Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Alasan Kenapa Saya Tidak Betah Tinggal di Demak

Muhammad Ubaidillah Hanan oleh Muhammad Ubaidillah Hanan
14 Juni 2026
A A
Alasan Kenapa Saya Tidak Betah Tinggal di Demak (Unsplash)

Alasan Kenapa Saya Tidak Betah Tinggal di Demak (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Saya sepakat bahwa setiap daerah punya keistimewaannya masing-masing. Tidak ada daerah yang sepenuhnya buruk. Hanya saja, pengalaman pribadi sering memberi kesan yang berbeda. Kadang baik, kadang kurang baik. Demikian yang saya rasakan ketika tinggal di Demak.

Sebelum ada yang tersinggung, izinkan saya menegaskan sejak awal. Demak bukan kota yang buruk. Ini daerah dengan sejarah besar. Di sini, kerajaan Islam di Jawa tumbuh. Banyak pula ulama dari Demak yang memiliki pengaruh besar dan disegani.

Namun, tinggal di tempat yang punya sejarah besar tidak otomatis membuat saya betah. Ada hal-hal yang membuat saya tidak kerasan.

BACA JUGA: Orang Demak Culture Shock ketika Merantau ke Jogja, Ternyata Jogja Nggak Sesempurna Itu

Di Demak cuaca dan udaranya panas, membuat badan cepat berkeringat

Selama tinggal di Demak, hal yang paling sulit saya terima adalah cuacanya. Saya yang terbiasa tinggal di daerah sejuk, harus menghadapi cuaca panas dan gerah.

Dengan cuaca yang cukup panas, hidup di Demak jadi sering berkeringat. Kalau berkeringat karena olahraga sih tidak masalah. Pasalnya di sana minim gerak pun bisa bercucuran keringat. Walhasil baju jadi sering basah dan bau keringat.

Jika di Sleman saya kadang malas mandi karena dingin. Di Demak saya malah jadi hobi mandi. Saya bisa mandi sampai tiga kali. Saking seringnya sumuk dan berkeringat.

Jika melihat letak geografisnya, wajar saja cuaca di sana panas karena merupakan dataran rendah dan berada di pesisir utara. Selain itu, di sana minim pohon-pohon yang menyejukkan.

Baca Juga:

Pengalaman Saya Menguji Ketangguhan Vario 125 di Jalur Pantura, Sempat Ragu tapi Malah Bikin Ketagihan Touring

Magetan dan Magelang: Dua Kota Beda Provinsi yang Sering Bikin Lidah Terpeleset dan Dompet Tersesat

Sering banjir dan rob

Bagi masyarakat, Demak banjir bukan hal yang asing. Banjir sudah akrab dengan kehidupan masyarakat.

Bagaimana tidak, di Demak kalau hujan agak lama pasti jalananan sudah banjir. Dan kalau sudah banjir, surutnya juga lama. Alhasil mau bepergian ke mana-mana juga susah. Karena kalau mau memaksakan menerjang banjir motor pasti mogok.

Selain banjir karena hujan, di sana juga terkenal dengan banjir rob. Banjir yang terjadi akibat naiknya permukaan air laut. Biasanya terjadi di daerah yang dekat dengan laut.

Jalannya banyak yang jelek dan tidak rata

Selain banjir, kondisi sebagian jalan di Demak juga membuat saya kurang nyaman. Makanya saat tinggal di sana, saya jarang main keluar.

Banyak jalan yang sudah berlubang dan bergelombang. Bagi pengendara yang tidak hafal medan, jelas sangat membahayakan. Terlebih jika jalanan tergenang banjir. Lubang di jalan jadi tidak terlihat.

Bahkan di Jalur Pantura arah Kudus, jika malam minim dengan penerangan. Orang yang tiap hari lewat pun tetap was-was jika lewat jalan Pantura Trengguli.

Selain di Jalan Pantura, jalanan kampung-kampung di Demak juga masih banyak yang jelek. Ada yang tidak diaspal. Dan ada juga yang berlubang.

Yang unik adalah beberapa jalan di sana pakai material tanah padas. Tanah yang sangat keras dan padat sehingga menyerupai batuan. Jika belum kena aspal, melewati jalan tanah padas seperti lewat lintasan off-road.

BACA JUGA: Sisi Lain Demak, Kota yang Telanjur Lekat dengan Masjid dan Makam

Demak banyak nyamuknya, bikin sulit tidur

Saya kalau lagi di Demak sulit tidur. Sulitnya bukan karena insomnia, tetapi karena nyamuk. Dan ini juga cukup membuat jengkel. Sebabnya nyamuk-nyamuk di sana itu meski kecil tapi gigitannya ganas.

Maka, kebiasaan saya sebelum tidur waktu di Demak adalah mengoleskan lotion anti nyamuk. Meskipun lengket dan risih, mau tidak mau ya terpaksa.

Penyebab tingginya populasi nyamuk di Demak karena banyaknya genangan air. Saya juga jarang melihat fogging. Kalau ada, efeknya terasa kurang. Karena jumlah nyamuk di sana yang begitu banyak.

Penulis: Muhammad Ubaidillah Hanan

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA 3 Alasan Demak Kalah Tenar Dibanding Kabupaten di Sekelilingnya karena Semuanya Terasa Serba Nanggung

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 14 Juni 2026 oleh

Tags: demakjalan panturajalur panturajawa timurkudusPantura TrengguliSleman
Muhammad Ubaidillah Hanan

Muhammad Ubaidillah Hanan

Alumnus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Penggiat studi keislaman. Hobi jalan-jalan dan wisata kuliner. Menulis hanya di kala senggang.

ArtikelTerkait

Cara Saya Jelaskan Letak Kabupaten Lumajang biar Mudah Dipahami

Cara Saya Jelaskan Letak Kabupaten Lumajang biar Mudah Dipahami

19 Februari 2024
Situbondo, Bondowoso, dan Jember, Tetangga Banyuwangi yang Berisik Nggak Pantas Diberi Respek

Situbondo, Bondowoso, dan Jember, Tetangga Banyuwangi yang Berisik Nggak Pantas Diberi Respek

25 Desember 2025
Jalan Raya Ambarawa-Magelang, Jalan Penghubung Demak-Jogja yang Diam-diam Mematikan. Kalau Siang Indah, tapi kalau Malam, Beda Cerita

Jalan Raya Ambarawa-Magelang, Jalan Penghubung Demak-Jogja yang Diam-diam Mematikan. Kalau Siang Indah, tapi kalau Malam, Beda Cerita

3 Juli 2024
Surabaya Jauh Lebih Superior dari Semarang (Unsplash)

Semarang Boleh Lebih Superior Ketimbang Cikarang, tapi Masih Kalah Jauh Dibandingkan Surabaya

17 Juli 2023
5 Masjid di Sleman yang Bisa Dikunjungi sehabis Ngabuburit

Seperti Bantul, Sleman Berhati Nyaman pun Penuh dengan Kejadian Aneh yang Mengherankan

3 Agustus 2023
Stiker UII di Trans Jogja Bikin Kaget dan Prihatin Sekaligus (Wikimedia Commons)

Stiker UII di Trans Jogja Bikin Kaget dan Prihatin Sekaligus

26 Mei 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Saran dari Warlok Jogja untuk Para Pendatang Biar Cepet Betah (Unsplash)

Sebagai Warga Jogja, Saya Punya Empat Permintaan Kecil untuk Pendatang agar Bisa Beradaptasi dengan Baik

8 Juni 2026
Di Balik Sekolah Elit yang Eksploitatif dan Manipulatif Ada Guru yang Menderita karena (Terpaksa) Jadi Ojek dan ART untuk Yayasan  Terminal

Di Balik Sekolah Elit yang Eksploitatif dan Manipulatif Ada Guru yang Menderita karena (Terpaksa) Jadi Ojek dan ART untuk Yayasan 

8 Juni 2026
Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus: Teriak Melawan Penindasan di Luar, tapi Seniornya Jadi Aktor Penindas Paling Kejam organisasi mahasiswa eksternal organisasi kampus

Tiga Tahun Menjadi Fungsionaris Organisasi Mahasiswa, Saya Menyadari bahwa Organisasi Mahasiswa Tak Ada Bedanya dengan Tempat Penitipan Balita

8 Juni 2026
Pustakawan Membela iPusnas yang Layanannya Dikeluhkan Banyak Orang Mojok.co

Pustakawan Membela Layanan iPusnas yang Dikeluhkan Banyak Orang

8 Juni 2026
Penderitaan Tinggal Dekat Wisata Mikutopia Kota Batu, Hidup Dihantui Macet dan Berisik, Waswas dengan Ancaman Bencana Ekologis Masa Depan Terminal

Penderitaan Tinggal Dekat Tempat Wisata Mikutopia Kota Batu, Hidup Dihantui Macet, Berisik, dan Waswas dengan Ancaman Bencana Ekologis Masa Depan

12 Juni 2026
Soal Budaya Makan, Jawa Miskin Mengenaskan di Depan Sumatra (Unsplash)

Sebagai Orang Jawa, Saya Merasa Miskin saat Tahu Orang Sumatra Tak Bisa Makan tanpa Lauk Ikan

13 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.