Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi

Alifia Putri Nur Rochmah oleh Alifia Putri Nur Rochmah
6 Februari 2026
A A
5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi Mojok.co

5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Kebumen tidak hanya terkenal akan geopark-nya. kabupaten yang berbatasan dengan Banjarnegara ini juga terkenal akan wisata pantainya yang indah. Salah satu destinasi wisata paling menarik adalah Pantai Menganti Kebumen. 

Bagi saya, Pantai Menganti itu selalu berhasil bikin kangen. Sudah sering ke sana, tapi entah mengapa selalu ada alasan yang bikin saya ingin balik lagi dan lagi. 

#1 Pantai Menganti Kebumen yang berhasil bikin saya menganggap liburan itu pantas diperjuangkan

Dari kota tempat asal saya, perjalanan ke Pantai Menganti Kebumen sebenarnya nggak bisa dibilang dekat. Jalanan menuju ke sana pun menanjak, menurun, dan berliku. Tidak mudah pokoknya. Tapi, begitu melewati gapura dan mulai kelihatan petak-petak tebing hijau plus garis putih pantainya, rasa capek perjalanan langsung menguap. 

Pantai yang terletak di Desa Karangduwur, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, ini langsung berhadapan dengan Samudra Hindia. Jadi begitu turun dari area atas, yang disambut bukan cuma ombak, tapi kombinasi pasir putih, tebing karst, dan angin laut yang kencang versi Selandia Baru KW yang cukup realistis untuk dompet mahasiswa.

#2 Paket komplit tebing, rumput, dan pasir putih

Alasan paling kuat kenapa saya sering balik ke Pantai Menganti Kebumen karena pantai ini wisata alam yang komplit. Pertama, pasir putih Pantai Menganti memiliki tekstur yang lembut, dan ketika kamu menginjaknya, kamu akan merasakan sensasi yang begitu nyaman di kaki. Pasirnya cukup panjang buat jalan santai, beda dari banyak pantai Kebumen lain yang identik dengan pasir hitam.

Kedua, Pantai Menganti Kebumen dikelilingi oleh perbukitan hijau dengan tebing karst tinggi di sisi timur dan barat jadi bingkai alami. Kalau naik ke bukitnya, pemandangan laut dan perbukitan terlihat seperti lukisan 360 derajat. Di area atas, hamparan rumput hijau membuatnya mirip padang rumput tepi laut. Di sana sangat enak buat gelar tikar, ngeteh panas, sambil pura-pura lupa besok kerja atau kuliah.

Dari atas tebing, pengunjung bisa melihat sunrise dan sunset yang juara. Di pagi hari semburat jingga pelan-pelan menyirami tebing, begitu indah. Sementara di sore hari, langit orange bertemu dengan laut lepas menyajikan pemandangan yang nggak kalah berkesan.  Semua itu ditemani dengan angin laut yang sejuk dan suara ombak yang menenangkan. 

Tidak heran kalau tempat ini disebut dengan New Zealand versi Indonesia.  Pemandangan yang disajikan memang mirip-mirip dengan pesona pantai di Selandia Baru. Bedanya, kalian nggak perlu terbang 12 jam dan menghabiskan puluhan juta. Cukup modal bensin dan mental buat ngelewatin jalan berkelok, kamu sudah bisa dapet pemandangan kelas dunia. 

Baca Juga:

Pantai Padang Tempat Wisata yang Sempurna di Kota Padang Seandainya Nggak Ada Parkir Liar

Pantai Watu Bale, Tempat Wisata Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi 

#3 Tiket terjangkau, fasilitas lumayan 

Sebagai kaum mendang-mendung, alasan lain saya sering ke Pantai Menganti Kebumen karena harganya masih masuk akal. Sekitar Rp20.000-Rp25.000 kalian sudah bisa masuk ke destinasi wisata dengan pemandangan dan suasana pantai yang memukau. Tiket masuk itu sudah termasuk biaya parkir kendaraan dan shuttle ke spot seperti tebing. Buat ukuran pantai dengan view selevel ini, tiket segitu termasuk murah. Apalagi fasilitasnya juga cukup niat.

Area parkir luas, bahkan ada yang pakai sistem shuttle dari parkiran ke titik-titik wisata di dalam kawasan, jadi kita nggak harus nyetir turun-naik di jalur sempit. Banyak gazebo dan spot duduk santai di atas tebing maupun dekat pantai buat yang cuma pengin leyeh-leyeh.

Di beberapa titik terdapat spot foto ikonik, seperti jembatan merah, gardu pandang di atas bukit, hingga jalan berliku dengan pemandangan laut yang memanjakan mata. Jembatan Merah, yang dibangun di atas batu karang untuk kenyamanan dan keamanan pengunjung, adalah salah satu ikon Pantai Menganti. Plus ada mercusuar peninggalan Belanda yang bisa dijadikan latar foto tanpa perlu bayar lagi.

Buat saya, ini penting. Liburan jangan sampai jadi kompetisi bakar uang. Di Pantai Menganti, tiket masih ramah, pilihan jajan juga bervariasi dari warung sederhana sampai kafe kecil di area bukit.

#4 Pantai Menganti Kebumen cocok untuk menata pikiran

Salah satu keunggulan Pantai Menganti Kebumen adalah atmosfer “menunggu” yang kental. Nama Menganti sendiri dikaitkan dengan makna “menanti”, dan konon disambungkan dengan kisah penantian seorang tokoh di masa lalu. Entah mitos, entah kebenaran sejarah, tapi suasana pantai ini memang cocok untuk menunggu dan menyepi. Terlebih kalau kita duduk di tepi tebing dan memandang laut lepas. 

Di sini, kamu bisa pakai waktu buat nunggu matahari terbit atau tenggelam, sambil mikir hidup yang kadang nggak jelas arahnya. Bisa juga untuk mengambil keberanian buat ambil keputusan ganti kerjaan, lanjut kuliah, atau cuma nunggu balasan chat yang statusnya “read” sejak seminggu lalu. Sebagai tempat menepi dari hiruk pikuk kota juga cocok. 

#5 Eksplorasi yang nggak ada habisnya

Yang bikin saya nggak pernah bosen adalah pantai ini luas banget dengan banyak sudut yang bisa dieksplorasi. Ada kesempatan untuk menjelajahi teluk-teluk tersembunyi dan formasi batuan, bahkan bisa menyewa perahu kecil dari nelayan setempat untuk melihat tebing-tebing dari jarak dekat di atas air.

Tiap kali datang, saya selalu nemu sesuatu yang baru. Entah itu spot snorkeling yang airnya jernih banget, atau celah batu karang yang cocok jadi hideaway sempurna buat menyendiri. Mau datang 10 kali pun kamu masih bisa nemu sudut-sudut baru yang belum pernah kamu temukan sebelumya. 

Pantai Menganti Kebumen juga punya keunggulan yang jarang dibahas, yaitu konsistensinya. Ia tidak berubah drastis setiap kali saya datang. Lautnya tetap luas, anginnya tetap kencang, dan suasananya tetap mengajak orang untuk berhenti sebentar. Di dunia yang terlalu sering menuntut perubahan, menemukan tempat yang setia pada dirinya sendiri itu menenangkan.

Mungkin itu sebabnya saya sering ke Pantai Menganti Kebumen dan masih pengen balik lagi. Bukan karena tidak ada pantai lain yang lebih indah, tapi karena Menganti tidak berusaha menjadi apa-apa selain dirinya sendiri. Dan, di sana saya tidak merasa harus menjadi siapa-siapa.

Penulis: Alifia Putri Nur Rochmah
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Pantai Watu Bale, Tempat Wisata Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi. 

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 6 Februari 2026 oleh

Tags: Kebumenpantaipantai kebumenPantai MengantiPantai Menganti Kebumenwisata kebumenwisata pantai
Alifia Putri Nur Rochmah

Alifia Putri Nur Rochmah

Penulis kelahiran Kebumen. Anak Ekonomi Pembangunan UNS yang lebih tertarik pada cerita di balik data. Berpengalaman sebagai content writer dan content creator, gemar berkelana ke tempat-tempat baru, dan menulis tentang apa saja dari yang serius sampai yang receh.

ArtikelTerkait

Tomira, Minimarket Milik Rakyat di Kulon Progo, Culture Shock di Tengah Perjalanan Kebumen-Jogja

Tomira, Minimarket Milik Rakyat di Kulon Progo, Culture Shock di Tengah Perjalanan Kebumen-Jogja

22 November 2024
Kebumen Jawa Tengah, Kabupaten Paling Miskin Se-Jawa Tengah dengan Kekayaan Alam yang Luar Biasa Mojok

Kebumen Boleh Jadi Kabupaten Paling Miskin Se-Jawa Tengah, tapi Potensi Alamnya Paling Kaya

23 Februari 2024
Kebumen Bukan Sebatas Tempat Singgah di Antara Jogja & Purwokerto (Pexels)

Kebumen Tak Lagi Jadi Kabupaten Termiskin di Jawa Tengah, tapi Wajib Tetap Waspada!

10 September 2025
Jalan Raya Prembun-Wadaslintang, Jalur Penghubung Kebumen-Wonosobo yang Keadaannya Menyedihkan dan Gelap Gulita!

Jalan Raya Prembun-Wadaslintang, Jalur Penghubung Kebumen-Wonosobo yang Keadaannya Menyedihkan dan Gelap Gulita!

15 Juli 2024
Wisata Purworejo Kurang Menggoda Dibanding Daerah Plat AA Lain, padahal Potensial

Wisata Purworejo Kurang Menggoda Dibanding Daerah Plat AA Lain, padahal Potensial

27 September 2025
Pertigaan Sruni Kebumen Adalah Anomali, Nggak Bikin Pengendara Emosi

Pertigaan Sruni Kebumen Adalah Anomali, Nggak Bikin Pengendara Emosi

23 Agustus 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Makanan di Jawa Memang Terkenal Manis, tapi Kenapa Sambelnya Ikutan Manis?

Makanan di Jawa Memang Terkenal Manis, tapi Kenapa Sambelnya Ikutan Manis?

20 Februari 2026
6 Oleh oleh Khas Jogja Paling Red Flag- Cuma Bikin Sakit Hati! (Wikimedia Commons)

6 Oleh oleh Khas Jogja Paling Red Flag, Jangan Dibeli kalau Nggak Mau Sakit Hati

22 Februari 2026
Alasan Vespa Matic Dibenci Tukang Servis Motor Mojok.co

Alasan Vespa Matic Dibenci Tukang Servis Motor

23 Februari 2026
Perjalanan ke Pati Lewat Pantura Bikin Heran: Kudus Sudah Mulus, Demak Masih Penuh Lubang

Perjalanan ke Pati Lewat Pantura Bikin Heran: Kudus Sudah Mulus, Demak Masih Penuh Lubang

26 Februari 2026
Flyover Kalibanteng: Labirin Aspal yang Lebih Ruwet daripada Alasan Putus Mantan Saya

Flyover Kalibanteng: Labirin Aspal yang Lebih Ruwet daripada Alasan Putus Mantan Saya

25 Februari 2026
Jurusan Teknologi Hasil Perikanan UGM: Masuk dan Lulusnya Gampang, tapi Sulit Dapat Kerja Mojok.co

Jurusan Teknologi Hasil Perikanan UGM: Masuk dan Lulusnya Gampang, tapi Sulit Dapat Kerja

22 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Mudik ke Desa Naik Motor usai Merantau di Kota: Dicap Gagal, Harga Diri Diinjak-injak karena Tak Sesuai Standar Sukses Warga
  • Di Balik Tampang Feminin Yamaha Grand Filano, Ketangkasannya Bikin Saya Kuat PP Surabaya-Sidoarjo Setiap Hari Ketimbang BeAT
  • Meninggalkan Honda BeAT yang Tangguh Menaklukkan Jogja-Semarang demi Gengsi Pindah ke Vespa, Berujung Sia-sia karena Tak Sesuai Ekspektasi
  • Bapak Kerja Keras 60 Jam agar Keluarga Tak Hidup Susah, Ternyata bagi Anak Itu Tak Cukup untuk Disebut “Kasih Sayang”
  • Pakai Samsung Terintimidasi User iPhone, Tak Berpaling karena Lebih Berguna dari iPhone yang Memperdaya Penggunanya
  • Sarjana Cumlaude PTN Jogja Adu Nasib ke Jakarta: Telanjur Syukuran Keterima Kerja, Perusahaan Malah Bubar padahal Gaji Bulan Pertama Belum Turun

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.