Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Jika Berani Berbenah, Malang Bakal Sejahtera karena Potensi Wisata Kota Ini Begitu Besar tapi Terbentur Tembok Birokrasi

Ferika Sandra oleh Ferika Sandra
5 Juli 2026
A A
Jika Berani Berbenah, Malang Bakal Sejahtera (Unsplash)

Jika Berani Berbenah, Malang Bakal Sejahtera (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Malang itu, kalau boleh jujur, adalah sebuah berkah geografis dan historis yang luar biasa. Kotanya vintage, hawanya masih asri dan warisan sejarahnya melimpah. 

Mulai dari Candi Badut di Karangbesuki yang merupakan candi tertua di Jawa Timur, arca-arca megah di Museum Mpu Purwa di kawasan Soekarno-Hatta, sampai situs purbakala Watu Gong yang tersembunyi di Kelurahan Tlogomas. Jangan lupakan juga memorabilia militer di Museum Brawijaya.

Kurang lengkap apa coba? Malang punya modal kuat untuk jadi surga wisata sejarah yang edukatif sekaligus keren. Tapi ya begitu, kadang banyak ide jenius untuk memajukan daerah harus mati muda di tangan pemangku kebijakan yang hobi jalan sendiri-sendiri. 

Kerja sama? Koordinasi? Kekompakan? Kadang harus kalah sama ego sektoralnya setinggi langit.

Mari kita ambil contoh konkret potensi wisata Malang yang belum tergarap maksimal. Misalnya fenomena malam hari di depan Museum Brawijaya di Jalan Ijen.

UMKM depan museum: Strategi marketing atau sekadar lapak pasar malam di Malang?

Entah teknik marketing jenius macam apa yang sedang diterapkan oleh pengelola saat ini. Dan entah gimana sejatinya trafik kunjungan ke dalam museumnya sendiri. 

Tapi satu hal yang pasti, tiap malam, area depan Museum Brawijaya itu ramai. Depannya berisi barisan tenda orang jualan makanan dan minuman. Polanya mirip kayak keseruan Car Free Day (CFD) setiap hari Minggu, di mana halaman museum dipadati lautan manusia dan kulineran yang menggugah selera.

Sempat terlintas di pikiran saya, apakah ini strategi  dari pengelola untuk mengenalkan muka museum ke anak muda? Ya, husnuzan saja dulu. Siapa tahu, sambil membeli kuliner di sentra UMKM, para pengunjung tergerak hatinya untuk melihat tank antik dan meriam di halaman depan, lalu besoknya memutuskan beli tiket masuk seharga 10 ribu rupiah ke Museum Brawijaya.

Baca Juga:

Layanan Perpustakaan Kota Malang Payah, Bikin Pengunjung Kecewa dan Nggak Nyaman

Selamat Datang di Kota Malang, Kota Pendidikan yang Gang Sempitnya Menjadi Sirkuit Uji Nyali Para Pengendara

Tapi faktanya, tidak sedikit pengunjung akhirnya berhenti di lapak pasar malam tanpa ada kelanjutan edukasi, ya sayang banget. Padahal, potensi keramaian itu bisa banget dikonversi jadi sesuatu yang lebih besar jika Pemkot Malang punya visi taktis.

Ide Macito Hop-On Hop-Off yang bisa jadi daya tarik pengunjung

Pemkot Malang juga bisa mengintegrasikannya dengan armada kebanggaan kota yaitu Bus Malang City Tour (Macito). Bayangkan sebuah skenario idealnya begini: 

Bus Macito tidak cuma buat keliling kota non-stop sambil tolah toleh sembari menyimak tour-guide layaknya rombongan sirkus. Bagaimana kalau menambah armada Macito dan mengubah sistem rutenya menjadi hop-on hop-off seperti bus wisata di Kuala Lumpur atau Singapura?

Wisatawan bisa naik dari titik A, turun di Museum Brawijaya, keliling di dalam, lalu naik bus Macito berikutnya untuk menuju ke Museum Mpu Purwa, lanjut ke Candi Badut di Karangbesuki, dan mampir ke Situs Watu Gong di Tlogomas. 

Pemkot Malang bisa menyediakan dua opsi. Paket yang gratis (cuma keliling kota aja seperti sekarang) dan paket berbayar murah bagi yang mau rute khusus destinasi budaya. Potensi wisatanya jalan, UMKM lokal hidup, sejarahnya pun lestari.

Tapi balik lagi, Pemkot Malang mau atau tidak. Sebab begitu masuk ranah eksekusi, ide seindah itu langsung membentur dinding tebal bernama birokrasi lintas dinas. 

Mari kita urut benang kusutnya. Bus Macito itu resmi dikelola penuh oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang. Sementara itu, Museum Mpu Purwa yang gratis tis itu malah ikut bapak asuh yang lain, yaitu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang. 

Belum lagi kalau mau mampir ke Museum Brawijaya yang berada di bawah wilayah kekuasaan Kodam V/Brawijaya alias ranah militer.

Semoga saja ada jalan menyatukan visi Dinas Pariwisata, Dinas Kebudayaan, sama Instansi Militer. Siapa tahu paket wisata terintegrasi bisa menambah alternatif wisata yang ditawarkan ke Kota Malang. Semoga…

Penulis: Ferika Sandra

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Malang Bukan Lagi Kota yang Dingin dan Asri, Kini Ia Menjelma Jadi Kota Panas dan Tak Menyenangkan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 5 Juli 2026 oleh

Tags: bus macitokota malangMalangmuseum brawijayapemkot malang
Ferika Sandra

Ferika Sandra

Seorang pustakawan dari Kota Malang yang mencoba menulis untuk menertibkan pikiran. Gemar dengan isu-isu literasi dan kebudayaan.

ArtikelTerkait

Ribetnya Jadi Warga Sawojajar 2 Malang yang Serba Nanggung terminal mojok

Ribetnya Jadi Warga Sawojajar 2 Malang yang Serba Nanggung

24 Mei 2021
5 Aturan Tidak Tertulis yang Harus Dipahami Wisatawan Saat Liburan ke Malang

5 Aturan Tidak Tertulis yang Harus Dipahami Wisatawan Saat Liburan ke Malang

20 Februari 2025
Cerita di Balik Alun-Alun Merdeka dan Alun-Alun Tugu, Dua Tempat Ikonik Kota Malang yang Melenceng dari Pakem Jawa Mojok.co

Cerita di Balik Alun-Alun Merdeka dan Alun-Alun Tugu, Tempat Ikonik Kota Malang yang Melenceng dari Pakem Jawa

3 Juli 2024
Karnaval Sound System di Malang, Hiburan yang Sama Sekali Nggak Menghibur. Hiburan kok Bikin Budek dan Merusak Fasilitas!

Karnaval Sound System di Malang, Hiburan yang Sama Sekali Nggak Menghibur. Hiburan kok Bikin Budek dan Merusak Fasilitas!

9 September 2023
Makin Mahal Hingga Kurang Aman, Inilah Alasan Mengapa Kos-kosan di Dinoyo dan Kerto Malang Makin Sepi meskipun Dekat Banyak Kampus   kos dekat kampus

Makin Mahal Hingga Kurang Aman, Inilah Alasan Mengapa Kos-kosan di Dinoyo dan Kerto Malang Makin Sepi meskipun Dekat Banyak Kampus  

11 April 2025
Jalur Alas Pujon, Jalur Favorit Mahasiswa Plat S dan Plat AG yang Kuliah di Malang

Jalur Alas Pujon, Jalur Favorit Mahasiswa Plat S dan Plat AG yang Kuliah di Malang

14 Juni 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Memahami Apa itu Patriot Bond dengan Gampang dan Nggak Bikin Pusing

Memahami Apa Itu Patriot Bond dengan Gampang dan Nggak Bikin Pusing

30 Juni 2026
Dear Lembaga Les Privat, Tolong Kasih Upah yang Layak ke Pengajar Mojok.co

Dear Lembaga Bimbingan Belajar, Tolong Pekerjakan Guru Les Privat dengan Layak

2 Juli 2026
Sidang Skripsi Mahasiswa UNY: Ribetnya Mirip Hajatan, Pantas Saja Disebut “Kondangan Akademik” Mojok.co

Sidang Skripsi Itu Hal yang Gampang, yang Lebih Susah Itu Mengurus Berkas Penjajakan dan Yudisium

5 Juli 2026
8 Tipe Mahasiswa KKN yang Menjadi Beban Kelompoknya (Wikimedia Commons)

3 Pengalaman Menyebalkan yang Pasti Terjadi di KKN, Begini Cara Mengatasinya biar Tetap Waras

1 Juli 2026
Dibanding Surabaya dan Semarang, Jogja Masih Jadi Pilihan Terbaik untuk Kuliah Mojok.co

4 Privilige Tinggal di Jogja yang Jarang Dibahas dan Diketahui Orang Lain

2 Juli 2026
Stereotipe FEB Unila Lampung yang Sebaiknya Jangan Dipercaya, Cuma Bikin Beban Mahasiswanya Mojok.co

Stereotipe FEB Unila Lampung yang Sebaiknya Jangan Dipercaya, Cuma Bikin Beban Mahasiswanya

30 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.