Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Semua orang tahu Jalan Juanda Ciputat dan Jalan Raya Sawangan adalah jalan neraka kemacetan

Wisnu Adi Pratama oleh Wisnu Adi Pratama
27 Juli 2026
A A
Semua orang tahu Jalan Juanda Ciputat dan Jalan Raya Sawangan adalah jalan neraka kemacetan

Semua orang tahu Jalan Juanda Ciputat dan Jalan Raya Sawangan adalah jalan neraka kemacetan (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Setidaknya Jalan Ir H Juanda Ciputat dan Jalan Raya Sawangan ini memiliki kesamaan, yaitu membuat saya sadar bahwa takdir mengabarkan pelajaran berharga dalam balutan sabar di sebuah perjalanan

Jalanan perbatasan antara kota besar kerap menjadi pusat berkumpul volume kendaraan yang akan memulai aktivitas atau justru setelah melakukan aktivitas. Sebut saja Jalan Juanda Ciputat atau yang lebih akrab disebut jalan depan UIN Jakarta yang kerap menjadi sumber kemacetan karena mobilitas kendaraan dari arah Tangerang Selatan, Bogor, dan Depok bertemu di sana menuju Jakarta.

ADVERTISEMENT

Dari Flyover Pasar Ciputat ke Lebak Bulus sejatinya kurang lebih sekitar 6 KM. Seharusnya dengan kendaraan motor bisa ditempuh paling lama sekitar 15 menit. Tapi kenyataannya Jalan Juanda Ciputat ini kadang bisa lebih lama daripada google map tertera. Apalagi saat pagi hari, menjelang masuknya anak-anak sekolah dan berbarengan dengan pekerja, maka jalanan akan serupa semut-semut yang berbaris rapih jika dilihat dari kejauhan.

Penyebab kemacetan Jalan Juanda Ciputat

Usut punya usut, kemacetan jalur neraka ini disebabkan banyaknya puteran balik di sana. Beberapa kali dinas perhubungan sudah merekayasa lalu lintas di , dan terakhir menutup beberapa putaran balik. Tidak sepenuhnya, tetapi menyisakan beberapa saja seperti menutup putaran balik tepat di depan UIN Jakarta, dan menyisakan putaran balik di depan komplek dosen UI yang jaraknya beberapa ratus meter di depannya.

Meskipun sedikit lebih lancar, karena orang-orang yang mau puter balik hanya berada di satu titik saja ini semacam menghela nafas panjang sebelum menyelam. Masalahnya tidak jauh dari puteran balik itu juga terdapat lampu merah Gintung yang kerap macet juga. Jadi hanya sedikit bernafas lega, sebelum kembali bermacet ria.

Sebab lain kemacetan di Jalan Juanda Ciputat ini juga disebabkan banyaknya mahasiswa atau orang berlalu-lalang yang menyebrang jalan ke kampus UIN. Terutama saat pagi hari dan kemudian dibuatkannya lampu merah untuk pejalan kaki atau pelican crossing yang berfungsi untuk mengatur orang yang lalu-lalang dari sebrang jalan ke kampus UIN. Masalah lainnya justru para penyebrang bisa ada hampir ada di setiap menit sekali, otomatis lampu merah dan hijau itu berjarak terlalu dekat.

Saya pernah mengalaminya sendiri, benar-benar tidak bergerak bahkan saat kendaraan roda dua masih di atas Flyover, dan itu bukan karena ada kecelakaan atau truk pasir yang mogok, tapi kemacetan itu karena lampu merah penyebrangan ini.

Sebetulnya ada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di dekat sana, tapi posisinya bukan tepat di depan kampus UIN di mana mobilitas padat justru terjadi di sana. Entah seperti apa konsep awal ide pembuatan JPO ini. Soalnya posisinya agak bergeser jauh sedikit, kadang terlalu rimbun dengan banner iklan atau poster-poster yang entah kapan dipasangnya dan itu jarang sekali terlihat ada orang yang mau naik JPO sana. Apalagi kalau sudah terburu-buru. Tidak akan ada yang mau melewati naik turun JPO ini.

Baca Juga:

Jangan Nilai Buku dari Sampulnya, dan Jangan Menilai Tangerang Selatan Hanya dari Bintaro, Alam Sutera dan BSD Saja

Tombol Penyeberangan UIN Jakarta: Fitur Uji Nyali yang Bikin Mahasiswa Merasa Berdosa

Jarang Melewati Jalanan UIN, tapi malah Ketemu Jalan Raya Sawangan 

Rupanya takdir membawa saya agak menjauh dari Jalan Juanda Ciputat. Pekerjaan membawa saya menjauh dari arah Jakarta ke kota tetangganya. Sehingga saya sebagai warga Tangerang Selatan mulai jarang melewati kemacetan di depan UIN.

Tapi tunggu dulu! Rasanya jalanan yang kali ini lebih sering saya lewati ke tempat kerja juga tidak jauh beda dengan Jalan Juanda Ciputat. Namanya adalah Jalan Raya Sawangan.

Sebetulnya sudah lama saya sedikit mendengar cerita soal kemacetan di Jalan Raya Sawangan. Ditambah beberapa kali saya terjebak kemacetan juga saat melewati jalan ini. Tapi saya tak pernah menduga kalau saya akan terus-terusan terjebak di jalan ini.

Jalan Raya Sawangan ini membentang sekitar 4,7 KM dari area simpang Pancoran Mas. Sialnya jalanan yang sangat padat ini tidak terlalu lebar. Padahal ini menjadi salah satu jalan penghubung paling sibuk yang ada di Jabodetabek.

Kabarnya Pemkot Depok melalui dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR) tengah melakukan pelebaran jalan alternatif Sawangan. Guna meningkatkan kualitas infrastruktur jalan untuk mendukung mobilitas masyarakat.

Semoga saja ini menjadi sedikit angin segar bagi pengendara yang setiap hari harus melewati jalan ini. Toh mau sambat berkali-kali pun tetap saja esok harinya akan melewati jalanan ini lagi karena sebuah kewajiban dan tuntutan.

Sebaik-baiknya pelajaran

Kata orang bijak, pengalaman adalah guru yang terbaik. Termasuk pengalaman dalam melewati jalur kemacetan di Jalan Juanda Ciputat dan Jalan Raya Sawangan. Bisa jadi pengalaman itu memang menebalkan sisi sabar atau justru memandang kemacetan sebagai teman yang sering dijumpai di keseharian.

Ada banyak sekali jalur neraka kemacetan di sekitar Jabodetabek untuk membuat kita lebih mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa. Setidaknya Jalan Juanda Ciputat dan Jalan Raya Sawangan ini memiliki kesamaan, yaitu membuat saya sadar bahwa takdir mengabarkan pelajaran berharga dalam balutan sabar di sebuah perjalanan.

Satu dua hari mungkin akan terasa berat, tetapi lama kelamaan semuanya akan terbiasa. Baik itu terbiasa mengeluh atau terbiasa melihat orang-orang yang juga sama dalam kemacetan.

Penulis: Wisnu Adi Pratama
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Ciputat, Kecamatan di Tangerang Selatan yang Sebaiknya Jangan Ditinggali Kalau Kesabaran Setipis Tisu

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 27 Juli 2026 oleh

Tags: ciputatjalan juanda ciputatjalan raya sawanganUIN Jakarta
Wisnu Adi Pratama

Wisnu Adi Pratama

Seorang pemimpi di sore hari.

ArtikelTerkait

4 Rekomendasi Tempat Makanan Murah di Jalan Pesanggrahan UIN Jakarta, Cuma 12 Ribuan Mojok.co

4 Rekomendasi Tempat Makan Murah di Jalan Pesanggrahan UIN Jakarta, Cuma 12 Ribuan

25 Desember 2024
Tombol Penyeberangan UIN Jakarta: Fitur Uji Nyali yang Bikin Mahasiswa Merasa Berdosa

Tombol Penyeberangan UIN Jakarta: Fitur Uji Nyali yang Bikin Mahasiswa Merasa Berdosa

16 Desember 2025
UIN Jakarta, Kampus Islam yang Hobi Melahirkan Orang Terkenal. Kampus Lain Mana Bisa?

UIN Jakarta, Kampus Islam yang Hobi Melahirkan Orang Terkenal. Kampus Lain Mana Bisa?

9 Juni 2025
masjid di ciputat

3 Masjid di Ciputat yang Tarawihnya Nggak Biasa

1 Mei 2020
Membayangkan Ciputat Tanpa UIN Jakarta: Kasihan, deh!

Membayangkan Ciputat Tanpa UIN Jakarta: Kasihan, deh!

7 April 2025
pondok pesantren di sekitar uin jakarta ciputat mojok

4 Rekomendasi Pondok Pesantren Mahasiswa di Sekitar UIN Jakarta

16 September 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Warga Semarang Bawah layak dapat gelar warga paling kuat dan tabah di Semarang banjir di semarang

Banjir di Semarang selama ini tak hanya perkara alam, tapi justru gara-gara ulah warganya sendiri,

27 Juli 2026
Warkop STK, penyelamat kaum duit pas-pasan yang ingin healing di Surabaya

Warkop STK, penyelamat kaum duit pas-pasan yang ingin healing di Surabaya

22 Juli 2026
Mustahil Hidup Tentram di Lingkungan Pecinta Sound Horeg Banyuwangi (Pexels) malang

Saya sudah hidup di Malang selama 2 tahun, dan tetap tidak bisa menerima sound horeg

25 Juli 2026
Penderitaan orang Serang yang kerja di luar kota: pakai KRL susah, kereta lokal pun nggak membantu

Penderitaan orang Serang yang kerja di luar kota: pakai KRL susah, kereta lokal pun nggak membantu

22 Juli 2026
Stasiun KCIC Padalarang: mewah di dalam, semrawut di luar, bukti pembangunan nggak mikirin tata ruang

Stasiun KCIC Padalarang: mewah di dalam, semrawut di luar, bukti pembangunan nggak mikirin tata ruang

26 Juli 2026
Orang Wonogiri Layak Dinobatkan sebagai Orang Paling Bakoh Se-Jawa Tengah Mojok.co jogja malang

Deklarasi Wonogiri sebagai ibu kota mi ayam bakso harusnya menyadarkan Malang bahwa reputasi saja tidak selalu cukup

21 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.