Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

4 Mitos yang Menyelubungi Gunung Kelud di Kediri

Annisa Herawati oleh Annisa Herawati
24 Juni 2020
A A
mitos di sekitar gunung kelud kediri erupsi hujan abu mojok.co

mitos di sekitar gunung kelud kediri erupsi hujan abu mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Gunung Kelud yang dikenal masuk wilayah administratif Kabupaten Kediri sejatinya masuk ke dalam wilayah tiga kabupaten, yakni Kediri, Blitar, dan Malang. Sempat terjadi sengketa kepemilikan antara Kabupaten Blitar dan Kediri soal kepemilikan gunung ini, namun Kediri lah yang menang.

Terlepas dari masalah tersebut, Gunung Kelud mempunyai beragam mitos yang hingga saat ini masih diyakini kebenarannya oleh masyarakat Kediri dan Blitar. Berikut merupakan beberapa mitos mengenai gunung yang bertipe stratovulkano tersebut.

#1 Kutukan Lembu Suro

Cerita kutukan Lembu Suro sudah menjadi tradisi lisan turun-temurun bagi masyarakat di Kediri dan Blitar. Ada berbagai macam versi terkait tokoh yang terlibat dalam kisah tersebut. Namun, yang paling populer di kalangan masyarakat setempat adalah cerita antara Dewi Kilisuci dan Lembu Suro.

Diceritakan, Dewi Kilisuci yang merupakan putri dari Jenggolo Manik sang penguasa Kediri dilamar oleh dua raja. Seorang berkepala lembu bernama Lembu Suro dan seorang berkepala kerbau bernama Mahesa Suro.

Sang putri berkeinginan menolak lamaran tersebut dengan membuat sayembara yang tak masuk akal demi menggagalkan niat mereka menikahi sang putri. Baik Lembu Suro dan Mahesa Suro diminta untuk membuat dua sumur yang berbau amis dan wangi di Gunung Kelud dalam waktu satu malam. Yang berhasil melaksanakan sayembara tersebut akan dijadikan suami oleh Dewi Kilisuci.

Singkat cerita karena kedua peserta sayembara bukan manusia biasa, dua sumur tersebut dapat terselesaikan dalam waktu satu malam. Dewi Kilisuci pun resah. Tak kehabisan akal, ia meminta Lembu Suro dan Mahesa Suro masuk ke dalam sumur untuk membuktikan apakah sumur tersebut benar-benar memiliki bau amis dan bau wangi. Keduanya menuruti permintaan Dewi Kilisuci. Saat keduanya berada di dalam sumur, Dewi Kilisuci memerintahkan prajurit kerajaan untuk mengubur mereka hidup-hidup.

Mahesa Suro pun meninggal. Sedangkan Lembu Suro sempat meminta tolong agar diselamatkan nyawanya. Sadar bahwa usahanya meminta pertolongan sia-sia, sebelum meninggal Lembu Suro mengucapkan sumpah serapah terhadap Dewi Kilisuci dan seluruh keturunannya yang terus melegenda sampai sekarang.

“Oyoh, wong Kediri mbesuk bakal pethuk piwalesku sing makaping kaping yoiku Kediri bakal dadi kali, Blitar dadi latar, Tulungagung bakal dadi kedung.”

Baca Juga:

Patung Macan Putih, Ikon Wisata Baru Kediri yang Menarik Wisatawan

Alasan Golden Theater Kediri Masih Bertahan dan Tetap Ada di Hati Masyarakat Kediri

Maksud dari sumpah Lembu Suro adalah ketika Gunung Kelud meletus, Kediri akan menjadi sungai tempat mengalirnya lahar, Blitar menjadi hamparan padang pasir letusan Gunung Kelud, dan Tulungagung menjadi bendungan tempat bermuaranya lahar Gunung Kelud. Banyak masyarakat Kediri dan Blitar yang percaya bahwa Gunung Kelud meletus merupakan bentuk kemarahan Lembu Suro terhadap Dewi Kilisuci dan seluruh keturunannya.

Letusan terakhir pada 2014 lalu yang dampak letusannya sampai ke Jakarta dipercaya masyarakat bisa terjadi karena Lembu Suro benar-benar murka dan terus mengejar seluruh keturunan Dewi Kilisuci.

#2 Keris Mpu Gandring

Banyak yang percaya bahwa keris Mpu Gandring dikuburkan di kawah Gunung Kelud. Keris sakti yang berasal dari Kerajaan Singasari tersebut dikuburkan karena dianggap memiliki aura yang jahat dan menimbulkan perang saudara. Oleh sebab itu, Prabu Hayam Wuruk yang berasal dari Majapahit memutuskan menguburkan keris Mpu Gandring guna memutus kutukan jahat tersebut.

#3 Siklus 20 tahun

Masyarakat memiliki keyakinan bahwa Gunung Kelud memiliki kebiasaan meletus 20 tahun sekali. Dari beberapa catatan dapat diketahui bahwa Gunung Kelud memiliki periode letusan yang bisa dihitung. Jarak antara satu letusan dengan letusan selanjutnya berkisar antara 15 sampai 25 tahun, kecuali yang terjadi pada tahun 2007.

#4 Wage Keramat

Wage merupakan salah satu pasaran di hari Jawa. Bagi masyarakat yang tinggal tidak jauh dari Gunung Kelud, Wage dianggap keramat karena berkenaan dengan meletusnya Gunung Kelud.

Hal ini diyakini masyarakat setempat berdasarkan ilmu titen di mana letusan terakhir terjadi pada Kamis Kliwon malam sudah masuk dalam hitungan Jumat Wage. Letusan yang terjadi pada tahun 1990 terjadi pada Sabtu Wage dan letusan pada tahun 1965 juga terjadi pada Jumat Wage. Belum ada penelitian yang mengenai korelasi antara Wage dengan meletusnya Gunung Kelud. Namun, bagi sebagian masyarakat khususnya di sekitaran Gunung Kelud, hal itu mereka yakini berdasarkan pengalaman yang sudah mereka alami.

Sumber gambar: Wikimedia Commons

BACA JUGA Di Kediri, Anak Kecil Nggak Bisa Bercita-cita Jadi Presiden 

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 24 Juni 2020 oleh

Tags: gunung keludkediri
Annisa Herawati

Annisa Herawati

Cah asli Blitar

ArtikelTerkait

Sudah Saatnya Nganjuk Introspeksi Diri supaya Bisa seperti Kediri, Atau Minimal Bikin Bangga Warga Sendiri

Sudah Saatnya Nganjuk Introspeksi Diri supaya Bisa seperti Kediri, Atau Minimal Bikin Bangga Warga Sendiri

23 September 2024
Hanya Karena Rumah Saya Dekat Pabrik Gudang Garam, Bukan Berarti Harga Gudang Garam Surya Jadi Lebih Murah, Lur! jawa timur

Gudang Garam Surya Akan Selalu Jadi Rokok Nomor 1 di Jawa Timur

12 Oktober 2023
Pertama Kali Naik Bus Bagong ke Malang Jadi Pengalaman Paling “Membagongkan” dalam Hidup Mojok.co

Pertama Kali Naik Bus Bagong ke Malang Jadi Pengalaman Paling “Membagongkan” dalam Hidup

9 Juni 2025
IAIN Kediri Tidak Berdosa dalam Pembangunan Gedung Baru (Unsplash)

IAIN Kediri Tidak Berdosa dalam Pembangunan Gedung Baru

13 September 2023
Jalan Mastrip Jombang, Jalur Utama Jombang-Mojokerto-Surabaya yang Bikin Anda Selangkah Lebih Dekat dengan Maut

Jalan Mastrip Jombang, Jalur Utama Jombang-Mojokerto-Surabaya yang Bikin Anda Selangkah Lebih Dekat dengan Maut

24 Januari 2024
Anggapan Sesat Seputar Kampung Inggris Pare yang Beredar di Masyarakat. Kamu Masih Percaya Nomor Berapa? kediri

Kampung Inggris, 2 Kata Lucu yang Membuat Pare Kediri Mengalami Krisis Identitas

2 Juni 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Andai Jadi Warga Tangerang Selatan, Saya Pasti Sudah Pusing Tujuh Keliling. Mending Resign Jadi Warga Tangsel!

Jangan Nilai Buku dari Sampulnya, dan Jangan Menilai Tangerang Selatan Hanya dari Bintaro, Alam Sutera dan BSD Saja

4 Februari 2026
5 Barang Indomaret yang Sebenarnya Mubazir, tapi Terus Dibeli Pelanggan Mojok.co

5 Barang Indomaret yang Sebenarnya Mubazir, tapi Terus Dibeli Pelanggan

31 Januari 2026
Di Sumenep, Tidak Terjadi Invasi Barbershop, Diinjak-injak Sama Pangkas Rambut Tradisional

Di Sumenep Tidak Terjadi Invasi Barbershop, Diinjak-injak Sama Pangkas Rambut Tradisional

4 Februari 2026
8 Kasta Saus Indomaret dari yang Pedas hingga yang Biasa Aja Mojok.co

8 Kasta Saus Indomaret dari yang Pedas hingga yang Biasa Aja

4 Februari 2026
Jatiwaringin Bekasi, Daerah Seribu Galian yang Nggak Tahu Kapan Kelarnya. Warga di Sini Punya Kesabaran Tingkat Tinggi bekasi jogja

Setahun Hidup di Jogja Bikin Saya Rindu Jalan Berlubang di Bekasi

6 Februari 2026
Rangka Ringkih Honda Vario 160 “Membunuh” Performa Mesin yang Ampuh Mojok.co

Rangka Ringkih Honda Vario 160 “Membunuh” Performa Mesin yang Ampuh

4 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial
  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya
  • Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.