Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Personality

Tipe-Tipe Orang Berdasarkan Kaos Band yang Dipakai

Iqbal AR oleh Iqbal AR
13 Agustus 2019
A A
kaos band

kaos band

Share on FacebookShare on Twitter

Bagi para musisi, merchandise seperti kaos adalah sumber pemasukan baru. Pemasukan musisi dari merchandise, adalah pemasukan terbesar kedua setelah dari hasil manggung. Fenomena kaos band ini memang tak pernah mati. Ya selama ada musik, maka kaos band akan tetap ada. Bahkan ada juga yang bandnya sudah nggak ada, tapi kaos bandnya masih beredar di mana-mana.

Tapi tren itu udah mulai bergeser. Saat ini, kalau kita lihat orang pakai kaos band, belum tentu dia mendengarkan lagu-lagu dari band tersebut. Bisa jadi dia hanya pakai biar dikira keren, atau hanya ikut-ikutan saja. Ya nggak ada masalah sebenarnya, asalkan kaos yang dipakai asli rilisan band tersebut. Tapi bagi sebagian orang, fenomena ini dianggap nggak asik, karena ya cuma ikut-ikutan aja.

Nah, dari cukup banyaknya orang yang pakai kaos band, bisa diidentifikasi tipe-tipe orang yang memakainnya. Mulai dari yang ngerti musik banget, sampai yang nggak ngerti banget soal musik. Saya coba mengidentifikasi beberapa kaos band yang paling sering dipakai, dan tipe orang-orangnya. Ini berdasarkan kejadian dan orang-orang yang saya temui.

  1. Pakai Kaos Band “Oasis” dan “Nirvana.” Emangnya Ngikutin Keduanya?

Kedua kaos ini bisa dibilang kaos sejuta umat. Mulai dari anak-anak sampai orang dewasa, pernah saya jumpai memakai kaos kedua band ini. Entah asli atau tidak, tapi ya keren aja sih lihat orang pakai kaos kedua band ini. Band yang aktif di tahun 90 an ini memang punya pengaruh besar bahkan sampai saat ini. Kaos-kaosnya juga masih beredar meskipun bandnya sudah bubar.

Ironisnya, dari banyaknya yang pakai kaos kedua band ini, paling hanya setengahnya yang benar-benar tahu bandnya dan lagu-lagu nya. Kebanyakan dari mereka hanya tahu Nirvana dari “Smells Like Teen Spirit” dan tahu Oasis dari “Don’t Look Back In Anger” saja. Nggak tahu lagu-lagu lainnya. Jangankan lagu, personilnya aja paling nggak tahu namanya.

Orang-orang seperti ini biasanya orang yang pingin dibilang “orang musik” atau “anak musik” tapi bingung mulai dari mana. Walhasil pakai baju Nirvana dan Oasis aja yang banyak di pasaran. Coba aja kalau ketemu orang yang pakai kedua baju ini, tapi kurang meyakinkan, tanya aja tentang seluk beluk Nirvana dan Oasis. Paling juga kicep.

  1. Pakai Kaos Band “Seringai.” Asal Sangar Lah Pokoknya.

Kalau band lokal, ini salah satu kaos band yang sering dipakai oleh anak-anak mudanya. Kaos dari band cadas asal Jakarta ini memang bagus dari segi desainnya. Saya salah satu orang yang kepincut untuk beli beberapa kaos band ini. Apalagi kaos yang kolaborasi sama Raisa, sepertinya hampir semua orang punya. Selain desainnya bagus, lagu-lagunya juga bagus sih. Ya walaupun saya baru bisa beli satu albumnya dan baru sekali nonton konsernya.

Banyak anak-anak muda yang pakai kaos band ini hanya ingin terlihat sangar saja. Termasuk saya, pada awalnya. Ya anak-anak semacam ini hampir setengahnya pasti jarang datang ke konsernya band tersebut. Saya saja baru sekali bisa nonton langsung konsernya. Anak-anak seperti ini biasanya hanya ingin terlihat sangar dan keren aja di tongkrongan. Biasanya, lho ya.

Baca Juga:

Apa pun Seleranya, Dosa Saat Makan Bakso Jelas Ra Mashok!

Lagu ‘Aku Bukan Superman’ Mengandung Lirik Kelam yang Salah Banget

  1. Pakai Kaos “Homicide”. Memang Kritis atau Hanya Pingin Dibilang Kritis?

Setuju atau tidak, grup ini memang legendaris. Saya sebut grup karena mereka memang grup hip-hop, bukan band yang main full instrumen gitu. Grup ini juga terkenal dengan lirik-liriknya yang kritis, tajam dan menohok. Cocok lah kalau didengarkan oleh anak-anak yang kritis atau ngakunya kritis. Meskipun grup ini sudah bubar, tapi kaosnya masih bisa dijumpai di mana-mana.

Orang-orang yang pakai kaos ini, hampir bisa dipastikan orang-orang yang punya pemikiran kritis, meskipun banyak yang pakai kaos ini biar dibilang sok kritis. Kalau mau ketemu orang-orang yang pakai kaos ini, datang aja ke forum-forum diskusi, bedah buku, atau di demo-demo mahasiswa. Pasti ada dua atau tiga orang yang pakai kaos ini.

  1. Kaos “Alan Walker.” Kaosnya Bocah-Bocah Gaul.

Sebelumnya saya mau minta maaf, karena saya nggak tahu sama sekali siapa Alan Walker ini. Saya tahunya ya Paul Walker, yang ternyata bukan saudara meskipun sama-sama Walkernya. Saya tahu ini dari kaos-kaos yang dipakai bocah-bocah di sekitar rumah saya. Mereka merasa kerena aja kayaknya ketika pakai kaos ini. Mungkin ini kaos anak-anak ya. Ah, nggak tahu lah. Pokoknya banyak bocah-bocah yang pakai.

Ya itulah beberapa tipe-tipe orang berdasarkan kaos band yang dipakai. Kalau saya sih jujur ada di nomor tiga. Pakai kaosnya Seringai biar keren dan sangar aja lah pokoknya. Yang penting beli sendiri, nggak mencuri, dan yang penting nggak beli bajakan. (*)

 

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) yang dibikin untuk mewadahi sobat julid dan (((insan kreatif))) untuk menulis tentang apa pun. Jadi, kalau kamu punya ide yang mengendap di kepala, cerita unik yang ingin disampaikan kepada publik, nyinyiran yang menuntut untuk dighibahkan bersama khalayak, segera kirim naskah tulisanmu pakai cara ini.

Terakhir diperbarui pada 4 Februari 2022 oleh

Tags: anak indieanak musikband musikkaos bandseleraTren Masa Kini
Iqbal AR

Iqbal AR

Penulis lepas lulusan Sastra Indonesia UM. Menulis apa saja, dan masih tinggal di Kota Batu.

ArtikelTerkait

slang

Mengapa Bucin, Kepo, dan Bahasa Slang Lainnya Harus Benar-Benar Kita Tahu Artinya?

29 Agustus 2019
promag

Anak Indie: Karib dengan Senja dan Kopi Sampai Promag dan Sarimi

13 September 2019
bule kambuhan

‘Bule Kambuhan’ yang Hanya Muncul di Saat Musim Liburan Sekolah

10 Agustus 2019
Penyambutan Tokoh Ormas Boleh, Konser Musik Harusnya Juga Boleh, dong? terminal mojok.co

Dangdut Koplo di Kalangan Pemuda: Sempat Dianggap Norak, Sekarang Malah Semarak

15 Agustus 2019
eksploitasi

Benarkah Kpopers Sering Jadi Objek Eksploitasi?

11 Oktober 2019
menu

Tak Ada Kata ‘Aja’ di Menu Selera Pilihanmu

22 Agustus 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ringroad Jogja Butuh JPO, sebab Pejalan Kaki Juga Butuh Rasa Aman dan Berhak untuk Merasa Aman

Ringroad Jogja Butuh JPO, sebab Pejalan Kaki Juga Butuh Rasa Aman dan Berhak untuk Merasa Aman

7 April 2026
Tas ASUS Adalah Tas Terbaik dan Paling Awet yang Pernah Saya Pakai

Tas ASUS Adalah Tas Terbaik dan Paling Awet yang Pernah Saya Pakai

9 April 2026
Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas Mojok.co

Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas

6 April 2026
Dilema Lulusan D4: Gelar Sarjana Terapan, tapi Dianggap D3 yang “Magang” Kepanjangan dan Otomatis Ditolak HRD karena Bukan S1

Dilema Lulusan D4: Gelar Sarjana Terapan, tapi Dianggap D3 yang “Magang” Kepanjangan dan Otomatis Ditolak HRD karena Bukan S1

8 April 2026
Stop Menjadikan Kerak Telor Sebagai Ikon Kuliner Betawi karena Memang Tidak Layak dan Terkesan Eksklusif

Stop Menjadikan Kerak Telor Sebagai Ikon Kuliner Betawi karena Memang Tidak Layak dan Terkesan Eksklusif

9 April 2026
Rindu Kota Batu Zaman Dahulu yang Jauh Lebih Nyaman dan Damai daripada Sekarang Mojok.co apel batu

Senjakala Apel Batu, Ikon Kota yang Perlahan Tersisihkan. Lalu Masih Pantaskah Apel Jadi Ikon Kota Batu?  

10 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Kuliah Jurusan Sepi Peminat Unsoed Purwokerto, Jadi Jalan Wujudkan Mimpi Ortu karena Tak Sekadar Kuliah
  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia
  • #NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.