Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Cuma Orang Naif yang Bilang Jadi PSK Itu Gampang

Prabu Yudianto oleh Prabu Yudianto
22 Juli 2020
A A
suka duka jadi psk jam kerja beban tuntutan alasan orang jadi psk mojok.co

suka duka jadi psk jam kerja beban tuntutan alasan orang jadi psk mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

“Di dunia seperti ini (menjadi PSK), menstruasi saja adalah musibah.” Kata-kata itu masih membekas dalam benak saya. Dan pembicaraan sebelumnya telah mengubah sudut pandang saya terhadap salah satu pekerjaan paling tua sepanjang peradaban manusia.

Sebelum melanjutkan membaca tulisan ini, silakan lepaskan dahulu kacamata moral anda. Mari kita pahami PSK secara objektif sebagai sebuah pekerjaan. Oke, mylov?

Pekerja seks komersial (PSK) selalu menjadi olok-olok. Seperti yang terjadi pada aktris HH, olok-olok warganet subur di setiap kolom komentar media sosial. Dari sekadar mengolok-olok moral HH, sampai mencibir melacurkan diri sebagai pekerjaan paling enak. Dianggap mudah karena mereka berpikir PSK hanya bermodal rebahan. Mungkin yang komentar demikian adalah kaum rebahan yang merindukan insentif Kartu Prakerja.

Aslinya, menjadi PSK adalah pekerjaan berat. Pekerjaan yang menguras tenaga serta pikiran. Pekerjaan yang menuntut si pekerja menguasai banyak ilmu. Juga butuh ketahanan mental untuk menghadapi cibiran dari lingkungan. Kalau kalian menganggap pekerjaan PSK itu mudah, artinya kalian sudah tertipu video porno.

Narasumber saya adalah Miss Panda, sudah pasti bukan nama sebenarnya. Ia seorang single parent yang karena butuh makan, terpaksa jadi PSK. Karena kami sudah berkawan baik, ia sangat terbuka tentang pekerjaan ini. Dan saya pikir, kalian yang selama ini meremehkan PSK juga harus tahu.

Miss Panda bekerja selama 18 jam per hari, mulai pukul 12 siang sampai pukul 6 pagi hari berikutnya. Selama tenggat waktu tersebut ia memang tidak melayani konsumen terus-menerus. Namun, selama 18 jam itu ia harus siap sedia menjajakan diri. Selama 18 jam itu pula ia harus berpenampilan menarik, tetap terlihat segar dan ceria, tanpa menunjukkan perasaan sesungguhnya.

Menurutnya, jadi PSK artinya harus siap bersaing dengan PSK lain. Bahkan di dalam rumah bordil, kompetisi tetap ada dan kadang membuat Miss Panda tertekan. Misal, ketika merasa insecure melihat teman lain yang lebih pandai bersolek. Menghadapi konsumen juga bukan perkara mudah, harus pandai bersandiwara. Seandainya sedang sedih, ya jangan ditampakkan. Bad mood tidak boleh dibawa ke pekerjaan. Tidak ada demo, aksi di jalanan, apalagi petisi online. Semua harus dipendam dalam-dalam.

Menjadi PSK juga tidak hanya berjuang secara psikologis, bahkan harus mengubah siklus alami manusia. Seperti pada paragraf awal, menstruasi adalah bencana. Oleh karena selama menstruasi ia tidak dapat bekerja, datang bulan kadang disiasati dengan mengonsumsi obat “penghilang” menstruasi. Obat keras ini juga dapat dipakai sebagai obat penggugur kandungan. Ini sudah melampaui beratnya pekerjaan lain.

Baca Juga:

Derita Hidup di Lokalisasi JBL Semarang-Kendal, Sering Dikira Mucikari dan Bos Karaoke Padahal Cuma Numpang Tinggal

Suara Hati Seorang PSK: Siapa Bilang Kerja Saya Gampang?

Tapi, beratnya pekerjaan yang sudah dipaparkan masih belum paripurna. Seorang PSK juga harus multitalenta. Pernyataan ini pernah disampaikan teman saya, Bintang Ladenava, pejuang hak perempuan sekaligus musisi. Di matanya, PSK adalah rangkuman dari banyak pekerjaan. Dari aktris, psikolog, penari, make-up artist, sampai olahragawan. Menjadi PSK berarti harus menguasai banyak kemampuan demi kepuasan konsumen. Lumrah jika CV mereka bisa lebih panjang dari pekerja lain.

Mungkin Anda berpikir, mengapa mau menjadi PSK jika beban kerjanya sangat tinggi? Ini akan sangat personal. Miss Panda sendiri tidak ingin menjadi PSK, namun didesak tuntutan ekonomi dan tak bisa mencari pekerjaan lain. Lagi pula, masuk ke dunia prostitusi seperti terjun ke dalam pasir isap. Jika sudah masuk, sulit lepas. Sudah dapat cap ini itu, dipandang membawa bencana pula. Ingin pekerjaan yang lebih “layak” juga mengalami kesulitan. Lalu ke mana lagi mereka harus pergi?

BACA JUGA Kupu-kupu Malam dan Fakta-Fakta Lainnya dan tulisan Dimas Prabu Yudianto lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 22 Juli 2020 oleh

Tags: psk
Prabu Yudianto

Prabu Yudianto

Penulis kelahiran Yogyakarta. Bekerja sebagai manajer marketing. Founder Academy of BUG. Co-Founder Kelas Menulis Bahagia. Fans PSIM dan West Ham United!

ArtikelTerkait

Saya Lahir di Kampung PSK dan Menyadari Tatanan Masyarakat yang Unik mojok.co/terminal

Saya Lahir di Kampung PSK dan Menyadari Tatanan Masyarakat yang Unik

13 Maret 2021
Suara Hati Seorang PSK: Siapa Bilang Kerja Saya Gampang? (Pixabay.com)

Suara Hati Seorang PSK: Siapa Bilang Kerja Saya Gampang?

16 Desember 2022
Open BO via MiChat, Alternatif Prostitusi Bagi Mahasiswa Penjaja Cerita Seksual (Pixabay)

Open BO via MiChat, Alternatif Prostitusi Bagi Mahasiswa Penjaja Cerita Seksual

18 Oktober 2022
Derita Hidup di Lokalisasi JBL, Dikira Mucikari dan Bos Karaoke (Unsplash)

Derita Hidup di Lokalisasi JBL Semarang-Kendal, Sering Dikira Mucikari dan Bos Karaoke Padahal Cuma Numpang Tinggal

13 Agustus 2025
Risiko Tinggal di Kampung yang Dikelilingi Hotel, Tempat Karaoke, dan PSK terminal mojok.co

Risiko Tinggal di Kampung yang Dikelilingi Hotel, Tempat Karaoke, dan PSK

2 Maret 2021
pelakor

Jangan Pernah Adili Pelakor, PSK, dan Ayam Kampus

1 Agustus 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas Mojok.co

Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas

7 April 2026
Rindu Kota Batu Zaman Dahulu yang Jauh Lebih Nyaman dan Damai daripada Sekarang Mojok.co apel batu

Senjakala Apel Batu, Ikon Kota yang Perlahan Tersisihkan. Lalu Masih Pantaskah Apel Jadi Ikon Kota Batu?  

10 April 2026
TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk Mojok.co

TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk 

6 April 2026
Harusnya Anak PNS Dapat UKT yang Standar, Bukan Paling Tinggi, sebab Tidak Semua PNS Kerja di Kementerian dan Pemda Sultan!

Harusnya Anak PNS Dapat UKT yang Standar, Bukan Paling Tinggi, sebab Tidak Semua PNS Kerja di Kementerian dan Pemda Sultan!

4 April 2026
Warga Tangerang Orang Paling Sabar Se-Jabodetabek, Sehari-hari Terjebak di Tol Jakarta-Tangerang yang Absurd Mojok.co

Warga Tangerang Orang Paling Sabar Se-Jabodetabek, Sehari-hari Terjebak Tol Jakarta-Tangerang yang Absurd

5 April 2026
Kecamatan Antapani Bandung Menang Mewah, tapi Gak Terurus (Unsplash)

Kecamatan Antapani Bandung, Sebuah Tempat yang Indah sekaligus Rapuh, Nyaman sekaligus Macet, Niatnya Modern tapi Nggak Terurus

5 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia
  • #NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI
  • Bangun Rumah Istana di Grobogan Gara-gara Sinetron, Berujung Menyesal karena Keadaan Aneh dan Merepotkan
  • Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elite dan Realitas yang Sulit
  • Buka Usaha dan Niat Slow Living di Desa Malah Dibikin Muak dengan Etos Kerja Pemudanya, Bersikap Semaunya Atas Nama “Kekeluargaan”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.