Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Personality

Tutorial Menagih Utang yang Baik dan Benar

Juli Prasetya oleh Juli Prasetya
18 Juli 2019
A A
menagih utang tips agar tak kena denda karena telat bayar utang kuhperdata mojok.co membyara utang nagih utang tukang tagih

menagih utang tips agar tak kena denda karena telat bayar utang kuhperdata mojok.co membyara utang nagih utang tukang tagih

Share on FacebookShare on Twitter

Manusia sebagai mahluk sosial yang berinteraksi dengan sesama manusia lainnya, pasti saling membutuhkan antara satu dengan yang lain, dan pastinya mereka tak pernah bisa benar-benar terlepas dari utang. Riset membuktikan bahwa 9 dari 10 manusia normal pasti pernah ngutang—minimal kasbon di warung kopi tetangga sebelah. Perihal berutang ini tentu saja menjadi sesuatu yang sudah menjadi rahasia umum bahkan sudah ke taraf mafhum di dalam masyarakat kita sebagai masyarakat +62—bahkan masyarakat dunia.

Perihal utang piutang ini memang menjadi sesuatu yang takkan pernah lekang oleh waktu. Ia bersifat timeless, dan jika dijadikan tulisan tentu saja ia memiliki napas yang panjang, sekaligus memiliki umur yang panjang, untuk selalu diperbincangkan dalam tiap episode kehidupan manusia. Hidup adalah perihal perpindahan dari utang yang satu ke utang yang lain. pffft

Apalagi di masyarakat kita tumbuh suatu fenomena sosial yang diamini oleh sebagian besar orang, yakni jika dalam hidup ini tidak utang maka rugi, jika tidak utang kita tidak akan pernah punya. Nah sebenarnya mental-mental yang seperti ini yang harus dibenahi. Tapi ya memang harus pelan-pelan mendalami dan mengatasinya langsung ke akar.

Bagi saya sendiri utang bisa dibagi menjadi dua jenis yakni utang budi dan utang materi. Nah kali ini saya akan lebih berfokus pada utang yang materi. Khususnya uang, Karena ini yang memang sering menjadi sumber masalah, menjadi masalah karena dari utang ini malapetaka bisa terjadi, persahabatan retak, rumah tangga goyah, hubungan dengan sesama menjadi renggang. Menjadi asing satu sama lain. Sehingga hal ini sangat urgen untuk dibahas di dunia yang fana ini.

Di sini saya akan sedikit memberikan ancer-ancer apa yang seharusnya dilakukan dan bagaimana cara menagih utang yang baik dan benar kepada seorang ahlul ngutang.

1. Tagih

Dalam agama saya, kewajiban seorang yang mengutangi adalah mengingatkan dan menagih. Karena ini kewajiban tentu saja kita harus selalu mengingatkan jika seseorang yang kita hutangi mungkin terlupa dengan utang-utangnya.

Memang sih, perihal utang ini dekat sekali dengan perihal lupa ingatan. Betapa tidak, setiap kali kita bertemu seseorang yang memiliki utang ke kita, biasanya raut mukanya akan berubah, ia terkesan cuek, tiba-tiba menjadi sombong, menjadi orang asing, dan yanh lebih parahnya terkadang bisa lupa ingatan
“Aku mau nagih … ”
“Maaf, Anda siapa ya?”

Baca Juga:

Nasib Dianggap Jadi Warga Kelas Menengah: Dianggap Banyak Uang, Tak Pernah Dapat Bantuan, tapi Hidupnya Justru Paling Sering Nelangsa

Jangan Kasih Utang ke Orang, Traktir Makan Aja: Udah Dapet Pahala, Silaturahmi Tetap Terjaga!

2. Tagih lagi

Dalam momen ini entah kenapa biasanya yang mengutangi akan memohon-mohon dan bersujud-sujud saat menagih utang kepada pengutang. Dan jawaban sang pengutang sudah bisa kita prediksi.

“Belum ada, Bro.”
“Ntar ya, Sis.”
“Besok ya?”, “lusa ya?”, “tulat ya?”, “kiamat ya?”
Tarsok melulu.

Betapa mengerikannya paradoks utang-piutang seperti ini. Padahal awal-awal doi berutang, mulutnya begitu manis, dengan segala janji pengembalian sesuai tempo yang ditentukan. Kalau nggak dikasih, sampai nangis-nangis, bahkan tidak jarang ada yang sampai sujud-sujud.

Tapi ya, memang dasarnya kamu yang terlampau baik, jadi kamu akhirnya memberikan pinjaman kepada sang pengutang, pikirmu lebih baik kita kasih pinjam saja, toh dia juga teman kita, toh dia orang dekat. Tapi setelah jatuh tempo tiba-tiba dia ngilang, “kalau kamu bosan ngutang bilang, jangan ngilang. Akutu ngabisa diginiin”

Lalu jika hal itu terjadi apa yang harus kita lakukan? Hal yang harus kita lakukan selanjutnya adalah ya tagih lagi.

Sebagaimana mengutip pendapat Puthut EA—jika kamu ditolak 10 kali maka tembak 17 kali, pepet terus, jangan kasih kendor. Nah dalam konteks menagih utang ini, saya juga memiliki prinsip itu. Jika kamu menagih gagal 17 kali maka tagih lagi 34 kali, Pepet terus jangan kasih kendor. Ini bukan perihal sedikit atau banyak jumlah utangnya, ini adalah hak dan kewajiban kita sebagai warga negara sekaligus warga yang beragama yang dirampas haknya—tergusur dan lapar.

3. Halalkan atau nikahkan ikhlaskan

Halalkan maksudnya di sini adalah, kita memberi kehalalan kepada apa-apa yang sudah mereka utangi dari kita dan tidak mengembalikannya. Toh kita juga sudah berusaha semaksimal mungkin untuk terus mengingatkannya dan menagihnya meskipun dianya hasilnya nol.

Maka tak perlu kau tanyakan lagi, halalkan saja, ikhlaskan, dan doakan agar doi yang berutang kepadamu diberi rejeki yang melimpah dan barokah, serta selalu diberi kesehatan dan kebahagiaan dalam hidup. Betapa mulianya kamu, Nak.

Toh dengan begini, kamu juga bisa meringankan beban yang ada di pedalamanmu sendiri. Tidak berharap-harap lagi apa yang sudah pergi, apa yang tak bisa kembali atau sengaja tidak dikembalikan hihi.

Maka untuk mengatasi hal ini, mengikhlaskan adalah jawaban dari segala pertanyaan. Daripada kita terus memikirkannya dan stres sendiri, dan ke depannya bisa lebih berhati-hati dan berpikir dua kali untuk mengutangi maupun berutang.

Semoga yang banyak utangnya segera dilunasi utangnya, yang memberikan utangan semoga diberi rejeki berlebih dan kesabaran berlebih, jika ada orang yang utang tapi tidak dikembalikan semoga diberikan ganti yang lebih baik oleh Allah.

Semoga yang berutang dan beritikad baik mengembalikan utangnya dipanjangkan umurnya agar bisa berutang lagi , dilancarkan rejekinya dan barokah hidupnya serta moga-moga diberikan khusnul khatimah.

Terakhir diperbarui pada 19 Januari 2022 oleh

Tags: menagih utangpinjaman onlinepiutangUtang
Juli Prasetya

Juli Prasetya

Pemuda desa asal Banyumas yang percaya pada ketulusan, meski perjalanan hidup kerap memberi pelajaran tak terduga. Sekarang sedang berproses di Bengkel Idiotlogis asuhan Cepung.

ArtikelTerkait

Tak Perlu Menghujat Orang yang Utang untuk Kebutuhan Anak

Tak Perlu Menghujat Orang yang Utang untuk Kebutuhan Anak

3 November 2022
Trik Merespons Collector Menyebalkan dan Sok Galak yang Tagih Pinjaman via Telepon terminal mojok.co

Trik Merespons Collector Menyebalkan dan Sok Galak yang Tagih Pinjaman via Telepon

23 November 2020
Bank Digital Jangan Terlalu Diglorifikasi karena Nyatanya Nggak Selalu Lebih Menguntungkan dari Bank Konvensional

Bank Digital Jangan Terlalu Diglorifikasi karena Nyatanya Nggak Selalu Lebih Menguntungkan dari Bank Konvensional

17 Mei 2024
Meminjamkan Shopee PayLater ke Orang Lain: Seni Menyusahkan Diri Sendiri

Meminjamkan Shopee PayLater ke Orang Lain: Seni Menyusahkan Diri Sendiri

4 Juni 2023
Kasta Jabatan PNS Dilihat dari Posisinya Saat Foto Bersama Terminal Mojok

4 Alasan PNS Ogah Menggadaikan SK ke Bank

19 Maret 2022
menagih utang tips agar tak kena denda karena telat bayar utang kuhperdata mojok.co membyara utang nagih utang tukang tagih

Tips Hukum Menghindari Denda karena Telat Membayar Utang di Tengah Pandemi 

1 Juni 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kopi Klotok Jogja Tidak Buka Cabang (Foto milik Hammam Izzudin)

Kopi Klotok Jogja Tidak Buka Cabang karena Fenomena Ndeso Itu Mewah Tidak Bisa Ditiru

26 Januari 2026
Lawson X Jujutsu Kaisen: Bawa Kerusuhan Klenik Shibuya di Jajananmu

Lawson X Jujutsu Kaisen: Bawa Kerusuhan Klenik Shibuya di Jajananmu

31 Januari 2026
Jatuh di Rel Bengkong Purwosari Solo Bukan Kejadian Mistis, tapi Apes Aja

Jatuh di Rel Bengkong Purwosari Solo Bukan Kejadian Mistis, tapi Apes Aja

26 Januari 2026
8 Dosa Penjual Kue Pukis yang Mengecewakan Pembeli (Danangtrihartanto - Wikimedia Commons)

8 Dosa Penjual Kue Pukis yang Sering Disepelekan Penjual dan Mengecewakan Pembeli

30 Januari 2026
Jalan Klari Karawang, Jalan Maut yang Sulit Dihindari karena Jadi Penopang Industri

Jalan Klari Karawang, Jalan Maut yang Sulit Dihindari karena Jadi Penopang Industri

27 Januari 2026
Sisi Gelap Solo, Serba Murah Itu Kini Cuma Sebatas Dongeng (Shutterstock)

6 Kebiasaan Warga Solo yang Awalnya Saya Kira Aneh, tapi Lama-lama Saya Ikuti Juga

27 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Misi Mulia Rumah Sakit Visindo di Jakarta: Tingkatkan Derajat Kesehatan Mata dengan Operasi Katarak Gratis
  • DLH Jakarta Khilaf usai Warga Rorotan Keluhkan Bau Sampah dan Bising Truk dari Proyek Strategis Sampah RDF
  • Fakta Pahit soal Stunting. Apabila Tidak Diatasi, 1 dari 5 Bayi di Indonesia Terancam “Bodoh”
  • Indonesia Hadapi Darurat Kualitas Guru dan “Krisis Talenta” STEM
  • Kisah Pelajar SMA di Bantul Melawan Trauma Pasca Gempa 2006, Tak Mau Kehilangan Orang Berharga Lagi
  • Ironi Jogja yang “Katanya” Murah: Ekonomi Tumbuh, tapi Masyarakatnya Malah Makin Susah

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.