Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Media Sosial

Alasan Paling Masuk Akal Telegram Disukai Banyak Teroris

Fakhri Firliandi oleh Fakhri Firliandi
1 April 2020
A A
Alasan Paling Masuk Akal Telegram Disukai Banyak Teroris
Share on FacebookShare on Twitter

Sudah menjadi rahasia umum kalau Telegram adalah tempat para teroris sering berdiskusi sebelum melancarkan aksinya. Teknologi keamanan yang ada di aplikasi buatan Pavel Durov ini begitu disenangi para teroris, sehingga mereka gemar sembunyi-sembunyi di sana. Pak Pavel Durov dan segenap timnya ini selalu mengatakan atau lebih tepatnya mempromosikan bahwa aplikasi buatannya selalu dijamin keamanan datanya.

Yang namanya teroris pasti tidak mau segala kegiatannya diendus oleh pemerintah atau pihak-pihak keamanan, kan? Jelas saja banyak yang nongkrong di Telegram karena jaminan yang diberikan oleh pengembang Telegram. Di sana, ada fitur secret chat yang benar-benar rahasia karena hanya pengirim, penerima, dan Tuhanlah yang tahu isi pesan-pesan yang sudah dikirim. Selain itu, pesan di secret chat bisa menghancurkan dirinya sendiri seperti pesan di film Mission Imposible atau The Incredible. Booom!

Ya walaupun sekarang fitur keamanan serupa juga diikuti oleh Whatsapp atau Line melalui fitur end to end encryption di setiap percakapan penggunanya, tapi tetap saja sang pendiri Telegram menjujung tinggi keamanan datanya yang tidak akan pernah bocor itu. Selain alasan keamanan, ternyata banyak fitur-fitur Telegram yang berguna untuk para teroris serta fitur untuk mendukung produktivitas mereka.

Pertama, punya yang namanya channel. Channel ini sedikit berbeda dengan group chat pada umumnya. Seperti halnya sebuah khotbah yang merupakan komunikasi satu arah, channel ini adalah tempat yang pas untuk pemimpin-pemimpin teroris berkhotbah. Sang pemimpin ini akan menyebarkan ajaran tanpa perdebatan dengan pengikutnya, karena bawahan akan haram hukumnya jika nyaut kalau lagi dibilangin. Sehingga, fitur channel ini akan sangat berguna untuk membuat broadcast yang berisi propaganda-propaganda dan ilmu-ilmu baru pada pengikutnya. Selain itu, tidak ada batasan jumlah anggota di setiap channel yang dibuat. Seluruh penduduk bumi, jika mau, bisa masuk ke salah satu channel yang ada di Telegram dengan sangat mudah.

Buat orang yang bukan teroris, channel ini juga punya manfaat biasanya untuk pesan siar yang berisi info-info event, hasil pertandingan, informasi mengenai berita terkini. Yang penting jangan digunakan untuk broadcast berita hoaks aja ya.

Kedua, bebas bergabung dengan grup dengan kuota maksimal 10.000 orang. Para teroris tidak akan kebingungan jika anggotanya terus bertambah diakibatkan karena mati satu tumbuh seribu. Jika ternyata anggota komunitasnya sudah mencapai puluhan ribu orang, mereka tidak perlu membuat grup baru apalagi membuat grup di setiap angkatan. Untuk bergabung dengan sebuah grup juga tidak harus menggunakan nomor telepon karena Telegram menyediakan opsi username, sehingga akan membuat para teroris ini semakin sulit dilacak.

Untuk rakyat biasa, fitur ini mungkin akan berguna untuk membuat grup alumni SMA dari angkatan Balai Pustaka sampai angkatan adik kelas saya. Selain itu, untuk mengetahui isi percakapan dalam grup, seseorang sebenarnya tidak harus bergabung. Jadi, jika sudah melihat obrolan-obrolan yang ada di dalam grup tersebut ternyata terlalu rasis, vulgar, atau bikin ilfeel, kamu belum terlanjur join.

Ketiga, bisa bermain banyak game. Di kala para teroris sedang senggang dan butuh hiburan atau saat lockdown seperti sekarang, salah satu anggota grup bisa memanggil bot permainan untuk memulai game. Ada banyak bot dengan permainan yang berbeda-beda mulai dari permainan kartu hingga bertani dan beternak seperti Harvest Moon. Bahkan jika ada, mungkin para anggota baru bisa main tembak-tembakan untuk latihan. Beberapa game yang popular di Telegram adalah UNO, Werewolf, Kampung Maifam, Sambung Kata, hingga permainan bocah Pancasila Lima Dasar. Tapi jangan dibayangkan memainkannya seperti sedang bermain Mobile Legend atau PUBG ya, karena permainan-permainan Telegram tetap di ruang obrolan dan mirip seperti percakapan.

Baca Juga:

Syarat Pendaftaran Magang Mahasiswa: Disuruh Repost Ini Itu Bikin Repot. Mending Mundur!

Telegram Stories: Lebih Kompleks dari WhatsApp Story, Nggak Kalah Keren dari Instastory

Bot-bot tersebut sebenarnya menyerupai akun yang bisa dibuat oleh siapa saja yang bisa. Setiap bot bisa diprogram untuk berbagai fungsi. Jadi, tidak hanya untuk bermain game, tapi juga ada bot yang bisa untuk membantu menerjemahkan bahasa, membuat stiker, dan lain sebagainya.

Keempat, jarang dan bahkan hampir tidak pernah down. Akan sangat menjengkelkan ketika sedang membaca khotbah di channel atau sedang bermain UNO ramai-ramai, tiba-tiba Telegram tidak bisa diakses. Sudah mencoba berbagai cara mulai dari restart hp sampai copot kartu SIM, ternyata servernya yang sedang down, kan KZL. Tapi, sejauh ini Telegram jarang mengalami down seperti Whatsapp from Facebook yang dalam setahun bisa beberapa kali mengalami down. Paling-paling Telegram down karena kuota habis atau sinyal provider lagi jelek dan paling apesnya karena mengalami pemblokiran dari pemerintah.

Kelima, berbagi file apa saja dengan ukuran maksimal 1,5 GB. Para teroris ini kemungkinan memiliki data-data penting dengan ukuran yang fantastis tentang suatu negara atau wilayah di suatu negara dan perlu dibagikan massal di grup. Memang boros kuota sih, tapi mereka bisa memanfaatkan wifi kafe untuk mengakses file-file tersebut. Pada akhirnya, misi-misi mereka jadi bakal berjalan mulus tanpa hambatan.

Keenam, benar-benar untuk komunikasi tanpa fitur status, timeline, atau story. Teroris tentu saja tidak akan mem-posting dia sedang di mana, sedang melakukan apa, membagikan screenshot percakapan lucu dengan temannya, atau bahkan membagikan hasil kerja kerasnya kepada orang lain. Bisa repot nanti. Oleh karena itu, mereka tidak butuh fitur status, timeline, atau story. Telegram menjadi jawaban karena tidak menyediakan fitur seperti itu.

Semua itu memang sangat bisa menunjang produktivitas teroris. Saya bukan teroris macam ISIS, tapi kalau warga sipil biasa mampu memanfaatkan Telegram dengan baik, juga bisa sama produktifnya. Selain itu, sejak awal tahun 2017 silam saya menggunakan Telegram hingga sekarang, tidak pernah tuh ketemu dengan para teroris di Telegram. Aktivitas saya di Telegram selain main Werewolf sama teman SMA, ya main Pancasila Lima Dasar sama keponakan saya.

BACA JUGA Plus Minus Chattingan Pakai WhatsApp vs Telegram, Mana yang Lebih Bagus? atau tulisan Fakhri Firliandi lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 23 Februari 2022 oleh

Tags: telegramteroris
Fakhri Firliandi

Fakhri Firliandi

Lulusan Universitas Sebelas Maret Surakarta Prodi Sastra Indonesia. Saat ini bekerja sebagai praktisi social media dan digital marketing yang fokus membantu UMKM, brand lokal, dan perusahaan di banyak sektor untuk tujuan yang mulia.

ArtikelTerkait

Grup WhatsApp Keluarga Besar Adalah Kawah Candradimuka Sebelum Berdebat di Sosial  Media

Urusan Fitur, Saya Lebih Memilih Telegram daripada WhatsApp

4 Agustus 2020
Menjadi Teroris di Jogja (Unsplash)

Menjadi Teroris di Jogja

17 Agustus 2023
Telegram Stories: Lebih Kompleks dari WhatsApp Story, Nggak Kalah dari Instastory

Telegram Stories: Lebih Kompleks dari WhatsApp Story, Nggak Kalah Keren dari Instastory

7 September 2023
pak wiranto

Pak Wiranto, Semoga Lekas Sembuh!

11 Oktober 2019
radikalisme

Mahasiswa di Tengah Gempuran Terorisme dan Radikalisme

30 Juli 2019
Daripada Jadi Teroris di Dunia Nyata, Mending Lampiaskan di GTA Aja! terminal mojok

Daripada Jadi Teroris di Dunia Nyata, Mending Lampiaskan di GTA Aja!

1 April 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Suguhan Lebaran Khas Jogja yang Mulai Sulit Ditemukan Terutama di Rumah-rumah Daerah Kota Mojok.co

5 Suguhan Lebaran Khas Jogja yang Mulai Langka, Terutama di Rumah-rumah Daerah Kota

20 Maret 2026
Gresik Ternyata Bisa Bikin Arek Surabaya Kaget (Wikimedia Commons)

Nasib Orang Surabaya di Gresik: Bertahan Hidup di Tengah Matinya PDAM dan Ganasnya Sistem Inden SD

19 Maret 2026
Soto Bandung: Kuliner Khas Bandung yang Rasanya Normal dan Pasti Cocok di Lidah Para Pendatang

Soto Bandung: Kuliner Khas Bandung yang Rasanya Normal dan Pasti Cocok di Lidah para Pendatang

15 Maret 2026
5 Kasta Penunggang Yamaha NMAX Dari Hina sampai Berbahaya

5 Kasta Penunggang Yamaha NMAX, dari yang Hina sampai yang Paling Berbahaya

22 Maret 2026
Lotek Khas Solo Bikin Pencinta Lotek Asal Jogja Culture Shock

Lotek Adalah Kuliner Favorit Warga Jogja yang Lebih Janggal dan Lebih Ganjil daripada Gudeg

20 Maret 2026
Terminal Ir Soekarno Klaten Terminal Terbaik di Jawa Tengah

Terminal Ir Soekarno Klaten: Terminal Terbaik di Jawa Tengah yang Menjadi Tuan Rumah Bagi Siapa Saja yang Ingin Pulang ke Rumah

18 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia
  • Ujian Pemudik Lajang: Jadi Sasaran Pinjam Uang karena Belum Nikah dan Dianggap Tak Ada Tanggungan, Giliran Nolak Dicap Pelit
  • Rasa Sanga (8): Lontong dan Kangkung dalam Khazanah Suluk Sunan Bonang, Jalan “Merasakan” Kehadiran Tuhan
  • Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya
  • Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.