Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Oh My Baby Episode 6: Sinopsis dan Komentar

Nimatul Faizah oleh Nimatul Faizah
31 Mei 2020
A A
rekomendasi drama korea mojok oh my baby episode 1 sinopsis dan komentar mojok.co oh my baby episode 2 oh my baby episode 3 oh my baby episode 4 episode 5

rekomendasi drama korea mojok oh my baby episode 1 sinopsis dan komentar mojok.co oh my baby episode 2 oh my baby episode 3 oh my baby episode 4 episode 5

Share on FacebookShare on Twitter

Oh My Baby episode 6 diawali dengan adegan yang bikin hati saya ikut berdebar-debar, mylov. Ada adegan romantis di padang ilalang yang dilakoni oleh Jang Ha-ri dan Han Yi-sang. Wajah mereka berdekatan, didukung backsound lagu romantis dan beauty shot. Sebagai penggemar drama Korea lama, saya langsung tahu ini adalah pertanda akan ada kiss scene. Eee… tapi perkiraan saya meleset. Tiba-tiba Yi-sang mengalihkan pandangan, adegan romantis itu tidak jadi kemudian berubah menjadi canggung.

Kecanggungan itu berlanjut sampai mereka pulang ke Seoul. Mobil kecil yang berisi hanya dua orang itu sepi, tak ada percakapan. Ha-ri tenggelam dalam smartphone-nya, ia sedang mencari di internet cara agar bisa melupakan kejadian tadi. Sedangkan Yi-sang fokus berkendara. Sesampainya di Seoul, Ha-ri sudah disambut oleh Yoon Jae-young.

Dalam episode sebelumnya, kita bisa melihat kalau Jae-young yang kebakaran jenggot saat tahu Ha-ri bertugas bersama Han Yi-sang. Saya merasakan bibit-bibit cinta dari Jae-young nih. Kemudian, dengan pakaian serbagelap, Jae-young menunggu Jang Ha-ri di depan rumah. Ia bersiap menginterogasi wanita itu. Jae-young takut kalau Ha-ri akan sembarangan memilih laki-laki karena ingin segera punya anak. Jang Ha-ri hanya mengabaikannya dan masuk ke rumah.

Berbeda dengan Jang Ha-ri yang berusaha melupakan kecanggungan, Han Yi-sang ternyata memiliki penyesalan karena tidak jadi memanfaatkan kesempatan untuk mencium Jang Ha-ri. Lucunya, ia bahkan sampai berhalusinasi melihat Jang Ha-ri di setiap matanya memandang. Tapi sebenarnya Yi-sang memiliki alasannya sendiri untuk menahan keinginannya pada Jang Ha-ri.

“Kita harusnya bertemu dengan seseorang yang kita yakini bisa menghabiskan sisa hidupnya bersama kita. Bukan seseorang yang kita inginkan untuk kenikmatan sesaat.” Begitulah ucapan Han Yi-sang. Dia tidak ingin terpancing perasaan sesaat pada Jang Ha-ri. Yi-sang ingin memastikan apakah Jang Ha-ri benar-benar orang yang ia yakini untuk hubungan yang serius. Mengingat dia memiliki ketakutan untuk memulai hubungan baru setelah kandasnya hubungan 17 tahun bersama In-ah. Double kill nggak sih? Pacaran 17 tahun dan sudah mau menikah, e malah ditinggal. Pantas saja ia ingin membuka ruang di hatinya untuk Jang Ha-ri pelan-pelan.

Lanjut ke cerita berikutnya. Han Yi-sang dan Jang Ha-ri meliput pasangan infertil yang akan melakukan konsultasi. Jang Ha-ri bertugas menulis artikel, sedangkan Han Yi-sang bertugas mengambil foto. Saat Yi-sang mengambil foto, dilihatnya pasangan itu berpegangan tangan erat sekali. Seolah mereka saling menguatkan dalam kecemasan. Yi-sang terdiam, adegan sekilas kembali ke masa lalu saat Yi-sang masih bersama In-ah dan dengan keadaan yang sama dengan pasangan yang dilihatnya. Yi-sang dan In-ah duduk bersama di depan dokter, hanya saja In-ah melepas genggaman tangannya. Tidak seperti pasangan yang saat ini dilihatnya, mereka saling berpegang tangan erat sekali.

“Haruskah mereka bekerja sangat keras dan memaksa untuk punya anak? Mereka harus mengorbankan banyak hal untuk sesuatu yang tidak ada,” ucap Han Yi-sang setelah liputan selesai. Jang Ha-ri menghela nafas, kemudian dia menunjuk ke arah orang tua yang berjalan membawa bayinya. Muka pasangan itu terlihat bahagia, terutama sang ibu. Ha-ri pun mulai menanyakan bagaimana bisa seseorang memiliki ekspresi sebahagia itu? Dan bagaimana orang bisa mencintai tanpa syarat sesuatu yang awalnya tidak ada kemudian ada? Bagi Ha-ri, itu adalah sebuah keajaiban.

Adegan kemudian berpindah ke rumah Jang Ha-ri dan Yoon Jae-young. Ha-ri sengaja membawa produk kepala shower yang ia iklankan untuk dicoba Do-ah. Namun, saat Ha-ri mengganti kepala shower, tiba-tiba Jae-young memegang kepala shower itu dari belakang Ha-ri. Dia memegang seolah melakukan back hug kepada Ha-ri. Adegan Ha-ri romantis terus yaaa. Jadi pengen, tapi saya cuma bisa menonton. Sedihnya….

Baca Juga:

Saya Meninggalkan Drakor Sejak Kenal Dracin yang Ceritanya Lebih Seru

4 Alasan Drama Korea Zaman Sekarang “Kalah” dengan Zaman Dahulu Menurut Saya yang Sudah 15 Tahun Jadi Penggemar

Adegan romantis itu tak berlangsung lama, Yoon Jae-young langsung mencairkan suasana canggung dengan ngomel ke Ha-ri karena tak segera melepas kepala shower. Ha-ri pun membalas dengan memukul tangan Jae-young. Jae-young kemudian menghindar dan segera mengambil Do-ah untuk dimandikan. Selanjutnya, Ha-ri memfoto Jae-young yang sedang memandikan Do-ah. Entah untuk tujuan laporan sponsor atau artikel. Tapi Jae-young merasa canggung karena dia belum pernah memandikan Do-ah di depan orang lain, termasuk mantan istrinya.

Keesokan harinya, kejadian buruk menimpa Ha-ri. Data dirinya telah beredar di internet, tak hanya itu dia juga mendapat banyak komentar buruk karena ia ingin mencari donor sperma padahal belum menikah. Dia juga mendapat julukan tidak pantas. Karena itu, Ha-ri langsung mengurus ke kantor polisi. Tapi seharian itu Jang Ha-ri tidak bisa dihubungi. Hal itu membuat Yi-sang, Jae-young, dan Eu-Ddeum khawatir dan mencarinya. Mereka pun tak sengaja bertemu kemudian makan di restoran.

Setelah selesai makan di restoran, tiga laki-laki itu berebut siapa yang akan membayar makan. Mereka saling merasa berpenghasilan paling tinggi. Ha-ri pun hanya tertawa melihat tiga laki-laki dewasa yang bertingkah seperti anak kecil. Kemudian Ha-ri diminta keluar, namun saat Ha-ri menunggu di luar ada tiga laki-laki lain yang mengganggunya. Memanggilnya dengan sebutan tak pantas dan melecehkan Ha-ri. Jang Ha-ri melakukan perlawanan sambil menangis. Kawan-kawan Jang Ha-ri langsung keluar dan membela Jang Ha-ri. Namun, Ha-ri meminta untuk berhenti dan segera pulang.

Jang Ha-ri akhirnya pulang dikawal tiga lelaki yang sangat perhatian kepadanya. Rasanya iri sekali ya melihat Ha-ri dikelilingi lelaki tampan. Apalagi ketiganya sangat suami-able, Yi-sang yang diam-diam peduli, Jae-young teman semasa kecilnya yang sudah tahu baik buruknya, dan Choi Kang Eu-ddeum yang masih muda serta penuh kasih sayang. Tapi saya hanya iri Jang Ha-ri yang dikelilingi lelaki baik dan tampan ya, bukan sama masalah-masalahnya. Hehe.

Untuk menghibur Ha-ri, Jae-young pun datang ke tempat Ha-ri sambil membawa komik. Mereka membaca komik sambil berdiskusi langkah apa yang harus diambil untuk menurunkan tensi masalah Jang Ha-ri. Saat berdiskusi, tiba-tiba Do-ah yang bermain sendirian menangis. Laksana ibu yang siap siaga, Ha-ri langsung menghampiri Do-ah dan menenangkannya. Saat itu pandangan Jae-young seperti orang jatuh cinta. Kemudian Jae-young mengajak Ha-ri menikah!

Iya, kamu tidak salah baca, mylov. M-E-N-I-K-A-H! Cuma ya gitu, Ha-ri kemudian memecah adegan romantis dengan bercandaan dan menganggap Jae-young hanya membutuhkannya sebagai baby sitter. Yah, gagal romantis terus ya.

Hari berikutnya, Jang Ha-ri dipanggil oleh atasannya di Dachae Media. Dia diminta menulis surat permintaan maaf. Namun bukan Jang Ha-ri kalau tanpa kejutan. Alih-alih membuat surat permintaan maaf, Ha-ri justru menulis artikel mengapa dia ingin mempunyai anak dengan donor sperma walau belum menikah. Dijelaskannya sedetail mungkin alasan mengapa dia ingin memiliki anak walaupun tidak menikah. Ha-ri sepertinya sudah siap lahir batin kalau dipecat karena tidak menuruti perintah atasannya.

Tulisan Jang Ha-ri ternyata menyentuh hati Han Yi-sang. Di adegan akhir Oh My Baby episode 6, diperlihatkan Yi-sang pergi ke dokter urologi dan menanyakan apakah ada cara baginya untuk memiliki anak. Wah! Ada apa ini? Mengapa Yi-sang harus pergi ke dokter urologi dan menanyakan hal itu? Apa dia ditinggal pacarnya karena masalah kesuburan? Sepertinya akan terjawab di Oh My Baby episode 7. Makin nggak sabar nih menanti episode selanjutnya.

BACA semua sinopsis drama Korea Oh My Baby di sini.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 31 Mei 2020 oleh

Tags: drama koreaoh my babyreview drakor mojok
Nimatul Faizah

Nimatul Faizah

Dipanggil Niva. Hobi log-in di akun instagram @dear.niva.

ArtikelTerkait

Villain Bunuh Diri Jadi Ending Drama Korea Paling Menyebalkan Bagi Penggemar Drakor

Rekomendasi 5 Drama Korea Makjang Terbaik Sepanjang Masa

17 Mei 2022
Eve Drama Korea Terbaru Seo Ye Ji yang Meresahkan Terminal Mojok

Eve: Drama Korea Terbaru Seo Ye Ji yang Meresahkan

11 Juni 2022
6 Karakter Alpha Female dalam Drama Korea, Inspiratif Terminal Mojok

6 Karakter Alpha Female dalam Drama Korea, Inspiratif!

17 November 2022
Extraordinary Attorney Woo, Drama Korea yang Tak Hanya Menghibur tapi Juga Menyentil Sisi Kemanusiaan Terminal Mojok

Extraordinary Attorney Woo, Drama Korea yang Tak Hanya Menghibur tapi Juga Menyentil Sisi Kemanusiaan

12 Juli 2022
Why Her Drama Korea tentang Dunia yang Belum Ramah bagi Perempuan

Why Her? Drama Korea tentang Dunia yang Belum Ramah bagi Perempuan

22 Juni 2022
Prediksi Akhir Drakor Twenty Five Twenty One Sad Ending dan Major Character Death Terminal Mojok

Prediksi Akhir Drakor Twenty Five Twenty One: Sad Ending dan Major Character Death?

24 Februari 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Istilah di Solo yang Biking Orang Jogja seperti Saya Plonga-plongo Mojok.co

5 Istilah di Solo yang Biking Orang Jogja seperti Saya Plonga-plongo

15 Januari 2026
Nestapa MUA Spesialis Wisuda: Berangkat Subuh demi Menutup Mata Panda, Pulang Kena Tawar Harga yang Nggak Ngotak

Nestapa MUA Spesialis Wisuda: Berangkat Subuh demi Menutup Mata Panda, Pulang Kena Tawar Harga yang Nggak Ngotak

16 Januari 2026
7 Lagu Bahasa Inggris Mewakili Jeritan Hati Dosen di Indonesia (Unsplash)

7 Lagu Bahasa Inggris yang Mewakili Jeritan Hati Dosen di Indonesia

16 Januari 2026
Guru Honorer Minggat, Digusur Negara dan Guru P3K (Unsplash) dapodik

Bantuan untuk Guru Honorer Memang Sering Ada, tapi Dapodik Bikin Segalanya Jadi Ribet dan Guru Nasibnya Makin Sengsara

20 Januari 2026
Bukan Malang, Pengendara dengan Refleks Terbaik Itu Ada di Banyuwangi. Tak Hanya Jalanan Berlubang, Truk Tambang pun Dilawan

Bukan Malang, Pengendara dengan Refleks Terbaik Itu Ada di Banyuwangi. Tak Hanya Jalanan Berlubang, Truk Tambang pun Dilawan

15 Januari 2026
Sisi Gelap Nama Purwokerto dan Purwakarta yang Bikin Pusing (Unsplash)

Sisi Gelap dari Kemiripan Nama Purwokerto dan Purwakarta yang Bikin Pusing

19 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Broken Strings Karya Aurelie Moeremans: Kalau Bobby Iblis Kita Tenang. Masalahnya, Dia Manusia
  • Berkah di Luar Arena: Ojol Jakarta Terciprat Bahagia dari “Pesta Rakyat” Indonesia Masters 2026 di Istora
  • Sebaiknya Memang Jangan Beli Rumah Subsidi, sebab Kamu Akan Rugi Berkali-kali
  • Warga Madiun Dipaksa Elus Dada: Kotanya Makin Cantik, tapi Integritas Pejabatnya Ternyata Bejat
  • Indonesia Masters 2026: Cerita Penonton Layar Kaca Rela Menembus 3 Jam Macet Jakarta demi Merasakan Atmosfer Tribun Istora
  • Sumbangan Pernikahan di Desa Tak Meringankan tapi Mencekik: Dituntut Mengembalikan karena Tradisi, Sampai Nangis-nangis Utang Tetangga demi Tak Dihina

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.