Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Beli Kopi Pakai Tumbler Memang Ramah Lingkungan, tapi Plis, Dicuci Dulu, Jangan Minta Baristanya Nyuci Tumbler Kalian!

Annisa R oleh Annisa R
22 Juni 2026
A A
Drama Tumbler di XXI: Ketika Membawa Tumbler Dianggap Tindakan Kriminal yang Mengancam Ekonomi Bisnis Bioskop  

Drama Tumbler di XXI: Ketika Membawa Tumbler Dianggap Tindakan Kriminal yang Mengancam Ekonomi Bisnis Bioskop (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa tahun belakangan, kita sering lihat orang datang ke coffee shop sambil bawa tumbler. Ada yang polos, ada yang ditempeli stiker band indie favoritnya, termasuk saya. Bagaimanapun, tumbler membuat dingin minuman bertahan lebih lama. Es yang tidak segera mencair, membuat rasa minuman lebih stabil dan konsisten.

Selain itu, juga mengurangi sampah plastik. Apalagi, di harga plastik yang sedang meningkat seperti sekarang. Hitung-hitung membantu pedagang. Pun, pemanasan global juga agak lega sedikit. Sangat win-win!

Akan tetapi, suatu waktu, saya pernah sedikit terkejut karena barista berterima kasih sebab tumbler saya bersih. Ini membingungkan, tumbler bersih yang bare minimum itu, kok, sampai mendapat terima kasih? Rupanya, belakangan ada satu hal kecil yang sering diabaikan oleh para pembawa tumbler: mencuci tumblernya.

Di situ kemudian masalah-masalah kecil yang tadinya tidak terlihat, mulai muncul ke permukaan.

“Tolong cucikan, Kak!”

Coba, deh, lihat dari sisi barista, apalagi saat antrean panjang. Seorang pembeli datang menyodorkan tumbler ke meja kasir. Dari tampilan dalamnya, jelas isinya setidaknya sudah dari kemarin: sisa kopi kering menempel di dinding dalam bak peta topografi.

Saat dibuka, tercium bau asam yang familiar. Bukan asam kopi segar, tapi asam hasil fermentasi liar semalaman di suhu ruang. Belum lagi, jika itu minuman kopi berbasis susu. Atau yang lebih parah, jika minuman masih ada sisa menggenang di dalam.

Pembeli pun menceletuk, “Tolong dicuci dulu ya, Kak!”

Barista pun menerima tumbler itu, suka tidak suka. Sebab barista sering kali tak punya pilihan. Ia bisa saja langsung tuang kopi pesanan ke dalam tumbler tanpa dicuci karena, well, itu bukan bagian dari pekerjaan mereka. Tapi, dia tahu, kerak kopi lama akan bercampur dengan kopi baru. Rasa akan jadi aneh dan bukan tidak mungkin, pembeli akan komplain.

Baca Juga:

Drama Tumbler di Bioskop XXI: Ketika Membawa Tumbler Dianggap Tindakan Kriminal yang Mengancam Ekonomi Bisnis Bioskop  

Pendekar Kopi dan Rojali, Musuh Alami Coffee Shop. Yang Satu Bikin Barista Keder, yang Satu Bikin Pusing Owner

Mau tak mau, barista membilas tumbler itu. Membuang sisa kopi lama, menggosok dengan spons bersabun, membilas, dan mengeringkannya. Itu semua butuh waktu. Sementara di depan, lima pelanggan lain sudah mulai tidak sabar.

Jadinya, tidak hanya merugikan barista, tetapi juga pelanggan lain.

BACA JUGA: Kasta Tumbler dari yang Wajib Dibeli sampai yang Harus Dihindari, Harga Mahal Belum Tentu Terjamin Kualitasnya

Ketika barista menolak nyuciin tumbler kalian

Ada skenario lain yang tidak jarang terjadi. Barista tidak selalu sempat mencuci. Tentu saja, pekerjaan mereka sudah banyak, dan mencuci wadah minum pelanggan jelas bukan salah satunya. Tapi, pelanggan datang dengan tumbler bau apek. Kali ini barista memutuskan untuk bilas cepat—cuma dikocok dengan air, tanpa sabun.

Usai menerima tumbler bersih berisi kopi, tiga jam kemudian, pelanggan itu membuka Google Maps. Pada alamat coffee shop tadi, ia meninggalkan bintang satu.

Apa yang dia tulis?

“Barista-nya jutek. Melayani dengan muka masam. Saya kan bawa tumbler sendiri untuk dukung lingkungan, masa dilayani seenaknya. Kopi pesanan juga lama. Rasanya juga aneh tidak seperti biasanya. Tidak ramah. Tidak rekomendasi.”

Dalam review tersebut, tidak ada satu kalimat pun tentang kondisi tumbler yang dia bawa. Yang ada hanya perasaan tidak enak yang dia proyeksikan sepenuhnya ke coffee shop.

Konsekuensi umum adalah barista dipanggil manajer. Lagi-lagi, merepotkan yang tidak seharusnya repot.

Bahkan, mencucinya menggunakan sabun, pun, bisa saja tetap berisiko diberi bintang satu. Sebab rasa sabun bisa tertinggal ketika pengeringan tidak maksimal, yang mana hampir tidak mungkin di coffee shop yang alurnya sering kali cepat. Simalakama.

“Saya mulas setelah minum di sini”

Katakanlah, akhirnya barista meneguhkan hati untuk menolak mengerjakan cuci tumbler busuk pelanggan. Dengan tumbler yang sudah terbentuk biofilm di dalamnya itu, bukan tidak mungkin, pelanggan akhirnya mulas. Bukan karena kafein, tapi karena bakteri yang sudah berkembang biak di sana.

Banyak bahaya di sini. Pertama, tentu kesehatan pelanggan itu sendiri. Mulas itu bukan satu-satunya efek. Kita tidak pernah benar-benar tahu, bakteri apa yang hidup di alat makan minum yang kotor. Ya kalau hanya bikin mencret, kalau ternyata bakteri yang memakan otak?

Kedua, juga berbahaya pada barista dan jenama kafe tersebut. Kabar tidak jernih bisa mengesankan bahwa kafenya lah yang tidak higienis.

Ramah lingkungan itu tidak cukup hanya dengan membawa tumbler

Orang-orang harus tahu, ramah lingkungan itu bukan perkara bawa tumbler saja. Rasanya percuma berusaha untuk ramah lingkungan, tapi tidak punya nalar dalam melakukannya. Ya maksudnya gimana ceritanya kamu bawa wadah minum yang belum dicuci? Logikanya nggak ketemu lho ini.

Perlu diingat, mencuci tumbler kalian bukanlah tugas barista. Setidaknya, jadilah orang yang bernalar. Tumbler yang bersih tidak akan memicu konflik dengan barista dan pelanggan lain di belakang. Itu juga tidak akan membuat barista kena teguran manajemen, atau memicu review bintang satu gara-gara rasa sabun atau mulas.

Tumbler yang bersih membuat semua orang bisa fokus ke tujuan awal: menikmati kopi. Itu jauh lebih ramah lingkungan daripada sekadar membawa wadah tapi meninggalkan masalah untuk orang lain. Ingatlah, sesama pelanggan seperti saya. Kita membayar kopi, bukan jasa cuci wadah air!

Penulis: Annisa Rakhmadini
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Drama Tumbler di Bioskop XXI: Ketika Membawa Tumbler Dianggap Tindakan Kriminal yang Mengancam Ekonomi Bisnis Bioskop 

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 22 Juni 2026 oleh

Tags: baristabeli kopi pakai tumblerCoffee Shoptumbler
Annisa R

Annisa R

Belajar geografi lingkungan. Penduduk, pejalan kaki, dan pengguna transportasi umum.

ArtikelTerkait

Warmindo Mengalahkan Coffee Shop Bukti Kita Masih Waras (Hammam Izzuddin:Mojok.co)

Alasan Logis dari Fenomena Anak Muda Meninggalkan Coffee Shop dan Beralih ke Warmindo kalau Mau Mengerjakan Skripsi

22 Oktober 2023
3 Minuman di Coffee Shop yang Sebaiknya Nggak Dipesan jika Nggak Ingin Menyesal

3 Minuman di Coffee Shop yang Sebaiknya Nggak Dipesan jika Nggak Ingin Menyesal

7 Juli 2024
5 Siasat dari Mantan Barista untuk Menghadapi Mahasiswa yang Nongkrong di Kafe Berjam-jam, Rombongan, dan Nggak Jajan Mojok.co

5 Siasat dari Mantan Barista untuk Menghadapi Mahasiswa yang Nongkrong di Kafe Berjam-jam, Rombongan, dan Nggak Jajan

17 Juni 2024
Terkutuklah Pelanggan Coffee Shop yang Pesan Espresso, tapi Dituang ke Tumbler yang Sudah Berisi Es, Susu, bahkan Gula Aren!

Terkutuklah Pelanggan yang Pesan Espresso, tapi Dituang ke Tumbler yang Sudah Berisi Es, Susu, bahkan Gula Aren!

16 November 2023
kasta

Apa Benar Kopi Dapat Menentukan Kasta Seseorang?

25 September 2019
4 Alasan Saya Lebih Memilih Ice Americano Buatan Minimarket ketimbang Racikan Barista Coffee Shop Mojok.co

4 Alasan Saya Lebih Memilih Ice Americano Buatan Minimarket ketimbang Racikan Barista Coffee Shop

4 Desember 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

6 Alasan Saya Nggak Puas Kuliah di Fakultas Ekonomi UIN Saizu Purwokerto yang Dijuluki Fakultas Mahal Mojok.co

6 Alasan Saya Nggak Puas Kuliah di Fakultas Ekonomi UIN Saizu Purwokerto yang Dijuluki Fakultas Mahal

18 Juni 2026
3 Tradisi Manten Paling Unik di Tulungagung. Terdengar Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warlok Mojok.co

3 Tradisi Manten Paling Unik di Tulungagung. Terdengar Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warlok

17 Juni 2026
3 Hal yang Jarang Orang Katakan Soal Berkendara di Semarang, Tantangannya Tak Hanya Banjir Rob dan Banjir Dadakan Mojok

3 Hal yang Jarang Orang Katakan Soal Berkendara di Semarang, Tantangannya Tak Hanya Banjir Rob dan Banjir Dadakan

18 Juni 2026
Drama Tumbler di XXI: Ketika Membawa Tumbler Dianggap Tindakan Kriminal yang Mengancam Ekonomi Bisnis Bioskop  

Beli Kopi Pakai Tumbler Memang Ramah Lingkungan, tapi Plis, Dicuci Dulu, Jangan Minta Baristanya Nyuci Tumbler Kalian!

22 Juni 2026
Sisi Gelap Budak Elite di Jalan Jenderal Sudirman Jakarta (Unsplash)

Sisi Gelap Budak Korporat di Jalan Jenderal Sudirman Jakarta: Ketika Pekerja Menggadai Kewarasan demi Terlihat Elite

20 Juni 2026
Deodoran Kahf, Deodoran Murah yang Tidak Jualan Klaim yang Mewah, tapi Kualitasnya Begitu Hebat dan Nggak Bau, Nggak kayak Merek yang Itu tuh

Deodoran Kahf, Deodoran Murah yang Tidak Jualan Klaim yang Mewah, tapi Kualitasnya Begitu Hebat dan Tidak Bau, Nggak kayak Merek yang Itu tuh

17 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.