaya

8 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.