Lagu 'Aku Bukan Superman' Mengandung Lirik Kelam yang Salah Banget – Terminal Mojok

Lagu ‘Aku Bukan Superman’ Mengandung Lirik Kelam yang Salah Banget

Artikel

Bayu Kharisma Putra

Macho, selalu digambarkan dengan otot besar dan badan tegap. Bad boy juga terkadang dianggap sebagai indikator macho. Di kampung saya, asal punya motor bobokan, rambut dicat warna-warni, kuku jempol dipanjangin, biasanya disebut macho dan bad boy, ewww. Begitu pula dengan istilah “boys dont cry”. Istilah laknat yang seharusnya tak diciptakan untuk menunjukkan ke-macho-an seseorang. Seperti sebuah lagu “Aku Bukan Superman” dari band The Lucky Laki, besutan Republik Cinta.

Ada Al pada gitar dan vokal, Dul pada bass dan vocal, serta El pada drum dan vocal. Lagu pertama mereka “Aku Bukan Superman”, mengantarkan mereka ke puncak popularitas yang sebetulnya sudah mereka miliki sejak mbrojol ke dunia.

Mungkin jarang yang menyadari, jika lagu ini menyimpan sisi kelam dalam hal hubungan keluarga. Begitu juga saya, saat mendengarkan lagu ini di masa bocil saya yang indah, saya tak menangkap hal yang janggal di lagu ini. Kita bedah liriknya, biar cetho welo-welo. Berikut beberapa bagian dalam lirik lagu tersebut yang agak gimana gitu.

Ayahku selalu berkata padaku
Laki-laki tak boleh nangis
Harus selalu kuat harus selalu tangguh
Harus bisa jadi tahan banting

Tangguh dan kuat menurut babenya, diibaratkan dengan antitangis. Dengan menangis, berarti anaknya nggak tahan banting. Padahal menangis itu hal wajar, untuk umur berapa pun dan tak terikat jenis kelamin.

Ayahku selalu memarahi aku
Jika jatuh air mataku
Kata ayah selalu
Air mata itu adalah tanda kelemahan

Seperti kebanyakan pria dewasa, seorang ayah tak memperbolehkan si anak menangis. Sebab air mata dianggap sebagai bentuk kelemahan. Sering kali, para orang tua ngomong gini ke anaknya, “Cengeng banget!” atau “Cowok nggak boleh nangis, kayak perempuan saja!” Di situlah letak kesalahannya. Budaya kita, menganggap hanya wanita yang berhak menangis dan ini tergambar jelas di lagu “Aku Bukan Superman”. Tentu saja, karena wanita juga diberi stigma lebih lemah dari laki-laki sehingga saat pria menangis, ia akan dipermalukan oleh lingkungannya.

Ayahku tersayang maafkanlah aku
Jika aku masih menangis
Masih belum bisa
Menjadi seperti apa yang ayah selalu mau

Gambaran pria tangguh yang terbentuk dari budaya dilarang menangis, nyatanya melahirkan para pria rapuh. Rapuh secara emosional tentunya. Saat doktrin pria dilarang menangis dipaksakan sejak kecil, seseorang akan tumbuh menjadi pria yang kesulitan mengatur amarah. Banyak kasus, pria yang kena doktrin boys dont cry, menjadi pria yang tak memiliki empati. Tak semua, tapi hampir semua seperti itu.

Banyak orang yang menganggap menangis itu lemah, terutama untuk pria. Padahal, tangisan itu adalah salah satu bentuk ekspresi manusia yang wajar. Terutama jika masih anak-anak. Menangis, adalah salah satu cara berekspresi yang paling digemari oleh anak-anak. Yang penting, jangan sampai anak jadi bombongan. Kita yang harus memberi pengertian jika menangis itu baik. Asal sesuai kaidahnya. Saat sakit, sedih, atau karena kasihan. Kita perlu memberi batasan, bukan ujug-ujug melarang semua jenis tangis. Setidaknya itu kata para ahli dan psikolog yang pernah saya temui.

Pada akhirnya, setiap kali akan menangis, si anak akan menahannya karena malu. Doktrin jika menangis itu lemah dan seperti perempuan, sudah terlanjur melekat. Padahal, ada beberapa jenis emosi yang memang tepat jika diluapkan dengan menangis. Saat sudah terlanjur malu dan tak sudi menangis, orang akan kehilangan kontrol saat mendapati emosi serupa. Alhasil anger management-nya jadi kacau saat dewasa. Bukankah kita sering merasakan itu? Bingung bersikap, bingung berekspresi, mau nangis malu, jadi serba salah.

Aku bukanlah Superman
Aku juga bisa nangis
Jika kekasih hatiku
Pergi meninggalkan aku

Ini lirik lagu “Aku Bukan Superman” yang paling salah, salah banget. Superman itu sering nangis. Waktu patah hati dan galau, Superman nangis. Cari aja di komik dan filmnya. Bahkan, Superman ini gambaran makhluk dengan empati yang tinggi. Batman, yang paling luwah-luweh saja, pernah nangis. Kurang macho apalagi mereka itu. Menggunakan Superman sebagai lambang pria anti mewek adalah kesalahan fatal. Saya selaku fans DC nggak terima. Dia itu bucin juga, pernah nangis dan galau juga.

Kita berjanji tuk tidak lagi
Menangis karena cinta

Nah soal ini agak sulit. Kalau kata Rusdi Mathari, “Laki-laki memang tidak menangis, tetapi hatinya berdarah, Dik!” Menangislah saat ditinggal pergi, daripada mabok ciu, ewww. Betapa memendam rasa itu berbahaya. Menangislah karena Anda manusia biasa.

BACA JUGA Makna Lagu ‘Resah’ Payung Teduh yang Bikin Merinding atau tulisan Bayu Kharisma Putra lainnya.

Baca Juga:  Upah Minimum Jogja Sangat Humble, Sampai Ditertawakan Kuda Milik Kraton Jogja
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.
---
13


Komentar

Comments are closed.