Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Mengapa Air Putih Kalah Pamor Dibanding Es Teh Manis?

Maria Monasias Nataliani oleh Maria Monasias Nataliani
12 Juli 2019
A A
es teh

es teh

Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa bulan lalu, salah seorang teman mengajak saya ke rumah makan ayam bacem. Di sana saya memesan seporsi nasi ayam bacem dan es teh. Teman saya pun berceletuk. Ia bertanya-tanya mengapa banyak sekali orang yang lebih memilih memesan es teh daripada air putih. Saya pun hanya tersenyum. Ia berkata dengan santai kalau ia jadi lebih sering pesan air putih daripada es teh saat makan di luar. Ia bilang, kalau bisa pesan air putih, kenapa pesan yang lain.

Lama saya tidak memikirkan perihal minum air putih. Hingga saya berpindah ke kota lain. Dan di sini, tiap kali saya makan di luar, saya tidak pernah memesan air putih. Dengan berbinar, saya lebih sering memesan minuman berwarna-warni. Es teh, es jeruk, teh hangat, jeruk hangat, es sirup, thai tea, jus alpukat, dan banyak lainnya. Meneguk itu semua, kerongkongan saya bersorak gembira. Lega~~

Saya pernah membaca perbandingan kadar gula di beberapa jenis minuman. Yang buat saya agak kaget waktu itu adalah tingginya komposisi gula di minuman bersoda. Namun, meskipun tahu, saya tetap minum soda di beberapa kesempatan. Tahu saja, tanpa timbul keinginan mengubah perilaku. Saya pikir, saya boleh bebas memilih makanan dan minuman yang saya konsumsi. Lagipula, usia saya masih muda. Saya pun tidak punya riwayat keluarga kencing manis. Hasil general check up saya dalam batas normal. Semua situasi itu membuat saya terlalu ‘bebas’.

Meski punya pengetahuan medis, saya masih sering bandel. Makan seenaknya. Minum semaunya. Yang penting rasa di lidah. Soal komposisi dan zat gizi tidak terlalu saya pikirkan. Dan malangnya, sesuatu yang dilakukan berulang-ulang akan menjadi kebiasaan. Hingga mengkristal menjelma perilaku.

Hingga suatu hari lalu, saya bertemu dengan seorang perempuan muda. Usianya baru 32 tahun. Dan terdiagnosis kencing manis. Ia memang punya riwayat keluarga kencing manis. Tapi ia juga mengaku kalau pola makan yang ia terapkan sejak muda jauh dari sehat.

Saya mulai berpikir keras. Cerita perempuan muda itu berhasil membuat saya merenung. Melakukan kilas balik pada ‘dosa-dosa’ saya. Hingga saya menyadari pola makan saya juga jauh dari sehat. Saya omnivora sejati. Semuanya saya asup tanpa pilih-pilih. Termasuk, saat menentukan pilihan minuman saat makan di luar.

Saya, salah satu manusia yang menganaktirikan air putih bila ada es teh. Ditimbang-timbang pun, es teh tetap lebih lezat dan menyegarkan. Namun sesungguhnya, apakah sehatnya tubuh hanya terletak di ujung lidah? Nikmatnya sesaat, tapi pengaruhnya mampu bertahan lama. Entah pengaruh buruk atau baik.

Salah satu alasan air putih kurang populer barangkali karena diasosiasikan dengan rumah. Air putih –biasanya- selalu tersedia di rumah. Maka, ketika melancong ke luar rumah, air putih tidak jadi pilihan. Seolah-olah keberadaannya dicukupkan di dalam rumah saja. Untuk mengobati dahaga di luar sana, kita jadi seolah-olah punya banyak pilihan.

Baca Juga:

Es Teh Jumbo (Seharusnya) Anti Bangkrut dan Awet Bertahan karena Menjadi Sahabat Orang Miskin: Ada di Mana Saja dan Harganya Murah

Bisnis Kecil Seperti Gorengan dan Es Teh Jumbo Dipandang Remeh Nggak Bakal Cuan, Padahal Berkat Jualan Gorengan Saya Bisa Kuliah

Yang kedua, air putih tentu kurang menarik bila disandingkan dengan es teh. Air putih yang tanpa rasa, tanpa warna, dan tanpa kandungan macam-macam itu, seolah pantas jadi urutan terakhir di kertas menu. Minuman polosan tentu tidak menantang kita untuk mencobanya. Lagipula, sensasi rasa yang menghibur lidah tentulah tiada.

Padahal, semakin sering kita mengkonsumsi minuman manis, makin tinggi pula gula yang masuk ke tubuh kita. Kementerian Kesehatan dalam websitenya mencatat, perilaku mengkonsumsi gula bisa berefek terhadap hormon insulin dalam tubuh. Jika dibiarkan, dapat menjadi risiko terjadinya penyakit kencing manis, obesitas, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan banyak penyakit tidak menular lainnya.

Lalu berapa sih batas aman konsumsi gula per hari? Menurut Peraturan Menteri Kesehatan, batasan konsumsi gula per hari sebanyak 50 gram. Gampangnya, 4 sendok makan. Padahal, kita tidak tahu berapa sendok gula yang ditakarkan pada es teh yang kita pesan. Belum lagi kalau kita pesan dua gelas. Atau tergiur jus alpukat saat perjalanan pulang, yang kita juga tak tahu berapa banyak gula di dalamnya. Kecuali kita pesan es teh tawar, sudah pasti beda soal.

Solusi supaya kita jauh dari penyakit tidak menular yang bersumber dari konsumsi glukosa berlebih ternyata sangat sederhana. Salah satu di antaranya adalah perbaiki jenis makanan dan minuman yang kita pilih. And the easiest way is to choose plain water instead of sweet iced tea.

Hayo, siapa aja yang masih punya kebiasaan makan nasi padang ditemenin es teh manis? Coba deh cek gula darahnya hihihi.

Terakhir diperbarui pada 19 Januari 2022 oleh

Tags: Air PutihBudayaEs TehWisata Kuliner
Maria Monasias Nataliani

Maria Monasias Nataliani

Part-time writer. Full-time doctor. Menggemari Haruki Murakami, Park Chan Wook, dan iced-Americano.

ArtikelTerkait

Melihat Persaingan Sengit Teh Kota dan Teh Desa di Purbalingga, Siapa Jawaranya?  Mojok.co

Melihat Persaingan Sengit Teh Kota dan Teh Desa di Purbalingga, Siapa Jawaranya? 

6 Desember 2023
4 Rekomendasi Warung di Sekitar Jalan Kaliurang Jogja yang Menyediakan Es Teh dan Es Jeruk Enak

4 Rekomendasi Warung di Sekitar Jalan Kaliurang Jogja yang Menyediakan Es Teh dan Es Jeruk Enak

19 November 2024
Es Teh Jumbo, Minuman Orang Miskin yang Kuat Bertahan (Wikimedia Commons)

Es Teh Jumbo (Seharusnya) Anti Bangkrut dan Awet Bertahan karena Menjadi Sahabat Orang Miskin: Ada di Mana Saja dan Harganya Murah

2 Maret 2026
air putih

Jangan Pesan Air Putih Gratisan saat Makan di Warung

6 Mei 2019
sempol

Tidak Ada Sempol Hari Ini

15 Juni 2019
Tradisi Ater-ater di Momen Ramadan yang Menguntungkan Sekaligus Merugikan. #TakjilanTerminal18

Tradisi Ater-ater di Momen Ramadan yang Menguntungkan Sekaligus Merugikan. #TakjilanTerminal18

21 April 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pertama Kali Mencicipi Swike: Makanan Berbahan Dasar Kodok yang Terlihat Menjijikan, tapi Bikin Ketagihan Mojok.co

Katak dalam Soto, Ternyata Swike: Pengalaman yang Membuat Saya Kini Tak Mudah Percaya dan Meragukan Segalanya

21 Maret 2026
7 Barang Indomaret yang Semakin Laris Manis Saat Mudik Mojok.co

7 Barang Indomaret yang Semakin Laris Manis Saat Mudik

17 Maret 2026
Daihatsu Taruna, Mobil Sok Gagah yang Berakhir Gagal Total dan Bikin Penggunanya Bingung Setengah Mati

Daihatsu Taruna, Mobil Sok Gagah yang Berakhir Gagal Total dan Bikin Penggunanya Bingung Setengah Mati

17 Maret 2026
Normalisasi Utang Koperasi demi Kucing, Itu Bukan Tindakan Aneh apalagi Anabul Sudah Seperti Keluarga Mojok.co

Normalisasi Utang Koperasi Kantor demi Kucing, Itu Bukan Tindakan Aneh apalagi Anabul Sudah seperti Keluarga

18 Maret 2026
Stasiun Klaten Stasiun Legendaris yang Semakin Modern

Stasiun Klaten, Stasiun Berusia Satu Setengah Abad yang Terus Melangkah Menuju Modernisasi

16 Maret 2026
Gresik Ternyata Bisa Bikin Arek Surabaya Kaget (Wikimedia Commons)

Nasib Orang Surabaya di Gresik: Bertahan Hidup di Tengah Matinya PDAM dan Ganasnya Sistem Inden SD

19 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia
  • Ujian Pemudik Lajang: Jadi Sasaran Pinjam Uang karena Belum Nikah dan Dianggap Tak Ada Tanggungan, Giliran Nolak Dicap Pelit
  • Rasa Sanga (8): Lontong dan Kangkung dalam Khazanah Suluk Sunan Bonang, Jalan “Merasakan” Kehadiran Tuhan
  • Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya
  • Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.