Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Alasan Jokowi Layak Disebut Mewarisi Sifat dan Kebijaksanaan Patih Gadjah Mada

Muhammad Arsyad oleh Muhammad Arsyad
20 November 2020
A A
gadjah mada sifat jokowi mojok

gadjah mada sifat jokowi mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Saya baru saja menyelesaikan buku Kolom Demi Kolom. Buku yang berisi tulisan-tulisan renyah, gurih, lucu, tapi berbobot dari Mahbub Djunaidi. Salah satu tulisannya ada yang menyinggung tentang Patih Gadjah Mada yang dikaitkan oleh Mahbub ke tahun-tahun sekitar 1980-an kala mengkritik pemerintahan waktu itu.

Indonesia pada tahun segitu masih dalam cengkeraman kekuasaan Orde Baru. Mahbub dalam tulisannya di buku itu mengkritik pemerintah Orde Baru, namun dibingkai dengan bahasa yang halus dan mengaitkannya dengan sifat pemimpin zaman dulu: Gadjah Mada.

Jika pemerintahan Orde Baru sama sekali tak mewakili sifat dan kebijaksanaan Patih Gadjah Mada, pemerintahan hari ini tak begitu. Meskipun banyak yang menganggap pemerintahan di bawah Jokowi ini adalah the new Orba, namun ketika saya membaca ulang sifat dan kebijaksanaan Patih Gadjah Mada, ternyata kalau dicocokkan dengan Jokowi terdapat sebuah kemiripan.

Gadjah Mada punya sifat-sifat yang membuat dirinya disegani. Bahkan sampai ke luar wilayah Majapahit. Siapa menyangka sifat-sifat itu juga menurun ke Jokowi dan ini jarang diperhatikan orang. Berikut analisisnya.

Wicaksareng karsa atau bijaksana dalam setiap tindakan

Presiden kebanggan kita, jika kita cermati, beliau mewarisi sifat Gadjah Mada yang satu ini. Pak Jokowi selalu bijaksana dalam mengambil tindakan. Cobalah kalian ingat-ingat kembali, mana ada kebijakan Jokowi yang serampangan?

Semua diperhitungkan matang-matang. Selain itu, Pak Jokowi juga bijak dalam berhadapan dengan siapa pun. Beliau tahu bagaimana harus bersikap saat di depan rakyat, dan begitu pula saat di belakangnya. Sikap bijak dalam bertindak ini juga berhasil menuntun Pak Jokowi agar kompromi dengan lawan politiknya. Lain cerita kalau misalnya Pak Jokowi tak bijak dalam bertindak.

Wagni wak atau pandai berpidato

Pak Jokowi punya kemampuan pidato yang hebat. Buktinya lewat pidato-pidato kampanyenya dulu, beliau berhasil menjadi Gubernur DKI Jakarta. Oleh karena pidatonya pula beliau berhasil menarik simpati rakyat Indonesia agar memilihnya menjadi presiden bahkan dua kali.

Pak Jokowi amat pandai mengatur kosakata dalam berpidato. Saking pandainya menata kata demi kata, terkadang tanpa perlu mendengarkan atau mengetahui apa yang Pak Jokowi katakan, kita bisa menebak dengan cara melihat kenyataan yang bertolak belakang dengan pidato Jokowi. Hebat, tho?

Baca Juga:

Isu Ijazah Jokowi Palsu Adalah Isu Goblok, Amat Tidak Penting, dan Menghina Kecerdasan, Lebih Baik Nggak Usah Digubris!

Rumah Pribadi Jokowi di Solo Memang Cocok Jadi Destinasi Wisata Baru

Pak Jokowi juga terkenal sebagai figur presiden yang kokoh pendiriannya. Beliau cerdik mempertahankan sesuatu. Sebagaimana ketika beliau bersikeras tetap meloloskan RUU Cilaka, kendati mendapatkan perlawanan sengit.

Alih-alih berperang terbuka dengan para penentang RUU Cilaka, Pak Jokowi justru lebih memilih bertahan. Beliau tak perlu terlalu ngotot seperti gelombang penolakan RUU Cilaka. Cukup dengan satu atau dua kalimat saja, Pak Jokowi sanggup menutupi kecacatan perumusan RUU Cilaka. Apalagi beliau punya saluran untuk mendistribusikan pidatonya ke rakyat.

Tan halana atau selalu bahagia

Pak Jokowi juga mewarisi sifat sang Patih satu ini. Yupz, di layar kaca, koran, media sosial, dan di mana pun kita selalu melihat Jokowi dengan wajah yang tampak berbahagia. Perkara beliau pernah marah, itu sekali-kali saja.

Selebihnya Pak Jokowi selalu tersenyum. Entah kondisi negara sedang tak baik, presiden kita ini selalu menyunggingkan senyuman di hadapan kamera wartawan.

Soal Pak Jokowi nangis nggero-nggero di belakang kamera atau di kamar pribadi, itu bukan urusan saya. Yang jelas, dihadapi rakyat, mau diwakili kamera atau tidak, Pak Jokowi selalu bisa menyembunyikan kesedihannya. Barangkali Pak Jokowi berprinsip bahwa biar beliau saja yang sedih, rakyat mah jangan.

Ya wijina atau sanggup menciptakan ketentraman

Di samping bijaksana, Pak Jokowi juga terkenal sebagai pemimpin yang bisa menciptakan ketentraman. Ketika muncul suatu konflik, Pak Jokowi selalu menenangkan rakyatnya. Contohnya dengan memohon rakyatnya tetap tenang dalam menghadapi Covid-19.

Saat kerusuhan membuncah, di mana seluruh elemen masyarakat tumpah ruah ke jalan berdemo menuntut RUU Cilaka agar tak disahkan. Pak Jokowi sanggup menciptakan ketentraman—buat dirinya sendiri—dengan berkunjung ke Kalimantan.

Natangwan atau memperoleh kepercayaan dan menjunjung tinggi kepercayaan

Barangkali di dunia ini, hanya Pak Jokowi lah pemimpin yang mendapatkan kepercayaan penuh dari rakyatnya. Beliau juga menjunjung tinggi kepercayaan itu. Pak Jokowi punya rasa tanggung jawab mengemban kepercayaan yang diberikan para kader dan relawan rakyat.

Hal itu dibuktikan Pak Jokowi dengan mengangkat para menteri dari partai yang mendukungnya. Tak ketinggalan juga memberikan kursi komisaris secara cuma-cuma kepada para relawan yang sejak 2014 menaruh kepercayaan pada Jokowi.

Dwiyacita atau mau mendengarkan orang lain dan bermusyawarah 

Mungkin di antara kita berpikir bahwa Pak Jokowi ini tipikal pemimpin yang ogah mendengarkan pendapat orang lain. Namun, kalian perlu menyadari bahwa Pak Jokowi ini mau kok mendengarkan pendapat orang lain. Pun untuk urusan bermusyawarah.

Kita sering mendengar beberapa kali ada rapat kabinet. Jokowi juga tak jarang mengajak diskusi. Mulai anak muda, pedagang, nelayan, sampai artis pun diajak diskusi merumuskan ide-ide kebijakan.

Anarsaken musuh atau menghadapi musuh yang menganggu kedaulatan negara

Pak Jokowi selalu memposisikan diri berada di barisan paling depan ketika Indonesia mendapatkan ancaman. Segala sesuatu yang mengganggu kedaulatan dan stabilitas negara akan dibabat. Tak terkecuali yang mengganggu investor masuk ke Indonesia.

“Yang menghambat investasi akan kita pangkas,” begitu kata Jokowi.

Tak hanya musuh dari luar, Pak Jokowi juga akan menindak tegas siapa saja yang menghambat kebijakan. Beliau tak segan-segan memerintahkan para anak buahnya. Seperti saat ada demo dan ontran-ontran di Papua sana.

BACA JUGA Rekomendasi Podcast Seru yang Bisa Didengar di Sela-sela Kesibukan dan tulisan Muhammad Arsyad lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 19 November 2020 oleh

Tags: gadjah madaJokowiUU Cipta Kerja
Muhammad Arsyad

Muhammad Arsyad

Warga pesisir Kota Pekalongan, penggemar Manchester United meski jarang menonton pertandingan. Gemar membaca buku, dan bisa disapa di Instagram @moeharsyadd.

ArtikelTerkait

penangguhan penahanan gugatan hukum RCTI mojok.co

Hukum Lebih Menyenangkan Dipelajari Lewat Buku daripada Lewat Kenyataan

19 November 2020
demonstrasi tolak omnibus law uu cipta kerja garut pt chang shan reksa jaya alasan buruh ikut aksi mojok.co

Bertanya Langsung Alasan Buruh Garut Ikut Demo Omnibus Law Cipta Kerja 

9 Oktober 2020

Artikel Balasan: Gagasan Penambahan Masa Jabatan Presiden Jadi Tiga Periode Itu Salah dan Patut Diributkan

18 Juni 2021
selow

Melihat Ke-selow-an Kaesang sebagai Kunci Mendinginkan Panasnya Medsos

21 Juli 2019
puan maharani dpr Pak RT mojok

4 Alasan Puan Maharani Adalah Ketua DPR RI Terbaik Sepanjang Sejarah

7 Oktober 2020
Surakarta Semakin Mirip Jogja Semakin Tidal Ideal untuk Pensiun (Unsplash)

Kenaikan Tingkat Kriminalitas dan Semakin Semrawut, Surakarta Sudah Bukan Lagi Tempat yang Ideal untuk Pensiun seperti Jogja

1 Maret 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Hal yang Menjebak Pengendara di Jalan Parangtritis Jogja, Perhatikan demi Keselamatan dan Kenyamanan Bersama

5 Hal yang Menjebak Pengendara di Jalan Parangtritis Jogja, Perhatikan demi Keselamatan dan Kenyamanan Bersama

17 Januari 2026
Bakmi Krinjing, Kuliner Kulon Progo yang Kalah Pamor dari Bakmi Jawa tapi Sayang Dilewatkan Begitu Saja

Bakmi Krinjing, Kuliner Kulon Progo yang Kalah Pamor dari Bakmi Jawa tapi Sayang Dilewatkan Begitu Saja

14 Januari 2026
Jalan Daendels Jogja Kebumen Makin Bahaya, Bikin Nelangsa (Unsplash)

Di Balik Kengeriannya, Jalan Daendels Menyimpan Keindahan-keindahan yang Hanya Bisa Kita Temukan di Sana

13 Januari 2026
Tugas Presentasi di Kampus: Yang Presentasi Nggak Paham, yang Dengerin Lebih Nggak Paham

Tugas Presentasi di Kampus: Yang Presentasi Nggak Paham, yang Dengerin Lebih Nggak Paham

17 Januari 2026
Coach Jualan di Shopee untuk Rakyat Jelata yang Gajinya Nggak Seberapa tapi Keinginannya Nggak Kira-kira

Coach Jualan di Shopee untuk Rakyat Jelata yang Gajinya Nggak Seberapa tapi Keinginannya Nggak Kira-kira

12 Januari 2026
KA Sri Tanjung, Penyelamat Mahasiswa Jogja Asal Banyuwangi (Wikimedia)

Pengalaman Naik Kereta Sri Tanjung Surabaya-Jogja: Kursi Tegaknya Menyiksa Fisik, Penumpangnya Menyiksa Psikis

13 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi “Konsumsi Wajib” Saat Sidang Skripsi
  • Kengerian Perempuan saat Naik Transportasi Umum di Jakarta, Bikin Trauma tapi Tak Ada Pilihan dan Tak Dipedulikan
  • Pascabencana Sumatra, InJourney Kirim 44 Relawan untuk Salurkan Bantuan Logistik, Trauma Healing, hingga Peralatan Usaha UMKM
  • Luka Perempuan Pekerja Surabaya: Jadi Tulang Punggung Keluarga, Duit Ludes Dipalak Kakak Laki-laki Nggak Guna
  • Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri
  • Gotong Royong, Jalan Atasi Sampah Menumpuk di Banyak Titik Kota Semarang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.