Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Mahasiswa saat Membeli Buku: Tipe Mereka Berdasarkan Jenjang Semester

Hendra Sinurat oleh Hendra Sinurat
28 April 2020
A A
Membaca Salah Satu Buku yang Dibaca Suga BTS, 'Reinventing Your Life' terminal mojok.co

Membaca Salah Satu Buku yang Dibaca Suga BTS, 'Reinventing Your Life' terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai insan yang pernah menekuni kerja sebagai karyawan di dunia pertokobukuan selama 2 tahun lebih beberapa waktu lalu, saya sudah cukup kenyang melayani dan menghadapi berbagai tipe manusia pembeli buku. Kebetulan toko buku tempat saya bekerja itu cukup lengkap menjual berbagai jenis buku; dari buku-buku umum, kuliah, pelajaran sekolah, novel, agama, dan lainnya, baik dalam kondisi baru maupun bekas. Karena secara proporsi yang dijual adalah buku-buku yang diperuntukkan untuk mahasiwa dan otomatis pembelinya adalah mahasiswa, saya jadi hapal bagaimana tipe dan tingkah para mahasiswa saat membeli buku tersebut. Bahkan, saya bisa tahu tingkatan mahasiwa tersebut meski tidak diberitahunya.

Loh, kok bisa? Ya, bisa dong!

Berikut saya rangkum tipe dan faktanya. Cekidot!

Tipe mahasiswa saat membeli buku #1 Mahasiswa Semester Baru

Nah, mahasiswa semester awal ini yang paling mudah dideteksi untuk dikenali saat membeli buku dan paling bersahabat sama toko buku. Biasanya jenis mahasiswa ini merupakan pribadi yang antusias dan tak sungkan untuk membeli berbagai jenis buku.

Dari yang awalnya cuma ingin membeli buku teks mata kuliah yang diwajibkan dosennya, ehh, karena melirik-melirik novel yang dipajang malah melebar beli novel dan lainnya. Bahkan beberapa mahasiswa baru ini juga kadang membeli dua bahkan tiga buku teks mata kuliah dengan judul yang sama, namun berbeda pengarang. Ya, mungkin untuk sebagai referensi alternatif atau pembanding. Syukurlah, buku kami jadi laku.

Dan, yang terpenting—dan menguntungkan—jenis mahasiswa ini tidak (tahu dan mau) menawar-nawar dalam membeli bukunya. Apalagi mahasiswa baru kampus IAIN/UIN. Mereka kalau beli buku langsung bayar. Gak mau nawar dan langsung pulang. Takut gak berkah kali ya ilmunya kalau bukunya ditawar.

Oh, iya. Berdasarkan amatan saya, jenis mahasiswa ini juga umumnya datang membeli bukunya sendiri-sendiri atau berdua saja. Tidak bergerombol. Maklum saja, mahasiswa baru. Masih penjajakan pertemanan.

Tipe mahasiswa saat membeli buku #2 Mahasiswa semester menengah

Ini adalah jenis mahasiswa yang kalau mau beli buku teks mata kuliah yang diwajibkan dosennya senantiasa harus perang urat syaraf dulu sama pelayan toko bukunya. Pasalnya, mereka ini kalau nawar bukunya mau sampai setengah harga dari harga katalog atau Harga Eceran Tertinggi (HET)!

Baca Juga:

Potret Mahasiswa Kuliah Sekaligus Kerja di Banten: Tampak Keren, tapi Aslinya Menderita karena Digaji Tak Layak

Derita Jadi Satu-satunya Sarjana di Kampung: Ekspektasi Warga Ketinggian, Dikira Serba Bisa dan Sempurna

FYI, dalam industri perbukuan biasanya penerbit akan memberi diskon di kisaran 30%-50% (tergantung penerbit) per buku kepada toko buku selaku distributor. Oleh toko buku, diskon tersebut diberikan lagi kepada pembeli sekitar 5-15% seperti yang diterapkan oleh toko buku tempat saya bekerja. Tentu saja tidak semua toko buku memberikan diskon yang sama. Bahkan ada yang tidak memberikan diskon sama sekali.

Jadi, bilamana ada yang menawar buku sampai setengah harga, itu adalah sesuatu yang tidak masuk akal. Sesuatu yang tidak berperikebukuan!

Belum lagi bila mereka ini datangnya bergerombol untuk belinya. Selain jadi semakin semena-mena nawarnya, juga amat bising dan suka ngancam gak jadi beli bukunya dan pergi belinya ke toko buku sebelah. Pokoknya, benar-benar menguji kesabaran deh. Terjadi tarik-ulur yang alot untuk jalan tengah dan menyepakati harga jadi.

Sepertinya mereka di tingkat ini sudah mendapat kaderisasi dan asupan kiat-kiat untuk membeli dan tawar-menawar buku murah dari para seniornya. Maklum. Dah gak polos lagi.

Tipe mahasiswa saat membeli buku #3 Mahasiswa semester akhir

Ini jenis mahasiswa yang mencoba menjalin keramahan dan keakraban dengan karyawan toko buku. Terlebih para mahasiswa yang telah saya tandai telah mengorkestrasi teman-temannya menawar buku secara tidak berperikebukuan pada semester lalu. Mereka senantiasa menunjukkan gestur berdamai dengan masa lalu sama kami.

“Waktu gerombolan, berlagak singa. Waktu cari bahan skripsi sendiri, jadi meong. Huuuh, dasar!” batin saya.

Proses penjalinan kekerabatan ini bukan tanpa alasan. Sebagai mahasiswa akhir yang akan mengerjakan skripsi, tentu saja mereka memerlukan buku dan bahan referensi yang banyak. Hal yang tentu saja merepotkan saya sebagai pekerja toko buku.

Pasalnya, saya harus membantu mencarikan dan membuka bungkusan sampul plastik buku tersebut, untuk melihat dan memberi dia membaca apakah isi buku tersebut adalah sesuai dengan yang dicari untuk bahan skripsinya. Maka sering juga terjadi, sudah banyak yang dibuka dan dibaca buku-buku tersebut pada akhirnya yang dibeli cuma satu buku saja. Yang lainnya gak jadi dibeli, dengan alasan tidak ada yang sesuai dengan bahan yang dicari buat skripsinya.

Bahkan, yang lebih ngehe, ada yang sesuai isi buku tersebut, namun karena cuma 1 atau 2 halaman saja yang pas, pada akhirnya cuma difoto. Gak dibeli. Kan, kimak!

Satu-satunya yang menyenangkan hati terhadap jenis mahasiswa ini adalah bila mahasiswa tersebut perempuan, terlebih cantik meminta kontak saya untuk menghubungi dan meminta bantuan mencari buku buat bahan skripsinya. Saya akan secara sukarela mengulik dan rutin membaca buku-buku untuk mencari bahan skripsinya tersebut. Padahal saya (saat itu) adalah tamatan STM.

Bonus:

Tipe mahasiswa saat membeli buku #4 Anak STM

Ini adalah jenis pembeli buku musiman, yakni pada saat perhelatan Ujian Tengah Semester (UTS) atau Ujian Akhir Semester (UAS). Biasanya mereka datang membelinya bergerombol. Bukunya dibeli buat dibaca? Ya, gak mungkinlah. Buat perbaikan nilai atau remedial. Anak STM mah gak suka baca. Sukanya tawuran.

Jadi, kamu tipe pembeli yang mana?

BACA JUGA Bagaimana Meme Mempertontonkan Inkompetensi Polisi dalam Isu Anarkisme

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 15 Juni 2022 oleh

Tags: BukuKuliahMahasiswastereotiptoko buku
Hendra Sinurat

Hendra Sinurat

Fans Arsenal yang hobi main bola. Saat ini sebagai Pengacara Publik di Perhimpunan Bantuan Hukum & Advokasi Rakyat Sumatera Utara (BAKUMSU).

ArtikelTerkait

Culture Shock Mahasiswa Solo yang Merantau ke Jogja, Ternyata Biaya Hidupnya Lebih Mahal  Mojok.co politik jogja

Culture Shock Mahasiswa Solo yang Merantau ke Jogja, Ternyata Biaya Hidup Lebih Mahal 

27 Oktober 2023
5 Kelemahan Tinggal di Kos Putri yang Jarang Disadari Banyak Orang Mojok.co

5 Kelemahan Tinggal di Kos Putri yang Jarang Disadari Banyak Orang

3 April 2025
Bookstagrammer

Bookstagrammer, Selebgramnya Pencinta Buku

16 Mei 2019
5 Varian Good Day Paling Laris di Kalangan Mahasiswa

5 Varian Good Day Paling Laris di Kalangan Mahasiswa

23 September 2022
Apa pun Kejahatan di Surabaya, Orang Madura Selalu Dijadikan Kambing Hitam jawa timur

Apa pun Kejahatan di Surabaya, Orang Madura Selalu Dijadikan Kambing Hitam

14 September 2024
makelar kontrakan jogja bapak kos terminalmojok

Bisnis Makelar Kontrakan: Bisnis Digital Sederhana dengan Keuntungan yang Cukup Menjanjikan

15 Juli 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bangkalan dan Sampang Memang Bertetangga, tapi Warga Bangkalan Jauh Lebih Sejahtera dan Bahagia Mojok

Bangkalan Madura dan Sampang Memang Bertetangga, tapi Warga Bangkalan Jauh Lebih Sejahtera dan Bahagia

21 April 2026
Untuk Warga Surabaya, Stop Menormalisasi Bayar Parkir kepada Juru Parkir di Toko Atau Minimarket yang Bertuliskan 'Parkir Gratis'!

Jalan-jalan di Surabaya Itu Mudah dan Murah, tapi Jadi Mahal karena Kebanyakan Tukang Parkir Liar

21 April 2026
6 Dosa Penjual Cilok yang Bikin Pembeli Kapok Jajan Lagi Mojok.co

6 Dosa Penjual Cilok yang Bikin Pembeli Kapok Jajan Lagi 

21 April 2026
Rasanya Jadi Orang Bangkalan Madura Belakangan Ini: Pilihan Toko Makin Banyak, tapi Tukang Parkir Ikut Merajalela Mojok.co

Rasanya Jadi Orang Bangkalan Madura Belakangan Ini: Pilihan Toko Makin Banyak, tapi Tukang Parkir Ikut Merajalela

23 April 2026
Film Horor “Songko” Memberi Kesegaran yang Menakutkan (Unsplash)

Film Horor “Songko” Memberi Kesegaran yang Menakutkan dari Cerita Rakyat Minahasa dan Membebaskan Kita dari Kebosanan Horor Jawa

23 April 2026
Harga Plastik Naik Bikin Kebiasaan Bawa Wadah Sendiri Diapresiasi Pedagang Pasar, padahal Dulu Sempat Dianggap Aneh

Harga Plastik Naik Bikin Kebiasaan Bawa Wadah Sendiri Diapresiasi Pedagang Pasar, padahal Dulu Sempat Dianggap Aneh

21 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Nongkrong Makin Membosankan dan Toksik Semenjak Teman Cuma Sibuk Main Game, Saya Dibilang Spaneng dan “Nggak Asyik” karena Tak Ikut Mabar
  • Ironi WNI Jadi Guru di Luar Negeri: Dapat Gaji 2 Digit demi Mengajari Anak PMI, Pulang ke Indonesia Tak Dihargai dan Sulit Sejahtera
  • Tongkrongan Gen Z Meresahkan, Mengganggu Kenyamanan dari Yang Bisik-bisik sampai Berisik
  • Mahasiswa Gen Z Bukan Tak Bisa Membaca, tapi “Brain Rot” karena Sering Disuapi dan Kecanduan AI
  • Kena Mental Punya Kebun di Desa: Hasil Berkebun Tak Bisa Dinikmati Sendiri, Sudah Dirampok dan Dirusuhi Masih Digalaki
  • “Solo Date” Menjelang Usia 25: Meski Tampak Menyedihkan, Nyatanya Lebih Bermanfaat daripada Nongkrong Bersama

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.