Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Luar Negeri

Anak Muda Kurangi Konsumsi Alkohol, Pemerintah Jepang Pusing

Primasari N Dewi oleh Primasari N Dewi
20 Januari 2023
A A
Anak Muda Kurangi Konsumsi Alkohol, Pemerintah Jepang Pusing Terminal Mojok

Anak Muda Kurangi Konsumsi Alkohol, Pemerintah Jepang Pusing (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Saat ini di Jepang banyak anak muda tak lagi menikmati minum alkohol. Menurut Survei Kesehatan dan Gizi Nasional Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang, tingkat kebiasaan minum pria Jepang berusia 20-an dan 30-an hanya sekitar setengah dari 20 tahun yang lalu. Sedangkan wanita berusia 20-an, memiliki tingkat kebiasaan minum rendah sekitar 3% saja.

Padahal kalau kita membayangkan negara Jepang, yang terbayang di benak kita adalah salaryman selalu minum sake setelah bekerja dan pulang dalam keadaan mabuk seperti ayahnya Nobita dan Kenichi (serial Ninja Hattori). Kira-kira kenapa ya anak muda Jepang mengurangi kebiasaan minum alkohol tersebut?

Kebiasaan minum orang Jepang

Menurut Survei Kesehatan dan Gizi Nasional Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang, seseorang dikatakan memiliki kebiasaan minum kalau dia minum 1 gelas atau lebih dalam sehari selama 3 hari atau lebih dalam seminggu. Satu gelas ini kira-kira seukuran dengan satu kaleng panjang bir (500ml) dan dua gelas anggur (180ml).

Kalau membandingkan data kebiasaan minum orang Jepang pada tahun 1997 dan 2017, tingkat kebiasaan minum menurun untuk pria di semua kelompok usia dan untuk wanita berusia 20-an dan 30-an, lho. Bahkan dikatakan kebiasaan minum pria muda ini telah turun sekitar setengahnya saja. Artinya, memang benar bahwa “anak muda menjauh dari alkohol”. Wah, kok bisa, ya?

Di sisi lain, yang menarik adalah kebiasaan minum wanita di usia 40-an dan 50-an sedikit lebih tinggi dibandingkan pria Jepang di usia 20-an. Alasannya adalah generasi wanita yang berusia 40-an dan 50-an mengalami peningkatan jumlah yang bekerja. Artinya, semakin banyak pula wanita yang makan malam bersama rekan kerjanya dan menikmati alkohol seperti halnya pria. Meskipun demikian, total persentase wanita yang minum alkohol di Jepang kurang dari 20%.

Kalau melihat data frekuensi minum alkohol, ada fakta bahwa semakin muda orang Jepang, semakin besar kemungkinan mereka untuk jarang minum atau berhenti sama sekali. Sementara kalau jawaban “tidak bisa minum” ditambahkan, berarti sekitar setengah dari pria berusia 20-an dan sekitar 60% wanita memang menjalani hidup jauh dari alkohol setiap hari. Sekitar 51,4% pria dan 62,1% wanita berusia 20-an tidak minum, 28,6% pria dan 24,7% wanita mengatakan bisa minum tapi jarang minum. Jadi, ada kecenderungan anak muda lebih cenderung berkata, “Saya bisa minum, tapi saya hampir tidak pernah minum.”

Alasan anak muda Jepang mengurangi konsumsi alkohol

Selama ini kita menggambarkan orang Jepang itu ya minum sake, seperti orang Korea yang hobi minum soju. Lantas, kenapa anak muda Jepang sekarang cenderung menjauhi alkohol, ya? Coba kita cari tahu lebih lanjut alasannya.

#1 Sober curious

Separuh anak muda Jepang saat ini tidak minum alkohol setiap hari, dan sekitar setengahnya bisa minum alkohol, tetapi mereka hampir tidak meminumnya. Generasi milenial di Amerika Serikat mengenal istilah sober curious yang artinya tidak berani minum alkohol demi kesehatan fisik dan mental.

Baca Juga:

Pulang dari Jepang Bikin Sadar Betapa Bobrok Daerah Asal Saya

Mencoba Memahami Alasan Orang-orang Kabur dari Magang di Jepang

Di Jepang pun fenomena serupa muncul. Sekitar seperempat anak muda Jepang cenderung “sadar” untuk menahan diri dan menjauh dari alkohol. Hal ini membuktikan kesadaran orang Jepang terhadap kesehatan dan minat terhadap pengobatan pencegahan cukup tinggi. Gimanapun lebih baik mencegah daripada mengobati, kan?

#2 Ada hiburan lain yang lebih menarik

Ada media yang menyebutkan bahwa smartphone menjadi alasan kenapa anak muda Jepang sekarang tidak tertarik untuk minum alkohol. Katanya, anak muda zaman sekarang lebih senang berinteraksi dengan temannya melalui gawai, termasuk bisa main gim bersama secara daring. Yang jelas, mereka senang bisa terhubung tanpa harus keluar rumah.

Selain itu, banyaknya informasi dari internet dan media sosial mengenai kesehatan dan dampak buruk alkohol juga menyebabkan mereka kurang berminat terhadap alkohol. Fenomena yang menarik.

#3 Dampak corona dan pembatasan gerak di ruang publik

Alasan selanjutnya saya kira karena dampak pandemi kemarin. Gimanapun pandemi virus Covid-19 memberi dampak yang cukup signifikan terhadap kebiasaan minum orang Jepang di semua kelompok umur. Pembatasan gerak di tempat kerja di awal pandemi menyebabkan banyak perusahaan terpaksa mempekerjakan karyawan dari rumah. Akibatnya, kebiasaan bersosialisasi sambil minum setelah selesai bekerja hampir tak mungkin dilakukan.

Selain itu, restoran dan izakaya (bar untuk minum sake/bir) juga sempat mengalami penutupan dan pembatasan pengunjung dalam jangka waktu yang cukup lama. Lantaran hal inilah banyak anak muda Jepang yang tak lagi menganggap acara minum sake menjadi menarik lagi.

Jepang pusing menghadapi “masalah” ini

Di Jepang, alkohol merupakan salah satu komoditi yang menyumbang perekonomian negara. Kalau warganya tidak berminat minum alkohol, tentu saja hal ini akan berdampak pada negara.

Untuk mengatasi masalah anak muda yang menjauhi alkohol karena takut mabuk, alkohol ringan memang menjadi solusi agar mereka tetap mau minum. Minuman beralkohol ringan adalah minuman dengan kandungan alkohol kurang dari 1%. Keberadaannya dianggap sebagai pengganti minuman alkohol yang bisa diminum seperti pada hari libur, sebelum mengemudi, dan selama kehamilan.

Tentu saja keberadaan minuman beralkohol ringan ini menggelitik para pencinta sake yang kandungan alkoholnya lebih tinggi. Sama seperti pencinta kopi hitam yang melihat kopi sasetan, mereka harus berpikir bahwa setiap orang memiliki cara tersendiri untuk menikmati alkohol. Ada orang yang kuat dan lemah terhadap alkohol, ada juga orang yang ingin menikmati alkohol dan menikmatinya tanpa mabuk.

Industri pembuat bir dan restoran izakaya juga harus memikirkan bagaimana mengekspor produknya sampai ke luar negeri kalau sekiranya penjualan dalam negerinya kurang memenuhi target. Gimanapun mereka harus bersaing dengan produk non-alkohol rasa bir dan koktail yang baru, serta bar khusus non-alkohol yang mulai bermunculan di Jepang.

Penulis: Primasari N Dewi
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 3 Alasan Orang Jepang Betah Kerja di Indonesia.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 20 Januari 2023 oleh

Tags: alkoholanak mudajepangminuman beralkohol
Primasari N Dewi

Primasari N Dewi

Saat ini bekerja di Jepang, menjalani hari demi hari sebagai bagian dari proses belajar, bertahan, dan berkembang.

ArtikelTerkait

Indonesia Harus Belajar dari Kegagalan Amerika Serikat dalam Pelarangan Minuman Alkohol terminal mojok.co

Kita Harus Belajar dari Kegagalan Amerika dalam Pelarangan Minuman yang Mengandung Alkohol

19 November 2020
Telepon Ditakuti Anak Muda, Lebih Nyaman Bicara Melalui Chat

Telepon Ditakuti Anak Muda, Banyak yang Lebih Nyaman “Bicara” Melalui Chat

20 September 2024
Nama Panggilan Nyeleneh Itu Bukan Ejekan, tapi Simbol Keakraban terminal mojok.co

Apakah Kita Sudah Benar dalam Berteman?

19 Juli 2019
Seni Memulung Sampah di Jepang terminal mojok

Seni Memulung Sampah di Jepang

17 Desember 2021
Saya Jadi Pengin Tinggal di Jepang Gara-gara FYP TikTok dan Tetangga Nyebelin

Saya Jadi Pengin Tinggal di Jepang Gara-gara FYP TikTok dan Tetangga Nyebelin

19 November 2023
Tempat Les Kumon Memang Berkualitas, tapi Nggak Semua Anak Cocok Mojok.co

Tempat Les Kumon Memang Berkualitas, tapi Nggak Semua Anak Cocok

1 Agustus 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Duka Menikah di KUA, Dikira Hamil Duluan padahal Cuma Pengin Hemat Mojok.co

Duka Menikah di KUA, Dikira Hamil Duluan padahal Cuma Pengin Hemat

5 Februari 2026
Tiga Bulan yang Suram di Bangunjiwo Bantul, Bikin Pekerja Bantul-Sleman PP Menderita!

Tiga Bulan yang Suram di Bangunjiwo Bantul, Bikin Pekerja Bantul-Sleman PP Menderita!

1 Februari 2026
Stasiun Plabuan Batang, Satu-Satunya Stasiun Kereta Api Aktif di Indonesia dengan Pemandangan Pinggir Pantai

Bisakah Batang yang Dikenal sebagai Kabupaten Sepi Bangkit dan Jadi Terkenal?

1 Februari 2026
8 Kasta Saus Indomaret dari yang Pedas hingga yang Biasa Aja Mojok.co

8 Kasta Saus Indomaret dari yang Pedas hingga yang Biasa Aja

4 Februari 2026
Petaka Terbesar Kampus- Dosen Menjadi Joki Skripsi (Pixabay)

Normalisasi Joki Skripsi Adalah Bukti Bahwa Pendidikan Kita Memang Transaksional: Kampus Jual Gelar, Mahasiswa Beli Kelulusan

4 Februari 2026
8 Dosa Penjual Kue Pukis yang Mengecewakan Pembeli (Danangtrihartanto - Wikimedia Commons)

8 Dosa Penjual Kue Pukis yang Sering Disepelekan Penjual dan Mengecewakan Pembeli

30 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Kemensos “Bersih-Bersih Data” Bikin Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam, Tak Bisa Berobat karena Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif
  • Blok M, Tempat Pelarian Pekerja Jakarta Gaji Pas-pasan, Tapi Bisa Bantu Menahan Diri dari Resign
  • Derita Punya Pasangan Hidup Sandwich Generation sekaligus Mertua Toxic, Rumah Tangga bak Neraka Dunia
  • Film “Surat untuk Masa Mudaku”: Realitas Kehidupan Anak Panti dan Lansia yang Kesepian tapi Saling Mengasihi
  • Lulusan Sarjana Nekat Jadi Pengasuh Anak karena Susah Dapat Kerja, Kini Malah Dapat Upah 450 Ribu per Jam
  • Krian Sidoarjo Dicap Bobrok Padahal Nyaman Ditinggali: Ijazah SMK Berguna, Hidup Seimbang di Desa, Banyak Sisi Jarang Dilihat

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.