6 Alasan Jatinangor Selalu Berhasil Bikin Kangen walau Punya Banyak Kekurangan 

6 Alasan Jatinangor Selalu Berhasil Bikin Kangen walau Punya Banyak Kekurangan Mojok.co

6 Alasan Jatinangor Selalu Berhasil Bikin Kangen walau Punya Banyak Kekurangan  (wikipedia.org)

Jatinangor identik dengan mahasiswa. Daerah ini memang dekat dengan kampus-kampus unggulan seperti UNPAD, ITB, hingga IPDN. Tidak heran kalau daerah ini punya tempat tersendiri di hati banyak orang. 

Seperti di banyak daerah lain, Jatinangor jelas menyimpan persoalan khas daerah yang padat. Salah satu yang menjadi sorotan adalah buruknya akses bagi pejalan kaki. Persoalan ini pernah dibahas dengan apik di salah satu tulisan Terminal Mojok dengan judul Trotoar Jatinangor Bukan Tempat Jalan Kaki, tapi Tempat Uji Kekebalan Tubuh dan Memperpendek Usia

Walau Jatinangor banyak kekurangannya, banyak orang betah di sana. Bahkan, mahasiswa yang lulus hampir selalu sendu ketika tahu bakal meninggalkan daerah ini. Begitu pula dengan saya yang sudah cukup lama meninggalkan Jatinangor, rasanya sangat kangen. 

Bukan hanya masalah asmara dan kehidupan mahasiswa, ada beberapa hal di Jatinangor yang bikin betah mahasiswa sampai-sampai berat balik ke kampung halaman atau pindah ke tempat lain. 

#1 Jatinangor surganya kuliner dengan harga yang ramah di kantong

Setiap sudut Jatinangor pasti menawarkan beraneka ragam kuliner yang sulit dilewatkan oleh mahasiswa. Tidak hanya rasa yang sulit dilupakan lidah, tapi juga harganya yang terlewat ramah. Banyak warga lokal kemudian membuka usaha makanan karena benar-benar cuannya besar. Tidak heran, kalau semakin ke sini, semakin banyak kedai-kedai makanan kekinian yang menarik di mata mahasiswa. 

Baca juga: 4 Warung Makan di Jatinangor yang Buka Dini Hari.

 #2 Warga lokal Jatinangor ramah-ramah

Jatinangor merupakan kawasan Jawa Barat yang identik dengan bahasa Sunda. Warga lokal di sini terkenal ramah kepada para pendatang, terutama mahasiswa. Bahkan ibu kosnya pun sudah seperti orang tua sendiri. Hal ini yang membuat mahasiswa menjadi betah karena perlakuan warga lokal yang ramah. Mereka juga tentunya terbantu dengan keberadaan mahasiswa karena dapat menggerakkan perekonomian di Jatinangor.

#3 Banyak tempat yang buka 24 jam

Banyak tempat di Jatinangor yang buka selama 24 jam. Tidak mengherankan sih, kawasan ini memang dihuni oleh lautan mahasiswa yang kadang tidak kenal waktu. Tempat-tempat tersebut menjadi surga bagi mahasiswa yang kelaparan di tengah malam karena capek ngerjain tugas dan nggak masak di kosannya. Tempat yang buka sepanjang hari juga selalu dihuni oleh mahasiswa akhir yang berjuang menyelesaikan skripsinya.

#4 Ke mana-mana mudah karena banyak pilihan transportasi

Akses transportasi di Jatinangor lumayan mudah. Tidak semudah dan terintegrasi seperti di Jakarta sih, tapi cukuplah bagi warganya. Di sini tersedia berbagai macam angkutan umum mulai dari angkot, bus, ojek pangkalan, sampai transportasi online. Minusnya transportasi umum di sini tidak beroperasi 24 jam kecuali kalau kamu memanfaatkan transportasi online yang biasanya tersedia kapan saja.

Baca juga: Panduan Memilih Angkutan Umum di Jatinangor bagi Calon Mahasiswa Baru, Beda Warna Beda Tujuan!

#5 Di Jatinangor banyak pilihan kos yang murah dan dekat ke kampus

Kos-kosan dan Jatinangor bak dua entitas yang tidak bisa dipisahkan. Maklum saja, banyak mahasiswa perlu tempat tinggal di daerah ini. Itu mengapa kos-kosan di sana tersedia dengan rentang harga beragam. Bahkan, mahasiswa masih bisa menemukan kos murah, dekat kampus, dan fasilitasnya manusiawi. 

Dulu, saya pernah mengontrak dengan harga sewa Rp300 ribu per bulan. Meski murah, fasilitasnya mencukupi ada mushola, dan tentunya nggak seram.

#6 Lingkungan yang cocok untuk menimba ilmu

Jatinangor menjadi salah satu tempat yang cocok untuk menimba ilmu. Sebagian besar warganya juga merupakan mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Saya juga bahkan tidak bisa membedakan mana warga lokal maupun mahasiswa karena saking banyaknya pendatang di sini. Tidak terbayang akan sesepi apa Jatinangor kalau tidak ada kampus yang berdiri.

Saya yakin, Jatinangor punya tempat tersendiri bagi mahasiswa yang pernah tinggal di sana. Ada berbagai kenangan manis dan pahit yang tidak bisa diulang sehingga sulit untuk melupakannya. Itu mengapa, untuk kalian yang saat ini masih tinggal di Jatinangor, nikmatilah saat-saat itu. 

Penulis: Erfransdo
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA 10 Istilah di Unpad yang Perlu Diketahui Mahasiswanya biar Nggak Dikira Kuper.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Exit mobile version