Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Bioskop Trans TV Telah Berjasa pada Anak Pelosok yang Nggak Pernah Nonton Bioskop Beneran

Riyanto oleh Riyanto
29 Mei 2020
A A
bioskop trans tv nostalgia nonton film pedalaman pelosok pedesaan film hollywood mojok.co

bioskop trans tv nostalgia nonton film pedalaman pelosok pedesaan film hollywood mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Faktanya, jumlah bioskop yang ada di Tanah Air ini tidak tersebar dengan merata. Dulu semasa SMP di tahun 2008-an, belum marak media streaming legal seperti Netflix, Iflix, dan kawan-kawannya sehingga TV adalah media satu-satunya untuk mengenal film-film mancanegara. Maklum, daerah saya tinggal sangat terpelosok, bahkan di Google Maps paling cuma warna ijo.

Salah satu acara TV yang selalu menayangkan film-film luar negeri dan rutin setiap malam ya cuma Bioskop Trans TV itu, yang memberi pengalaman saya seperti apa nonton bioskop itu, padahal ternyata beda banget setelah beberapa tahun kemudian saya nonton di bioskop asli ketika sudah kuliah.

Dulu selalu rutin pukul 21.00 bioskop Trans TV dimulai, diawali dengan pembawa acara yang menjelaskan seperti apa film yang akan diputar dan membuat saya penasaran apakah di bioskop asli juga akan ada pembawa acara seperti itu juga. Jawabannya tidak ada, dan lumayan mengecewakan karena sebenernya seru juga kalau tiap kali film mau diputar ada mas-mas atau mbak-mbak yang jadi pembuka film gitu.

Demi mendapat konsumsi film-film bermutu, saya rela tidur larut malam untuk mantengin Trans TV, bahkan saat jeda iklan yang lama itu saya enggan mengganti saluran karena takut ketinggalan pas mulai—setelah saya pikir-pikir rasanya durasi iklan justru lebih panjang daripada durasi filmya sendiri—padahal kelak saya ketahui bahwa kerap dilakukan pemotongan adegan guna mempersingkat durasi. Bedebah benar penyunting siarannya.

Kamus perfilman saya cepat terisi dengan banyak film keren. Sebut saja trilogi The Matrix, X-Men 1 2 3, Batman, Superman, Spider Man, Harry Potter, The Lord of the Rings, Narnia, dan masih buanyak film lainnya yang kemudian membentuk jiwa saya menjadi pencandu film. Waktu itu juga bodo amat dengan review negatif dari para kritikus karena memang tidak ada akses untuk membaca review tersebut. Pokoknya semua film sama kerennya di mata saya. Asalkan ada efek-efek ciamik dan aktor atau aktris yang keren, pasti akan saya tonton.

Dulu saat saya menyaksikan X-Men 3 yang bertajuk The Last Stand, saya merasa film tersebut sama bagusnya dengan film-film sebelumnya, baru beberapa tahun kemudian saya tahu bahwa film tersebut menuai banyak kritik dan dibenci para penggemar. Saya, yang dulu hanya peduli efek duar-duar-duar dan nggak terlalu peduli dengan cerita, kebingungan saat ada orang yang nggak suka dengan film tersebut.

Kejadian yang sama juga ada di film X-Men lainnya, yaitu X-Men Origins: Wolverine. Saya merasa film tersebut luar biasa saat menonton di bioskop Trans TV. Film dengan cerita kelam yang menimpa Logan dan kepiluan demi kepiluan yang terjadi di sepanjang hidupnya saya rasa sangat bagus. Pun saya tidak terlalu peduli dengan Deadpool yang diadaptasi menjadi sangat jelek—dulu saya mikir, lah siapa pulak Deadpool itu. X-Men Wolverine ini ceritanya bagus—menurut saya waktu itu, efek-efeknya keren, aksinya dahsyat, dan semuanya oke. Maka dari itu saya kaget saat beberapa tahun kemudian mengetahui film tersebut dibenci banyak orang. Lah kok bisa?

Barulah saat saya merantau ke Jogja dan memiliki akses untuk segala informasi tentang film, secara sadar atau tidak, saya mulai mengotak-kotakkan film. Film itu bagus. Film itu jelek. Film itu banyak plotholenya. Film itu sampah. Dan sebagainya dan sebagainya, sampai saya lupa betapa dulu saya tidak peduli dengan semua itu dan menonton apa saja yang diputar di bioskop Trans TV. Apakah itu kemajuan? Kalau kemajuan, kenapa saya justru sulit menemukan film yang pas dengan kesukaan saya? Bukannya dulu sebelum memiliki standar-standar tersebut, saya enjoy menikmati film apa saja.

Baca Juga:

Pengalaman Nonton Film di Bioskop Bandara Sepinggan Balikpapan, Alternatif Menunggu Penerbangan Tanpa Menguras Dompet 

5 Tayangan Netflix yang Sebaiknya Jangan Ditonton Saat Makan, Bikin Mual!

Oke, balik lagi ke bioskop Trans TV dulu sebelum lebih jauh bahas macam-macam yak. Salah satu hal yang menarik dari bioskop Trans TV adalah sering sekali ada tema dari tiap minggu. Sebut saja minggu superhero, maka film yang diputar dalam seminggu itu ya superhero semua, entah Marvel atau DC atau yang lain, asalkan punya kekuatan super dan berkostum, masuklah ke jajaran film superhero itu. Ada pula minggu Harry Potter meski waktu itu seri Harry Potter belum kelar. Minggu balapan. Minggu aksi. Semua terjadwal dengan adil. Sungguh sangat seru, bukan? Apalagi jika masa libur tiba, saya bisa mengajak teman-teman sedaerah buat nobar rame-rame sambil menyantap kacang atom yang belinya patungan. Oh, sama beli Tic-Tac juga dulu.

Tetapi suatu ketika bioskop Trans TV sempat menghilang dari peredaran, entah karena pihak Trans TV kehabisan stok film atau karena ada prioritas program lain, bioskop Trans TV menjadi hilang selama bertahun-tahun, membuat saya harus melupakan masa-masa keseruan itu. Seiring masa pendewasaan, saya mulai menonton film-film bajakan karena gampang nyarinya dan murah. Tinggal ke warnet, akses menuju segalanya telah disediakan. Sampai pada akhirnya saya datang ke Jogja di tahun 2013 dan memiliki akses untuk ke bioskop. Sejak saat itulah aktivitas menonton film bajakan berkurang.

Suatu hari di kos setelah bertahun-tahun melupakan bioskop Trans TV, saya menyalakan TV dan mengetahui bahwa bioskop Trans TV kembali ditayangkan. Sungguh terharu rasanya. Memori keseruan menonton di masa lalu kembali hadir di kepala. Seolah bertemu kawan lama yang sungguh begitu lama tak jumpa. Dan dalam hati saya berkata “Terima kasih, Bioskop Trans TV!”

BACA JUGA FYI Aja, Ternyata Tiket Bioskop Itu Multifungsi! dan tulisan Riyanto lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 29 Mei 2020 oleh

Tags: bioskop trans tvFilmtrans tv
Riyanto

Riyanto

Juru ketik di beberapa media. Orang yang susah tidur.

ArtikelTerkait

5 Film Anime Keluarga Antimainstream biar Kamu Nggak Tahu Studio Ghibli Aja Terminal Mojok

5 Film Anime Keluarga Antimainstream biar Tahunya Nggak Studio Ghibli Aja

26 Mei 2022

Semua Fans DC Pasti Sepakat bahwa ‘Batman and Robin’ Adalah Film Batman Terburuk

7 Mei 2021
5 Film Anime Underrated biar Kamu Nggak Tahu Your Name Aja terminal mojok.co

5 Film Anime Underrated biar Kamu Nggak Tahu Your Name Aja

28 September 2021
7 Rekomendasi Film Indonesia 21+ buat Kalian yang Bermental Baja

7 Rekomendasi Film Indonesia 21+ buat Kalian yang Bermental Baja

15 April 2022
3 Tipe Orang yang Sebaiknya Nggak Nonton Film di Bioskop Terminal Mojok

3 Tipe Orang yang Sebaiknya Nggak Nonton Film di Bioskop, Apakah Kamu Salah Satunya?

1 Desember 2022
Alasan Mengapa Saya Tidak Mempermasalahkan Ketika Mendapat Spoiler Film yang Belum Ditonton

Alasan Mengapa Saya Tidak Mempermasalahkan Ketika Mendapat Spoiler Film yang Belum Ditonton

20 Januari 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus: Teriak Melawan Penindasan di Luar, tapi Seniornya Jadi Aktor Penindas Paling Kejam organisasi mahasiswa eksternal organisasi kampus

Organisasi Mahasiswa Itu Candu, dan Jabatan di Kampus Itu Jebakan yang Pelan-pelan Mematikan

18 Mei 2026
Paris Van Java Mall Bandung: Estetik, tapi Sama Sekali Nggak Nyaman

Paris Van Java Mall Bandung: Estetik, tapi Sama Sekali Nggak Nyaman

18 Mei 2026
Orang Kampung yang Sekolah Tinggi Malah Paling Jarang Srawung Mojok.co

Orang Kampung yang Sekolah Tinggi Malah Paling Jarang Srawung

22 Mei 2026
Guru Bimbel, Profesi Paling Pengertian di Dunia

Kalau Mau Anak Pintar Cukup Ikut Les atau Bimbel Saja, Sekolah Cuma buat Formalitas

23 Mei 2026
Dosa Tukang Servis Komputer yang Tak Banyak Diketahui Orang, Merasa Aman karena Masih Banyak yang Awam

Dosa Tukang Servis Komputer yang Tak Banyak Diketahui Orang, Merasa Aman karena Masih Banyak yang Awam

24 Mei 2026
4 Aturan Tidak Tertulis Saat Menulis Kata Pengantar Skripsi agar Nggak Jadi Bom Waktu di Kemudian Hari

4 Tips untuk Bikin Mahasiswa Cepat Paham dan Tidak Kebingungan Mengerjakan Skripsi

19 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.