Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Media Sosial

Akun Shitposting Kampus, Oase di tengah Gersangnya Kritik untuk Kampus

Ahmad Yusrifan Amrullah oleh Ahmad Yusrifan Amrullah
9 Februari 2023
A A
Akun Shitposting Kampus, Oase di tengah Gersangnya Kritik untuk Kampus

Akun Shitposting Kampus, Oase di tengah Gersangnya Kritik untuk Kampus (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Akun shitposting kampus lebih vokal dalam mengkritik kampus, ketimbang badan yang harusnya jadi penyeimbang kekuasaan

Beberapa waktu terakhir kita tentu mengetahui bagaimana dinamika kritik di Indonesia. Fenomena kritik tangkap dengan dalih pencemaran nama baik adalah salah satu dari beberapa alat pukul yang mampu membuat bungkam masyarakat. Diakui atau tidak, ada pola kemiripan antara Orde Baru dan Pemerintah sekarang dalam memandang kritik. Belum lagi dengan RUU baru yang semakin embuh. Bukan hanya sebagai alat pukul yang sekadar membungkam mulut, RUU baru bisa menjadi alat pukul yang menikam jantung.

Sayangnya, respons yang kurang baik dalam menanggapi kritik bukan hanya dilakukan oleh pemerintah, tapi juga dilakukan oleh kampus yang (katanya) miniatur dari negara itu sendiri. Sudah berapa kali kita membaca berita mahasiswa yang disanksi karena demo kepada pimpinan kampusnya sendiri. Beberapa kasus pembekuan UKM karena mengkritik pimpinan kampus, sekalipun tidak dibekukan, UKM yang dianggap berbahaya kebanyakan tidak dipermudah dalam hal pendanaan.

Hal yang tak kalah menjengkelkan adalah bagaimana anak penerima Bidikmisi yang mendapat ancaman pencabutan beasiswa jika mengikuti demonstrasi, yang nggak waras siapa? Mbuh. Kampus, yang seharusnya menjadi tempaan pemikiran dan kepekaan malah menjadi amplas yang membuat dua hal tersebut menjadi tumpul.

Belum lagi jika mahasiswa yang duduk di birokrasi (BEM/DEMA/semacamnya) yang juga tumpul kepekaannya terhadap mahasiswa di kampusnya (atau pura-pura tumpul?). Sebagai mahasiswa yang biasa-biasa saja tentu berharap kepada mahasiswa yang tidak biasa-biasa saja. Begini, mereka yang sering izin perkuliahan untuk rapat organisasi, atau izin telat mengumpulkan tugas dengan alasan serupa tentu harapannya adalah mewakili keresahan para mahasiswa biasa saja seperti saya. Seperti penurunan UKT, pembaharuan fasilitas kampus yang usianya seperti sudah seabad, kejelasan jadwal wisuda, keterbukaan keuangan, jaringan kerjasama kampus yang mentok hanya se-kabupaten dan lain-lain.

“Lha, kalau mahasiswa tidak biasa seperti mereka juga tumpul kritiknya, lantas harapan mahasiswa biasa saja harus pada siapa?” begitu pikiran saya yang juga dirasakan beberapa teman mahasiswa yang sama biasa saja.

Sampai beberapa waktu kemudian saya menemukan akun shitposting yang berisi kritik lucu nan pedas terhadap kampus. Kritik khas meme yang mudah dicerna dengan cepat dan mengenyangkan, yang lebih membuat riang adalah akun tersebut bukan hanya mengkritik kampus, tapi segala sesuatu yang ada di dalamnya. Termasuk BEM/DEMA/semacamnya.

Hal ini tentu saja membuat bahagia, bagaimana tidak. Organisasi-organisasi yang beberapa kali berteriak mengatasnamakan rakyat, penindasan, ketertinggalan atau apa pun yang berisi bualan ketika kampanye atau apalah itu tapi tidak bergerak ketika benar bahwa ada mahasiswa yang menjadi yatim piatu tapi ditolak banding UKT-nya atau fasilitas kampus yang sudah reot tapi diam saja.

Baca Juga:

Lelang Lawas: Ketika Nasibmu Ditentukan Sniper Bid Satu Detik

Akun Cantik Ganteng Pencatut Nama Kampus Itu Gunanya Apa, sih?

Sebenarnya akun-akun shitposting sejenis bukan hanya ada di kampus, banyak akun-akun yang juga secara militan melakukan kritiknya terhadap pemerintahan. Lebih trengginas bahkan. Kritik dengan meme bukan suatu hal yang bisa dianggap sebelah mata, terlebih berisi keresahan-keresahan terhadap negara. Akun shitposting membawa kesegaran, menjadi oase di tengah tandusnya pemikiran kritis atau kritik kepada kampus bahkan pemerintahan. Kritik yang memang seharusnya dilakukan oleh akun-akun lain tapi hanya diam saja. Akun-akun tersebut menjadi oposisi, baik dari kampus dan organisasi yang seharusnya menjadi oposisi dari kampus itu sendiri.

Kita semua mengetahui bahwa kekosongan oposisi hanya akan membuat penguasa makin semena-mena. Hal tersebut bukan hanya berlaku pada birokrasi di skala pemerintahan, tapi juga universitas yang (konon) katanya adalah miniatur dari sebuah negara. Ketiadaan tersebut menumbuhkan pemikiran bahwa yang seharusnya beroposisi malah berkoalisi pada birokrasi yang kemudian bertambah gemuk, buncit nan hampa.

Memang jika dilihat secara sekilas, akun shitposting tidak berefek langsung terhadap kampus, tapi saya yakin akun-akun tersebut membuat orang-orang yang ada di birokrasi menjadi risih. Hal ini dibuktikan dengan beberapa kali adanya usaha untuk melaporkan bahkan meretas akun-akun shitposting. Selain membuat resah, saya juga yakin apa yang di-upload, meski terlihat receh, juga berisi kritik yang juga membuka mata mahasiswa-mahasiswa biasa saja agar lebih melek, agar lebih banyak memiliki sudut pandang dalam melihat birokrasi yang ada di kampus. Dengan caranya sendiri, mereka melakukan hal-hal yang sepatutnya dilakukan oleh orang lain.

Saya jadi berpikir, ketika tugas tersebut malah dilakukan oleh akun shitposting, lalu mereka yang seharusnya melakukan itu ngapain?

Penulis: Ahmad Yusrifan Amrullah
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Tidak Ada Batman di Babarsari Gotham City

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya

Terakhir diperbarui pada 9 Februari 2023 oleh

Tags: akunkritikan terhadap kampusshitposting
Ahmad Yusrifan Amrullah

Ahmad Yusrifan Amrullah

Berusaha ganteng lahir batin.

ArtikelTerkait

Panduan Cepat untuk Jadi Sosok yang Terkenal di Twitter terminal mojok.co

Panduan Cepat untuk Jadi Sosok yang Terkenal di Twitter

30 November 2020
Lelang Lawas: Ketika Nasibmu Ditentukan Sniper Bid Satu Detik

Lelang Lawas: Ketika Nasibmu Ditentukan Sniper Bid Satu Detik

6 Juni 2022
Akun Cantik Ganteng Pencatut Nama Kampus Itu Gunanya Apa, sih?

Akun Cantik Ganteng Pencatut Nama Kampus Itu Gunanya Apa, sih?

6 Juni 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dilema Warga Brebes Perbatasan: Ngaku Sunda Muka Tak Mendukung, Ngaku Jawa Susah karena Nggak Bisa Bahasa Jawa

Brebes Punya Tol, tapi Tetap Jadi Kabupaten Termiskin di Jawa Tengah

10 April 2026
Ringroad Jogja Butuh JPO, sebab Pejalan Kaki Juga Butuh Rasa Aman dan Berhak untuk Merasa Aman

Ringroad Jogja Butuh JPO, sebab Pejalan Kaki Juga Butuh Rasa Aman dan Berhak untuk Merasa Aman

7 April 2026

Di Jajaran Mobil Bekas, Kia Picanto Sebenarnya Lebih Mending daripada Suzuki Karimun yang Banyak Dipuja-Puja Orang

8 April 2026
Tas ASUS Adalah Tas Terbaik dan Paling Awet yang Pernah Saya Pakai

Tas ASUS Adalah Tas Terbaik dan Paling Awet yang Pernah Saya Pakai

9 April 2026
Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup Pola Pikir Pecundang (Unsplash)

Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup untuk Hidup dan Berpotensi Bikin Pekerja Tetap Miskin Adalah Pola Pikir Pecundang yang Nggak Tahu Cara Bertahan Hidup

6 April 2026
Hidup di Desa Nggak Selamanya Murah, Social Cost di Desa Bisa Lebih Mahal daripada Biaya Hidup Sehari-hari karena Orang Desa Gemar Bikin Hajatan

Pindah ke Desa Bukan Solusi Instan Saat Muak Hidup di Kota Besar, apalagi bagi Kaum Introvert, Bisa-bisa Kena Mental

5 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia
  • #NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI
  • Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elite dan Realitas yang Sulit

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.