Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Anime

Alasan Scouting Legion ‘Attack on Titans’ Nggak Yel-yel ‘Terpesona’ Kala Bertugas

Gusti Aditya oleh Gusti Aditya
15 Januari 2021
A A
spoiler aot MAPPA terpesona Mengulik Persamaan Menkes Budi Gunadi dan Reiner Braun dari Attack on Titan  terminal mojok.co

Mengulik Persamaan Menkes Budi Gunadi dan Reiner Braun dari Attack on Titan  terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Segala yang berkaitan dengan angkatan (bersenjata, masak kuliah), itu sudah orientasinya kepada hal-hal berbau gagah dan wangun. “Sudah, kami jangan dilawan daripada kamu kenapa-kenapa,” begitu yang biasanya dikatakan oleh mas-mas angkatan dalam akun @txtdrberseragam. Tapi, selebihnya memang mas-mas berseragam itu keren. Seragam pramuka tak terkecuali. Apalagi ketika mereka nyanyi “Terpesona”.

Hingga tulisan ini saya ketik pada 14 Januari, beberapa video masih berputar di linimasa menampilkan beberapa mas-mas berseragam yang sedang nari-nari dan bernyanyi dengan gagahnya. “Terpesona, aku terpesona, memandang, memandang wajahmu yang manis,” begitu syahdu dan membangkitkan semangat alih-alih bikin saya mbatin, “ngopo sih?”

Di rumah, saya mencoba menari ala mas-mas itu, dan benar saja hasilnya sungguh luar biasa. Jiwa nasionalis saya bangkit, beranggapan bahwa ada seorang perempuan yang sedang menunggu saya pulang pendidikan. Edyan sekali efek yel-yel ini, walau nggak sekeren yel-yel anak sholeh rajin sholat, rajin ngaji, orang tua dihormati.

Dari semua mas-mas berseragam, mulai dari TNI, Polri, hingga Satpol PP, yang melakukan tarian gagah ini, kenapa mas-mas dalam Pasukan Penyidik atau The Scouting Legion dalam manga Attack on Titans nggak menjalankan ritus yel-yel ini, ya? Padahal mereka itu kurang keren apalagi coba? Kurang setil apa dengan seragam coklat dan tudung yang super mbois itu?

Jebul saya punya beberapa indikasi atas alasan kenapa The Scouting Legion nggak yel-yel “Terpesona” walau mereka masuk dalam kategori mas-mas berseragam. Pertama, tugas ya tugas, bukan urusan main-main. Mas-mas berseragam mungkin bernyanyi “Terpesona” ketika lengang tugasnya, tetapi The Scouting Legion ini sulit menemukan waktu untuk nembang “Terpesona”.

Ya piye ya lur, bayangkan saja ketika Erwin Smith mimpin nyanyi “Terpesona”, tiba-tiba segerombolan titan aneh muncul nyeruduk mereka. Kan nggak lucu kalau nyanyi “Bagaikan mutiara bola matamu. Bagaikan kain sutra lesungnya, lesung lesung pipimu,” bukannya sambil njoget merayap-rayap, tetapi sambil njringat ketakutan.

https://t.co/n6PeOYxiEm

— Matthew (@matthewgrok) January 13, 2021

Kedua, faktor tempat. Benar, mas-mas angkatan ini yel-yel “Terpesona” harusnya ditembangkan di tanah kotor, aspal panas, bahkan ada yang di becek-becek. Bukan, bukan berarti ditembangkan di tempat yang kotor, tapi lebih ke tempat yang sesuai dengan medan yang akan dilalui mas-mas berseragam. Tetapi, berbeda dengan Scouting Legion dengan medannya yang lebih medeni. Chapter awal-awal misalnya, ketika operasi banyak dilakukan di dinding-dinding yang tinggi.

Baca Juga:

7 Tontonan Soal Perang untuk Pengingat Pahitnya Masa Perang

Bayangin aja ketika Scouting Legion nembang “Terpesona” dengan merayap-rayap dan bergerak maju mundur di Dinding Maria, ya bisa njiglok, dab. Lha wong anggota Scouting Legion itu lumayan banyak dan lebar dinding yang bisa saja lebih sempit dari jumlah mereka kalau berkerumun.

Ketiga, Levi Ackerman sudah keren meskipun nggak yel-yel “Terpesona”. Banyak yang bilang kala mas-mas angkatan yel-yel Terpesona, kerennya bakal nambah berlipat-lipat. Saya setuju sih. Ketika mereka merayap-rayap di aspal atau tanah, duh, mak serrrr. Tetapi beda dengan Levi, ia sudah keren meskipun nggak merayap-rayap sambil yel-yel.

Levi mungkin bisa disebut lelananging jagad. Levi yang diam saja ya sudah menjadi Levi yang keren nggak ketulungan. Kalau Levi nyanyi “Terpesona”, justru malah aneh. Kalau mas-mas angkatan mungkin keren karena rambutnya cepak, lha kalau Levi ketika merayap-rayap nanti belah tengahnya rusak malah repot. Bukannya jadi Levi Ackerman, yang ada malah jadi Levi van Houten.

Keempat, buat apa The Scouting Legion yel-yel begituan? Kalau saya boleh sok tahu nih ya, dari penggalan lirik lagu “Terpesona” itu merujuk pada bagaimana mas-mas angkatan ini menanti kekasih hati di rumah ketika mereka sedang pendidikan. Dari lirik-liriknya yang sarat kasih sayang. Wajar, ketika mereka jadi anggota angkatan, gadis pada berjejeran.

Lha kalau The Scouting Legion ini buat apa nembang yel-yel cinta? Eksistensi mereka masih ada saja sudah menjadi sebuah wujud syukur yang amat dalam. Divisi ini beririsan amat tipis dengan titan karena tugas mereka eksplorasi, berbeda tugas dengan divisi lainnya, yakni Stationary Troops dan Military Police. Singkat kata, kesempatan Scouting Legion mati itu lebih besar.

Nggak ada itu namanya pacar atau kekasih hati yang menanti. Ketika masuk Scouting Legion, jaminannya bukan kemenangan, tetapi kematian. 90 persen gagal adalah ratso yang amat menyesakkan hati. Jadinya kala Scouting Legion operasi, ya mereka akan memasang wajah murung. Lha yo mosok malah nyanyi terpesona, terpesona, aku terpesona.

Tiap operasi Scouting Legion, pasti ada yang gugur di tengah tugas. Api unggun selalu menyala kala mereka istirahat malam dan doa bertaburan. Selain berkabung, mereka juga ancang-ancang semisal titan datang. Ini bikin deg-degan lurd, bukan bikin terpesona.

Sumber gambar: Joypixel

BACA JUGA Seperti Inilah yang Dilakukan para Pokemon Selama Pandemi dan tulisan Gusti Aditya lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 20 Januari 2022 oleh

Tags: attack on titansscouting legionterpesona
Gusti Aditya

Gusti Aditya

Pernah makan belut.

ArtikelTerkait

7 Tontotan Anti Perang untuk Pengingat Pahitnya Masa Perang Terminal Mojok.co

7 Tontonan Soal Perang untuk Pengingat Pahitnya Masa Perang

28 Februari 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

UIN Malang dan UIN Jogja, Saudara yang Perbedaannya Kelewat Kentara

Biaya Hidup Murah, Denah Kampus Mudah Adalah Alasan Saya Masuk UIN Malang

19 April 2026
Tulungagung Perlu Banyak Belajar dari Pacitan agar Wisata Pantainya Tidak Makin Tertinggal Mojok.co

Tulungagung Perlu Banyak Belajar dari Pacitan agar Wisata Pantainya Tidak Makin Tertinggal

22 April 2026
Nasi Uduk Itu Nostalgia, Nasi Padang Itu Strategi Bertahan Hidup (Unsplash)

Nasi Uduk Itu Nostalgia, Nasi Padang Itu Strategi Bertahan Hidup

19 April 2026
6 Tanda Penjual Nasi Ayam Semarang yang Harus Dikunjungi Lebih dari Sekali karena Rasanya Tidak Mengecewakan Mojok.co

6 Ciri Penjual Nasi Ayam Semarang yang Harus Dikunjungi Lebih dari Sekali karena Rasanya Tidak Mengecewakan

22 April 2026
5 Kuliner Bandungan Semarang yang Pantang kalau Dilewatkan Wisatawan Mojok.co

5 Kuliner Bandungan Semarang yang Sayang kalau Dilewatkan Wisatawan

20 April 2026
3 Ciri Penjual Nasi Goreng Merah Surabaya yang Sudah Pasti Enak Mojok.co

3 Ciri Penjual Nasi Goreng Merah Surabaya yang Sudah Pasti Enak

21 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Nongkrong Makin Membosankan dan Toksik Semenjak Teman Cuma Sibuk Main Game, Saya Dibilang Spaneng dan “Nggak Asyik” karena Tak Ikut Mabar
  • Ironi WNI Jadi Guru di Luar Negeri: Dapat Gaji 2 Digit demi Mengajari Anak PMI, Pulang ke Indonesia Tak Dihargai dan Sulit Sejahtera
  • Tongkrongan Gen Z Meresahkan, Mengganggu Kenyamanan dari Yang Bisik-bisik sampai Berisik
  • Mahasiswa Gen Z Bukan Tak Bisa Membaca, tapi “Brain Rot” karena Sering Disuapi dan Kecanduan AI
  • Kena Mental Punya Kebun di Desa: Hasil Berkebun Tak Bisa Dinikmati Sendiri, Sudah Dirampok dan Dirusuhi Masih Digalaki
  • “Solo Date” Menjelang Usia 25: Meski Tampak Menyedihkan, Nyatanya Lebih Bermanfaat daripada Nongkrong Bersama

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.