Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Featured

Alasan Kelompok Abangan Nggak Salat Lima Waktu tapi Nggak Pernah Absen Jumatan

Aly Reza oleh Aly Reza
11 Mei 2020
A A
menghitung rakaat salat tarawih aktivis organisasi, kelompok abangan

Kelompok Abangan: Nggak Salat Lima Waktu tapi Nggak Pernah Absen Jumatan, Sedekah, dan Puasa

Share on FacebookShare on Twitter

Ada ungkapan menarik dari Taufik Abdullah (sejarawan Indonesia), “Tidak mungkin bicara soal Jawa kalau tidak membaca karya-karya Clifford Geertz,” seperti dilansir dari Tirto. Temuan Geerzt yang paling monumental pasti udah pada tahu, dong? Yap, The Religion of Java, sebuah karya masterpiece yang mengulik fenomena keagamaan masyarakat Jawa tempo dulu.

Secara garis besar, Antropolog kelahiran San Fransisco, 23 Agustus 1926 tersebut membagi kelompok keagamaan masyarakat Jawa ke dalam empat kategori; abangan, santri, dan priyayi. Saya coba jelasin dua saja ya, antara santri dan abangan.

Santri diidentikkan dengan kelompok masyarakat yang memperhatikan betul hal-hal doktrinal seputar agama (Islam). Mereka adalah kelompok yang bisa dibilang total dalam mengerjakaan ritual-ritual ibadah. Sementara anti tesisnya adalah abangan, yang cenderung longgar atau tebang pilih soal ibadah yang ingin dilakukan dengan alasan tertentu. Gampangnya gini, kalau golongan santri salat bisa full lima kali sehari, golongan abangan bisa saja cuma ngambil Subuh.

Meski persebaran Islam makin ke sini makin masif, namun di beberapa daerah di Jawa—khususnya di desa-desa—ada kok beberapa kelompok masyarakat yang masih eksis dengan pemahaman abangan mereka. Meski jumlahnya nggak terlalu banyak. Contoh yang saya ambil; dua desa di kabupaten saya (Rembang, Jawa Tengah). Namanya desa Labuhan dan Pandangan.

Pas libur semester lalu, saya sempet mampir ke beberapa orang yang menurut informasi masih berpaham abangan. Singkat cerita, dari hasil ngobrol dengan beberapa orang yang saya temui, saya menemukan tiga pandangan unik mereka soal ritual agama. Ada orang yang nggak mengerjakan salat lima waktu, tapi kalau salat jumat nggak pernah absen. Ada yang babar blas nggak salat lima waktu dan jumat, tapi punya amalan yaitu; sedekah sepanjang hayat. Ada lagi yang nggak salat lima waktu dan jumat, tapi selalu rutin ikut puasa tiap tahunnya.

Ternyata mereka punya argumen menarik untuk ngejelasin model ibadah mereka yang mungkin terdengar agak nyeleneh. Khususnya bagi umat Islam. Keterangan mereka saya himpun sebagai berikut, nih, mylov.

Alasan nggak salat lima waktu tapi nggak pernah absen dari salat jumat

Saya jadi inget dengan quote asik dari Pidi Baiq. “Hidupku cuma buat Jumatan. Senin-Kamis persiapan, sabtu-minggu buat evaluasi biar jumatan ke depan bisa lebih baik lagi,” katanya.

Nggak jauh berbeda dengan quote tersebut, kelompok ini berpaham bahwa yang wajib dikerjain hanyalah salat jumat. Alasannya, ini didasarkan pada nilai sakralitas dari hari Jumat itu sendiri. “Gini, Mas, Gusti Pengeran itu kan menciptakan alam semesta ini konon pas hari Jumat. Bapa Adam diciptakan, dimasukkan ke surga, diturunkan ke bumi, dan diterima taubatnya juga pas hari Jumat. Terus nanti kiamat juga konon bakal jatuh di hari Jumat. Jadi ya sudah, kami ngibadah sekalian pas di hari yang diistimewakan saja lah sudah cukup,” terang informan saya.

Baca Juga:

Mahasiswa UIN Nggak Wajib Nyantri, tapi kalau Nggak Nyantri ya Kebangetan

Persamaan Kontroversi Feodalisme Pondok Pesantren dan Liverpool yang Dibantu Wasit ketika Menjadi Juara Liga Inggris

Secara ringkas bisa dikatakan, bahwa ibadah yang sebenar-benarnya wajib hanyalah hari Jumat. Menimbang aspek sakralitas hari Jumat yang dalam ajaran Islam sendiri juga disebut sebagai hari yang suci, hari yang dikhususkan Tuhan buat ibadah. Sedangkan salat lima waktu secara nggak langsung bagi mereka difungsikan sebagai salat sunnah saja (hanya pelengkap). Mau dikerjakan ya silakan, nggak juga nggak masalah.

“Lagian yo, Mas, hari Jumat itu terkenal sebagai hari mustajab. Hari di mana doa-doa bisa dikabulkan. Jadi cukuplah kami ini bekerja di hari-hari lain. Khusus hari Jumat kami libur buat ngibadah dan doa sama Pengeran,” imbuhnya menyudahi obrolan kami.

Alasan nggak salat sama sekali tapi hobi sedekah

Informan lain yang mewakili kelompok ini menuturkan, ibadah vertikal (kepada Tuhan) itu cuma sebatas formalitas. Sementara yang wajib dilakukan adalah ibadah horizontal (ibadah sosial).

Dasarnya, mereka memegang teguh keyakinan; jika seandainya kita bikin salah sama Tuhan dan segera mohon ampun kepada-Nya, Tuhan pasti dengan ‘besar hati’ bakal mengampuni, tanpa syarat apa pun. Karena sejatinya Tuhan adalah Maha Pengampun. Jadi, urusan manusia dengan Tuhan di sini dianggap sudah beres.

Sementara seandainya kita bikin salah sama sesama, urusannya bisa panjang. Sebab konon, Tuhan nggak bakal mengampuni seseorang sebelum dia dimaafkan oleh orang yang pernah disakiti. “Nggak salat nggak masalah sebab Tuhan pasti maklum. Yang nggak maklum itu kalau kita nggak rukun sama sesama. Pokoknya harus guyub rukun, Mas. Itu kunci biar dapat pengampunan dan masuk surga,” terang informan saya.

Jadi itulah alasan kenapa kelompok ini terkenal nyah-nyoh sama siapa pun. Ada yang ngutang ya diutangi dengan senang hati. Ada yang minta bantuan ya bergegas buat nyumbang tenaga, pikiran, dan kekayaan yang dimiliki. Nggak jarang pula mereka ini bagi-bagi makanan buat tetangga sekitar, mau ada hajatan di rumahnya atau nggak.

Alasan nggak salat sama sekali tapi rajin puasa

Untuk yang satu ini kasusnya lebih plural dan sufistik. Kelompok ini beranggapan bahwa satu-satunya ibadah yang bisa mencakup umat banyak hanyalah puasa. Baik dalam Islam, Yahudi, Katholik, Budha, Hindu, bahkan Konghuchu juga mengenal adanya konsep puasa. Sementara untuk ritual seperti salat lima waktu dan salat Jumat, hampir nggak dijumpai model yang seragam antara satu agama dengan agama lain.

Artinya, kelompok ini ingin menegaskan bahwa puasa adalah satu-satunya ibadah yang universal, nggak cuma buat umat tertentu. Informan saya juga menjelaskan, lewat kesamaan konsep berpuasa ini bisa dikatakan bahwa semua agama itu benar. Dalam Islam ada Ramadan, Budha ada Uposatha, Katholik ada berpantang dan berpuasa pra Paskah, Hindu ada Upawasa, Yahudi ada Taanit, dan Konghuchu dengan puasa Imleknya.

Secara sufistik dan esensial bisa dikatakan, puasa yang dilakukan oleh masing-masing agama sekalipun dilakukan pada waktu yang berbeda, pada dasarnya memiliki maksud yang sama; menahan diri dari hasrat-hasrat tertentu. Kelompok ini percaya betul bahwa dunia ini cobaan. Untuk masuk surga, manusia harus lulus dari cobaan-cobaan dunia yang berupa macam tersebut. Maka, agar bisa lolos kuncinya cuma satu; puasakan diri dan nafsu.

Berbeda dengan dua kelompok sebelumnya yang kebanyakan berasal dari kelas menengah ke bawah, kelompok ini rata-rata diisi oleh orang-orang berpendidikan. Ya maklum saja, mengingat konsepnya yang membuat kita agar mikir.

Tulisan ini nggak punya otoritas apapun buat membenarkan atau menyalahkan pihak mana pun. Hanya Tuhan yang lebih otoritatif buat itu. Dan tentu, saya kembalikan ke keyakinan Anda masing-masing. So, jangan salahkan saya jika setelah baca ini iman Tuan jadi goyah, heuheuheu.

BACA JUGA Kemiskinan dan Kesusahan itu Cuma Berlangsung 40 Hari Saja, kok dan tulisan Aly Reza lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 11 Mei 2020 oleh

Tags: abanganpriyayisantri
Aly Reza

Aly Reza

Muchamad Aly Reza, kelahiran Rembang, Jawa Tengah. Penulis lepas. Bisa disapa di IG: aly_reza16 atau Email: [email protected]

ArtikelTerkait

UIN MALANG, #uinmalangsadar

UIN Malang, Kampus Buat Santri dan yang Pengin Jadi Santri

10 April 2020
sastra pesantren

Sastra Pesantren Kekinian: Jangan Cuma Bahas Kasih Tak Sampai

4 Oktober 2019
vicky prasetyo

Vicky Prasetyo adalah Kami Para Lulusan Pesantren yang Pemalu

11 September 2019
Alasan Alarm HP Nggak Terlalu Ngaruh buat Bangunin Orang

Tips Bangun Pagi ala Santri Biar Nggak Tergiur Tidur Lagi

15 November 2020
Derita Ditempelin Lelembut yang Selalu Kepanasan Tiap Masuk Pesantren MOJOK.CO

Derita Ditempelin Lelembut yang Selalu Kepanasan Tiap Masuk Pesantren

15 Juli 2020
Masak Pengabdian Santri di Pesantren Nggak Dihitung sebagai Pengalaman Kerja? Nggak Adil, Rugi dong!

Masak Pengabdian di Pesantren Nggak Dihitung sebagai Pengalaman Kerja? Nggak Adil, Rugi dong!

15 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Suzuki Satria Pro Aib Terbesar Suzuki yang Tak Perlu Lahir (Wikimedia Commons)

Suzuki Satria Pro: Aib Terbesar Suzuki yang Seharusnya Tak Perlu Lahir

18 Maret 2026
Lulus Kuliah Mudah Tanpa Skripsi Hanya Ilusi, Nyatanya Menerbitkan Artikel Jurnal SINTA 2 sebagai Pengganti Skripsi Sama Ruwetnya

Kritik untuk Kampus: Menulis Jurnal Itu Harusnya Pilihan, Bukan Paksaan!

19 Maret 2026
motor Honda Stylo 160: Motor Matik Baru dari Honda tapi Sudah Disinisin karena Pakai Rangka eSAF, Bagusan Honda Giorno ISS Honda motor honda spacy

Honda Stylo Adalah Motor Paling Tidak Jelas: Mahal, tapi Value Nanggung. Motor Sok Retro, tapi Juga Modern, Maksudnya Gimana?

15 Maret 2026
Daihatsu Taruna, Mobil Sok Gagah yang Berakhir Gagal Total dan Bikin Penggunanya Bingung Setengah Mati

Daihatsu Taruna, Mobil Sok Gagah yang Berakhir Gagal Total dan Bikin Penggunanya Bingung Setengah Mati

17 Maret 2026
Jangan Tanya Rekomendasi Tempat Wisata ke Orang Bandung karena Orang Bandung Asli Biasanya Nggak Tahu

Derita Menikah dengan Orang Bandung: Tidak Pernah Merasakan Drama Mudik hingga Selalu Diejek

21 Maret 2026
Lebaran Kedua Jauh dari Indonesia: Homesick, tapi Terobati oleh Orang-orang Turki yang Hangat dan Baik Hati Mojok.co

Lebaran Jauh dari Indonesia: Homesick, tapi Terobati oleh Orang-orang Turki yang Hangat dan Baik Hati

19 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia
  • Ujian Pemudik Lajang: Jadi Sasaran Pinjam Uang karena Belum Nikah dan Dianggap Tak Ada Tanggungan, Giliran Nolak Dicap Pelit
  • Rasa Sanga (8): Lontong dan Kangkung dalam Khazanah Suluk Sunan Bonang, Jalan “Merasakan” Kehadiran Tuhan
  • Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya
  • Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.