Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Alasan Podcast Lenyap Adalah Podcast Terbaik

Muhammad Ikhsan Firdaus oleh Muhammad Ikhsan Firdaus
20 November 2020
A A
Alasan Podcast Lenyap Adalah Podcast Terbaik terminal mojok.co

Alasan Podcast Lenyap Adalah Podcast Terbaik terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Pada platform YouTube, sudah banyak YouTuber lokal yang mengangkat konten kriminal. Namun, kebanyakan masih membawa cerita kriminal luar negeri. Beberapa bahkan, juga membawakan konten teori—suka-suka—konspirasi.

Juga, pada platform Spotify, konten kriminal masih jarang untuk ditemukan. Ada memang, tapi kebanyakan masih berbahasa Inggris. Kasus-kasus yang dibahas, juga merupakan kasus luar negeri, bukan kasus lokal.

Pada Agustus 2020, platform Spotify mengeluarkan empat Podcast eksklusif mereka. Keempat Podcast tersebut memiliki genre yang berbeda-beda. Genre horor diwakilkan oleh Podcast Kisah Horor The Sacred Riana, genre cinta-cintaan ada Dear Dearest, dari genre kriminal internasional ada Pembunuh Berantai, sedangkan untuk kriminal lokal ada dengan judul Lenyap.

Sebagai pendengar Podcast, saya sangat antusias akan hadirnya berbagai judul Podcast tersebut, terutama Podcast Lenyap. Dengan tagline berupa “Kisah Nyata Kriminal Indonesia”, rasanya Podcast Lenyap adalah gaya baru dari Podcast berbahasa Indonesia.

Setelah mendengar dengan khidmat kesepuluh episode yang disajikan pada musim pertama, saya berani berkomentar bahwa Podcast Lenyap bisa dikatakan menjadi salah satu Podcast terbaik yang pernah saya dengarkan. Wajar saja rasanya jika Podcast Lenyap bisa saya nobatkan menjadi Podcast terbaik. Mengingat bahwa Podcast ini diproduksi oleh Spotify dan Fremantle Indonesia. Dua perusahaan besar yang bergerak di bidangnya masing-masing.

Ya, sudah, karena saya sudah mengatakan bahwa Podcast Lenyap adalah salah satu Podcast terbaik, saya akan memberikan alasan mengapa ia bisa dikatakan terbaik.

Dari segi konten

Saya sering mendengarkan Podcast kriminal berbahasa Inggris, tapi sebelumnya saya tidak pernah mendengar Podcast kriminal yang berbahasa Indonesia. Apalagi yang membahas kasus kriminal di Indonesia. Podcast Lenyap, dapat dikatakan menjadi satu-satunya Podcast yang saya dengar dalam membahas kejadian kriminal yang berada di Indonesia. Maka dari itu, ia setidaknya telah memberikan “angin segar” pada Podcast berbahasa Indonesia itu sendiri.

Lantaran konten Podcast Lenyap membahas masalah kriminal di Indonesia, maka riset juga harus diutamakan. Rasanya, ia telah melakukan riset dengan cukup baik. Setidaknya, kita bisa mencoba mendengar bahwa timeline waktu kronologi yang sangat jelas, barang bukti, hingga hukuman yang diterima pelaku juga didapatkan dengan baik.

Baca Juga:

Iklan Podcast Horor Sukses Bikin Saya Langganan Spotify Premium

Rekomendasi 4 Podcast di Spotify yang Asyik buat Belajar Listening Bahasa Inggris

Bukan hanya itu, bahkan latar belakang dari pelaku kejahatan, maupun korban juga diceritakan secara lengkap. Selain itu, sesekali, juga ada riset mengenai aspek psikologis para pelaku kejahatan. Tentu saja, berdasarkan jurnal akademis.

Saya juga suka sekali dengan cara penulisan naskah pada Podcast Lenyap. Terkadang di saat-saat tertentu, ada beberapa dialog yang disajikan. Ini membuat saya berimajinasi, merasa seperti orang yang berada dalam adegan tersebut. Bahkan, terkadang saya merasa menjadi saksi mata.

Naskah yang ditulis dengan baik ini juga dapat membuat pendengarnya merasakan emosi tersendiri. Contohnya, pada episode yang berjudul, “Anakku Sayang, Anakku Malang”, saya menjadi ikutan sedih dan tidak terasa, harus meneteskan air mata. Selain itu, pada episode berjudul “Sampai Maut Memisahkan”, saya menjadi ikutan geram akan perbuatan pelaku. Ini membuat saya menjadi bersimpati, bahkan berempati terhadap para korban, dan mendoakan agar para korban diterima di sisi-Nya.

Dari segi teknis

Podcast terbaik, rasanya juga harus memperhatikan hal-hal teknis. Pasalnya, jika hanya bermodalkan konten yang baik, tapi secara teknis buruk, pendengar juga akan malas mendengar Podcast tersebut. Dari sepuluh episode, kualitas teknis Podcast Lenyap juga sangat diperhatikan.

Ia memiliki host bernama Marissa Jeffryna. Cara host tersebut menuturkan kata-kata sangat jelas. Selain itu gaya suara yang dimiliki host tersebut rasanya sangat cocok dengan Podcast bertema kriminal.

Sound effect-nya pun diperhatikan betul. Mulai dari irama pengiring dan suara-suara yang ditujukan untuk pengadeganan, sangat tepat. Sensasi sound effect tersebut nyatanya memberi nuansa seram tersendiri bagi pendengarnya.

Hal spesial lainnya yang dimiliki oleh Podcast Lenyap adalah jadwal rilisnya yang hanya seminggu sekali. Bagi saya, ini seperti membuat konten tersebut tetap menjadi eksklusif. Mungkin jika dirilis terlalu sering, jadinya akan cepat bosan, dan akhirnya tidak terasa eksklusif lagi. Selain itu, rilis seminggu sekali, mungkin dilakukan untuk menjaga kualitas konten itu sendiri. Lagipula, menunggu hal yang bagus, itu worth it, kok.

Saat tulisan ini saya tulis (17/11/20), Podcast Lenyap baru memiliki sepuluh episode, dan sedang menunggu musim terbarunya. Kabarnya, sih, episode musim keduanya sebentar lagi akan dirilis.

BACA JUGA Deddy Corbuzier Harus Segera Rombak Dekorasi Studio Podcast-nya dan tulisan Muhammad Ikhsan Firdaus lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 19 November 2020 oleh

Tags: podcastPodcast Lenyap
Muhammad Ikhsan Firdaus

Muhammad Ikhsan Firdaus

Pemuda yang memiliki cita-cita dapat mengunjungi berbagai negara di Asia.

ArtikelTerkait

Perhatikan Hal Berikut agar Podcast Milikmu Nggak Asal Bacot Terminal Mojok

Hal yang Perlu Diperhatikan biar Podcast-mu Nggak Asal Bacot

16 Februari 2021
podcast

Radio yang Tidak Akan Pernah Terdisrupsi Oleh Podcast

13 September 2019
Menelaah Logika Berpikir Lord Rangga Sunda Empire terminal mojok.co

Sebagai Orang Sunda, Saya Malu dengan Tingkah Lord Rangga

25 Mei 2021
Ngobrol sama Mikrofon Podcast: Artis Pekok Nggak Usah Sok Bikin Podcast!

Ngobrol sama Mikrofon Podcast: Artis Pekok Nggak Usah Sok Bikin Podcast!

30 Mei 2020
Iklan Podcast Horor di Spotify Sukses Bikin Saya Langganan Spotify Premium

Iklan Podcast Horor Sukses Bikin Saya Langganan Spotify Premium

4 Desember 2023
Menelaah Logika Berpikir Lord Rangga Sunda Empire terminal mojok.co

Menelaah Logika Berpikir Lord Rangga Sunda Empire

20 Mei 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

8 Kasta Saus Indomaret dari yang Pedas hingga yang Biasa Aja Mojok.co

8 Kasta Saus Indomaret dari yang Pedas hingga yang Biasa Aja

4 Februari 2026
Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental Mojok.co

Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental

2 Februari 2026
Mie Ayam Bikin Saya Bersyukur Lahir di Malang, bukan Jogja (Unsplash)

Bersyukur Lahir di Malang Ketimbang Jogja, Sebab Jogja Itu Sudah Kalah Soal Bakso, Masih Kalah Juga Soal Mie Ayam: Mengenaskan!

2 Februari 2026
Gerbong KRL Khusus Perempuan Malah Nggak Aman untuk Perempuan Mojok.co

Gerbong KRL Khusus Perempuan Malah Nggak Aman untuk Perempuan

6 Februari 2026
Di Sumenep, Tidak Terjadi Invasi Barbershop, Diinjak-injak Sama Pangkas Rambut Tradisional

Di Sumenep Tidak Terjadi Invasi Barbershop, Diinjak-injak Sama Pangkas Rambut Tradisional

4 Februari 2026
Lawang Sewu, Destinasi Wisata Semarang yang Nggak Perlu Diulang Dua Kali Mojok.co

Lawang Sewu, Destinasi Wisata Semarang yang Nggak Perlu Diulang Dua Kali

1 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial
  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.