Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Alasan Saya Lebih Nyaman Diajar Dosen Muda daripada Dosen Tua

Mohammad Rafatta Umar oleh Mohammad Rafatta Umar
9 Januari 2026
A A
Alasan Saya Lebih Nyaman Diajar Dosen Muda daripada Dosen Tua Mojok.co

Alasan Saya Lebih Nyaman Diajar Dosen Muda daripada Dosen Tua (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Menjelang semester baru, mahasiswa kembali menyusun KRS. Mahasiswa memilih mata kuliah dan dosen yang akan diambil di semester baru. Kalau bisa leluasa memilih, sebenarnya saya lebih senang kelas-kelas yang diajar oleh dosen muda daripada dosen tua. 

Rasanya dunia perkuliahan jadi lebih simpel dan luwes ketika diajar oleh dosen muda. Saya jadi lebih punya kesempatan atau peluang mengerjakan hal-hal lain di luar bidang akademik atau perkuliahan. Kemampuan yang saya rasa perlu untuk dikulik lebih dalam apalagi di tengah kondisi seperti sekarang ini. 

Setidaknya itulah yang saya rasakan di kampus saya. Sebab, dua tipe dosen itu benar-benar kentara perbedaanya. Dan, inilah beberapa alasan yang membuat saya lebih senang diajar oleh dosen muda. 

Dosen muda lebih mudah diajak kompromi

Dosen muda yang pernah saya jumpai di kelas itu lebih luwes dan mudah diajak kompromi. Berbeda dengan dosen tua yang cenderung kaku. Apalagi soal tugas dan nilai. Jangan pernah coba-coba menawar. 

Teman saya pernah diajar pengajar senior yang sudah bergelar doktor. Beliau punya standar sangat tinggi sehingga pelit nilai, paling tinggi hanyalah B-. Mahasiswa jadi merasa keaktifan dan keseriusan dalam mengerjakan tugas tidak begitu dihargai.

Berbeda dengan dosen-dosen baru yang cenderung lebih santai. Mereka masih bisa diajak kompromi soal tugas dan nilai. Misalnya, saya pernah mendapatkan dosen yang memberi alternatif tugas lain kepada mahasiswa yang tidak mengumpulkan tugas karena alasan tertentu. Kalau dosen senior mah, hal-hal begini siap-siap langsung dikasih nilai nol. 

Gap usia yang tidak terlalu jauh jadi terasa lebih “nyambung”

Dosen muda cenderung lebih update dengan tren dan memahami apa yang digemari kalangan mahasiswa. Keunggulan ini yang membuat mereka bisa menyampaikan segala sesuatu jadi lebih mudah dipahami. Misal, mengambil contoh atau studi kasus yang kekinian atau dekat dengan mahasiswa. 

Selain itu, mereka juga lebih mudah mencairkan suasana. Candaan mereka juga lebih masuk di kalangan mahasiswa. Kelas jadi lebih cair dan nyaman. Proses belajar pun jadi hidup. 

Baca Juga:

Jurusan Ekonomi Pembangunan Menyadarkan Saya kalau Kemiskinan Itu Bukan Sekadar Orang yang Tidak Punya Uang

Dosen Indonesia Itu Bukan Peneliti, tapi Buruh Laporan yang Kebetulan Punya Jadwal Ngajar

Berbeda dengan pengajar tua yang kaku dan cenderung tertinggal tren. Studi kasus yang diberikan untuk menjelaskan materi cenderung terasa jauh dari mahasiswa. Sekalinya pengajar senior bercanda mereka akan menggunakan jokes bapak-bapak yang disambut kelas yang sunyi karena tidak paham.

Dosen tua memang lebih unggul secara keilmuan, tapi…

Ilmu yang dimiliki dosen senior itu tidak perlu dipertanyakan lagi. Mereka sudah membaca ratusan buku, jurnal, dan berkontribusi pada banyak riset ilmiah. Karier akademik dan jaringan mereka lebih moncer daripada dosen baru. 

Akan tetapi, dari apa yang saya cermati, kebanyakan dosen senior kurang kurang terbuka dengan cara atau hal-hal bari. Mereka terlalu percaya diri dengan cara mereka sendiri, cara mereka adalah yang terbaik. Ujung-ujungnya jadi kurang adaptif sehingga ilmu mereka tidak tersampaikan dengan maksimal ke mahasiswa.

Pada akhirnya, diajar pengajar muda atau tua punya sisi positif maupun negatif masing-masing. Kalau kalian adalah tipe mahasiswa yang sibuk berkegiatan di luar bidang akademik, tapi ingin “selamat” secara akademik, memilih pengajar muda adalah hal yang tepat. Namun, kalau kalian ingin mengejar akademik dan ingin punya jaringan di bidang ini, pengajar tua atau senior perlu dicoba. Akhirnya, semua itu cocok-cocokan dengan kebutuhan atau tujuan masing-masing mahasiswa kuliah. 

Penulis: Mohammad Rafatta Umar
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA 3 Alasan Saya Lanjut Kuliah di MM UGM, Kampus yang (Katanya) Paling Bergengsi di Jogja.  

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 9 Januari 2026 oleh

Tags: Dosendosen mudadosen seniordosen tuaKuliahmahasiwa
Mohammad Rafatta Umar

Mohammad Rafatta Umar

Mahasiswa Ilmu Politik di Jaksel yang pesimis sama negara.

ArtikelTerkait

Mahasiswa Jurusan Sosiologi Nggak Perlu Iri dengan Jurusan Filsafat yang Kerennya Hanya Sesaat Mojok.co

Mahasiswa Jurusan Sosiologi Nggak Perlu Iri dengan Jurusan Filsafat yang Peluang Kerjanya Sempit

30 April 2024
Buat yang Menganggap Kuliah Jurusan Bahasa Sama dengan Les Bahasa: Kalian Sesat!

Buat yang Menganggap Kuliah Jurusan Bahasa Sama dengan Les Bahasa: Kalian Sesat!

9 September 2023
kenapa UMP Jogja rendah titik kemacetan di jogja lockdown rekomendasi cilok di Jogja Sebenarnya Tidak Romantis Jika Kamu Cuma Punya Gaji UMR dawuh dalem sabda pandita ratu tugu jogja monarki mojok

Stop Menganggap Hidup di Jogja Itu Lebih Murah

29 Desember 2020
3 Cara Perlakukan Dosen yang Suka Tiba-tiba Chat WA dan Minta Bantuan Seenaknya terminal mojok.co

3 Cara Perlakukan Dosen yang Suka Tiba-tiba Chat WA dan Minta Bantuan Seenaknya

8 Februari 2021
Admin Prodi: Dianggap Sepele, padahal Jasanya Gede

Admin Prodi: Dianggap Sepele, padahal Jasanya Gede

12 Agustus 2022
Selalu Diajar Dosen Nggak Becus, Sekalinya Ketemu Dosen Baik Dikit Jadi Dianggap Hebat, padahal Itu Bare Minimum Mojok.co

Selalu Diajar Dosen Nggak Becus, Sekalinya Ketemu Dosen Baik Dikit Jadi Dianggap Hebat, padahal Itu Bare Minimum

26 Agustus 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Mitos Kebumen yang Bikin Orang Luar Mikir Dua Kali sebelum Berkunjung

5 Mitos Kebumen yang Bikin Orang Luar Mikir Dua Kali sebelum Berkunjung

5 Januari 2026
Warung Gunung Semeru Lumajang Ikonik, tapi Nggak Cocok untuk Kalian yang Kesabarannya Setipis Tisu Mojok.co

Warung Gunung Semeru Lumajang Ikonik, tapi Nggak Cocok untuk Kalian yang Kesabarannya Setipis Tisu

5 Januari 2026
Laweyan, Kecamatan Bersahaja di Kota Solo yang Nggak Mau Kalah sama Banjarsari dan Pasar Kliwon

Laweyan, Kecamatan Bersahaja di Kota Solo yang Nggak Mau Kalah sama Banjarsari dan Pasar Kliwon

8 Januari 2026
Muak 30 Tahun Menyandang Nama Acep Saepulloh dan Diejek “Abdi Kasep Sumpah Demi Allah” Mojok.co

Muak 30 Tahun Menyandang Nama Acep Saepulloh karena Sering Diejek “Abdi Kasep Sumpah Demi Allah”

6 Januari 2026
Motor Matic Tanpa Kick Starter Itu Judi: Ini Daftar Motor Baru yang Masih Waras dan Layak Dijadikan Pilihan!

Motor Matic Tanpa Kick Starter Itu Judi: Ini Daftar Motor Baru yang Masih Waras dan Layak Dijadikan Pilihan!

5 Januari 2026
Pasar Dupak Magersari, Wujud Perjuangan Orang Surabaya (Unsplash)

Pasar Dupak Magersari: Potret Nyata Saat Kota Surabaya Tidak Menyediakan Ruang, Warga Pinggiran Membuat Ruangnya Sendiri

6 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Super Flu yang Muncul di Jogja Memang Lebih Berat dari Flu Biasa, tapi Beda dengan Covid-19
  • Derita Anak Bungsu Saat Kakak Gagal Penuhi Harapan Orang tua dan Tak Lagi Peduli dengan Kondisi Rumah
  • Nasib Sarjana Kini: Masuk 14 Juta Pekerja Bergaji di Bawah UMP, Jadi Korban Kesenjangan Dunia Kerja
  • Mengajari Siswa Down Syndrome Cara Marah, karena Dunia Tidak Selalu Ramah
  • Dari Coffee Shop “Horor”, Nira, hingga Jam Tangan Limbah Kayu: Pasar Wiguna Menjaga Napas UMKM Lokal
  • Curhatan Guru BK Hari Ini: Profesi Dipandang “Sepele”, Padahal Harus Hadapi Gen Z yang Masalahnya Makin Kompleks

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.