Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Alasan Restoran Mewah Hidangkan Makanan Porsi Kecil tapi Harganya Selangit

Ayu Octavi Anjani oleh Ayu Octavi Anjani
2 Desember 2020
A A
Alasan Restoran Mewah Hidangkan Makanan Porsi Kecil tapi Harganya Selangit terminal mojok.co

Alasan Restoran Mewah Hidangkan Makanan Porsi Kecil tapi Harganya Selangit terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Pernah nggak, sih, mendambakan suatu saat bisa fine dining bersama pasangan? Seperti, makan malam di restoran mewah nan elegan. Kalau makan malam di restoran mewah dengan harga yang mahal tentu bisa membayangkan kelezatannya seperti apa. Seolah-olah bisa dirasakan sebelum makanan dihidangkan.

Selain rasa, porsi patut dipertimbangkan ketika memilih suatu restoran atau tempat makan lainnya. Namanya orang Indonesia. Ora sego ora kenyang, yang artinya selama belum makan nasi ya belum makan namanya. Nggak kenyang, Bro.

ADVERTISEMENT

Pernah beberapa kali saya melihat di film-film, ada adegan di mana banyak pasangan kekasih yang makan malam alias fine dining di restoran mewah. Ketika hidangan disajikan, saya nggak jarang mbatin: itu apa kenyang ya makan porsi kecil begitu? Mana harganya pasti mahal banget lagi. Nggak jarang juga saya perhatikan seporsi steak daging sapi ukuran super mini lengkap dengan saus dan sayur mayur yang juga sedikit jumlahnya.

Apa tidak merasa rugi merogoh kocek dalam-dalam hanya demi seporsi kecil hidangan yang entah membuat kenyang atau tidak. Mahasiswa kosan yang akhir bulan hobinya makan Indomie pasti nggak akan relate dengan hal ini. Ya, mending uangnya ditabung buat jajan cilor sama bakso bakar. Hehehe.

Ya, setiap orang kan beda-beda kebutuhan dan kebiasaannya. Kalau memang anak sultan ya sah-sah saja makan di restoran mewah dengan porsi kecil dan harga selangit itu. Kalau kayak saya yang biasa makan nasi dan oseng kangkung saja sudah cukup, agaknya memang nggak cocok dengan yang namanya fine dining.

Pihak restoran yang menghidangkan porsi kecil dengan harga selangit tentu nggak asal dong dalam mematok harga. Ada harga ada kualitas, begitu mungkin ungkapan yang pas. Pasti ada alasan paling masuk akal kenapa restoran mewah menghidangkan makanan porsi kecil dengan harga mahal tiada tara.

#1 Kualitas standar yang dijaga

Restoran “high end” biasanya memiliki kualitas standar yang sudah ditentukan sebelumnya. Alasan kenapa restoran semacam ini menyajikan hidangan dengan porsi kecil karena mereka menjaga kualitas standar. Bahan-bahan kualitas terbaik yang digunakan.

#2 Harga bahan baku yang mahal

Seperti yang sudah saya jelaskan di atas. Ada harga ada kualitas. Bahan makanan yang menjadi bahan baku makanan di restoran mahal biasanya menggunakan bahan-bahan yang mahal dan jarang ditemui di Indonesia. Bahan-bahan makanannya biasa impor dengan kualitas yang sangat baik. Jadi, nggak heran kalau makanan yang disajikan porsinya kecil dan mahal. Kalau porsi kuli ya rugi dong, Bund.

Baca Juga:

5 aturan tidak tertulis All You Can Eat yang sebaiknya ditulis saja karena banyak pembeli norak dan nggak peka

Setahun Jadi Pelayan Restoran Bintang Tiga, Saya Malah Kalah Jago Melayani Dibanding Dapur Keluarga Istri

#3 Porsi kecil dianggap elegan

Kalau makan di warteg biasanya ambil sendiri dengan porsi kuli. Alias kalau nasinya nggak banyak ya nggak kenyang. Belum lagi nanti nambah lagi dan lagi. Nggak salah, kok. Namun, ya kalau makan di warteg nggak bisa dianggap elegan. Beda dengan restoran mewah dengan menu makanan porsi kecil.

Porsi kecil itu dianggap elegan dan cantik. Saya rasa sih ini juga menyesuaikan dengan cara kita makan. Secara nggak langsung menunjukan status sosial masyarakat juga. Kalau di restoran mewah dan makanan porsi kecil tentu nggak bisa gerabakan seperti makan di warteg. Pokoknya disesuaikan dengan penampilan, lah.

#4 Memfokuskan pelanggan dengan kenikmatan cita rasa

Porsinya yang kecil, membuat pelanggan biasanya enggan cepat-cepat selesai makan. Kalau makan porsi kecil begitu ya sayang lah kalau ingin cepat-cepat pulang. Makan harus dihayati. Setiap rasa yang masuk ke mulut harus diresapi. Biar kalau sudah bayar mahal nggak rugi-rugi amat gitu.

Pelanggan akan senantiasa mengunyah makanan dengan penuh penghayatan. Makan perlahan-lahan juga nyatanya bagus untuk kesehatan. Kalau makan di warteg kan biasanya karena lapar dan ingin cepat-cepat kunyah lalu telan. Makan hidangan porsi kecil itu berbeda. Pelanggan cenderung mencari suasana berbeda ketimbang hanya memenuhi rasa lapar.

#5 Hidangan porsi kecil adalah seni

Koki yang memasak hidangan porsi kecil dituntut untuk selalu kreatif dalam melakukan plating. Plating biasa dilakukan ketika makanan akan disajikan dengan dihias semenarik mungkin. Restoran-restoran mewah pasti memikirkan hal semacam ini. Kalau hidangan tidak menarik, ya, pelanggan juga nggak nafsu makan. Bagi koki, hidangan porsi kecil menghasilkan karya seni yang bernilai.

#6 Cita rasa yang pasti tidak akan pernah dilupakan

Poin ini nyambung dengan kenikmatan cita rasa. Kalau sudah bayar mahal untuk fine dining, merasakan hidangan porsi kecil pasti sayang kalau nggak diawet-awet. Kenikmatan cita rasa sulit sekali untuk ditolak apalagi dilupakan. Pintar sekali memang restoran mewah ini dalam menghadirkan menu porsi kecil, supaya pelanggan nggak mudah lupa dengan rasa dan seninya.

Itulah beberapa alasan kenapa hidangan porsi kecil di restoran mewah mahal banget. Sepertinya kalau makan itu di awal bulan, siap-siap menderita di akhir bulan. Akan tetapi, nggak salah loh setahun sekali coba fine dining sama pacar. Good luck!

BACA JUGA Meski Hobi Makan Es Batu, Gigi Saya Baik-baik Saja atau tulisan Ayu Octavi Anjani lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 1 Desember 2020 oleh

Tags: fine diningmahalrestoran
Ayu Octavi Anjani

Ayu Octavi Anjani

Mahasiswa akhir yang hobi makan dan nulis.

ArtikelTerkait

Stop Bilang Dagangan UMKM di Tempat Wisata Itu Mahal terminal mojok

Stop Bilang Dagangan UMKM di Tempat Wisata Itu Mahal

13 Februari 2021
Menjadi Orang Desa yang Makan di Restoran Bergaya Pedesaan Terminal Mojok

Menjadi Orang Desa yang Makan di Restoran Bergaya Pedesaan

6 Maret 2022
Pesan Air Mineral Saat Makan Adalah Hak Semua Orang, Bukan Berarti Miskin dan Perlu Dikasihani

Pesan Air Mineral Saat Makan Adalah Hak Semua Orang, Bukan Berarti Miskin dan Perlu Dikasihani

9 Juli 2024
Kenapa Nasi Goreng Jadi Menu Aman yang Dipesan Banyak Orang Saat Makan di Restoran Terminal Mojok

Kenapa Nasi Goreng Jadi Menu Aman yang Dipesan Banyak Orang Saat Makan di Restoran?

15 Mei 2022
a&w adalah restoran cepat saji terbaik underrated menu review ulasan mojok.co

A&W tuh Restoran Cepat Saji Terbaik, Sayangnya Underrated

26 Agustus 2020
Suka Duka Bekerja di Restoran

Suka Duka Bekerja di Restoran

11 April 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jangan Lakukan 4 Hal Ini Saat Kuliah S2, Sudah Bukan Waktunya Lagi S1

Bukan karena jenius, tapi kuliah S2 memang jauh lebih gampang ketimbang S1

8 Agustus 2026
Harapan Jaya dan Pelita Indah, duo maut bus Tulungagung yang bikin banyak penumpang trauma Mojok.co

Harapan Jaya dan Pelita Indah, duo maut bus Tulungagung yang bikin banyak penumpang trauma

10 Agustus 2026
Bendungan Rowo Jombor Klaten Membahayakan Pengunjung (Unsplash)

Stigma orang yang nongkrong di Rowo Jombor adalah jamet itu konyol, tapi dampaknya luar biasa

6 Agustus 2026
Kawasan Surabaya Utara: Dijuluki Mexico-nya Surabaya dan Identik dengan Hal Negatif

Jangan ke Surabaya Utara saat siang hari, jalannya bikin emosi, panasnya nggak masuk akal!

10 Agustus 2026
Cor dak malam hari itu bukan karena tukangnya gabut, tapi ada alasan ilmiah yang valid

Cor dak malam hari itu bukan karena tukangnya gabut, tapi ada alasan ilmiah yang valid

9 Agustus 2026
Pemilik kos nggak problematik, fasilitas yang seharusnya tercantum dalam brosur Mojok.co

Pemilik kos nggak problematik, fasilitas yang seharusnya tercantum dalam brosur

8 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.