Saat saya SMP, sekitar 10 tahun lalu, ada satu alasan mengapa saya terus menjomblo selama tiga tahun, yakni saya tidak memiliki Motor Satria FU. Pada era itu, pemilik motor tersebut benar-benar menjadi syarat ketampanan pria. Sehingga, ketampanan saya sendiri seakan turun 10 kali lipat, sebab motor saya hanyalah merek Vega dari Yamaha. Nasib, nasib!
Setelah kini saya sudah menjadi guru, saya mengira standar itu sudah berubah. Ternyata tidak, Gaes.
Saa ini, Satria FU sebagai syarat ketampanan pria masih dianut oleh beberapa murid SMP di Madura, terutama murid-murid saya. Hal ini sebetulnya tidak begitu mengagetkan bagi saya, sebab setiap ada iringan resepsi pernikahan di Madura, motor ini memang selalu hadir meramaikan. Mulai dari paling depan, tengah, hingga belakang, pengendara motor tersebut menjadi yang paling menarik perhatian dengan geber-geber knalpotnya.
Nah, kalian mungkin bertanya, mengapa trend motor ini saat ini masih menarik anak Muda di Madura, berikut alasannya.
Satria FU tetap paling sporty dan paling laki
Alasan pertama yang mungkin sudah dimaklumi yakni body Satria FU yang sangat sporty. Berbagai bagian motor ini sepertinya memang dirancang selaki mungkin. Kalau saya bahasakan, tampilannya sangat kuat dan tegas. Jadi maklum kalau laki-laki yang menggunakannya merasa sangat maskulin. Hahaha.
Tapi, selain bodinya yang sporty, mesin Satria FU yang didesain dengan sistem kopling juga jadi alasan lain. Berbeda dengan matic, sistem kopling seakan menegaskan bahwa pengendaranya adalah seorang yang paham mesin. Dan itu laki-laki. Ya, jangankan sistem kopling, menggunakan tombol starter untuk menghidupkan mesin motor saja teman saya dibilang tidak laki.
Katanya, laki kok pakai jari, laki itu pakai kaki. Jadi, maklum ya kalau pengguna Satria FU lebih suka pakai kaki saat menghidupkan motornya.
BACA JUGA: Suzuki Satria F150 Sialan, Motor Mas Mantan yang Nggak Ada Nyamannya Sama Sekali
Ukurannya yang ramping cocok ke siapa saja
Kemudian, selain sangat sporty, body Satria FU yang ramping dan pendek juga pas untuk anak Madura, sebab tubuh orang Madura kebanyakan memang tidak terlalu tinggi. Misalnya saya sendiri saja, tinggi saya 168 cm dan itu sudah lebih tinggi dari rata-rata teman saya di kampung. Dengan tinggi segitu, tentu akan kurang pas jika saya beli motor gede.
Nggak lucu dong kalau motornya lebih besar dari pengendaranya.
Nah, kehadiran Satria FU merupakan kabar baik untuk orang-orang yang tidak terlalu tinggi seperti saya. Merek motor ini cocok bagi bagi laki-laki yang tinggi, maupun tidak terlalu tinggi. Jok tempat duduknya yang juga didesain menurun ke depan membuat siapapun pengendaranya tidak perlu menjinjit kaki karena tidak sampai ke tanah. Hehehe.
Jadi, lagi-lagi dengan Satria Fu, kalian akan tetap terlihat laki!
Joknya bikin hubungan asmara jadi tahan lama
Selanjutnya, kekuatan Satria FU itu tidak hanya menambah ketampanan pria. Dalam hubungan asmara, boncengan bersama kekasih di atas Satria FU juga bikin hubungan makin erat. Hal ini tentu karena desain jok yang miring sehingga pacar kita yang berbonceng terpaksa harus menempel erat ke belakang kita.
Ya, bayangkan saja, bagaimana tidak erat jika setiap hari bisa boncengan seromantis itu dengan Satria FU.
Misal, andaikan saja yang lagi pacaran sedang marahan. Nah, dengan Satria FU semua bisa sembuh dalam sekejap mata. Pacar kita yang bonceng di belakang tentu tidak akan kuat untuk tidak menempel ke kita. Sebab, kemiringan joknya bisa sampai 30 derajat. Bahkan, kalau dimodif sendiri, bisa menanjak sampai 45 derajat. Wkwkwk!
Ya, demikianlah keunggulan Satria FU sehingga ia masih diminati kalangan anak muda di Madura. Sekarang, setelah saya pikir-pikir lagi, saya jadi curiga, agaknya kehidupan asmara saya yang tak beruntung problemnya ada di sini. Saya sampai sekarang belum memiliki motor ini. Jomblo bertahun-tahun, sekalinya pacaran cuma seumur jagung.
Hmmm, apa perlu ya saya ganti ke Satria FU supaya hubungan asmara yang saya bangun bisa bertahan lama?
Penulis: Abdur Rohman
Editor: Rizky Prasetya
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
