Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Buat Orang-orang yang Belain Fizi, Kalian Semua Standar Ganda!

Nasrulloh Alif Suherman oleh Nasrulloh Alif Suherman
28 Mei 2020
A A
video twit viral fizi upin ipin bacot disaring pembelaan ehsan bullying kartu trending indonesia mojok.co

video twit viral fizi upin ipin bacot disaring pembelaan ehsan bullying kartu trending indonesia mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Dunia maya Twitter dan Instagram sedang ramai membicarakan soal Fizi, si anak kecil yang mulutnya suka bacot dan tidak disaring dalam kartun “Upin & Ipin”. Semuanya bermula dari percakapan berempat antara Fizi, Mail, dan Upin-Ipin yang sedang mengobrol santai di surau. Obrolan yang dibicarakan adalah seputar apa yang akan dilakukan saat Lebaran nantinya.

Sebenarnya tidak ada yang salah dari obrolan itu, hanya percakapan empat orang anak kecil tentang Lebaran apa salahnya coba? Mail hanya bercerita kalau dia saat Lebaran hanya membantu ibunya, membuat ragam makanan khas hari raya. Pokoknya hanya bantu ibu. Ipin pun memberikan pujian, katanya Mail anak yang saleh karena membantu ibu. Mail pun membalas, “Tentu saja, surga itu kan di bawah telapak kaki ibu.” 

Karena percakapan selanjutnya ini yang membuat Fizi langsung viral, serta dihina buruk akhlaknya. Ini karena Ipin bertanya, “Kalau tak ada ibu?” eh si Fizi langsung menyeletuk, “Ya tak ade surga.” Jawaban yang sangat menohok, terlihat dari raut muka Upin-Ipin yang langsung lemas sedih dan wajah Mail yang tercengang. Kampretnya, si Fizi malah melanjutkan lagi perkataannya, “Masa itu saja kalian nggak tahu,” tanpa merasa bersalah. Mail pun menepuk pundak Fizi, barulah ia sadar.

pic.twitter.com/3g4Xc6Xssy

— ????? (@riezlannn) May 28, 2020

Percakapan tersebut kalau kita lihat secara kasat mata memang sangat pedih, bayangkan saja orang yang punya orang tua ‘keceplosan’ bilang sesuatu yang tidak mengenakan hati untuk orang yang sudah tidak punya orang tua. Secara moral dan akhlak itu sungguh menyebalkan, bikin kesal juga karena buat apa menyinggung hal yang sensitif seperti itu.

Namun patut diketahui dan kita telaah baik-baik terlebih dahulu, yang mengucapkan itu adalah seorang anak kecil dan bahkan tokoh kartun yang fiksi. Tak patut pula kita marah sebab perkataan seorang tokoh anak kecil, sudah begitu fiksi pula. Dilihat dari situasi pun si Fizi itu memang tidak disengaja, jatuhnya keceplosan dan asal bunyi. Tidak ada maksud serius di balik ucapan itu.

Terlebih, apa kita tidak sedang melakukan standar ganda atas apa yang dilakukan Fizi?

Sebelum kalian menghujat saya karena dianggap sok benar atau paling bermoral, coba baca tulisan ini sampai habis. Saya cuman menyampaikan keresahan atas apa yang terjadi belakangan soal Fizi serta kelakuannya dan respons untuknya tersebut. Kita tahu kalau Fizi ini memang anak yang suka sekali mengoceh, semisal motor dia macam motor yang remnya mulai blong. Nggak bisa berhenti sebelum ditegur.

Baca Juga:

4 Momen Beloon Jarjit di Serial TV Upin Ipin yang Malah Menghidupkan Cerita

Jika Tok Dalang dalam Serial Upin Ipin Pensiun, Abang Iz Layak Jadi Kepala Kampung Durian Runtuh

Kalau di tongkrongan Fizi itu macam teman yang suka banyak omong, tapi isinya kosong. Nggak tahu apa yang diomongin tapi juga bikin kesal. Pasti kalian punya teman yang begitu, kan? Hobinya cuman ngecengin orang saja, ngomong panjang lebar tapi kadang nyali ciut. Itulah macam Fizi saja.

Kalian tentu ingat Ehsan bukan? Karakter dalam kartun Upin-Ipin yang juga satu kelompok dengan Upin-Ipin serta kawan-kawan, dikenal sebagai seorang anak berperawakan gemuk dan dari golongan yang menengah ke atas. Selain itu ia juga adalah ketua kelas di Tadika Mesra, sekolah tempat para karakter kartun Upin-Ipin belajar.

Apakah kalian semua khalayak masyarakat lupa, bahwa korban sebenarnya dari ucapan Fizi adalah si Ehsan ini!? Apa kalian lupa selama ini Fizi dengan “gagahnya” sering memanggil Ehsan bukan dengan nama aslinya, melainkan dengan nama panggilan yang menurut saya cukup insult karena bermakna negatif: “intan payung” yang artinya anak manja.

Kalau dihitung dari tahun pertama adanya kartun ini, maka Ehsan sudah diejek oleh Fizi sekitar 13 tahun, karena kartun Upin-Ipin sudah ada dari tahun 2007 lalu. Cukup lama bukan? Mana itu anak kecil nggak besar-besar, nasibnya cuman dikatain sama teman sendiri. Nasib buruk kau, Ehsan, berkawan tapi diejek.

Ayolah, jangan merasa pura-pura lupa atau mencari pembenaran. Jangan menggunakan alasan-alasan macam “Ehsan itu anaknya sombong, suka pamer”, “Ehsan sifatnya menyebalkan, nggak suka!” atau yang lebih parah sampai body shaming begini, “Biarin aja, udah gendut pantas dihina”. Jiahhh, kalau mau cari karakter yang sempurna baca manga genre shoujo sana, brooo. 

Bukannya apa-apa, respons yang berlebihan di masyarakat inilah yang membuat saya agak jengkel. Kalau merasa ucapan Fizi memang tidak ada akhlak, kenapa baru sekarang dihantam dan tidak dari dahulu kala, malih. Itu si Ehsan juga korban, terlepas dari kelakuan Ehsan yang menyebalkan apa iya dia pantas untuk diejek? Tentu saja tidak, bukan!? Apa karena menyangkut orang tua makanya Ehsan tidak perlu dibela? Brooo, menghina orang dan masih merasa nggak berdosa di depan muka orang tuanya, apa itu nggak menghina orang tua juga? 

Jangan standar ganda begitu, mentang-mentang Upin dan Ipin adalah tokoh utama kita langsung mencak-mencak tidak terima, saat Ehsan kita menutup mata. Kalau memang mau Upin-Ipin juga dibela, tolong itu haknya si Ehsan dibela juga sudah berapa tahun dia diejek serta hanya dipandang sebelah mata oleh masyarakat. Kalau nggak mau membela Ehsan, ya sudah biasa saja dan nggak usah pusing karena masalah omongan Fizi. Standar ganda itu jahat, cuy.

Apa bedanya kita sama orang yang baik dan perhatian karena good looking dan memandang orang lain karena tidak good looking? Semoga kita lebih muhasabah diri, mana yang perlu dibela dan mana yang tidak mesti dibela.

Ya ampun, serius amat~

BACA JUGA Klarifikasi dari Fizi Perihal Khilaf dan Sengketa dengan Upin Ipin dan tulisan Nasrulloh Alif Suherman lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 28 Mei 2020 oleh

Tags: Fiziupin-ipin
Nasrulloh Alif Suherman

Nasrulloh Alif Suherman

Alumni S1 Sejarah Peradaban Islam UIN Jakarta. Penulis partikelir di selang waktu. Sangat menyukai sejarah, dan anime. Kadang-kadang membuat konten di TikTok @waktuselang.

ArtikelTerkait

Terima Kasih Abang Saleh “Upin Ipin”, Orang Dewasa Jadi Lebih Mudah Mengenalkan Konsep Gender ke Anak-anak Mojok.co

Terima Kasih Abang Saleh “Upin Ipin”, Orang Dewasa Jadi Lebih Mudah Mengenalkan Konsep Gender ke Anak-anak

28 April 2025
5 Alasan Tok Dul Jarang Muncul di Serial Upin Ipin

5 Alasan Tok Dul Jarang Muncul di Serial Upin Ipin

12 Maret 2025
Membayangkan Upin Ipin dan Warga Kampung Durian Runtuh Jadi Tetangga Saya di Bumi Pasundan, Pasti Kampung Nggak Pernah Sepi Mojok.co

Membayangkan Upin Ipin dan Warga Kampung Durian Runtuh Jadi Tetangga Saya di Bumi Pasundan, Pasti Kampung Nggak Pernah Sepi

20 Maret 2024
Susanti Upin Ipin Menangis, Solidaritas untuk Indonesia

Susanti Upin Ipin Menangis, Solidaritas untuk Indonesia

4 September 2025
Membayangkan Uncle Muthu dalam Serial Upin Ipin Jadi Penjual Angkringan

Membayangkan Uncle Muthu dalam Serial Upin Ipin Jadi Penjual Angkringan

19 Februari 2024
Menebak Jabatan Upin Ipin dan Anak-anak Tadika Mesra kalau Ikut OSIS SMA Mojok.co

Menebak Jabatan Upin Ipin dan Anak-anak Tadika Mesra kalau Ikut OSIS SMA

2 Juni 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tiga Tradisi Madura yang Melibakan Sapi Selain Kèrabhan Sapè yang Harus Kalian Tahu, Biar Obrolan Nggak Itu-Itu Aja

4 Pandangan Norak Orang Luar Madura tentang Orang Madura yang Perlu Diluruskan

29 Januari 2026
Lawson X Jujutsu Kaisen: Bawa Kerusuhan Klenik Shibuya di Jajananmu

Lawson X Jujutsu Kaisen: Bawa Kerusuhan Klenik Shibuya di Jajananmu

31 Januari 2026
Bayu Skak dan Film Ngapak Banyumas: Mengangkat Martabat atau Mengulang Stereotipe Buruk?

Bayu Skak dan Film Ngapak Banyumas: Mengangkat Martabat atau Mengulang Stereotipe Buruk?

26 Januari 2026
Sisi Gelap Solo, Serba Murah Itu Kini Cuma Sebatas Dongeng (Shutterstock)

6 Kebiasaan Warga Solo yang Awalnya Saya Kira Aneh, tapi Lama-lama Saya Ikuti Juga

27 Januari 2026
Universitas Terbuka (UT) Banyak Prestasinya Itu Bukan Kebetulan, tapi Memang Sistemnya yang Keren

Universitas Terbuka (UT) Banyak Prestasinya Itu Bukan Kebetulan, tapi Memang Sistemnya yang Keren

31 Januari 2026
Reuni Adalah Ajang Pamer Kesuksesan Paling Munafik: Silaturahmi Cuma Kedok, Aslinya Mau Validasi Siapa yang Paling Cepat Jadi Orang Kaya, yang Miskin Harap Sadar Diri

Reuni Adalah Ajang Pamer Kesuksesan Paling Munafik: Silaturahmi Cuma Kedok, Aslinya Mau Validasi Siapa yang Paling Cepat Jadi Orang Kaya, yang Miskin Harap Sadar Diri

30 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Misi Mulia Rumah Sakit Visindo di Jakarta: Tingkatkan Derajat Kesehatan Mata dengan Operasi Katarak Gratis
  • DLH Jakarta Khilaf usai Warga Rorotan Keluhkan Bau Sampah dan Bising Truk dari Proyek Strategis Sampah RDF
  • Fakta Pahit soal Stunting. Apabila Tidak Diatasi, 1 dari 5 Bayi di Indonesia Terancam “Bodoh”
  • Indonesia Hadapi Darurat Kualitas Guru dan “Krisis Talenta” STEM
  • Kisah Pelajar SMA di Bantul Melawan Trauma Pasca Gempa 2006, Tak Mau Kehilangan Orang Berharga Lagi
  • Ironi Jogja yang “Katanya” Murah: Ekonomi Tumbuh, tapi Masyarakatnya Malah Makin Susah

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.