Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Derita Orang Pasar Rebo, Jauh dari Jakarta Bagian Mana pun, Malah Lebih Dekat ke Depok!

Michael Ugrasena oleh Michael Ugrasena
22 April 2026
A A
Saya Orang Asli Depok dan Tidak Bangga Tinggal di Daerah yang Aneh Ini Mojok.co pasar rebo

Saya Orang Asli Depok dan Tidak Bangga Tinggal di Daerah yang Aneh Ini (wikipedia.org)

Share on FacebookShare on Twitter

Saya yakin, kalian pernah dengar Pasar Rebo, tapi tak tahu dalam-dalam tentang daerah ini. Wajar, terlebih jika kalian tidak tinggal di Jabodetabek. Yang tinggal aja belum tentu tahu, apalagi kalian orang luar ye kan. Pasar Rebo ini salah kecamatan di Jakarta Timur.. Luasnya kurang lebih  1.294 hektare dan berada di daerah yang cukup aman karena berdekatan dengan Markas Besar Kopassus, kurang lebih untuk orang-orang yang tinggal di sini lah ya.

Populasinya juga lumayan, sekitar 230 ribu jiwa lebih, yang menandakan kawasan ini sangat strategis untuk pemukiman. Tapi ada satu fakta menarik yang akan dibahas di sini. Percaya tidak percaya, orang Pasar Rebo lebih sering main ke daerah Depok dibanding daerah Jakarta lain. 

Jika dilihat di Google Maps, Kecamatan Pasar Rebo adalah salah satu kecamatan terakhir di daerah Timur Jakarta yang berbatasan langsung dengan Kota Depok dan sudah berdomisili provinsi lain (Jawa Barat). Hal ini menyebabkan banyak orang daerah Pasar Rebo bermain ke area Depok.

Kini pertanyaanya  mengapa orang Pasar Rebo lebih cenderung berekreasi ke daerah Depok (Margonda) dibanding sesama kecamatan di Jakarta Timur lainnya? Mengapa tidak bermain ke area Selatan yang jelas-jelas satu Provinsi dan sama-sama dekat?

Macet! 

Seperti yang diketahui para warga Jabodetabek, salah satu jalan termacet di Jakarta adalah Jalan Arteri T.B. Simatupang. Jalan yang membentang dari Cilandak hingga Pasar Rebo ini adalah jalan utama bagi masyarakat Jaktim menuju Jaksel. Masalahnya adalah jalan arterinya tak seberapa lebar, sebab di tengahnya dibangun tol menuju dalam kota. 

Sudah jalannya tak seberapa lebar, masih sering diodol-odol atau diperbaiki oleh pemerintah provinsi (yang ga jelas kapan selesainya).

Jalan ini macetnya juga tak kenal waktu. Jadi, ya jelas bikin orang males ke sana. Udah paham dikit kan kenapa orang Pasar Rebo nggak main ke Jaksel?

BACA JUGA: Jakarta Timur: Sering Diledek Jakarta Coret Gara-gara Keliatan Paling Beda, padahal Itu Cuma Perkara Mindset

Baca Juga:

Warga Depok Habiskan Hampir 2 Juta Rupiah per Bulan Cuma buat Kerja di Kawasan Senayan, Dedikasinya Tinggi!

TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk 

Dari Pasar Rebo ke Jaktim bagian utara? Nggak dulu

Banyak orang bilang tempat ternikmat untuk melepas penat di Jaktim adalah daerah Rawamangun. Padahal faktanya itu hanya berlaku untuk mereka yang tinggal di Jakarta Timur bagian atas alias Utara. Oh, kalau kalian bingung kenapa ada Jaktim Utara segala, perlu kalian tahu, Jaktim adalah Kota Terluas di Jakarta.

Tak perlu pakai angka untuk mendeskripsikan, tetapi coba bayangkan dari ujung Cakung Penggilingan sampai Pasar Rebo itu adalah daerah Jakarta Timur. Dengan daerah seluas itu agaknya sulit apabila orang Pasar Rebo ingin melepas penat ke daerah “Tebet van Oost” alias Rawamangun. Untuk berangkat ke sananya saja sudah kena macet duluan di pasar Kramat Jati, lalu dilanjut daerah UKI Cawang, lalu Bypass Rawamangun deket Pisangan. Bukannya melepas penat, yang ada malah nambah pikiran.

Main ke daerah Jakarta lain? Ah sudahlah!

Kalau ke Jakarta Timur bagian utara saja orang Pasar Rebo sudah malas, apalagi ke Jakarta Utara, Pusat, Barat, dan Selatan, jelas makin males. Pasti mikir dua kali. Apalagi kalau diajak main ke Taman Anggrek atau PIK, jelas saya tolak mentah-mentah. Ada gila-gilanya.

Perjalanan menuju Taman Anggrek, misal dari Pasar Rebo sudah memakan waktu sekitar 1 jam bila tidak macet. Bagi kami orang Pasar Rebo, dengan jarak segini sudah bisa muterin Margonda City sampai pusing tujuh keliling. Toh isinya juga tak jauh beda. Ke Utara pun sama. Bayangkan jika harus main-main ke area Kelapa Gading atau PIK, serasa ujung ketemu ujung bila berangkat dari Pasar Rebo. Toh juga saya tak terbiasa bila bermain ke daerah Utara Jakarta (lebih-lebih soal pengeluaran)

Depok lebih baik, lebih mudah dijangkau orang Pasar Rebo

Sudah tepat jika orang Pasar Rebo memilih Kota Depok sebagai tempat tujuan main,  lebih-lebih di sekitar Margonda Raya, walaupun macetnya gila di Akses UI. Ke Margonda dari Pasar Rebo ini hanya butuh kurang lebih 20 menit, apalagi sudah ada jalan tikus yang menuju kesana (lewat Kalisari samping Setu).

Memang momok paling menakutkan untuk pergi ke Depok adalah Jalan Akses UI hingga depan Margonda City yang jalannya lebar, tetapi frekuensi kendaraannya juga tinggi. Depan Akses UI misal yang ada percabangan antara dari Jakarta Timur (Gang yang arah komplek paspampres) dan ke arah Margonda Raya Gunadarma. Di situ sering kali terjadi penumpukan kendaraan akibat pengaturan lampu merah yang kurang dan jalan yang kecil.

Margonda City pun tak kalah lengkap soal urusan hiburan dan tempat perbelanjaan. Official Store dari merek merek kenamaan terdapat di sana. Restoran pun juga tak kalah lengkap, dan yang lebih penting adalah desain mallnya yang sangat amat bagus, bila dibandingkan Mall Cijantung yang ada di Pasar Rebo. Terkadang banyak event-event ternama yang diadakan di sana yang pastinya dijadikan ajang untuk meet and greet dengan artis idola. Tapi, entah sekarang masih sering atau tidak.

Selain Margo City, juga ada tempat makan di sekitarnya. seperti Gacoan yang ramainya nggak berhenti-henti ataupun coffee shop yang berjejeran di pinggir Jalan Raya Margonda. Kalau nyari warkop agak blusuk ke arah Kukusan, yang mayoritas diisi anak-anak UI yang sedang nugas.

Jadi, sudah jelas ya kenapa warga Pasar Rebo malah lebih milih ke Depok. Sebab ya, entah kenapa, daerah ini tercerabut dari Jakarta yang lain. Pokoknya, hidup Depok!

Penulis: Michael Ugrasena
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Jakarta Timur, Kawasan “Penuh Ironi” yang Sebaiknya Jangan Ditinggali, Kecuali Kalau Nyawamu Sembilan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 22 April 2026 oleh

Tags: depokjakarta selatanJakarta Timurmargondapasar rebo
Michael Ugrasena

Michael Ugrasena

Mas-mas SMA tingkat akhir yang seneng nulis tentang daerah di Jakarta. Aktif pada isu-isu lingkungan di sekitar Jakarta. Sisanya ya seniatnya aja

ArtikelTerkait

4 Rekomendasi Tempat Makan di Gang Kober Depok Terminal Mojok

4 Rekomendasi Tempat Makan buat Anak Kos di Gang Kober Depok

27 September 2022
Sisi Gelap Sawangan, Kecamatan yang (Katanya) Lebih Maju dari Cinere di Depok

Sisi Gelap Sawangan, Kecamatan yang (Katanya) Lebih Maju dari Cinere di Depok

27 Agustus 2024
Bintaro, Kelurahan yang Krisis Identitas. Disangka Tangerang Selatan padahal Jakarta Selatan

Bintaro, Kelurahan yang Krisis Identitas. Disangka Tangerang Selatan padahal Jakarta Selatan

13 Mei 2025
Bedahan, Kelurahan “Hitam” di Sawangan Depok yang Kini Mulai Berbenah

Bedahan, Kelurahan “Hitam” di Sawangan Depok yang Kini Mulai Berbenah

8 September 2024
Pertok Pondok Indah, Pujasera Sultan yang Bisa Jadi Alternatif Tempat Nongkrong Muda-Mudi Jaksel yang Bosan ke PIM

Pertok Pondok Indah, Pujasera Sultan yang Bisa Jadi Alternatif Tempat Nongkrong Muda-Mudi Jaksel yang Bosan ke PIM

18 Juni 2024
Perlintasan KRL Pasar Minggu Problematik dan Menguji Kesabaran

Perlintasan KRL Pasar Minggu Problematik dan Menguji Kesabaran

10 November 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

UIN Malang dan UIN Jogja, Saudara yang Perbedaannya Kelewat Kentara

Biaya Hidup Murah, Denah Kampus Mudah Adalah Alasan Saya Masuk UIN Malang

19 April 2026
7 Sisi Terang Jakarta yang Jarang Dibahas, tapi Nyata Adanya: Bikin Saya Betah dan Nggak Jadi Pulang Kampung kerja di jakarta

Jangan Mencari Peruntungan dengan Kerja di Jakarta, Saya Cari Magang di Sini Saja Susah, Sekalinya Dapat Tidak Digaji dan Dijadikan Tenaga Gratisan

20 April 2026
Saya Orang Asli Depok dan Tidak Bangga Tinggal di Daerah yang Aneh Ini Mojok.co pasar rebo

Derita Orang Pasar Rebo, Jauh dari Jakarta Bagian Mana pun, Malah Lebih Dekat ke Depok!

22 April 2026
Selama Real Madrid Tidak Percaya dengan Strikernya, Lupakan Meraih Gelar UCL ke-16

Real Madrid Tanpa Trofi (Lagi), Saatnya Buang Vini

16 April 2026
Dear Pemerintah Banyuwangi, Membatasi Jam Operasional Ritel Modern Itu Justru Mematikan Wisata Banyuwangi

Dear Pemerintah Banyuwangi, Membatasi Jam Operasional Ritel Modern Itu Justru Mematikan Wisata Banyuwangi

22 April 2026
Warga Bantul Iri, Pengin Tinggal Dekat Mandala Krida Jogja (Wikimedia Commons)

Saya Mengaku Iri kepada Mereka yang Tinggal di Dekat Stadion Kridosono dan Stadion Mandala Krida Jogja

16 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Nongkrong di Usia 30 Terasa Tak Sama Lagi: Teman Makin Jompo, Obrolan Kian Membosankan, tapi Saya Berusaha Memahami
  • Campus League Musim 1: Kompetisi Olahraga Kampus untuk Fondasi Masa Depan Atlet Mahasiswa, Menempa Soft Skills Krusial
  • Kuatnya Peran Perempuan di Kota Semarang, Sampai Diapresiasi California State University
  • Jadi Anak Pintar di Desa Tanpa Privilege Sia-sia: Ortu Tak Dukung Pendidikan, Lulus Sekolah Dipaksa Nikah dan Bekerja
  • Soft Living, Gaya Hidup Gen Z yang Memilih Menyerah tapi Tenang ketimbang Mengejar Mimpi “Besar” Tak Pasti
  • 3 Ciri Nasi Goreng di Jogja yang Biasanya Nggak Enak: Cobain, deh, Kalau Kamu Nggak Percaya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.