Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Ditinggal Nikah Itu Biasa Saja, tapi Kesedihannya Perlu Dirayakan

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
2 November 2020
A A
Magang di Pengadilan Agama Bikin Saya Lebih Realistis dalam Memandang Pernikahan broken home

Ilustrasi perceraian

Share on FacebookShare on Twitter

Saya ditinggal nikah berkali-kali oleh mantan pacar (dan “pacar”) saya. Ajaibnya, tak sekalipun saya menangis karena ditinggal nikah oleh orang yang pernah mengucap janji akan hidup bersama. Saya kadang menganggap ini macam kutukan bahwa orang yang mencintai saya akan meninggalkan saya dengan cara tersakit hingga akhirnya saya tak peduli lagi.

Tapi, jujur saja, saya nggak pernah merasa sedih ketika mendengar kabar mantan saya menikah. Saya justru lebih sedih melihat kawan-kawan saya menikah. Di umur yang katanya harusnya sudah menikah ini, saya justru lebih sering memikirkan kenapa Zidane tidak memainkan Jovic atau sebenarnya seperti apa rasa ramen di Ichiraku.

Saya bahkan nggak nangis ketika orang yang pernah saya begitu cintai menikah, yang bahkan saya pernah bersumpah bakal mendem geden ketika dia menikah bukan dengan saya. Alih-alih mendem, saya malah nonton tutorial mengawinkan cupang.

Dulu, pada 2016, saya akhirnya dekat dengan adik angkatan yang saya taksir sejak lama. Kita sempat bertukar romansa dengan cara pulang main dilama-lamain dan pesen minum di kedai thai tea pakai “atas nama Cinta” yang membuat saya mesem-mesem goblok. Sayangnya, saya jatuh cinta dengan orang yang tepat di waktu yang salah karena waktu itu saya punya pacar. Akhirnya tertebak, pacar saya tahu, ngamuk, dan saya harus “berpisah” dengan adik angkatan yang saya taksir. Tingkat galau saya saat itu bikin saya lumayan gila, sampai-sampai saya mancing di akuarium saya sendiri.

Penyesalan itu lumayan lama menghinggapi saya. Tapi, ketika mendengar dia menikah, saya nggak bereaksi apa-apa. Saya cuma mendoakan yang terbaik—itu pun jika doa saya diterima—dan melanjutkan hidup. Ditinggal nikah orang yang (pernah) saya cintai segitu dalam ternyata biasa saja.

Sebenarnya ditinggal nikah itu nggak remuk-remuk amat. Mungkin bagi beberapa orang, ditinggal nikah itu mengerikan, dan saya bisa memahami. Tapi, saya yakin bahwa fenomena ini seakan-akan harus dirayakan dengan tangis yang gegap gempita karena lagu-lagu sekarang mengeksploitasi ditinggal rabi dengan ugal-ugalan. Saya kadang bertanya-tanya, koe nek ra gawe lagu tentang ditinggal rabi opo ora iso, Su???

Tentu hal ini tidak berlaku untuk almarhum Didi Kempot. Hanya beliau lah yang bisa mengiris hati orang paling tangguh sekalipun tanpa menggunakan lirik yang mendayu-dayu.

Fenomena lagu ditinggal rabi tersebut membuat orang-orang tak bisa menerima bahwa ada orang yang bisa biasa saja ditinggal nikah. Mereka seakan menganggap bahwa manusia itu gumpalan daging yang kebetulan bisa menahan kentut, tapi tidak bisa menerima kenyataan.

Baca Juga:

Mendengarkan Lirik Narsistik Sheila on 7 Adalah Cara Terbaik Menghibur Diri Setelah Berkali-kali Ditolak Cinta

3 Ruas Jalan Jogja yang Sebaiknya Dihindari Warga yang Dilanda Patah Hati

Padahal, ya mau tidak mau, kita harus move on. Beberapa orang butuh berbotol-botol ciu, beberapa orang menangis sembari mengetik skripsi, beberapa orang tiba-tiba gabung Indonesia Tanpa Pacaran, beberapa orang memilih untuk mempersiapkan diri.

Mempersiapkan diri bahwa untuk orang yang (pernah) kita cintai, kita tidak cukup meyakinkan untuk diajak membangun rumah tangga dan menyicil KPR.

Move on itu tidak bisa kita hindari. Mau seberapa dalam kamu mencintai seseorang, kamu harus paham bahwa pada titik tertentu, dia tidak bisa dan bahkan tidak mau menjalani hidup denganmu. Terima saja, kenyataannya memang begitu.

Bukan berarti saya ilfil sama orang-orang yang menangis dan bersedih secara genuine karena ditinggal seseorang yang mereka cintai—terkadang lebih dari diri sendiri. Percayalah, saya pernah merasakannya. Tapi, bagi saya, bersedih akan sesuatu yang tak bisa diubah itu percuma. Sebab, saya tahu tangis saya tak akan memutar waktu. Dan saya juga nggak bisa menggunakan waktu sekarang ini untuk berusaha mengubah keadaan karena ya simply nggak bisa.

Mungkin saja saya pesimis makanya saya jadi siap untuk ditinggal nikah kapan pun. Tapi, setidaknya, saya nggak perlu melalui waktu-waktu muntah karena ciu dan menangisi waktu yang telah pergi.

Orang-orang yang tak percaya kita baik-baik saja setelah ditinggal nikah itu sebaiknya dikumpulkan jadi satu, lalu diberi kenyataan bahwa ada lho manusia yang menerima keadaan. Kesedihan itu pasti, tapi merayakan kesedihan itu pilihan. Mau dirayakan ya monggo, mau move on secepat mungkin ya monggo.

Yang namanya rasa cinta itu nggak jauh-jauh dari kesedihan, kadang malah sepaket. Ketika kita dicintai seseorang, ada yang remuk hatinya. Ketika seseorang yang kita cintai mencintai orang lain, kita yang remuk hatinya. Itu lumrah, yang nggak lumrah adalah nggak menerima kenyataan tentang hal tersebut.

Bagi kalian yang belakangan atau akan ditinggal nikah, sing tenang. Kalian boleh sedih, boleh (pura-pura) bahagia, boleh menunggu dia janda/duda, terserah. Tapi, pesan saya, terima keadaan. Sekeras dan sederas apa pun tangisan kalian, keadaan tidak akan berubah. Katering sudah terlanjur dibayar, cincin sudah terlanjur dipakai, dan dia sudah terlanjur bahagia. Yang perlu kalian lakukan adalah bersedih secukupnya (atau biasa saja, itu jauh lebih baik) dan segera temukan kebahagiaan ketika kalian sudah puas bersedih.

Sebab, ditinggal nikah itu biasa saja.

BACA JUGA Eden Hazard Main 20 Menit Jauh Lebih Bagus dari Vinicius Junior dalam 3 Musim dan artikel Rizky Prasetya lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 2 November 2020 oleh

Tags: hubunganPatah Hati
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Founder Kelas Menulis Bahagia. Penulis di Como Indonesia.

ArtikelTerkait

aib kekerasan seksual kekerasan ekonomi dalam hubungan

3 Macam Kekerasan Ekonomi dalam Hubungan Asmara

30 Juli 2020
pacaran beda agama

Tidak Mudah Meminta Putus Pasangan yang Pacaran Beda Agama

8 Juli 2019
Membedah Isi Kepala Manusia yang Hobi Menggantungkan Hubungan Asmara terminal mojok.co

Pacar yang Abusive Itu Pantasnya Ditinggalin Bukan Malah Dinikahi

20 Juni 2019
soal kpop

Menjadi Pendengar yang Baik Saat Pasangan Bercerita Soal KPop

28 Juni 2019
jeda 4 cara komunikasi yang perlu dihindari agar ldr awet mojok.co

Mau LDR Awet? 4 Cara Komunikasi Ini Perlu Dihindari

18 Juli 2020
Kenali Apa Itu Breadcrumbing dalam Hubungan, Lebih Parah daripada Ghosting!

Kenali Apa Itu Breadcrumbing dalam Hubungan, Lebih Parah daripada Ghosting!

24 September 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Penilai Properti: Profesi "Sakti" di Balik Kredit Bank yang Sering Dikira Tukang Ukur Tanah

Penilai Properti: Profesi “Sakti” di Balik Kredit Bank yang Sering Dikira Tukang Ukur Tanah

31 Maret 2026
5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi Mojok.co

Jalan-jalan ke Pantai saat Libur Panjang Adalah Pilihan yang Buruk, Hanya Dapat Capek Saja di Perjalanan

1 April 2026
Tragedi Nasi Rames Sancaka Utara- Beli Mahal, dapatnya Bangkai (Wikimedia Commons)

Tragedi Nasi Rames Sancaka Utara: Membayar Tiket Eksekutif demi Uji Nyali Makan Nasi yang Sudah Almarhum

29 Maret 2026
Suzuki Katana Adalah Mobil yang Menyalahi Logika, Banyak Orang Menyukainya walau Jadul dan Kerap Bikin Sakit Pinggang Mojok.co

Suzuki Katana Adalah Mobil yang Menyalahi Logika, Banyak Orang Menyukainya walau Jadul dan Kerap Bikin Sakit Pinggang

1 April 2026
5 Oleh-Oleh Khas Salatiga yang Sebaiknya Dipikir Dua Kali sebelum Dibeli Mojok.co

5 Oleh-Oleh Khas Salatiga yang Sebaiknya Dipikir Dua Kali sebelum Dibeli

28 Maret 2026
Kembaran Bukan Purwokerto, Jangan Disamakan

Iya Saya Tahu Purwokerto Itu Kecamatan Bukan Kota, tapi Boleh Nggak Kita Santai Saja?

28 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Mencintai Musik Underground di Madura: Merayakan Distorsi di Tengah Kepungan Dangdut
  • Ambisi Beli Mobil Keluarga sebelum Usia 30, Setelah Kebeli Tetap Gagal Senangkan Ortu dan Jadi Pembelian Sia-sia
  • Gelar Siswa Terpintar Tak Berarti buat Kuliah UB, Terdampar di UIN Malah Jadi Mahasiswa Goblok, Nyaris DO dan Lulus Tak Laku Kerja
  • Vario 160 Adalah Motor Buruk Rupa yang Menyalahi Kodrat Motor Honda, tapi Sejauh Ini Menjadi Matik Terbaik yang Tahan Siksaan
  • Resign dari Perusahaan Bergaji 3 Digit di Luar Negeri karena Tak Merasa Puas, Kini Memilih Kerja “Sesuai Passion” di Kampung Halaman
  • Punya Rumah Besar di Desa: Simbol Kaya tapi Percuma, Terasa Hampa dan Malah Iri sama Kehidupan di Rumah Kecil-Sekadarnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.