Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Alasan Keterlambatan Pembagian Kuota Internet KKN UIN Sunan Ampel Tahun Ini

Nikmatus S. oleh Nikmatus S.
16 Juni 2020
A A
kuota pendidikan kuota internet uin sunan ampel surabaya kkn online Ketahui Etika Tethering biar Teman Nggak Gedeg Sama Kamu yang Fakir Kuota

kuota pendidikan kuota internet uin sunan ampel surabaya kkn online Ketahui Etika Tethering biar Teman Nggak Gedeg Sama Kamu yang Fakir Kuota

Share on FacebookShare on Twitter

Senin pekan ini saya dan kawan-kawan angkatan 2017 yang menahbiskan diri sebagai angkatan Covid diberangkatkan oleh pihak kampus ke tempat KKN dengan cara… membuka aplikasi Zoom dari rumah masing-masing. Ini tidak bisa lepas dari kampus kami yang islami dan dekat dengan para wali. Jadi wajar kami bisa berada di dua tempat sekaligus dalam satu waktu. Hehehe.

Semoga kelakar saya tadi bisa mengademkan suasana KKN yang sedang ruwet. Ini gara-gara teman-teman mahassiwa dari kelas proletar garis keras sedang tiada henti meminta kuota internet kepada kampus, yang mana saya sendiri termasuk di dalamnya, hahaha. Puncaknya, sampai pembekalan KKN, Zoom kampus dipenuhi dengan komentar-komentar dari mahasiswa bertuliskan “kuota dan UKT”.

Saya mafhum, perihal kuota internet dan penurunan UKT kita semua lemah. Tapi protes menagih janji kuota itu kemidian direspons sejumlah mahasiswa lain yang menyebutnya sebagai aksi kaum miskin yang ndeso dan korak. Waduh, kok dianggep gitu?

Jauh sebelum kekecewaan mahasiswa meluap, pihak kampus telah membuat surat edaran agar semua mahasiswa memperbarui nomor hape masing-masing di sistem akademik. Katanya, kuota internet untuk mahasiswa yang KKN akan disebar bulan Juni. Nyatanya, yang bisa mem-php bukan cuma doi, kampus pun tak mau kalah. Sudah ditunggu hingga Juni dan sampai rombongan KKN diberangkatkan secara online, kuota belum juga datang.

Maaf, urusan kuota internet, kami tak bisa setabah hujan bulan Juninya Eyang Sapardi.

Berhubung saya mahasiswa di kampus Islam, saya akan mencoba husnuzan pada pihak kampus. Saya mencoba menawarkan tiga kemungkinan alasan yang kiranya membantu mahasiswa UIN Sunan Ampel untuk memahami mengapa kuota internet tidak kunjung diberikan.

Melatih sabar

Innallaha ma’asshobirin. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar. Itulah pesan tersirat yang hendak disampaikan kampus kepada mahasiswa. Sebagaimana Islam mengajarkan umatnya untuk bersabar agar selamat dunia-akhirat, saya meyakini keputusan kampus semata-mata untuk melatih kita agar menjadi pribadi yang lebih selow.

Baca Juga:

Masa Aktif Kuota Data Internet 28 Hari Sungguh Mengganggu Keuangan Kaum Mendang-Mending

5 Hal yang Bikin Saya Kaget Waktu KKN di Madiun

Menjaga marwah kampus UIN Sunan Ampel

Teman-teman mahasiswa Uinsa ingat tidak, beberapa waktu lalu di media sosial beredar peringkat kasta mahasiswa di Surabaya. Dari dua belas kampus di Surabaya, Uinsa ditempatkan di kasta antara hijrah dan jelata. Yak, sahabat, kita ada di level cenderung mendekati jelata.

Terlambatnya pemberian kuota ini setidaknya membuktikan bahwa kita, mahasiswa Uinsa, tidak jelata-jelata amat. Buktinya, di saat mahasiswa kampus sebelah yang kastanya lebih tinggi diberi kuota mulai dari 15-20 GB, kita tetap lancar jaya berkuliah dengan modal kuota hasil ngemis ke emak-bapak. Ini bukti mahasiswa Uinsa lebih kaya kan.

Dengan peristiwa ini, marwah Uinsa yang sempat terdegradasi karena pemeringkatan kasta-kasta tadi jadi terkoreksi.

Tidak bisa instan

Seperti kata pihak kampus yang dimuat pers fakultas tempo hari, pemberian kuota memang terkendala banyak hal. Misalnya soal nomor hape yang dimasukkan tidak aktif atau terdaftar sebagai nomor orang lain. Kok bisa ada rekan mahasiswa yang masih abai untuk meng-update nomor hapenya di sistem kampus ya? Heran saya.

Proses pembagian kuota ini memang tidak sat set, sak nyut mari, melainkan harus melalui proses panjang dari Maret kemarin. Bahwa kampus Uinsa punya semangat menuju World Class University tapi urusan ngirim kuota tak bisa cekatan dilakukan, wallahualam. Sebab, sekali lagi, innallaha ma’asshobirin dan jauhilah prasangka buruk.

Itulah analisis saya soal keterlambatan pengiriman kuota internet dari kampus. Semoga teman-teman yang saat ini sedang melaksanakan KKN bisa lancar semua agendanya. Dan kepada kampus, sebagaimana firman Allah bahwa setiap janji diminta pertanggungjawaban, semoga janji pemberian kuota internet segera dituntaskan oleh pihak kampus. Keburu KKN-nya selesai nih!

BACA JUGA Kuliah Online Sampai Akhir Tahun, Kosan Tetep Harus Dibayar walau Nggak Diisi, Hiks 

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 16 Juni 2020 oleh

Tags: KKNkkn onlinekuota internetUIN Sunan Ampel
Nikmatus S.

Nikmatus S.

Mahasiswa B aja yang hidup dari keberkahan alam semesta.

ArtikelTerkait

KKN daring MOJOK.CO

KKN Daring yang Katanya Sebatas Fiksi dan Tidak Berguna untuk Mahasiswa

6 Juli 2020
Mobil pick up Mitsubishi Colt T120SS: Mobil Angkut yang Gampang Semaput (Wikimedia Commons)

Mobil Pick Up Mitsubishi Colt T120SS Mengecewakan. Mobil Angkut, kok, Malah Gampang Banget Semaput

4 Oktober 2023
Tak Perlu Berlebihan Romantisisasi KKN, Bukan Ajang Cari Jodoh apalagi Simulasi Rumah Tangga

Tak Perlu Berlebihan Diromantisisasi, KKN Bukan Ajang Cari Jodoh apalagi Simulasi Rumah Tangga

21 Juli 2024
Membayangkan Rasanya Jadi Mahasiswa KKN di Kampung Durian Runtuh Upin dan Ipin

Membayangkan Rasanya Jadi Mahasiswa KKN di Kampung Durian Runtuh “Upin dan Ipin”

9 Desember 2023
ecobrick mojok

Pengalaman Membuat Ecobrick: Ekspektasinya A, Hasilnya Z

25 Juli 2020
jurusan bahasa dan sastra

Jurusan Bahasa dan Sastra yang Selalu “Ditodong”, Lalu Dipinggirkan

6 Agustus 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

MU Menang, Dunia Penuh Setan dan Suram bagi Fans Liverpool (Unsplash)

Sejak MU Menang Terus, Dunia Jadi Penuh Setan, Lebih Kejam, dan Sangat Suram bagi Fans Liverpool

1 Februari 2026
Tinggal di Rumah Dekat Gunung Itu Tak Semenyenangkan Narasi Orang Kota, Harus Siap Berhadapan dengan Ular, Monyet, dan Hewan Liar Lainnya

Tinggal di Rumah Dekat Gunung Itu Tak Semenyenangkan Narasi Orang Kota, Harus Siap Berhadapan dengan Ular, Monyet, dan Hewan Liar Lainnya

31 Januari 2026
Oleh-Oleh Khas Wonosobo yang Sebaiknya Kalian Pikir Ulang Sebelum Membelinya Mojok.co

Wonosobo Memang Cocok untuk Berlibur, tapi untuk Tinggal, Lebih Baik Skip

3 Februari 2026
Purworejo Tak Butuh Kemewahan karena Hidup Aja Pas-pasan (Unsplash)

Purworejo Tidak Butuh Kemewahan, Apalagi soal Makanan dan Minuman karena Hidup Aja Pas-pasan

6 Februari 2026
Andai Jadi Warga Tangerang Selatan, Saya Pasti Sudah Pusing Tujuh Keliling. Mending Resign Jadi Warga Tangsel!

Jangan Nilai Buku dari Sampulnya, dan Jangan Menilai Tangerang Selatan Hanya dari Bintaro, Alam Sutera dan BSD Saja

4 Februari 2026
Lawang Sewu, Destinasi Wisata Semarang yang Nggak Perlu Diulang Dua Kali Mojok.co

Lawang Sewu, Destinasi Wisata Semarang yang Nggak Perlu Diulang Dua Kali

1 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial
  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.