Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Mengadakan Resepsi Outdoor Tanpa Atap Itu Bodoh Bukan Main

Bayu Kharisma Putra oleh Bayu Kharisma Putra
24 Desember 2020
A A
Mengadakan Resepsi Outdoor Tanpa Atap Itu Bodoh Bukan Main terminal mojok.co pernikahan outdoor konsep wedding

Mengadakan Resepsi Outdoor Tanpa Atap Itu Bodoh Bukan Main terminal mojok.co pernikahan outdoor konsep wedding

Share on FacebookShare on Twitter

Saya bisa disebut tukang dekor alias dekorator pernikahan. Pokoknya saya lumayan berpengalaman dan profesional. Bermacam jenis dekorasi sudah pernah saya kerjakan. Berbagai jenis resepsi dan kegilaan para empunya hajat yang menjengkelkan, pernah saya temui. Banyak juga para mempelai yang melangsungkan resepsi dengan tema yang nggak masuk akal. Tapi ya, biarin, selama saya bisa dan bayaran lancar, tentu tak mengapa. Pernah ada yang minta dekorasi ala Doraemon, Star Wars, Harry Potter, dan sebagainya. Menurut Anda itu aneh? Menurut saya tidak sama sekali. Saya sendiri sering, sering banget malah menerima permintaan yang lebih aneh, sekaligus teramat bodoh. Resepsi outdoor tanpa atap atau tenda alias tedeng aling-aling.

Mohon maaf jika anda pernah menikah atau ingin menikah dengan konsep ini. Ya menurut saya sih bodoh. Kebodohan pertama, cuaca. Okelah ada BMKG, ada dukun, ada pawang hujan, tapi Gusti Pangeran yang tetap pegang kuasa. Sudah berkali-kali saya temui dan mengalami properti dekor saya remuk dan rusak karena hujan. Karpet pasti basah, bunga jadi busuk, lampu korsleting, panggung jadi empang, dan masih banyak lagi.

Kadang pagi terang benderang, siang dikit byur, hujan mengguyur. Gini ya, Bund, hujan dan pernikahan itu ibarat Benyamin dan Abdul Hamied Arief, selalu bermusuhan. Kecuali kalau konsep pernikahannya memang main becekan, itu tak masalah. Bagaimana dengan properti yang rusak? Tekor diriku ini kalau ada kebodohan resepsi outdoor tanpa atap begini.

Belum lagi jika resepsi outdoor tanpa atap diadakan di hari yang cukup panas. Itu juga mengganggu. Dalam hal dekorasi, panas adalah musuh bunga. Bunga bisa cepat layu jika kena panas berlebih. Sebagai dekorator yang mengaku profesional, floral foam alias busa untuk bunga, saya kasih lebih banyak biar aman. Setidaknya ini trik buat meminimalisir risiko.

Tapi, urusan tamu, keluarga yang hadir, dan Anda sendiri sebagai mempelai yang pakai make-up tebal, bagaimana? Keringat sudah tentu mengucur akibat terik matahari. Oke, oke deh. Urusan ini bisa diakali pakai sewa blower dengan dry ice, tapi apa bisa mendinginkan lokasi resepsi? Butuh berapa banyak? Yang pelit sih enak, sewa dua aja dan ditaruh panggung lalu bersikap bodo amat. Nggak peduli sama tamu yang kegerahan. Make-up luntur sudah pasti terjadi dan MUA alias perias jadi lebih repot. Semua orang tak nyaman.

Bahkan beberapa kali saya temui di resepsi outdoor, stand makanan pun tanpa atap. Pokoknya mereka pengin kaya di pernikahan ala bule di YouTube itu. Padahal makanan kalau nggak ditutup kan jadi berkerak, Bro, jadi kering.

Pernah juga saya temui makanannya sampai kehujanan, semua pegawai katering kalang kabut, saya mau bantuin, tapi lagi repot nutup dekorasi dengan terpal plastik, persis kayak truk ngangkut pasir. 

Kalau kejadian begini apa ya nggak malu? Gimana tamunya mau makan, mau foto, mau nyumbang, rasanya pasti jadi males. Sudah begitu, yang disalahin akibat kekacauan ini malah WO atau dukun sewaan mereka. Heh, Mylov, itu salah kamu yang ngeyel resepsi outdoor tanpa atap.

Baca Juga:

Tidak Ada yang Sempurna dari Hajatan Nikah di Jawa Tengah, Banyak kok Kekurangannya

Mencantumkan Nomor Rekening di Undangan Nikah Bikin Tamu Merasa “Dipalak” secara Halus

Biasanya WO juga sudah menyarankan ini itu, namun kebanyakan mereka nggak nurut. Pokoknya harus kayak yang di New Zealand atau Inggris itu. Tolong lah, bedakan cuaca di sana dengan cuaca di Indonesia yang curah hujannya lumayan.

Terutama buat resepsi outdoor yang pestanya sampai malam. Kalau cuaca cerah, kelelawar datang, kalau agak mendung, laron yang datang. Oke, laron bagus di foto, tapi sering lho masuk ke makanan atau minuman. Pokoknya nggak asoy lah. Belum lagi yang nikah sewa kebun, hutan kota, dekat sawah, suka ada ular, kadang biawak.

Fotografer dan videografer juga sering kerepotan. Menata cahaya saat resepsi outdoor itu susah, masih harus ditambah bawa payung, baik panas maupun hujan. Musisi juga kesusahan, panas dan hujan pasti mengganggu performa. Sound system lebih repot lagi, terutama saat hujan. Kasihan lho kalau sampai alat mereka rusak. Coba juga bayangkan, para pengusaha rigging dan tenda, mosok kita kerja mereka nggak, kan kasihan. Sebab, sehebat apa pun dukun dan pawang hujan, tetap ada risiko gagal. Dan, sehebat apa pun hujan dan panas, tetap, tukang tenda dan rigging yang mampu menyelamatkan kita dari amukan cuaca.

Saya amat mengerti, resepsi outdoor itu memang impian banget. Tapi, kita juga harus ingat, tak semua bisa berjalan sesuai dengan yang direncanakan. Saran saya sih jangan dipaksakan, jangan ngeyel. Resepsi outdoor tanpa tenda itu bodoh, bodoh pakai banget. Sudahlah kita ikhlaskan saja angan-angan itu, Anda bukan Bella Swan yang menikahi Edward Cullen, tak perlu resepsi outdoor tanpa tenda.

Sebagai manusia yang berpengalaman dalam per-wedding-an duniawi, saya ingin Anda sekalian lebih bisa menerima kondisi cuaca di Indonesia yang memang sulit diprediksi. Kalau WO menyarankan sewa tenda, nurut saja, itu semua demi kelancaran acara, bukan agar makin banyak vendor ngasih komisi. Percaya deh, Bund, biar acaramu tak lantas “ajur mumur”.

Photo by Asad Photo Maldives via Pexels.com

BACA JUGA Nonton Film ‘Home Alone’ Adalah Cara Mudah Menyambut Natal bagi yang Tidak Merayakan dan tulisan Bayu Kharisma Putra lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 13 Agustus 2021 oleh

Tags: acara pernikahanpanduan resepsi pernikahan
Bayu Kharisma Putra

Bayu Kharisma Putra

Hanya salah satu dari jutaan manusia yang kebetulan ditakdirkan lahir dan tumbuh di bentangan khatulistiwa ini. Masih setia memegang identitas sebagai Warga Negara Indonesia, menjalani hari-hari dengan segala dinamika.

ArtikelTerkait

Repotnya Jadi Dekorator Pernikahan yang Belum Pernah 'Didekor' terminal mojok.co

Panduan Menyelenggarakan Resepsi Pernikahan di Era New Normal

8 Juni 2020
Tradisi Nyumbang dan Perihal Acara Pernikahan di Jepang terminal mojok

Tradisi Nyumbang dan Perihal Acara Pernikahan di Jepang

25 Oktober 2021
Electone Hajatan Pernikahan yang Bawain Lagu Galau Itu Merusak Momen Bahagia. Ingat, Kalian Disewa Empunya Hajat, Bukan Mantannya Pengantin!

Electone Hajatan Pernikahan yang Bawain Lagu Galau Itu Merusak Momen Bahagia. Ingat, Kalian Disewa Empunya Hajat, Bukan Mantannya Pengantin!

3 Juli 2024
Mencantumkan Nomor Rekening di Undangan Nikah Bukti bahwa Orang Memang Lebih Butuh Amplopnya daripada Kehadirannya

Mencantumkan Nomor Rekening di Undangan Nikah Bikin Tamu Merasa “Dipalak” secara Halus

11 Juli 2024
sarjana

Emang Kenapa Sih Kalau Sarjana Jadi Ibu Rumah Tangga?

21 Oktober 2019
5 Makanan Favorit Incaran Semua Orang di Acara Pernikahan Terminal Mojok

5 Makanan Favorit Incaran Semua Orang di Acara Pernikahan

7 Februari 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Alasan Samarinda Ideal untuk Bekerja, tapi Tidak untuk Menua

Pesut Adalah Simbol Kota Samarinda, tapi Orang Samarinda Sendiri Belum Pernah Lihat Pesut Secara Langsung

12 April 2026
Panduan Bertahan Hidup Warga Lokal Jogja agar Tetap Waras dari Invasi 7 Juta Wisatawan

Dear Wisatawan, Pakai Bahasa Jawa di Jogja Tak Lantas Bikin Harga Barang yang Kamu Beli Jadi Lebih Murah

13 April 2026
Stafaband, Situs “Musik Haram” yang Paling Berjasa (Pixabay)

Mengenang Kejayaan Stafaband, Situs “Haram” Paling Berjasa Bagi Akses Musik Kita yang Ternyata Masih Eksis Sampai Sekarang

12 April 2026
4 Hal yang Harus Penumpang Ketahui tentang Stasiun Duri, Si Paling Sibuk dan Melelahkan se-Jakarta Barat

Stasiun Duri Lebih Bikin Stres dari Manggarai: Peron Sempit, Tangga Minim, Kereta Lama Datang

9 April 2026
Kebumen Perlahan “Naik Kelas” dari Kabupaten Termiskin Jadi Daerah Wisata, Warlok yang Tadinya Malu Berubah Bangga Mojok.co

Kebumen Perlahan “Naik Kelas” dari Kabupaten Termiskin Jadi Daerah Wisata, Warlok yang Tadinya Malu Berubah Bangga

9 April 2026
4 Ciri Nasi Uduk Redflag yang Bikin Nggak Nafsu Makan (Wikimedia Commons)

4 Ciri Nasi Uduk Redflag yang Bikin Kecewa dan Nggak Nafsu Makan

11 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Jadi Sarjana di Desa, Bangga sekaligus Menderita: Dituntut Bisa Segalanya, tapi Juga Tak Dihargai Tetangga dan Dicap “Beban Keluarga”
  • PNS Pekerjaan Paling Menjanjikan, tapi Ada Orang yang Memilih Tak Menjadi Abdi Negara karena Tidak Mau Menggadaikan Kebebasan
  • Kecintaan Mengerjakan Skripsi di Jurusan Antropologi Unair, Malah Jadi “Donatur Tetap” dan Tersadar karena Nasihat Timothy Ronald
  • Pasang WiFi di Rumah Desa Boncos: Password Dipalak-Dicolong Tetangga, Masih Dicap Egois kalau Mati Disuruh Gali Kubur Sendiri
  • Tren “Aneh” Orang Jakarta: Nyicil iPhone Bukan karena Butuh, Alasannya Susah Dipahami Orang Miskin
  • Supra X 125 Adalah Motor Honda Penuh Penderitaan dan Nggak Masuk Akal, tapi Menjadi Motor Paling Memahami Derita Keluarga Muda

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.