Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Menormalisasi Minum Teh Murah Justru Merugikan Petani, Mari Mengangkat Martabat dengan Minum Artisan Tea

Tiara Uci oleh Tiara Uci
10 Desember 2023
A A
Menormalisasi Minum Teh Murah Justru Merugikan Petani, Mari Mengangkat Martabat dengan Minum Artisan Tea

Menormalisasi Minum Teh Murah Justru Merugikan Petani, Mari Mengangkat Martabat dengan Minum Artisan Tea (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Minum teh sudah menjadi budaya masyarakat Indonesia. Namun, di sisi lain, industri teh dan petani teh justru menyusut. Banyak lahan perkebunan teh beralih fungsi menjadi gedung atau bangunan lainnya dan para petani teh banyak yang mengeluh hingga gulung tikar lantaran tehnya dibeli murah sekali. Sementara anak-anak muda tidak tertarik menjadi petani teh lantaran industri tersebut dianggap tak lagi menjanjikan.

Salah satu penyebab petani merugi dan tidak mampu bertahan adalah kita yang terlanjur menormalisasi harga teh yang murah. Saking rendahnya kesadaran kita terhadap kualitas teh dan industri teh, beberapa hari lalu saya membaca artikel di Terminal Mojok ada yang sambat minta teh enak hanya dengan uang Rp2000. Mbok ya jangan kebacut.

Saya akan sedikit menjelaskan korelasi antara teh murah, petani, dan pabrik teh. Industri teh harus kita lihat dari hulu hingga hilir. Petani teh bertugas menanam teh berkualitas, lalu dikirim ke pabrik untuk dipasarkan kepada kita (konsumen). Nah, selama ini, kita sebagai konsumen suka teh yang murah dan menormalisasi hal tersebut. Akhirnya pabrik tidak bisa menjual teh dengan harga mahal karena tidak diminati pasar. Petani pun mau tidak mau menyesuaikan permintaan pasar, menjual teh dengan kualitas rendah ke pabrik untuk menekan harga. Di sisi lain, petani tak selalu mampu bertahan dengan harga teh yang kelewat murah meski sudah menurunkan kualitasnya.

Hukum ekonominya sama dengan petani komoditas lain. Kalau produk pertanian atau perkebunan kita dibeli murah secara terus menerus, lama lama mati juga karena tidak bisa berkembang dan berinovasi.

Mari budayakan minum artisan tea

Mari kita belajar dari Jepang. Di Negeri Sakura ini, teh tidak hanya dipandang sebagai minuman yang menyehatkan, tapi juga memiliki tradisi dan seni. Cara penyajiannya pun ada pakemnya dan tehnya berkualitas tinggi. Di Jepang, teh murah juga tetap ada. Namun, tidak semua masyarakatnya membeli teh murah, banyak sekali kedai teh premium dan pengunjungnya ramai. Hal tersebut membuat industri tehnya mampu berkembang karena pasarnya luas, tidak terbatas pada satu segmen saja.

Lah kita? Coba deh amati di sekitaran rumah kamu. Ada berapa café atau kedai yang menjual artisan tea atau teh premium? Jarang sekali. Padahal hampir semua café menyediakan teh, tapi umumnya mereka menjual teh biasa saja, pokoknya rasanya manis dan kental. Tidak jarang, kita pun protes kalau ada es teh mahal seolah-olah kodratnya teh itu harus murah.

Mungkin ada baiknya kita mulai berkenalan dengan artisan tea dan teh premium supaya selera kita terhadap teh mengalami peningkatan. Kita perlu tahu kalau teh tidak hanya black tea (es teh), tapi ada juga green tea, chamomile, white tea, jasmine tea, oolong, dan masih banyak yang lainnya. Semua teh tersebut memiliki segudang manfaat yang berbeda-beda untuk tubuh. Teh juga bisa digabung dengan bahan alami seperti jahe, daun talang kering dan daun kering lainnya untuk rasa dan manfaat yang lebih beragam.

Agar nasib teh bisa sebaik kopi

Dulu, sebelum ramai coffee shop kekinian. Banyak orang hanya familiar dengan kopi tubruk yang murah itu. Kita tidak akrab dengan single origin yang mahal. Namun, setelah era pendekar kopi dan coffee shop menjamur, kita mulai akrab dengan kopi mahal yang beraneka ragam dan cara seduh yang berbeda-beda. Petani kopi ikut diuntungkan dengan hal tersebut, permintaan pasar yang banyak dan beragam membuat petani mampu berkembang.

Baca Juga:

Seenak-enaknya Es Teh Jumbo Masih Kalah dengan Teh Angkringan

3 Rekomendasi Brand Es Teh Terbaik yang Harus Kamu Coba!

Saya berharap kita mulai mempopulerkan artisan tea, atau teh premium ke masyarakat hingga menjadikannya gaya hidup. Dengan begitu, semoga teh memiliki nasib sebaik kopi, sehingga petani teh dan industrinya bisa berkembang dan bangkit dari keterpurukan.

Tidak harus Twinings dan Teavana Starbucks

Baru-baru ini Twinings membuka gerai teh di Jakarta dengan harga satu cangkirnya mulai dari Rp100 ribuan. Ada juga yang Rp250 ribu per cangkir, tergantung kamu pesan teh apa. Twinings tidak hanya menjual tempat yang fancy, tapi juga menjual teh premium dan history-nya. Seperti yang kita tahu, Twinings adalah perusahaan pionir yang mempopulerkan tradisi minum teh di Inggris sejak 1907. Twinings tahu cara menciptakan narasi yang memukau sehingga orang mau datang membeli teh mahal, meskipun orang tersebut tidak berasal dari Inggris, melainkan orang Indonesia.

Namun, saya tidak merekomendasikan Twinings. Saya ingin mengatakan kalau narasi itu penting. Ketika kita mampu menggabungkan kualitas teh dan sejarah, citra teh menjadi berkelas, memiliki nilai jual, dan mampu mendatangkan pelanggan yang bersedia membeli dengan harga mahal. Sudah waktunya mempopulerkan budaya minum teh yang berkualitas dan berkelas. Indonesia juga memiliki tradisi ngeteh yang memiliki nilai sejarah, kok.

Kalaupun kita tidak bisa melakukan hal-hal besar, mari kita mulai dari hal kecil, misalnya dengan membuang padangan usang bahwa teh itu yang penting kental, manis, dan murah. Kalau memiliki uang berlebih, cobalah membeli artisan tea premium, nggak perlu membeli produk Twinings atau Teavana Starbucks. Kita bisa membeli merek-merek teh lokal seperti Tea At All, Sila, Seduh Pertama, Haveltea, Savis Tea, Singabara dan masih banyak lagi.

Cobain, deh, enak sekali lho artisan tea, bisa membuat tubuh relax. Meskipun harganya jelas lebih nendang ketimbang teh biasanya, tapi, sesekali manjakan dirimu dengan rasa-rasa premium. Hidup sudah pahit, jadi asupi dirimu dengan makanan dan minuman yang enak.

Penulis: Tiara Uci
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Mempertanyakan Alasan Ngeteh yang Seolah Kalah Pamor dari Ngopi

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 10 Desember 2023 oleh

Tags: artisan teabudaya minum tehmartabatpetani tehteh
Tiara Uci

Tiara Uci

Alumnus Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya. Project Manager perusahaan konstruksi di Surabaya. Suka membaca dan minum kopi.

ArtikelTerkait

Kasta Teh Celup Indomaret yang Paling Wangi dan Enak untuk Diseduh Mojok.co

Kasta Teh Celup Indomaret yang Paling Wangi dan Enak untuk Diseduh

6 Maret 2025
Patehan, Pembuat Teh yang Punya Peran Penting dalam Hajatan Manten terminal mojok

Patehan, Pembuat Teh yang Punya Peran Penting dalam Hajatan Manten

26 Agustus 2021
Perang Teh Kemasan, dari yang Paling Nggak Enak Sampai yang Paling Enak MOJOK.CO

Perang Teh Kemasan, dari yang Paling Nggak Enak Sampai yang Paling Enak

23 Agustus 2020
Penjual Es Teh Sesat yang Menambahkan Es Batu Lebih Banyak daripada Tehnya Bukan Licik, Mereka Justru Peduli sama Kesehatan Pembeli

Penjual Es Teh Sesat yang Menambahkan Es Batu Lebih Banyak daripada Tehnya Bukan Licik, Mereka Justru Peduli sama Kesehatan Pembeli

8 Desember 2023
Derita Bisnis Es Teh Jumbo yang Terancam Gulung Tikar (Unsplash)

Derita Pedagang Es Teh Jumbo yang Jualannya Terancam, Sudah Pasang Harga Murah Masih Kedatangan Pesaing Berat

11 Juli 2025
Slawi, Kota Teh yang Tidak Punya Kebun Teh

Slawi, Kota Teh yang Tidak Punya Kebun Teh

15 November 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jangan Tanya Rekomendasi Tempat Wisata ke Orang Bandung karena Orang Bandung Asli Biasanya Nggak Tahu

Derita Menikah dengan Orang Bandung: Tidak Pernah Merasakan Drama Mudik hingga Selalu Diejek

21 Maret 2026
Stasiun Klaten Stasiun Legendaris yang Semakin Modern

Stasiun Klaten, Stasiun Berusia Satu Setengah Abad yang Terus Melangkah Menuju Modernisasi

16 Maret 2026
Alfamart Itu Terlalu Membosankan dan Sumpek, Butuh Kreativitas (Wikimedia Commons)

Alfamart Itu Terlalu Membosankan dan Sumpek, Kalau Punya Uang Tak Terbatas dan Boleh Saya Akan Ubah Alfamart Jadi “Ruang Singgah Urban”

20 Maret 2026
Bukan Buangan dari UNDIP: Kami Mahasiswa UNNES, Bukan Barang Retur! kampus di semarang

Ironi UNNES Semarang: Kampus Konservasi, tapi Kena Banjir Akibat Pembangunan yang Nggak Masuk Akal

18 Maret 2026
7 Barang Indomaret yang Semakin Laris Manis Saat Mudik Mojok.co

7 Barang Indomaret yang Semakin Laris Manis Saat Mudik

17 Maret 2026
Di Mana Ada Lahan, di Situ Ada Warung Pecel Lele Lamongan nasi muduk

Nasi Muduk, Kuliner Nikmat yang Tak Pernah Masuk Brosur Kuliner Lamongan, padahal Berani Bersaing dengan Soto dan Pecel Lele!

16 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia
  • Ujian Pemudik Lajang: Jadi Sasaran Pinjam Uang karena Belum Nikah dan Dianggap Tak Ada Tanggungan, Giliran Nolak Dicap Pelit
  • Rasa Sanga (8): Lontong dan Kangkung dalam Khazanah Suluk Sunan Bonang, Jalan “Merasakan” Kehadiran Tuhan
  • Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya
  • Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.