Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Featured

Analisis Pola, Fungsi, Kategori, dan Peran Pakdhe-pakdhe Ngemut Rokok dalam Konser Dangdut

Bryan Barcelona oleh Bryan Barcelona
13 Mei 2020
A A
pakdhe ngemut rokok bryan barcelona thread viral bapak-bapak merokok konser dangdut rusuh mojok

pakdhe ngemut rokok bryan barcelona thread viral bapak-bapak merokok konser dangdut rusuh mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai alumnus dangdutan THR Sriwedari dan sempat menyaksikan Via Vallen/Nella Kharisma hanya dengan tarif 15 ribu, saya kerap bertanya-tanya tiap lihat insiden kelahi di acara dangdut. Kenapa selalu ada pakdhe-pakdhe ngemut rokok di kerumunan? Berdasarkan riset kecil-kecilan, saya mendapati hipotesis bahwa pakdhe-pakdhe ngemut rokok ini punya peran penting dalam menjaga stabilitas massa. Pegang kendali penting untuk antisipasi huru-hara.

Di gambar ini, contohnya. Meski terlihat agak menjauh dari kerumunan, namun pakdhe-pakdhe ini matanya awas ketike mengincar biang keributan. Langsung pegang, langsung amankan.

Berikut terlampir videonya. Bisa dilihat, bagaimana kejelian ybs. saat memecah kerumunan yang kemudian dibantu oleh aparat. Andai dia tidak datang, besar kemungkinan insiden ini akan membesar karena dari 2 pihak tidak ada inisiatif melerai.

Berikut terlampir videonya. Bisa dilihat, bagaimana kejelian ybs saat memecah kerumunan yang kemudian dibantu oleh aparat. Andai dia tidak datang, besar kemungkinan insiden ini akan membesar karena dari 2 pihak tidak ada inisiatif melerai. pic.twitter.com/v30H7CGO0x

— Bryan Barcelona (@barcelonabryan) May 12, 2020

Di insiden lain, pakdhe-pakdhe ngemut rokok melakukan tindak pengamaman dengan pendekatan santai dan tidak grasa-grusu.

Polanya hampir sama: memindai potensi kericuhan, lalu bergerak cepat ketika keributan mulai pecah. Yang salut dari beliau, adalah pendekatan yang jauh dari kategori represif. Yang rusuh dirangkul, dipeluk, dan diajak ngobrol pelan-pelan. Terbukti efektif meredam kerusuhan.

Polanya hampir sama: memindai potensi kericuhan, lalu bergerak cepat ketika sudah mulai pecah. Yang salut dari beliau, adalah pendekatan yang jauh dari kategori represif. Yang rusuh dirangkul, dipeluk, dan diajak ngobrol pelan-pelan. Terbukti efektif meredam kerusuhan. pic.twitter.com/NEGy2ZWw02

— Bryan Barcelona (@barcelonabryan) May 12, 2020

Yang satu ini bukan Din Minimi, meski sekilas tampak mirip. Namun, satu yang pasti, gestur ketegasan tampak jelas dari pakdhe-pakdhe ngemut rokok yang satu ini. Tenang, kalem, lalu banting saat momennya tepat. Prinsipnya: mendhem keno, sing penting ojo do jotos-jotosan yo, mas, yo.

Baca Juga:

Tulungagung, Kota yang Siap Bersaing dan Menggeser Kudus sebagai Pemilik Takhta Kota Kretek

Kemasan Rokok Polos Bukti Pemerintah Tidak Mengenal Rakyatnya. Pasti Gagal, dan yang Untung Justru Rokok Ilegal!

Goyangnya memang agak spaneng, kalah lentur dibanding tentara poco-poco atau goyang maumere saat HUT TNI, tapi bicara soal ketegasan dan kejelian membaca situasi, jangan ragukan kapasitas beliau. Simak sendiri aksinya.

Goyangnya memang agak spaneng, kalah lentur dibanding tentara poco-poco atau goyang maumere saat HUT TNI, tapi bicara soal ketegasan dan kejelian membaca situasi, jangan ragukan kapasitas beliau. Simak sendiri aksinya. pic.twitter.com/UJ09ntSgx3

— Bryan Barcelona (@barcelonabryan) May 12, 2020

Insiden bermula saat seorang penonton ikut joged sambil bawa ular ke atas panggung. Jangan tanya apa motivasinya, saya juga ga ngerti. Alhasil, ybs. babak bundhas kena bogem mentah penonton lain. Untung, ada Pakdhe-Pakdhe Ngemut Rokok yang sigap mengamankan.

Diketahui, ybs. ternyata seorang aparat. Tidak ada tindak represif kepada perusuh, tapi rokok tidak boleh lupa diemut sebagai sinyal kepada penonton lain bahwa kondisi aman. All clear, all safe. Kondisi ular yang dibawa biang rusuh masih belum diketahui nasibnya.

Pun dengan yang satu ini. Meski sama-sama merokok, hanya jiwa Pakde Pakde yang punya panggilan untuk mengamankan kericuhan. Setelan santai dengan kemeja, tapi respons sigap layaknya jenderal bintang tiga.

Tidak grasa-grasa, cukup tangkap dan pegang, pakde ini setidaknya berjasa untuk tidak membuat kericuhan anak-anak muda jadi semakin meluas. Kritik untuk biduan yang kurang tanggap akan situasi, karena kendali situasi panggung tidak dijalankan sebagaimana mestinya.

Tidak grasa-grasa, cukup tangkap dan pegang, Pakde ini setidaknya berjasa untuk tidak membuat kericuhan anak-anak muda jadi semakin meluas. Kritik untuk biduan yang kurang tanggap akan situasi, karena kendali situasi panggung tidak dijalankan sebagaimana mestinya. pic.twitter.com/ftkhSJL5Sj

— Bryan Barcelona (@barcelonabryan) May 12, 2020

Yang berikut ini menyertakan bentuk kerjasama. Sinergi dua pakdhe-pakdhe ngemut rokok untuk mencegah kericuhan dari dua penjuru mata angin. Scene ini mengingatkan saya dengan adegan Luffy & Ace vs marinir di Marineford sebelum dihantam Akainu.

Sebab musabab kericuhan kadang tidak jelas, seperti yang terjadi di konser yang satu ini. Kubu yang bersiteru juga kadang abu-abu. Yang pasti di momen seperti ini cuma satu: pakdhe-pakdhe ngemut rokok yang sigap menetralisir suasana. Semua mesti kondusif!

Terakhir sebagai penutup, saya sampaikan puja-puji untuk Pakdhe ini.

Terakhir sebagai penutup, saya sampaikan puja-puji untuk Pakdhe ini. Meski tanpa ngemut rokok, komitmennya sama: sing penting ojo do jotos-jotosan. Andai tidak dilerai ybs, kerumunan massa di Woodstock Brebes ini jadi makin chaos karena mereka sudah siap untuk membakar panggung. pic.twitter.com/bW6fX4cxdT

— Bryan Barcelona (@barcelonabryan) May 12, 2020

Meski tanpa ngemut rokok, komitmennya sama: sing penting ojo do jotos-jotosan. Andai tidak dilerai ybs., kerumunan massa di Woodstock Brebes ini jadi makin chaos karena mereka sudah siap untuk membakar panggung.

BACA JUGA Pembagian Kelas Pasukan Joget di Konser Dangdut Koplo. Follow Twitter Bryan Barcelona di sini.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 24 Januari 2025 oleh

Tags: bapak-bapakkonser dangdutRokok
Bryan Barcelona

Bryan Barcelona

Twitter: @barcelonabryan

ArtikelTerkait

kpai

Surat Untuk KPAI : Selamat Karena Telah Berhasil Mengubur Mimpi Anak Bangsa

9 September 2019
Membedah Alasan Bapak-bapak Pakai Nama Kota di Akun Media Sosialnya terminal mojok.co

Membedah Alasan Bapak-bapak Pakai Nama Kota di Akun Media Sosialnya

11 Februari 2021
Ayahku Adalah Orang Muhammadiyah, tapi Soal Rokok Dia NU Tulen terminal mojok.co

Ayah Saya Adalah Orang Muhammadiyah, tapi Soal Rokok Dia NU Tulen

11 Desember 2020
nama paraban profesor snape kebapakan bapak-bapak indonesia mojok

Profesor Snape Adalah Gambaran Nyata Tipikal Bapak-bapak Indonesia

1 November 2020
3 Manfaat Tingwe yang Wajib Kalian Ketahui

3 Manfaat Tingwe yang Wajib Kalian Ketahui

20 Maret 2022
7 Rokok Enak yang Tidak Dijual Di Indomaret

7 Rokok Enak yang Tidak Dijual Di Indomaret

15 Januari 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kebiasaan di Hajatan Pedesaan yang Nggak Masuk Akal kondangan jawa tengah

Seni Bertahan Hidup di Musim Kondangan: Panduan Strategis agar Dompet Tak Sekarat dan Berakhir Melarat

24 Mei 2026
4 Kelebihan Kuliah di Samarinda yang Bikin Kuliah di Jogja Jadi Kelihatan Biasa Saja

Samarinda Tidak Ramah buat Mahasiswa yang Tidak Bisa Naik Motor karena Tidak Ada Transportasi Umum yang Bisa Diandalkan!

21 Mei 2026
Beli Lauk di Luar dan Memasak Nasi Sendiri, Siasat Hidup Hemat In This Economy Mojok.co

Siasat Hidup Hemat In This Economy, Beli Lauk di Luar dan Memasak Nasi Sendiri

21 Mei 2026
Mengenal Kabupaten Bungo, Tempat Awal Mula Sumber "Sumatera Blackout" yang Bikin Satu Pulau Geger

Mengenal Kabupaten Bungo, Tempat Awal Mula “Sumatera Blackout” yang Bikin Satu Pulau Geger

23 Mei 2026
Dear Wisatawan, Bandungan Semarang Nggak Melulu Soal Prostitusi, Ada Banyak Potensi Lain Mojok.co

Dear Wisatawan, Bandungan Semarang Nggak Melulu Soal Prostitusi, Ada Banyak Potensi Lain

26 Mei 2026
Gempa Jogja Adalah Guru yang Tidak Kita Inginkan, tapi Kita Perlukan

Gempa Jogja Adalah Guru yang Tidak Kita Inginkan, tapi Kita Perlukan

22 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.