Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Loker

Alasan Logis Karyawan Baru Sebaiknya Merasa Bodo Amat kalau Mau Pulang Lebih Dulu dari Senior

Seto Wicaksono oleh Seto Wicaksono
26 Agustus 2021
A A
Alasan Logis Karyawan Baru Sebaiknya Merasa Bodo Amat kalau Mau Pulang Lebih Dulu dari Senior terminal mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Bagi sebagian orang, menjadi karyawan baru di suatu perusahaan terkadang terasa menyebalkan. Banyak faktor yang menyertai. Beberapa di antaranya, harus beradaptasi dengan lingkungan baru, memperkenalkan diri kepada rekan kerja yang baru, bahkan nggak sedikit pula yang sampai harus jaga image. Nggak bisa langsung bertindak serampangan begitu saja. Yah, namanya juga anak baru.

Selain itu, disadari atau nggak, ada satu kebiasaan karyawan baru yang hampir selalu terlihat. Bahkan, tergolong template: merasa nggak enak kalau pulang lebih dulu/cepat dari para rekan kerja lain yang senior.

Saya bisa memahami situasi tersebut. Sebab, beberapa tahun yang lewat, saya—dan pastinya klean-klean semua—pernah berada di posisi serupa.

Pada situasi tersebut, sulit disangkal bahwa kebanyakan karyawan senior biasanya permisif dan berkata, “Sudah, nggak apa-apa. Pulang duluan, gih. Besok, kan, harus kerja lagi,” tetap saja ada perasaan yang mengganjal dan nggak enak. Iya, sih, ujung-ujungnya memang bakalan pulang juga. Tapi, ya gimana. Overthinking akan hal tersebut tetap sulit dihindari.

Saya cukup yakin, perasaan nggak enak yang dirasakan oleh karyawan baru untuk pulang lebih dulu dari para seniornya pasti mengganggu. Oleh karena itu, saya mau memberi alasan logis kepada kalian—khususnya para karyawan baru—dalam menanggapi persoalan ini. Biar bisa merasa bodo amat pulang lebih dulu. Dengan catatan, kerjaan kalian sudah beres, lho.

#1 Masih adaptasi dan tahap pengenalan

Ya, memang sudah sewajarnya di minggu-minggu awal atau selama masa probation (percobaan), karyawan baru masih harus beradaptasi dengan lingkungan kerja. Masih melihat, menerawang, dan menerka apa yang sebaiknya dilakukan jika menghadapi persoalan ini dan itu.

Selain itu, beban kerja juga belum banyak atau nggak sebanyak karyawan senior. Secara perlahan, masih dikenalkan cara mengerjakan tugas A, B, C, dan seterusnya. Hitung-hitung latihan, lah. Itulah kenapa, menjadi sangat wajar jika para karyawan baru masih bisa pulang on time. Dan nggak perlu merasa nggak enak kalau mau pulang lebih dulu.

#2 Kalau kerjaan memang sudah beres, mau ngapain lagi?

Ini kelanjutan dari poin pertama. Sederhana saja. Jika memang nggak diberi mandat untuk lembur atau diminta menemani senior sampai kerjaannya beres, untuk apa menunggu lama-lama? Apalagi kalau kerjaan kalian sudah beres. Ya, mau ngapain lagi gitu?

Baca Juga:

Rela Utang Koperasi Kantor demi Biaya Berobat Kucing yang Sudah seperti Keluarga, Saya Dicap Nggak Waras dan Bodoh

Gen Z Ogah Naik Jabatan, Mending Jadi Pekerja Biasa Aja, tapi Punya Hidup Lebih Tenang

Kecuali, kalian memang niat banget membantu meringankan pekerjaan senior, sedang menunggu teman atau hal lain, tentu saja menjadi lain persoalan. Intinya, selama pekerjaan dan/atau kewajiban sudah diselesaikan, artinya kalian sudah memenuhi tanggung jawab sebagai karyawan.

#3 Observasi kinerja senior di kantor: tipe pekerja efektif atau tukang mangkir?

Meskipun masih berstatus sebagai karyawan baru, nggak ada salahnya, kok, memperhatikan kinerja senior di kantor. Kita harus jeli, apakah karyawan lain sudah bekerja secara efektif dan efisien? Atau memang load pekerjaannya sedang banyak, sehingga karyawan senior pulangnya terlambat?

Begini. Lantaran sudah tahu celah dalam menyeselaikan pekerjaan, nggak sedikit senior yang akhirnya punya ritme kerja masing-masing. Ada yang leha-leha di awal, lalu baru bekerja dengan giat setelah jam isoma atau lewat pukul 3 sore. Pun sebaliknya. Ada yang digeber di awal, leha-leha di akhir, sehingga berakibat pekerjaan nggak selesai tepat waktu. Sebab target utamanya, mau kerja cepat atau lambat, yang penting beres.

Nah, jika sudah demikian, sebagai karyawan baru, kalian rela gitu pulang terlambat hanya karena itu?

#4 Nggak disebutkan dalam kontrak kerja bahwa karyawan baru harus nunggu senior pulang lebih dulu

Nah, ini yang paling penting. Saya pikir, dalam ruang lingkup kerja secara formal, hampir nggak ada, bahkan nggak akan pernah ada pasal dalam kontrak kerja yang menyatakan bahwa setiap karyawan baru yang masih dalam tahap probation atau dengan durasi tertentu, harus memastikan para karyawan senior pulang lebih dulu, barulah karyawan baru bisa pulang.

Kita semua bekerja berdasarkan kontrak, kan? Iya, kan? Iya, dong. Kalau di kontrak sudah jelas nggak ada bunyi pasal tersebut, ya kenapa juga harus merasa nggak enak untuk pulang lebih dulu dibanding senior lainnya? Gimana? Logis, kan?

BACA JUGA Mixed Feeling HRD Saat Mengetahui Ada Karyawan yang Ajukan Resign dan artikel Seto Wicaksono lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 29 Agustus 2021 oleh

Tags: dunia kerjakantorKaryawan BaruPulang
Seto Wicaksono

Seto Wicaksono

Kelahiran 20 Juli. Fans Liverpool FC. Lulusan Psikologi Universitas Gunadarma. Seorang Suami, Ayah, dan Recruiter di suatu perusahaan.

ArtikelTerkait

Sambat dari Video Editor sebagai Buruh yang Menyamar Pakai Nama Keren

7 Februari 2021
Karyawan Perlu Cek Slip Gaji Secara Rutin agar Tidak Dicurangi Perusahaan! Mojok.co

Pekerja Perlu Rutin Cek Slip Gaji agar Tidak Dicurangi Perusahaan

23 November 2023
Gen Z Ogah Naik Jabatan, Mending Jadi Pekerja Biasa Aja, tapi Punya Hidup Lebih Tenang Mojok.co

Gen Z Ogah Naik Jabatan, Mending Jadi Pekerja Biasa Aja, tapi Punya Hidup Lebih Tenang

23 Februari 2026
pengetahuan mobile legends lebih berguna daripada gelar sarjana mojok.co

Pengetahuan Mobile Legends Lebih Berguna Ketimbang Gelar Sarjana

5 November 2020
Culture Shock Mas-mas Jawa yang Kerja di Jepang: Gaji sih Gede, tapi Tekanannya Juga Gede!

Culture Shock Mas-mas Jawa yang Kerja di Jepang: Gaji sih Gede, tapi Tekanannya Juga Gede!

27 November 2023
3 Rekomendasi Akun TikTok untuk Karyawan Sangar

3 Rekomendasi Akun TikTok yang Bikin Karyawan Pintar

10 Maret 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Hal yang Harus Penumpang Ketahui tentang Stasiun Duri, Si Paling Sibuk dan Melelahkan se-Jakarta Barat

Stasiun Duri Lebih Bikin Stres dari Manggarai: Peron Sempit, Tangga Minim, Kereta Lama Datang

9 April 2026
Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial yang Cerdas Mojok.co

Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial Paling Cerdas

7 April 2026
Jalan Godean Konsisten Menguji Kesabaran Warga Sleman Sisi Barat Mojok

Jalan Godean yang Ruwet Konsisten Menguji Kesabaran Warga Sleman Sisi Barat

8 April 2026
Terima kasih Gresik Sudah Menyadarkan Saya kalau Jogja Memang Bukan Tempat Sempurna untuk Bekerja Mojok.co

Terima kasih Gresik Sudah Menyadarkan Saya kalau Jogja Memang Bukan Tempat Sempurna untuk Bekerja

3 April 2026
Mobil Honda Mobilio, Mobil Murah Underrated Melebihi Avanza (Unsplash)

Kaki-kaki Mobil Honda Tidak Ringkih, Jalanan Indonesia Saja yang Kelewat Kejam!

5 April 2026
Membuka Kebohongan Purwokerto Lewat Kacamata Warlok (Unsplash)

Membuka Kebohongan Tentang Purwokerto dari Kacamata Orang Lokal yang Jarang Dibahas dalam Konten para Influencer

4 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Ironi WNI Kerja di Arab Saudi: Melihat Teman Senasib yang “Pekok” Nggak Mau Pulang ke Tanah Air dan Nekat Melanggar Visa
  • Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu dan Tak Dibutuhkan Warga
  • Gagal Seleksi CPNS Pilih Nikmati Hidup dengan Mancing, Dicap Tak Punya Masa Depan tapi Malah Hidup Tenang
  • KKN Itu Menyenangkan, yang Bikin Muak adalah Teman yang Jadi Beban Kelompok dan Warga Desa yang “Toxic”
  • Antropologi Unair Diremehkan dan Dianggap “Gampangan”, padahal Kuliahnya Nggak Main-main dan Prospek Kerjanya Luas
  • Evolusi Kelelawar Malam di Album “Kesurupan”: Menertawakan Hantu, Melawan Dunia Nyata

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.