Analisis Mendalam tentang Tok Dalang dan Opah yang Sepertinya Saling Sayang – Terminal Mojok

Analisis Mendalam tentang Tok Dalang dan Opah yang Sepertinya Saling Sayang

Artikel

Ayu Octavi Anjani

Sudah nggak asing kalau Mail dan Mei Mei yang kerap diceng-cengi itu sebenarnya saling naksir. Nggak hanya Mei Mei, Susanti juga katanya ditaksir Mail. Selain pandai berdagang, Mail pandai cosplay jadi buaya juga rupanya. Belum juga dislepet Tok Dalang lu, Mail!

Selain hubungan persahabatan dan kerukunan yang ditunjukkan antarkarakter, kisah percintaan yang terkesan tersembunyi juga menambah cerita Upin & Ipin semakin menarik. Bikin penonton penasaran dan akhirnya melakukan cocokologi terhadap setiap karakter. Ya, memang sih kadang gemes juga saya dengan cinta segitiga Mail, Mei Mei, dan Susanti. Mereka ini masih sekolah di Tadika Mesra loh! 

Ah! Sudahlah. Mari beralih pada kisah percintaan karakter yang lebih dewasa. Malah sudah sepuh ini mah, bukan dewasa lagi.

Sudah lama saya pernah baca satu tulisan di Terminal Mojok tentang Tok Dalang jadi sosok kakek yang didambakan oleh setiap cucu di mana pun berada. Saya sangat setuju dengan pernyataan itu. Tok Dalang itu so sweet. Nggak hanya sama Upin dan Ipin, tapi juga sama Opah!

Tok Dalang jadi sosok kakek yang punya sifat hangat kepada Upin dan Ipin. Tok Dalang juga saya juluki sebagai kakek serbabisa. Bukan tanpa alasan. Hampir di setiap episode Upin dan Ipin, Tok Dalang mampu menjadi penyelamat.

Semua dilakukan demi cucu-cucu yang padahal nggak ada ikatan darah. Alias bukan cucu kandung. Prinsip yang diterapkan animasi Upin dan Ipin ya begitu. Ikatan persaudaraan antarkarakter memperlihatkan kehidupan desa yang juga jadi dambaan orang-orang. 

Nggak hanya sosok kakek idaman para cucu, tokoh yang nama aslinya Isnin bin Khamis ini agaknya cocok juga kalau jadi suami Opah, neneknya Upin Ipin. Sosok suami-able banget. Saya rasa dia menyimpan perasaan deh sama Opah. Diam-diam cinta. Apalagi mereka sama-sama single alias jomlo. Aw, cucok~

Nih, saya beberkan beberapa bukti kalau sepertinya Tok Dalang ini punya perasaan tersembunyi buat Opah. Pertama, ia selalu perhatian ke Opah. Ingat, di salah satu episode ketika terompah Opah hilang sebelah. Lalu Upin dan Ipin datang ke rumah Tok Dalang untuk meminta solusi? Biasanya solusi yang paling mudah adalah sudahlah beli saja yang baru. Bukannya menyuruh seperti itu, kakek idaman itu malah repot-repot bikinin yang baru. Iya bikin, bukan beli. Sebegitunya ya nggak mau lihat Opah bersedih. Perhatian banget. Perasaannya terbagi dua. Nggak mau lihat Upin dab Ipin sedih sekaligus menjadikan itu sebagai momen ngasih hadiah atau kenang-kenangan. Manuvernya oke juga.

Oh ya, malah waktu terompah Opah hanyut di sungai dulu, Tok Dalang bela-belain ambil terompah sebelahnya. Sebab, yang sebelahnya lagi sudah keburu hanyut terbawa arus sungai. Cie, cinta memang bikin seseorang jadi sigap dan cekatan ya. Padahal di sungai itu juga ada Ah Tong dan Uncle Muthu. Tapi, dunia serasa milik mereka berdua aja.

Kedua, kakek Isnin bin Khamis itu selalu jadi yang paling diandalkan oleh Opah. Entah karena rumahnya yang dekat atau hubungan persahabatan yang kuat. Tapi, jujur setiap lihat Tok Dalang jadi penyelamat Opah, saya seperti melihat sosok suami dan istri yang saling mengandalkan. Pokoknya di setiap kesusahan, mereka saling mengisi. Contohnya saat membetulkan atap rumah yang bocor dan membantu mengusir kelelawar. Keluarga idaman banget.

Ketiga, perhatian yang luar biasa diberikan buat Opah. Tok Dalang sering sekali membuatkan atau memberikan sesuatu yang cukup bermanfaat untuk Opah. Salah satu contohnya, ketika ia memberikan sapu lidi karena mengkhawatirkan Opah yang selalu menyapu dengan posisi bungkuk. Ini kalau adegannya dibikin sama drama Korea, Bae Suzy yang bakal mengisi soundtracknya, suasana pun makin romantis.

Tok Dalang selalu memberikan hasil panennya untuk keluarga Opah. Ia sering memberikan pisang dan pernah memberikan ikan untuk diolah dan dimakan bersama. Itu lho episode makan ikan bareng di rumah Upin dan Ipin. Ini mah namanya perhatian sama satu keluarga. Pokoknya apa pun yang berhubungan sama Opah, diperhatiin banget. Haduuuh, manisnya.

Sumpah deh. Cerita cinta misterius ini membuat saya suka menerka-nerka. Sebenarnya perasaan seperti apa sih yang dimiliki seorang kakek-kakek berpeci putih itu terhadap Opah? Begitu juga sebaliknya. Soalnya kalau dilihat-lihat, Opah juga pernah dengan sumringah mengingat masa-masa di mana mereka masih kecil. Iya, saat mereka main di sungai dan terompah Opah hanyut.

Kenangan itu ternyata mampu membuat Opah mesam-mesem sendiri. Saya rasa Opah juga punya panggilan sayang deh. Opah selalu memanggil Tok Dalang dengan sebutan “Alang”. Seperti saat mesam-mesem flashback masa lalu saat main di sungai.

“Alang… Alang masih ingat je lah kau cerita tu.” ujar Opah tersenyum sambil mengusap-usap kotak terompah yang dibuatkan oleh Tok Dalang. So sweetnya ngalah-ngalahin anak muda ini mah.

Berdasarkan cocokologi saya, saya berani menyimpulkan bahwa mereka berdua ini layak hidup bersama. Saling mengisi dan melengkapi kebahagiaan. Usia bukanlah soal, mana ada hukum yang mengatakan bahwa usia tua tidak berhak bahagia dan yang-yangan. Saran saya buat Tok Dalang, sudahlah cepat nyatakan perasaan saja nanti keburu ditikung Ah Tong!

Sumber gambar: Twitter Les’ Copaque

BACA JUGA Beberapa Budaya yang Mematahkan Persepsi Kalau Laki-laki Nggak Wajar Pakai Rok dan tulisan Ayu Octavi Anjani lainnya.

Baca Juga:  Ingin Istri Terlihat Selalu Menawan, Tapi Hampir Tiada Satu pun yang Diusahakan
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.
---
20


Komentar

Comments are closed.