Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Pembuat Lowongan Kerja Palsu di Tengah Pandemi Covid-19 Amat Layak Dikutuk!

Mohamad Jokomono oleh Mohamad Jokomono
1 Juni 2020
A A
lowongan kerja palsu penipuan wabah corona pandemi corona covid-19 mojok.co

lowongan kerja palsu penipuan wabah corona pandemi corona covid-19 mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Modus penipuan bisa saja muncul di setiap waktu. Hanya manakala ia dioperasikan pada saat pandemi Covid-19 berkecamuk seperti dewasa ini, tentu mengundang kutukan yang berlipat-lipat. Itu jika dibandingkan dengan tindakan sama dilakukan saat situasi tak ada kemelut wabah yang mendunia.

Per 20 April 2020 lalu, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) merilis angka 2,8 juta orang di Indonesia yang menjadi korban pemutusan hubungan kerja akibat kemerebakan virus corona.

Angka ini kemudian dikoreksi oleh Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Bidang UMKM Suryani Motik yang menengarai, angkanya berkali lipat lebih tinggi: mencapai 15 juta jiwa.

Angka tersebut diungkapkan Suryani Motik setelah ditambah dengan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah yang tidak bisa menjadi penyintas dalam menjalankan usahanya. Dia mengemukakan hal itu dalam suatu diskusi daring pada kisaran awal Mei 2020 lalu.

Bisa jadi angka tersebut telah bertambah sekarang. Belum lagi jika menghitung angkatan kerja baru. Akan tetapi, paling kurang angka tersebut mengilustrasikan betapa tidak sedikit orang yang semula memiliki pekerjaan, karena adanya pandemi Covid-19, tidak memiliki pekerjaan lagi.

Belum masuk perhitungan pula orang-orang yang sedang mencari kerja. Dan karena adanya wabah yang mendunia, jadi tidak bisa maksimal dalam melancarkan ikhtiar. Yah, karena tidak sedikit perusahaan yang terpaksa berhenti beroperasi.

Nah, dengan berjibunnya angka pengangguran itu, menjadi amat sangat tidak bermoral sekali orang-orang yang menyalakan mimpi para jobless itu demi peruntungan hidupnya sendiri. Mereka hanya menyulutkan asa akan gapaian fatamorgana lewat modus penipuan lowongan kerja fiktif. Alias palsu.

Duh, mereka memang bandit-bandit intelektual dengan praktik operasi yang relatif canggih. Mereka memanfatkan aplikasi lowongan kerja daring semacam situs Jobstreet atau Jobs.id atau Topkarir.com.

Baca Juga:

Loker Management Trainee Membuat Orang Biasa Susah Masuk Perusahaan Impian: Nggak Semua Orang Ingin Jadi Manajer!

Realitas Pahit Lulusan Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI), Prodi Laris yang Susah Cari Pekerjaan

Tidak hanya itu, mereka juga menggunakan media sosial profesional, seperti LinkedIn, situs web sosial berorientasi bisnis, terutama untuk jaringan profesional, guna mengembarakan hasrat tidak terpuji, menjebak para korban dengan lowongan kerja palsu.

Selihai apa pun sepak terjang mereka, setiap praktik yang menumbalkan kemaslahatan orang lain untuk kepentingan diri sendiri, pastilah ada celah-celah kelemahan yang justru mengidentitaskan sosoknya yang bisa dengan kuat dikenali sebagai modus penipuan.

Mereka pastilah ingin mendapatkan korban dalam jumlah yang sebanyak-banyaknya. Karena itu, mereka menawarkan persyaratan yang relatif ringan. Dengan demikian banyak orang yang merespons lowongan kerja palsu mereka. Contoh pendidikan SMA atau sederajat, jurusan apa saja, usia tidak dibatasi, tidak wajib memiliki pengalaman kerja.

Untuk lebih memikat para calon korban, mereka melancarkan strategi penawaran gaji dengan angka yang fantastis. Karena hanya akal-akalan, penentuan tidak mempertimbangkan pengalaman bekerja, kemampuan, dan beban kerjanya. Contoh: gaji 6 sampai 7 juta untuk posisi staf atau admin.

Strategi lain yang mereka lancarkan, karena sadar perusahaan mereka abal-abal, lantas pelaksanaan wawancara dilakukan jauh dari alamat yang ditulis di lowongan kerja palsu itu.

Para pembuat lowongan kerja palsu itu biasanya menggunakan alamat e-mail dengan domain gratis, seperti @gmail, @hotmail, @ymail, atau @rocketmail di bagian belakangnya. Kalau lowongan kerja itu dari perusahaan yang asli, pasti menggunakan domain berbayar, contoh @(nama perusahaan).com.

Dan strategi yang paling langsung berhubungan dengan kerugian finansial para korban, mereka mengutip sejumlah uang dengan berbagai alasan. Bisa dengan alasan untuk biaya pelatihan atau akomodasi. Seraya ada imbuhan janji akan mengembalikannya saat pelamar diterima dengan sistem reimbursement.

Alasan lain yang biasanya mereka kemukakan, hal itu merupakan biaya administrasi guna meloloskan sejumlah dokumen. Atau, mereka juga menghalalkan alasan bahwa uang itu untuk membayar jasa kurir. Serta, aneka ragam alasan lain. Padahal, lowongan kerja yang waras tidak mengutip ongkos dari pelamar sepeser pun.

Kalau sudah sampai pada bagian terakhir ini, pembuat lowongan kerja palsu yang masih saja beraksi di tengah kecamuk pandemi Covid-19 itu, memang layak untuk mendapat kutukan secara berlipat-lipat. Pada saat banyak orang yang dikenai pemutusan hubungan kerja, mereka malahan sengaja memberi harapan kerja yang palsu. Masih pula menggerogoti uang pelamar yang mereka kibuli demi kepentingan diri sendiri. Seperti kata pepatah, sudah jatuh ditimpa tangga pula.

Kalaupun yang acap kali terjerat jebakan lowongan kerja palsu itu adalah orang-orang yang baru akan mencari kerja, tetap saja tindakan mereka layak mendapat kutukan yang berlipat-lipat.

Lo, bagaimana kalau para korban itu merupakan anak atau sanak famili dari orang-orang yang tidak lagi punya kerja akibat kemerebakan pandemi Covid-19? Bukankah tindakan mereka itu secara tidak langsung turut memperuncing duka nestapa para jobless korban pembatasan kegiatan masyarakat?

Tak bisa dikatakan lagi, para pembuat lowongan kerja palsu pada saat sekarang ini, adalah makhluk yang rasa kamanungsannya telah mati.

BACA JUGA Syarat Berpenampilan Menarik di Lowongan Pekerjaan Sering Kali Bikin Minder dan tulisan Mohamad Jokomono lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 1 Juni 2020 oleh

Tags: Lowongan Kerjalowongan kerja palsuwabah corona
Mohamad Jokomono

Mohamad Jokomono

Alumnus Magister Ilmu Komunikasi Undip Semarang

ArtikelTerkait

Sarjana Agama Jangan Mau Dicap Cuma Bisa Terima Setoran Hafalan, Ini 5 Profesi Alternatif yang Butuh Keahlian Agama Kamu

Sarjana Agama Jangan Mau Dicap Cuma Bisa Terima Setoran Hafalan, Ini 5 Profesi Alternatif yang Butuh Keahlian Agama Kamu

6 November 2025
22 Istilah Penting yang Perlu Diketahui Staff Admin Supaya Kerjanya Sat-Set Mojok.co

22 Istilah yang Perlu Diketahui Staff Admin supaya Kerjanya Sat-Set

30 Oktober 2023
Hindari Modus Penipuan Lowongan Kerja dengan 3 Tips Ini! Terminal Mojok.co

Hindari Modus Penipuan Lowongan Kerja dengan 3 Tips Ini!

25 Juli 2022
rektor uny selebgram sutrisna wibawa penurunan ukt penyesuaian ukt unybergerak mojok.co

Gini Amat Rasanya Punya Rektor UNY Nyambi Selebgram seperti Pak Sutrisna Wibawa

8 Juli 2020
Kebohongan WHV Australia yang Terlanjur Dipercaya Pencari Kerja Indonesia Mojok.co

Kebohongan WHV Australia yang Terlanjur Dipercaya Pencari Kerja Indonesia

7 Juli 2025
istilah new normal salah diganti adaptasi kebiasaan baru mojok.co

Pemerintah Akui Istilah New Normal Salah. Lho, Bukannya Sudah Serbasalah sejak Awal?

19 Juli 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dilema Hidup di Jaten Karanganyar: Asap dan Truknya Mengganggu, tapi Perputaran Uangnya Menyelamatkan Ribuan Rumah Tangga

Dilema Hidup di Jaten Karanganyar: Asap dan Truknya Mengganggu, tapi Perputaran Uangnya Menyelamatkan Ribuan Rumah Tangga

19 Mei 2026
Mal-Mal Jombang Kelewat Jadul Bikin Warlok Lebih Senang Ngemal di Mojokerto atau Kediri Mojok.co

Mal-Mal Jombang Kelewat Jadul Bikin Warlok Lebih Senang Ngemal di Mojokerto atau Kediri

19 Mei 2026
Kos Putri Tempat Tinggal yang Terlihat Ideal untuk Perempuan Perantau, tapi Aslinya Bikin Malas Mojok.co

Kos Putri yang Terlihat Ideal untuk Perempuan Perantau Aslinya Bikin Malas

18 Mei 2026
4 Kelebihan Kuliah di Samarinda yang Bikin Kuliah di Jogja Jadi Kelihatan Biasa Saja

Samarinda Tidak Ramah buat Mahasiswa yang Tidak Bisa Naik Motor karena Tidak Ada Transportasi Umum yang Bisa Diandalkan!

21 Mei 2026
Berhenti Jadi Kaum Mistika: Sigar Bencah Semarang Itu Angker karena Sudut Tanjakannya, Bukan Penampakan Tak Kasat Mata

Berhenti Jadi Kaum Mistika: Sigar Bencah Semarang Itu Angker karena Sudut Tanjakannya, Bukan Penampakan Tak Kasat Mata

14 Mei 2026
Pintu Tol KM 99 Cipularang, Pemberi Berkah bagi Warga Purwakarta: Mobilitas Makin Mudah, Akses Pendidikan Makin Luas

Pintu Tol KM 99 Cipularang, Pemberi Berkah bagi Warga Purwakarta: Mobilitas Makin Mudah, Akses Pendidikan Makin Luas

15 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.