Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Berhenti Main Mobile Legends Adalah Sesuatu yang Mesti Kita Dukung

Nurfathi Robi oleh Nurfathi Robi
13 September 2020
A A
angela diggie push rank mobile legends berhenti main mobile legends game mobile online hal menyebalkan orang menyebalkan magic chess mojok.co

diggie push rank mobile legends berhenti main mobile legends game mobile online hal menyebalkan orang menyebalkan magic chess mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Saya sedang mencari korelasi pelarangan PUBG Mobile di India dengan isu keamanan dunia digital ketika mendadak teringat artikel “4 Alasan Kenapa Harus Berhenti Main Mobile Legends” yang pernah baca beberapa waktu lalu. Artikel ini masih menjadi salah satu penerima claps terbanyak Terminal Mojok hingga artikel ini saya tulis.

Menurut Mas Achmad, komunitas merupakan sumber dosa paling hakiki di gim Mobile Legends, dari player yang sehari-harinya nge-rank sampai di tingkat pro player. Beliau juga menyatakan gim ini penuh bocil. Memang sih, player kita kadang tidak sadar konsekuensi yang keluar dari mulut dan keyboard-nya, persis simpanse yang memegang senapan AK-47. Memang yang begitu tu bikin kita emosi, Saudara!

Apabila artikel tersebut ditulis dengan gaya penuh canda, saya tertarik membawa topik “alasan berhenti main Mobile Legends” lebih serius. Saya sudah lama sekali memendam unek-unek sama Moonton soal ini.

Alasan kita perlu berhenti main Mobile Legends #1 “Syarat & Ketentuan” karet

Di dalam video gim, end-user license agreement (EULA) atau syarat & ketentuan merupakan hal penting yang, sayangnya, sering kita skip karena membacanya dianggap buang-buang waktu.

Padahal EULA berisi kesepakatan antara developer dan penggunanya. Ini tentang apa yang boleh dan tidak boleh kita lakukan sebagai player video gim tersebut. Berlaku pula sebaliknya, kita dapat menuntut developer secara hukum apabila mereka tidak dapat memenuhi hak-hak para playernya.

Game Mobile Legends juga memiliki EULA. Namun, sayangnya EULA ini karet pol. Kalian bisa mengaksesnya melalui tautan ini

Pada EULA tersebut, dikatakan bahwa Moonton bisa mematikan akses kita kapan pun dengan alasan apa pun dan tanpa pemberitahuan. Poin ini secara tidak langsung menyatakan bahwa mereka bisa sewenang-wenang mengotak-atik akun kita.

Dasarnya apa? Di akhir kontrak tersebut Moonton menyatakan “By visiting or using the the Service, you agree that the laws of The People’s Republic of China, without regard to principles of conflict of laws and regardless of your location”. Pendeknya, ketika bermain Mobile Legends kita berada di bawah yurisdiksi Republik Rakyat China!

Baca Juga:

Whiteout Survival, Game Iklan yang Bikin Muak, tapi Begitu Dicoba Ternyata Oke Juga

Indonesia Juara FIFAe World Cup 2024: Terwujudnya Mimpi Masa Kecil, dan Bukti Pembinaan dari Grassroot Itu Penting

Mungkin terdengar agak parno, tapi saya mengambil kesimpulan begini: seandainya hukum di sana menganggapnya perlu, mereka bisa mengakses data kita seenak jidat. Sebagai perbandingan, transaksi yang kita lakukan lewat Steam dan Google itu dikenakan PPN, menunjukkan mereka menghormati hukum yang berlaku di negara setempat.

Alasan kita perlu berhenti main Mobile Legends #2 Terlalu banyak mengekspose privasi

Saya sudah lama berhenti menggunakan email asli dan mencabut tautan dengan akun media sosial di gim Mobile Legends. Hal itu bermula sejak Moonton menerapkan sistem leaderboard lokal yang mana para playernya berlomba-lomba menjadi “top kecamatan”. Menurut saya, hal ini agak mengerikan karena Moonton bisa mengakses lokasi kita.

Lagi-lagi saya ingin mengambil perbandingan dari gim-gim online yang bisa diakses via Steam. DOTA 2, misalnya, sistem leaderboard-nya dibangun berdasarkan region. Sementara region ini bergantung pada server lokal, semisal pemain terbaik dari Asia Tenggara ya berarti menjadi “Top SEA”. Kita boleh tahu siapa saja orang yang menduduki leaderboard ini tanpa tahu dari mana asal dan domisili si pemain tersebut.

Sistem leaderboard Mobile Legends ini memang revolusioner karena mendorong kita berkompetisi dengan tetangga dan teman sepertongkrongan. Akan tetapi, risikonya besar sekali mengingat Moonton tidak memberi jaminan keamanan data kita.

Alasan kita perlu berhenti main Mobile Legends #3 Kebijakan letoy

Komunitas Mobile Legends kini tengah sibuk mencari VPN untuk mengakses skin gratisan. Terjadi perdebatan antara mereka yang sepakat dan tidak tentang metode ini. Apa yang dilakukan Moonton? Diam saja!

Begini lho, masalah skin ini berkaitan soal “sense of achievement” dan “sense of prestige”. Skin tidak melulu soal unjuk kekuatan dompet semata, tapi juga dedikasi. Skin bertujuan untuk merepresentasikan waktu yang telah dihabiskan seorang player untuk menguasai satu hero tertentu. Tentu kita membeli skin untuk hero yang sering kita pakai sekaligus kita jago memainkannya, bukan?

Namun, apa akibatnya bila skin ini didapatkan secara cuma-cuma? Jangan heran kalau kita bakal sering melihat Chou berskin Iori Yagami jadi feeder akhir-akhir ini.

Sebenarnya, asas “sense of achievement” dan “sense of prestige” ini tidak dikerjakan Moonton dengan baik sejak awal. Skin Epic yang seharusnya eksklusif—berarti hanya bisa dibeli dalam periode tertentu—nyatanya dijual lagi dengan cara lain di kemudian hari. Hal ini kadang membuat kita yang sudah keluar duit beneran merasa kagol sama Moonton. Iya kan?

BACA JUGA Mitos dalam Game Mobile Legends yang Pernah Saya Percaya dan tulisan Nurfathi Robi lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 13 September 2020 oleh

Tags: data pribadigamemobile legendsprivasi data
Nurfathi Robi

Nurfathi Robi

Bergabung dengan DNA E-Sports sejak 2019. Berperan sebagai analis dan samsak tinju. Bergulat di lane atas Land of Dawn.

ArtikelTerkait

angela diggie push rank mobile legends berhenti main mobile legends game mobile online hal menyebalkan orang menyebalkan magic chess mojok.co

Jangan Sembarangan Pakai Hyper-Tank di Mobile Legends, kecuali Situ Pengin Epic Abadi

8 Oktober 2021
nostalgia 10 game permainan gamehouse masa kecil mojok.co

Menolak Lupa pada 10 Permainan GameHouse yang Mewarnai Masa Kecil Kita

21 September 2020
world of tanks blitz rekomendasi game mobile online mojok.co

World of Tanks Blitz, Alternatif Menarik di Luar Dominasi Mobile Legends, PUBG, dan Free Fire

8 Juli 2020
Mengenang Kejayaan Ragnarok Online, Game Online Paling Fenomenal di Indonesia Alasan Saya Ketagihan Nonton Aplikasi Bigo Live Derita Pemain Game Online yang Main Pakai HP

Alasan Lelaki Memilih Ngaku-ngaku Perempuan saat Main Game

10 Juni 2020
Rekomendasi Item Build Gusion Exp Lane biar EZ Mythic

Rekomendasi Item Build Gusion Exp Lane biar EZ Mythic

1 Maret 2022
league of legends moba mojok

League of Legends: Wild Rift dan Pemainnya yang Menjengkelkan

16 Oktober 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bukan Cuma Sambal yang Manis, Chinese Food di Jogja Juga Ikutan Jadi Manis

Bukan Cuma Sambal yang Manis, Chinese Food di Jogja Juga Ikutan Jadi Manis

20 Mei 2026
Orang Wonogiri Layak Dinobatkan sebagai Orang Paling Bakoh Se-Jawa Tengah Mojok.co jogja

Alasan Wonogiri Masih dan Akan Selalu Jadi Ibu Kota Bakso Indonesia, Malang Minggir Dulu!

20 Mei 2026
6 Alasan Jatinangor Selalu Berhasil Bikin Kangen walau Punya Banyak Kekurangan Mojok.co

3 Alasan Kuliah di Jatinangor Adalah Training Ground sebelum Masuk Dunia Kerja

18 Mei 2026
Kos Murah yang Diidamkan Berujung Penyesalan karena Tabiat Buruk Ibu Kos yang Suka Ngutang Mojok.co

Rasa Syukur Tinggal di Kos Murah Berubah Jadi Penyesalan karena Tabiat Buruk Ibu Kos yang Suka Ngutang

20 Mei 2026
Jalan Ngluwar Magelang yang Bobrok Adalah Area Paling Cocok untuk Simulasi Ujian SIM  Mojok.co

Jalan Ngluwar Magelang yang Bobrok Adalah Area Paling Cocok untuk Simulasi Ujian SIM 

21 Mei 2026
Pantai Glagah Disebut Bali-nya Jogja, dan Saya Tidak Tahu Harus Senang atau Khawatir

Pantai Glagah Disebut Bali-nya Jogja, dan Saya Tidak Tahu Harus Senang atau Khawatir

15 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.