Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Sapa Mantan

Dear Wanita: Jika Ingin, Katakanlah

Reni Soengkunie oleh Reni Soengkunie
21 Juni 2019
A A
wanita ingin dimengerti

wanita ingin dimengerti

Share on FacebookShare on Twitter

Kebanyakan wanita sangat jarang mau mengatakan apa yang sebenarnya dia inginkan secara gamblang kepada pasangannya. Biasanya mereka meniru teknik anak Pramuka, yaitu mengungkapkan segalanya dengan kode-kode. Padahal dia tahu benar, pasangannya itu bahkan Dasa Darma pramuka aja tidak hafal, tapi masih saja berharap kalau pasanganya bakalan bisa memecahkan kode-kode yang dia buat.

Karena tidak paham akan kode yang diberikan oleh si wanita, maka si lelaki ini yah cuek-cuek saja seperti nggak ada apa-apa. Akibatnya tak ada angin dan tak ada hujan, si wanita mendadak marah dan ngambek tanpa sebab. Lalu, mendeklarasikan diri bahwa semua lelaki di muka Bumi ini merupakan makhluk paling tidak peka sejagad raya. Mereka menilai bahwa lelaki tidak paham dengan segala yang ia inginkan.

Meski tidak semuanya, tapi kebanyakan wanita itu ingin dimengerti meski tanpa harus mengucapkan apa yang mereka inginkan. Gengsi dong, harus ngomong duluan. Inisiatif kek! Peka kek! Pengertian kek! Pahami kek! Gitu terus sampai si lelaki ini jadi kakek kakek. Hmm

Saya sendiri sebagai wanita sadar betul, kadang wanita itu suka sekali membuat rumit hal-hal yang sebenarnya sederhana. Misal saat wanita sedang jalan-jalan dengan kekasihnya. Lalu, dia melihat penjual bunga di tepi jalan. Si wanita ini kemudian menoleh ke pedagang bunga dengan mata berbinar penuh harap. Dia berharap si kekasih ini bakalan membelikannya bunga tanpa dia minta.Tapi sayangnya si lelaki ini tidak mengerti dengan gerakan kode si wanita. Akhirnya yang keluar dari mulut si lelaki justru, “Kalau jalan tuh lihat ke depan, kesandung batu, jatuh, baru tahu rasa ntar!”

Niat si lelaki sebenarnya baik loh yhaaa—dia cuma nggak mau kalau kekasihnya itu jatuh karena tidak memperhatikan jalannya. Tapi setelah kata-kata itu terucap, suasana jadi hening dan mencekam. Si wanita yang tadinya ceria mendadak berwajah muram dan diam seribu bahasa hingga mereka pulang. Saat ditanya si lelaki kenapa dirinya mendadak murung, cuma ada satu jawaban dari bibir si wanita, “Pikir sendiri sana!” Padahal kan kalau pakai logika—si cewek ini cuma tinggal bilang ke pacarnya, “Bang, beliin bunga itu dong!”—kelar semuanya nggak perlu ada drama.

Begitu juga kalau cewek kedinginan dan minta dipeluk. Mau bilang minta peluk, tapi kok ya gimana. Antara malu tapi kok ya pengen. Akhirnya dia mencoba keberuntungan dengan memancing sebuah percakapan. Si wanita kemudian berkata, “Duh, kok dingin banget ya malam ini!”. Si lelaki menoleh dan kemudian menjawab, “Makanya kalau keluar malam itu pake jaket! Kamu susah sih dibilangin! Syukurin kedinginan kan sekarang?”. Gubrakkkk! Pahit kan ya ending-nya. Kebanyakan nonton drakor sih!

Kalau sudah begitu para wanita cuma bisa menggerutu sambil menyenandungkan mars wanita yang dibawakan oleh Ada Band—Karena Wanita Ingin Dimengerti. Lagu itu seolah memahami jeritan para wanita di dunia. Keinginan mereka sebenarnya sederhana, mereka cuma ingin lelakinya dapat memahami apa keinginannya tanpa perlu mengatakannya. Apakah sesulit itu memahami isi hati wanita, Wahai Lelaki?

Ketidakpekaan lelaki terhadap kode-kode atau bahasa yang disuguhkan para kaum wanita ini ternyata ada dasarnya. Menurut John Gray PhD, seorang ilmuwan asal Amerika menyatakan bahwa lelaki itu berasal dari Mars dan wanita berasal dari Venus. Pernyataan ini didukung oleh penelitiannya secara bertahun-tahun dengan meneliti otak lelaki dan perempuan. Dia bahkan menulis sebuah buku best seller yang berjudul ‘Men are from Mars, Women are from Venus’ yang membahas tentang kebenaran dari peryataan tersebut.

Baca Juga:

3 Ide Pacaran Unik yang Hanya Ada di Bantul, Dijamin Nggak akan Terlupa

Jangan Jatuh Cinta dengan Orang Kabupaten Semarang, Kamu Nggak Akan Kuat!

Berdasarkan keterangan tersebut, jadi wajar saja ya kalau para lelaki itu kurang mengerti terhadap kode-kode yang dibawakan oleh para wanita. Bukan karena mereka tidak perhatian dan pengertian, tapi karena mereka memang benar-benar tidak paham dengan bahasa alien versi para wanita. Bisa kita ambil contoh, dua orang yang beda daerah saja kadang menemukan begitu banyak kesulitan dalam memahami bahasa daerah orang lain, apalagi yang beda negara dan ini bahkan beda planet? Jadi harap maklum.

Membuat kode-kode saat menginginkan sesuatu itu, bagi saya sudah tidak zamannya lagi. Bikin capek sendiri—sudah susah-susah memberi kode, sudah berharap banyak, eh dianya malah nggak peka. Sebel kan ya. Makanya, selalu ingat kata-kata Anji dalam lirik lagunya, “Kau ingin, katakanlah. Kau mau, katakanlah.”

Dari sini kita bisa belajar satu hal. Biasakan saat berkomunikasi dengan para lelaki itu, gunakan bahasa manusia saja. Jangan pakai bahasa para wanita. Selain mereka nggak paham, kasian juga kan mereka yang nggak tahu apa-apa tapi tiba-tiba kena semprot kemarahan wanita.

Ada baiknya membicarakan segalanya secara terbuka. Kalau pengen sesuatu ya bilang aja pengen. Sederhananya ya kalau suka bilang suka, kalau nggak suka ya bilang nggak suka. Jangan sok-sokan bijak, dengan memilih diam tapi menggerutu di belakang. Biasakan untuk terbuka dan memaparkan isi hati kita ke pasangan.

Saya rasa berani bicara terus terang tak akan membuat harga diri seorang wanita merasa rendah. Karena pada kenyataannya banyak hubungan yang hancur gara-gara miskomunikasi satu dengan yang lainnya. Tidak mau kan, gara-gara hal sepele bisa jadi menyulut sebuah pertengkaran hingga berujung dengan putus.

Ingat satu hal, tidak semua lelaki itu terlahir sebagai peramal. Bagaimana mereka bisa tahu isi hati kita kalau kita tidak mau bicara dan berterus terang. Jangan menyulitkan diri sendiri dan orang lain. Mari bicara.

Jadi, buat yang naksir lelaki tapi doi tak kunjung menanggapi sinyal-sinyal yang kita buat. Hal itu ada dua kemungkinan. Pertama, si lelaki mungkin nggak mengerti kalau sebenarnya kita suka dia. Kedua, si lelaki mungkin emang nggak cinta sama kita, tapi mau nolak kok nggak enak. Jadi kalian juga harus peka, karena kadang untuk sebuah kasus, ada lelaki yang sebenarnya peka tapi pura-pura tak peka. uhuk

Terakhir diperbarui pada 14 Januari 2022 oleh

Tags: hubunganingin dimengertikatakanlahkode wanitaPacaranWanita
Reni Soengkunie

Reni Soengkunie

Bakul sembako yang hobi mendengar keluh kesah emak-emak di warung tentang tumbuh kembang dan pendidikan anak, kehidupan lansia setelah pensiun, serta kebijakan pemerintah yang mempengaruhi kenaikan harga sembako.

ArtikelTerkait

dapur wanita

Adu Dapur Antar Wanita

3 Mei 2019
LDR tips ketemu mojok

Pejuang LDR Hanya Butuh Ketemu, Bukan Tips Sukses

28 Oktober 2020
Kirim Salam Lewat Program Radio Adalah Cara Mbribik Paling Romantis pada Masanya terminal mojok.co

Kirim Salam Lewat Program Radio Adalah Cara Mbribik Paling Romantis pada Masanya

22 November 2020
Membedah Isi Kepala Manusia yang Hobi Menggantungkan Hubungan Asmara terminal mojok.co

Pacar yang Abusive Itu Pantasnya Ditinggalin Bukan Malah Dinikahi

20 Juni 2019
habermas

Menerapkan Rasionalitas Komunikatif Habermas Pada Hubungan Sepasang Kekasih

16 Agustus 2019
8 jenis cinta, dicintai pasangan

Hush, Jangan Suudzon Merasa Tidak Dicintai Pasangan, Bahasa Cinta Kalian Mungkin Berbeda

20 Oktober 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mie Ayam Bikin Saya Bersyukur Lahir di Malang, bukan Jogja (Unsplash)

Bersyukur Lahir di Malang Ketimbang Jogja, Sebab Jogja Itu Sudah Kalah Soal Bakso, Masih Kalah Juga Soal Mie Ayam: Mengenaskan!

2 Februari 2026
Alun-Alun Jember Nusantara yang Rusak (Lagi) Nggak Melulu Salah Warga, Ada Persoalan Lebih Besar di Baliknya Mojok.co

Jember Gagal Total Jadi Kota Wisata: Pemimpinnya Sibuk Pencitraan, Pengelolaan Wisatanya Amburadul Nggak Karuan 

6 Februari 2026
4 Menu Mie Gacoan yang Rasanya Gagal, Jangan Dibeli kalau Nggak Mau Menyesal seperti Saya

Tips Makan Mie Gacoan: Datanglah Pas Pagi Hari, Dijamin Rasanya Pasti Enak dan Nggak Akan Kecewa

1 Februari 2026
Tunjungan Plaza Surabaya Lebih Cocok Disebut Labirin daripada Mal, Membingungkan dan Rawan Tersesat Mojok.co

Tunjungan Plaza Surabaya Lebih Cocok Disebut Labirin daripada Mal, Membingungkan dan Rawan Tersesat

2 Februari 2026
Betapa Dangkal Cara Berpikir Mereka yang Menganggap Jadi IRT Adalah Aib Mojok.co

Betapa Dangkal Cara Berpikir Mereka yang Menganggap Jadi IRT Adalah Aib

1 Februari 2026
Video Tukang Parkir Geledah Dasbor Motor di Parkiran Matos Malang Adalah Contoh Terbaik Betapa Problematik Profesi Ini parkir kampus tukang parkir resmi mawar preman pensiun tukang parkir kafe di malang surabaya, tukang parkir liar lahan parkir pak ogah

3 Perilaku Tukang Parkir dan Pak Ogah yang Bikin Saya Ikhlas Ngasih Duit 2000-an Saya yang Berharga

5 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak
  • Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP
  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.