Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Lagu “Polisi Skena”: Sentilan Gemas Sir Dandy untuk para Polisi Skena

Iqbal AR oleh Iqbal AR
11 Mei 2020
A A
Soal Selera Musik, Kita Adalah Korban Dikotomi Media
Share on FacebookShare on Twitter

Diskursus mengenai dunia musik akhir-akhir ini terlalu susah untuk ditebak. Perdebatan mengenai indie-mainstream yang sebenarnya sudah tidak relevan, lalu perdebatan soal selera musik yang paling keren, dan cara menikmati musik mendominasi pembicaraan mengenai musik. Sampai-sampai muncul sebuah julukan kepada orang yang merasa sok keren dan sok mengerti selera musik dan cara menikmati musik dengan julukan “polisi skena”.

Meskipun istilah “polisi skena” ini sudah lama ada dan menjamur di lingkungan para penikmat musik. Fenomena inilah yang pada akhirnya selalu muncul di mana-mana. Khususnya ketika kita sudah membicarakan musik.

Berangkat dari fenomena inilah, dedengkot dari Teenage Death Star, Sir Dandy, mencoba meresponsnya melalui sebuah lagu melalui proyek solonya. Lagu yang diberi judul Polisi Skena ini mengkritik bagaimana perilaku para “polisi skena” yang masih saja banyak ditemukan di komunitas musik. Menggandeng Riko Prayitno (Mocca) sebagai produser, lagu ini memunculkan suasana baru dalam musiknya. Terbukti dengan adanya sedikit nuansa new wave dan electronic di dalamnya. Meskipun sedikit berbeda dari musik-musik Sir Dandy sebelumnya, tetapi ia tetap mempertahankan gaya humorisnya dalam lirik-liriknya. Mari kita bahas sedikit.

Lagu ini dibuka dengan lirik, “Peradaban diciptakan untuk kemajuan. Bukan untuk kebencian, apalagi perpecahan.” Di bagian awal ini, Sir Dandy masih bertutur secara general dan belum masuk konteks.

Lalu ada, “Yang patah tumbuh, yang hilang lapor polisi. Semua perbedaan, bisa dicarikan solusi.” Kalimat pertama, kita tahu itu adalah plesetan dari lagu “Yang Patah Tumbuh, Yang Hilang Berganti” dari Banda Neira. Dan saya sendiri tidak tahu apa maksudnya. Lalu kalimat selanjutnya, ibarat sebuah intisari dari semua perdebatan ini, bahwa perbedaan tidak perlu dipertengkarkan, lebih baik dicarikan solusi.

Sir Dandy juga menegaskan mengenai kewajaran bahwa setiap orang mempunyai selera yang sama dan tidak perlu dipaksa. Lirik, “Selera tiap orang tak akan pernah sama. Biarkan begitu jangan dipaksa-paksa” sudah jelas arahnya.

Lirik selanjutnya, ia juga mengkritik mengenai imbas yang cukup parah dari berdebatan masalah selera ini yang berujung saling menghujat satu sama lain yang tidak perlu dalam, “Pribadi berpendapat kok malah jadi debat. Akibat merasa hebat, berujung saling hujat.”

Di bagian interlude, Sir Dandy mengajak Jimi Multhazam, pentolan dari unit new wave, The Upstairs untuk menyumbang suaranya. Bukan untuk bernyanyi, tetapi semacam memberikan speech. Begini speech-nya, “Hey, kamu itu yang di depan! Jangan diam-diam saja, gerakkan badannya! Coba itu ke atas! Ayo, semua! Kalau kamu diam-diam saja, pergi sana ke perpustakaan!” Melalui speech ini, Sir Dandy (lewat suara Jimi Multhazam) juga mengkritik para “polisi skena” yang ada di konser-konser, yang suka mengatur cara orang menikmati musik. Padahal, seharusnya tidak ada aturan baku bagaimana menikmati musik. Mau di depan, di belakang pun boleh. Mau duduk, diam saja, berjoget, moshing, stage diving, dan semacamnya juga bebas.

Baca Juga:

Kalau Peterpan Reuni Nanti, Andika dan Vokalis Bayaran Wajib Menyanyikan 5 Lagu yang Paling Membekas di Ingatan Fans Ini

10 Rekomendasi Lagu Karaoke yang Bikin Suasana Pecah dan Suara Fals Termaafkan

Bagian verse ketiga, ia juga masih bertutur agak general, dan masih memaparkan, “Tiap orang punya cara menikmati musik. Beda-beda tak mengapa, malah jadi unik. Berdansa dan berpakaian, berlomba tampil nyentrik.”

Lalu di akhir verse ketiga, ia seakan berpesan, “Yang aktif yang pasif, tolong jangan saling usik.” Penggalan lirik ini juga berarti bahwa kita bisa bermusik, menikmati musik tanpa perlu mengusik atau menyenggol penikmat musik atau musisi lain.

Di bagian chorus, Sir Dandy hanya bersenandung mengingatkan, “Polisi skena ada di mana-mana. Bisa jadi siapa saja. Aku, kamu, dan mereka.” Ini perlu disadari juga bahwa kita sebagai penikmat musik, kadang secara tidak sadar (atau secara sadar) sok mendewakan selera musik kita dan sok mengerti cara menikmati musik. Kita sebenarnya juga punya potensi untuk menjadi polisi skena.

Di bagian verse keempat setelah chorus, ia memberi contoh imbas dari perdebatan selera musik yang mengorbankan hal-hal yang tidak berdosa. “Kopi dan senja yang tak berdosa, jadi korban mereka yang berkuasa. Dijadikan bahan bully-an berkedok nyanyian. Kalau sudah begitu tak ada yang melawan.” Lirik ini sudah sangat jelas dan gamblang menjelaskan soal kopi dan senja yang pada awalnya tidak ada kaitan langsung dengan musik, akhirnya terseret ke dalam perdebatan tak mutu ini. Saya merepresentasikan penggalan lirik ini sebagai kritikan atas hinaan terhadap genre musik folk, yang katanya identik dengan senja dan kopi. Padahal, folk tidak ada urusannya dengan senja dan kopi.

Lebih lanjut, Sir Dandy juga bertutur mengenai para “polisi skena” yang sebenarnya mereka tidak punya kuasa apa-apa untuk mengatur selera orang. Lirik, “Komunis bukan, diktator bukan, ketua yayasan juga bukan, pemegang saham jelas juga bukan. Lalu kenapa mesti banyak peraturan? Apakah kamu sedang bermain Tuhan?” sudah jelas memaparkan, kadang orang dengan pengetahuan musik yang sedikit lebih banyak saja bisa sok mengatur cara kita menikmati musik.

Lagu Polisi Skena ini tentunya jadi sentilan bagi para “polisi skena”, baik di dunia nyata, maupun dunia maya. Sir Dandy tampaknya juga sudah gemas dengan mereka ini. Dan tentunya gemas dengan perdebatan musik yang makin tidak esensial.

Oh iya, lagu ini akan tersedia di layanan musik digital pada 15 Mei 2020. Namun, Sir Dandy sudah mengunggah video liriknya di kanal YouTube Sir Dandy pada 6 Mei kemarin. Jadi, silakan dinikmati, dan untuk para “polisi skena”, jangan tersinggung dengan lagunya, ya!

BACA JUGA Mari Sambut Lagu ‘Virus Corona’ Bikinan Rhoma Irama atau tulisan Iqbal AR lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 11 Mei 2020 oleh

Tags: laguMusikPolisi skenasir dandy
Iqbal AR

Iqbal AR

Penulis lepas lulusan Sastra Indonesia UM. Menulis apa saja, dan masih tinggal di Kota Batu.

ArtikelTerkait

lagu iwan fals yang bisa saja dikritik feminisme mata indah bola pingpong pesawat tempur maaf cintaku lirik mojok.co

3 Lagu Iwan Fals yang Kalau Diciptakan Sekarang, Pasti Rame kayak Tilik

31 Agustus 2020
yerin baek korea selatan idol k-pop danilla champagne supernova cover mojok

Para Idol K-Pop Bisa Meneladani Yerin Baek, Si Danilla Versi Korea

30 April 2020
Alasan Lirik Lagu Bernadya "Untungnya, Hidup Harus Tetap Berjalan” Bisa Relate ke Banyak Orang Mojok.co

Alasan Lirik Lagu Bernadya “Untungnya, Hidup Harus Tetap Berjalan” Bisa Relate ke Banyak Orang

1 September 2024
TikTok Music, Aplikasi Streaming Musik Terbaru Lebih Unggul daripada Spotify

TikTok Music, Aplikasi Streaming Musik Terbaru Lebih Unggul daripada Spotify

27 Maret 2024
3 Lagu Natal Paling Enak Versi Pendengar Muslim Mojok.co

3 Lagu Natal Paling Enak Versi Pendengar Muslim

17 Desember 2023
10 Lagu Taylor Swift untuk Menemani Momen Nangis Brutal

10 Lagu Taylor Swift untuk Menemani Momen Nangis Brutal

31 Mei 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Penderitaan Tinggal Dekat Wisata Mikutopia Kota Batu, Hidup Dihantui Macet dan Berisik, Waswas dengan Ancaman Bencana Ekologis Masa Depan Terminal

Penderitaan Tinggal Dekat Tempat Wisata Mikutopia Kota Batu, Hidup Dihantui Macet, Berisik, dan Waswas dengan Ancaman Bencana Ekologis Masa Depan

12 Juni 2026
Warteg, Gambaran Soal Tegal Paling Ideal yang Ada di Kota-Kota Besar Mojok.co

Warteg, Representasi Tegal Paling Ideal yang Ada di Kota-Kota Besar

9 Juni 2026
6 Alasan Kota Tegal Lebih Istimewa Dibanding Bayangan Banyak Orang Mojok.co

6 Alasan Kota Tegal Lebih Istimewa Dibanding Bayangan Banyak Orang

10 Juni 2026
Culture Shock Warga Cepu Pindah ke Malang, Banyak Orang Ngomong Kebolak-balik dan “Kasar” Mojok.co

Malang Bukan Lagi Kota yang Dingin dan Asri, Kini Ia Menjelma Jadi Kota Panas dan Tak Menyenangkan

10 Juni 2026
Strategi Nongkrong di Usia 40, Perlu Pertimbangkan Pilihan Tempat sampai Ritual Minum Obat Mojok.co

Strategi Nongkrong di Usia 40, Perlu Pertimbangkan Pilihan Tempat sampai Ritual Minum Obat

12 Juni 2026
Kenapa Makan Mie Instan Tengah Malam Terasa Lebih Nikmat? (Unsplash)

Kenapa Ya, Makan Mie Instan Menjelang Tengah Malam Terasa Lebih Nikmat?

11 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.