Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Lelah dengan Iklan Penggalangan Dana yang ‘Menjual’ Kesedihan

Iim Halimatus Sadiyah oleh Iim Halimatus Sadiyah
27 September 2020
A A
Lelah dengan Iklan Penggalangan Dana yang 'Menjual' Kesedihan terminal mojok.co

Lelah dengan Iklan Penggalangan Dana yang 'Menjual' Kesedihan terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Saya sudah sampai pada titik jemu dengan iklan-iklan penggalangan dana yang terlalu mengekspos kesedihan. Apalagi untuk penggalangan dana bantuan medis, mereka yang sakit dipamerkan sedemikian rupa agar terlihat semakin menyedihkan. Tak jarang, unggahan memperlihatkan penyakit yang mereka derita tanpa ada sensor sedikit pun. Iya, tanpa sensor, Saudara-saudara.

Sebenarnya salah saya juga, saya masih mengikuti akun-akun penggalangan dana di media sosial. Padahal, saya punya kendali untuk berhenti mengikuti. Meski kesal, saya masih tertarik mengikuti pola penggalangan dana semacam itu. Awalnya karena tuntutan pekerjaan, lama-lama menjadi kebiasaan. Setelah berhenti bekerja, masih saja kebiasaan tersebut terbawa. 

Saya sebenarnya selalu menolak ketika disuruh membuat konten yang terlalu membeberkan kesedihan. Pernah suatu ketika, saya menolak membuat konten penggalangan dana medis untuk operasi mata anak yang menderita glaukoma. Kala itu, lembaga tempat saya bekerja, bekerja sama dengan lembaga lain. Saya lebih memilih dimarahi atasan daripada harus melakukan hal yang menghianati hati saya. Beruntung, atasan saya mengerti dan memilih membatalkan kerja sama tersebut.

Saya juga tidak pernah mau jika disuruh mem-posting foto atau video yang terlalu mendramatisasi orang-orang yang sedang sakit. Iya, saya tahu mereka sedang sakit dan butuh bantuan, tapi tolonglah, jangan dilebih-lebihkan apalagi memperlihatkan penyakit mereka tanpa sensor sedikitpun.

Mereka itu sedang sakit, kenapa malah tega mengekspos secara berlebihan? Pernah berpikir bagaimana rasanya di posisi mereka atau keluarga mereka? Sudah tahu sedang sakit, malah dibuat semakin parah di mata publik. Saya jadi mikir, sebenarnya yang sakit di sini siapa? Yang akan dibantu atau Anda yang katanya peduli dan ingin membantu? Duh, nggak paham lagi saya.

Foto merupakan bahasa komunikasi visual yang merepresentasikan keadaan sekitar dan memberikan efek emosional secara langsung. Melihat foto bisa menghadirkan perasaan senang, sedih, benci, takut, dan perasaan lainnya. Begitulah hebatnya peranan sebuah foto.

Makanya saat kita melihat foto yang memperlihatkan kondisi seseorang yang sedang mengalami suatu penyakit dan foto tersebut disebarkan tanpa sensor sedikit pun, kita punmerasa iba sampai akhirnya melakukan tindakan untuk membantu. Minimal membagikan foto tersebut dengan harapan semakin banyak yang menyebarkan akan semakin banyak yang membantu.

Semakin sedih, semakin banyak yang membagikan, dan semakin banyak yang membantu. Bisa dibayangkan berapa banyak dana yang terkumpul? Setidaknya bisa menutupi dana untuk orang yang akan dibantu.

Baca Juga:

Nasib Dianggap Jadi Warga Kelas Menengah: Dianggap Banyak Uang, Tak Pernah Dapat Bantuan, tapi Hidupnya Justru Paling Sering Nelangsa

Aksi Cepat Tanggap Sebaiknya Ganti Nama Jadi Aksi Cepat Tobat

Tidak ada yang salah dengan membantu orang. Jelas suatu tindakan yang baik. Tapi, kenapa caranya dengan mengekspos secara berlebihan? Oh, tentu agar semakin banyak orang yang membantu, iya kan? Lagi pula foto-foto atau video yang menjual kesedihan biasanya lebih laku. Semua tergantung pada permintaan pasar. Kalau di pasaran laku, ya terus diproduksi dong. Hmmm….

Saya percaya orang-orang di Indonesia adalah orang-orang baik. Lihat saja setiap ada penggalangan dana dari lembaga kemanusiaan, komunitas, atau penggalangan pribadi pasti banyak yang akan membantu. Apalagi jika penggalangan dana tersebut viral, lalu dilakukan oleh orang yang terkenal dan memiliki pengaruh. Saya juga bahagia karena dari sini semakin banyak orang yang terbantu.

Teman saya pernah menyampaikan kebosanannya dengan pola penggalangan dana yang terlalu menjual kesedihan. Ia pernah mengusulkan untuk membuat penggalangan dana dengan konten yang bisa membuat orang bahagia. Jadi, orang membantu karena mereka bahagia bukan sebatas kasihan semata. Dalam hati saya berkata, benar juga apa yang dikatakan teman saya ini.

Boleh dong kalau saya iseng mempertanyakan kenapa konten penggalangan dana terlalu memamerkan kesedihan? Tujuannya apa? Beneran membantu demi kebaikan atau jangan-jangan biar dapat dana banyak, ya? Eh.

Ah, sudahlah. Saya harusnya bilang terima kasih karena kalian masih peduli dengan sesama, berkat kalian banyak orang yang terbantu. Semoga kebaikan kalian dibalas dengan berlipat-lipat kebaikan oleh Tuhan.

BACA JUGA 4 Hal yang Membuat Bekerja dengan Sistem Kekeluargaan Tidak Selalu Menyenangkan dan tulisan-tulisan Iim Halimatus Sadiyah lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 25 September 2020 oleh

Tags: bantuan sosialDana Umat
Iim Halimatus Sadiyah

Iim Halimatus Sadiyah

Si pecinta kebebasan tapi tahu batasan.

ArtikelTerkait

transparansi dana sumbangan

Transparansi Dana Sumbangan Crowdfunding

28 Mei 2019
Aksi Cepat Tanggap Sebaiknya Ganti Nama Jadi Aksi Cepat Tobat

Aksi Cepat Tanggap Sebaiknya Ganti Nama Jadi Aksi Cepat Tobat

4 Juli 2022
angka kemiskinan, orang miskin temennya orang miskin

Mindset Pendataan Warga Miskin itu Simpel, Orang Miskin, Temannya Orang Miskin

12 Mei 2020
Kelas Menengah, Pemegang Nasib Paling Sial di Indonesia (Unsplash)

Nasib Dianggap Jadi Warga Kelas Menengah: Dianggap Banyak Uang, Tak Pernah Dapat Bantuan, tapi Hidupnya Justru Paling Sering Nelangsa

7 Desember 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bertahan dengan Innova Reborn Jadul daripada Ganti Innova Zenix karena Terlalu Canggih untuk Orang Kabupaten seperti Saya Mojok.co

Bertahan dengan Innova Reborn Jadul daripada Ganti Innova Zenix karena Terlalu Canggih untuk Orang Kabupaten seperti Saya

16 Maret 2026
Daihatsu Taruna, Mobil Sok Gagah yang Berakhir Gagal Total dan Bikin Penggunanya Bingung Setengah Mati

Daihatsu Taruna, Mobil Sok Gagah yang Berakhir Gagal Total dan Bikin Penggunanya Bingung Setengah Mati

17 Maret 2026
Saya Orang Asli Depok dan Tidak Bangga Tinggal di Daerah yang Aneh Ini Mojok.co

Saya Orang Asli Depok dan Tidak Bangga Tinggal di Daerah yang Aneh Ini

19 Maret 2026
Jerat Motor Kredit Terlihat Mengilat tapi Fondasinya Melarat (Unsplash)

Motor Kredit Menciptakan Kabut Tebal yang Menyembunyikan Wajah Asli Kemiskinan, Terlihat Mengilat tapi Fondasinya Melarat

20 Maret 2026
Kebohongan Suzuki Ertiga yang Nggak Masuk dalam Brosur Promosi Mojok.co

Kebohongan Suzuki Ertiga yang Nggak Masuk dalam Brosur Promosi

21 Maret 2026
KA Sri Tanjung, Juru Selamat yang Bikin Menderita para Pekerja (Wikimedia Commons)

KA Sri Tanjung Adalah Juru Selamat Bagi Kaum Pekerja: Tiketnya Murah dan Nyaman tapi Bikin Menderita karena Sangat Lambat

18 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia
  • Ujian Pemudik Lajang: Jadi Sasaran Pinjam Uang karena Belum Nikah dan Dianggap Tak Ada Tanggungan, Giliran Nolak Dicap Pelit
  • Rasa Sanga (8): Lontong dan Kangkung dalam Khazanah Suluk Sunan Bonang, Jalan “Merasakan” Kehadiran Tuhan
  • Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya
  • Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.