Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Ancaman di Jalan Mayor Suryotomo Jogja yang Bernama Tahi Burung

Kuncoro Purnama Aji oleh Kuncoro Purnama Aji
21 April 2021
A A
Ancaman di Jalan Mayor Suryotomo Jogja yang Bernama Tahi Burung terminal mojok.co

Ancaman di Jalan Mayor Suryotomo Jogja yang Bernama Tahi Burung terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai warga Jogja mungkin kita sudah tidak asing lagi dengan Jalan Mayor Suryotomo. Sebuah jalan yang  terletak di sebelah timur Jalan Malioboro atau dari lampu merah Gondomanan ke utara.

Mungkin nama jalan ini terasa sedikit asing di telinga orang luar karena tertutup nama besar Jalan Malioboro. Namun bagi saya, Jalan Mayor Suryotomo memiliki kesan tersendiri karena sering terjadi sebuah fenomena yang mengancam bagi pengendara yang melewatinya. Ancaman itu bernama tahi burung.

Untuk kita masyarakat Jogja, pada periode Oktober sampai awal Maret, ketika kita melintas di Jalan Mayor Suryotomo, ada sebuah fenomena yang akan kita jumpai. Fenomena tersebut adalah timbulnya bercak-bercak putih di aspal jalan. Hal ini bukan dikarenakan tumpahan cat atau warna aspal yang luntur, tetapi karena adanya ribuan burung yang hinggap pada kabel listrik atau pohon-pohon di sepanjang Jalan Mayor Suryotomo ini, yang tanpa permisi buang hajat seenak jidat.

Fenomena ini terjadi ketika ada ribuan burung, yang katanya burung layang-layang Asia, bermigrasi dan hinggap di sepanjang Jalan Mayor Suryotomo untuk menetap sementara. Burung ini akan hinggap di sepanjang kabel listrik dan juga pepohonan di jalan ini. Lantaran jumlahnya yang ribuan, membuat hal ini menjadi sebuah fenomena yang cukup unik di mata masyarakat. Namun, di balik keunikannya tersebut, tersimpan banyak hal ngeselin karena hadirnya burung-burung ini.

Saya sendiri memiliki pengalaman buruk terhadap adanya fenomena ini. Waktu itu sepulang kuliah, saya memutuskan untuk mengambil jalur pulang yang sedikit memutar. Saya memutuskan untuk lewat Jalan Mayor Suryotomo ke arah Gondomanan. Sebagai masyarakat Jogja yang sudah hidup selama 20 tahun, saya mengetahui bahwa terdapat fenomena burung-burung yang bermigrasi dan hinggap di sepanjang jalan ini. Akan tetapi, saya kurang tahu mengenai kapan fenomena ini akan terjadi.

Setelah saya melewati Jalan Mataram yang terkenal dengan sepatu KW-nya, kecurigaan mulai muncul ketika saya sudah memasuki Jalan Mayor Suryotomo. Tepatnya, ketika saya melihat aspal yang dipenuhi dengan bercak putih. Saat itu sedang memasuki waktu “surup”, di mana burung-burung yang mencari makan mulai kembali untuk beristirahat. Ketika melihat ke atas, kabel listrik dan pepohonan di sepanjang jalan sudah dipenuhi burung yang bertengger.

Melihat hal itu saya sempat berpikir, jika jalanan penuh dengan bercak tahi burung, berarti ada kemungkinan siapa pun pengendara yang lewat jalan ini, memiliki potensi kejatuhan tahi burung.

Di tengah rasa penasaran itu, benar saja, tiba-tiba terdengar suara “maktlepek” yang khas. Suara yang menandakan bahwa ada sebuah benda yang tidak diinginkan, jatuh dari atas sana. Apesnya, saat itu tahi burung ini nggak jatuh di motor atau di helm, tapi di jaket. Kalau jatuh di bagian motor masih mending, tapi kalau sudah kena jaket, yang ada hanyalah keinginan untuk mengumpat sekeras-kerasnya.

Baca Juga:

5 Hal yang Menjebak Pengendara di Jalan Parangtritis Jogja, Perhatikan demi Keselamatan dan Kenyamanan Bersama

Jalan Ali Maksum Krapyak Jogja: Ramai, Sopan, namun Tetap Menguji Kesabaran Pengendara

Oleh karena itu, sebagai penyintas kejatuhan tahi burung. Saya hanya ingin memberikan beberapa tips supaya kalian tidak mengalami hal yang sama. Pertama, jangan lewat jalan ini pada periode bulan Oktober sampai Maret. Jadi, untuk saat ini kalian bisa lewat jalan ini dengan rasa aman.

Kedua, ketika lewat jalan ini usahakan untuk tidak lewat bawah pohon, karena di balik pohon yang rindang ada tahi yang mengancam. Selain itu, usahakan jangan berhenti di sepanjang jalan ini. Pasalnya, kita tidak pernah tahu kapan burung akan mengeluarkan bomnya.

Ketiga, usahakan jangan lewat jalan ini ketika mau ke acara penting, apalagi ketika mau pacaran. Jangan sampai romantis berubah jadi tragis hanya karena tahi. Kalau memang harus lewat jalan ini, usahakan menggunakan pelindung. Bisa pakai jas hujan, pakai payung, atau jika perlu bisa pakai hazmat sekalian.

Terakhir, pasrah. Ketika melewati jalan ini, nggak ada cara lain untuk terhindar dari kejatuhan tahi selain berdoa. Secepat apa pun kalian memacu kendaraan, pada akhirnya hanya Tuhan dan sistem pencernaan burung yang menentukan.

BACA JUGA Menelusuri Asal Usul Nama Malioboro, Ikon Kota Jogja dan tulisan Kuncoro Purnama Aji lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 21 April 2021 oleh

Tags: berkendaraJalan jogjajalan mayor suryotomoTahi burung
Kuncoro Purnama Aji

Kuncoro Purnama Aji

Memiliki keinginan menjadi penulis, meski prosesnya berjalan pelan. Banyak ide justru muncul saat berlari dan membiarkan pikiran mengembara.

ArtikelTerkait

Ruas Jalan Lebar dan Aspal Mulus Nggak Selamanya Aman, Jalan Brigjen Katamso Jogja Buktinya

Ruas Jalan Lebar dan Aspal Mulus Nggak Selamanya Aman, Jalan Brigjen Katamso Jogja Buktinya

29 Agustus 2024
Betapa Menyebalkannya Orang yang Merokok di dalam Mobil  merokok sambil berkendara

Betapa Menyebalkannya Orang yang Merokok di Dalam Mobil 

26 Juli 2023
5 Jalan Jahanam di Jogja yang Wajib Dihindari Pengendara Amatir Mojok.co

5 Jalan Jahanam di Jogja yang Wajib Dihindari Pengendara Amatir

11 Juni 2024
3 Ruas Jalan yang Sebaiknya Dihindari Warga Jogja yang Dilanda Patah Hati

3 Ruas Jalan Jogja yang Sebaiknya Dihindari Warga yang Dilanda Patah Hati

6 Januari 2025
Tipe Kepribadian Orang dalam Berkendara Motor yang Sering Muncul di Hidup Kita

Tipe Kepribadian Orang dalam Berkendara Motor yang Berseliweran di Hidup Kita

13 Januari 2020
3 Dosa Jalan Bantul yang Membuat Warga Lokal seperti Saya Sering Apes ketika Melewatinya Mojok.co

3 Dosa Jalan Bantul yang Membuat Warga Lokal seperti Saya Sering Apes ketika Melewatinya

5 September 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Soto Bandung: Kuliner Khas Bandung yang Rasanya Normal dan Pasti Cocok di Lidah Para Pendatang

Soto Bandung: Kuliner Khas Bandung yang Rasanya Normal dan Pasti Cocok di Lidah para Pendatang

15 Maret 2026
Lotek Khas Solo Bikin Pencinta Lotek Asal Jogja Culture Shock

Lotek Adalah Kuliner Favorit Warga Jogja yang Lebih Janggal dan Lebih Ganjil daripada Gudeg

20 Maret 2026
Bertahan dengan Innova Reborn Jadul daripada Ganti Innova Zenix karena Terlalu Canggih untuk Orang Kabupaten seperti Saya Mojok.co

Bertahan dengan Innova Reborn Jadul daripada Ganti Innova Zenix karena Terlalu Canggih untuk Orang Kabupaten seperti Saya

16 Maret 2026
Jalan Nasional Purworejo Kulon Progo Payah, Kondisi yang Normal Cuma Sekitar Bandara YIA Mojok.co

Jalan Nasional Purworejo-Kulon Progo Payah, Kondisi yang Normal Cuma Sekitar Bandara YIA

16 Maret 2026
Gresik Ternyata Bisa Bikin Arek Surabaya Kaget (Wikimedia Commons)

Nasib Orang Surabaya di Gresik: Bertahan Hidup di Tengah Matinya PDAM dan Ganasnya Sistem Inden SD

19 Maret 2026
Bukan Buangan dari UNDIP: Kami Mahasiswa UNNES, Bukan Barang Retur! kampus di semarang

Ironi UNNES Semarang: Kampus Konservasi, tapi Kena Banjir Akibat Pembangunan yang Nggak Masuk Akal

18 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia
  • Ujian Pemudik Lajang: Jadi Sasaran Pinjam Uang karena Belum Nikah dan Dianggap Tak Ada Tanggungan, Giliran Nolak Dicap Pelit
  • Rasa Sanga (8): Lontong dan Kangkung dalam Khazanah Suluk Sunan Bonang, Jalan “Merasakan” Kehadiran Tuhan
  • Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya
  • Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.