Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Profesi

WFA ASN, Kebijakan yang Bikin Negara Hemat tapi Pengeluaran ASN Membengkak Parah

Ahmad Arief Widodo oleh Ahmad Arief Widodo
27 Maret 2026
A A
WFA ASN, Kebijakan yang Bikin Negara Hemat tapi Pengeluaran ASN Membengkak Parah

WFA ASN, Kebijakan yang Bikin Negara Hemat tapi Pengeluaran ASN Membengkak Parah

Share on FacebookShare on Twitter

Belakangan pemerintah gencar menerapkan kebijakan WFA bagi ASN. Katanya sih supaya konsumsi BBM masyarakat sedikit berkurang. Mengingat dunia hari ini sedang mengalami krisis energi, imbas perang timur tengah.

Mayoritas masyarakat berpikir penerapan WFA sangat menguntungkan bagi ASN. Lantaran bisa hemat BBM, waktu dan tenaga. Sampai-sampai ada masyarakat yang nyinyir dengan kebijakan tersebut.

Sebagai buruh negara, awalnya saya juga sepemikiran dengan masyarakat umum. Apesnya, selama WFA, saya nggak merasa kebijakan ini benar-benar menguntungkan. Malah saya merasa banyak bingung dan ruginya daripada untungnya.

Nggak semua bisa WFA

Kendati digitalisasi di dunia birokrasi sudah cukup masif, nggak semua ASN bisa WFA lho. Ada beberapa kantor yang memang nggak bisa 100 persen menerapkan. Contohnya adalah kantor Disdukcapil. Jika seluruh ASN Disdukcapil WFA, siapa yang melayani urusan KTP dan KK?

Perbedaan perlakuan ini yang kadang menimbulkan kecemburuan antar ASN. Idealnya, sebelum pemerintah memberlakukan WFA, kebijakan ini harus dirumuskan dengan baik setiap jengkalnya. Supaya nggak terjadi kecemburuan antar instansi.

Entah mengapa pemerintah akhir-akhir ini kadang bikin kebijakan yang terkesan tergesa-gesa dan kurang matang. Kalah sama tukang tahu bulat yang suka lewat depan rumah. Meskipun tahunya digoreng dadakan, tapi matangnya sempurna dan enak.

BACA JUGA: Wacana WFH 1 Hari: Kesempatan Pekerja Kantoran Jakarta “Multitasking” dan Kabur WFC, padahal Tak Boleh Keluar Rumah

Ketimpangan beban kerja

Apa yang ada di kepala kamu ketika mendengar WFA ASN? pasti mayoritas pembaca berpikir kerjanya santai-santai doang. Bahkan mungkin ada yang berpikir abdi negara nggak ngapa-ngapain.

Baca Juga:

4 Alasan Pegawai P3K Baru Harus Pamer di Media Sosial

Tunjangan Kinerja buat ASN, Beban Kerja buat Honorer, di Mana Adabmu?

Pandangan itu nggak bisa saya salahkan. Lantaran selama ini ada oknum ASN yang suka nongkrong di warkop dan ngemall pada jam kerja. Walaupun oknum tapi jumlahnya nggak sedikit.

Akan tetapi, sekilas info dari saya, ada lho ASN yang kerjanya makin berat saat WFA. Kenapa kok bisa demikian? Ya soalnya yang fast respon pekerjaan hanya dia doang. Jadi hanya dia lagi dia lagi yang dikasih pekerjaan oleh pimpinan

Sementara yang lain lambat melaksanakan pekerjaan. Bahkan ada yang susah sekali dihubungi saat WFA. Mungkin para oknum ini berpikir WFA itu sama dengan libur.

Harapan saya pimpinan instansi tegas menghadapi pegawai malas saat WFA. Jangan hanya melempar pekerjaan kepada si rajin saja. Lama-lama si rajin jadi burn out dan males-malesan seperti yang lain.

Pengeluaran listrik, internet, dan air ditanggung sendiri

Menurut kabar burung yang beredar, ke depannya pemerintah akan menerapkan WFA dalam jangka waktu yang panjang. Apabila kabar ini benar, tentu yang paling rugi adalah ASN sendiri. Kok bisa gitu?

Sistem WFA ini lebih menguntungkan pemberi kerja. Pasalnya yang hemat adalah konsumsi listrik, internet, dan air kantor pemerintahan. Sedangkan konsumsi listrik, internet, dan air rumah ASN malah meningkat.

Lha gimana, wong selama WFA ya pengeluaran ditanggung kantong pribadi. Udah gitu nggak ada insentif tambahan dari pemerintah untuk beban tersebut. ASN emang nggak boleh mikir muluk-muluk, berharap tahun depan naik gaji pokok saja bak mimpi di siang bolong dalam kondisi defisit APBN saat ini.

Andai kebijakan WFA ASN ini akan benar-benar diterapkan dalam jangka waktu lama, saya rasa perlu ada aturan yang jelas dan rinci dari pemerintah. Agar nggak ada pihak yang merasa dirugikan.

Selain itu, besar harapan saya, jika sudah ada aturan WFA yang jelas, pimpinan instansi pemerintah menegakkannya dengan tegas sekaligus menjadi contoh. Harus berani juga mengambil sanksi berat kepada ASN yang nggak kerja saat WFA. Syukur-syukur usulan saya terkait insentif untuk mengganti biaya listrik, air, dan internet bisa dikabulkan juga, hehehe.

Penulis: Ahmad Arief Widodo
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA ASN Udah Boleh WFA, Swasta Budak Korporat Masak Nggak Cemburu

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 27 Maret 2026 oleh

Tags: asndisdukcapilkebijakan WFA ASNwfa
Ahmad Arief Widodo

Ahmad Arief Widodo

Penulis lepas yang fokus membahas kedaerahan, dunia pemerintahan dan ekonomi. Stand like a hero and die bravely.

ArtikelTerkait

Perdebatan ASN vs Non-ASN, Perdebatan Paling Tidak Bermutu, padahal Semuanya Bisa Jadi Korban Efisiensi Anggaran!

Perdebatan ASN vs Non-ASN, Perdebatan Paling Tidak Bermutu, padahal Semuanya Bisa Jadi Korban Efisiensi Anggaran!

13 Februari 2025
Mempertanyakan Efisiensi Syarat Administrasi Seleksi CPNS 2024 ASN penempatan cpns pns daerah cuti ASN

Curhatan PNS Umbies: Pengin Kritis, tapi Takut Tiba-tiba Dimutasi

6 Oktober 2025
Tugas Guru Ternyata Banyak, Mengajar Murid Cuma Sampingan Mojok.co

Mengenal Macam-macam Tugas Guru, Mengajar Ternyata Cuma Sampingan

26 Oktober 2023
Bersyukurlah ASN Muda yang Dipindah ke IKN

Bersyukurlah ASN Muda yang Dipindah ke IKN

22 April 2023
ASN Demo, Pemantik Api-api Perjuangan yang Selama Ini Dipadamkan oleh Raja-raja Palsu

ASN Demo, Pemantik Api-api Perjuangan yang Selama Ini Dipadamkan oleh Raja-raja Palsu

20 Januari 2025
Menjadi Abdi Negara di Kota Kecil Nggak Buruk-buruk Amat, Malah Banyak Untungnya

Menjadi Abdi Negara di Kota Kecil Nggak Buruk-buruk Amat, Malah Banyak Untungnya

22 Agustus 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Suzuki Escudo: Mobil yang Nggak Jelek, tapi Juga Nggak Bikin Kangen Mojok.co

Suzuki Escudo: Mobil yang Nggak Jelek, tapi Juga Nggak Bikin Kangen

23 Maret 2026
Mimpi Lulusan S2 Mati di Jakarta, Masih Waras Sudah Syukur (Unsplashj)

Culture Shock Fresh Graduate yang Mengadu Nasib di Jakarta: Baru Sampai Langsung Ditipu Driver Ojol, Ibu Kota Memang Lebih Kejam daripada Ibu Tiri!

26 Maret 2026
Pengalaman Naik Whoosh Pertama Kali, Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang Bikin Mental Orang Kabupaten Jiper Mojok.co KA Feeder Whoosh

Pengalaman Menyenangkan Naik Kereta Whoosh, Kereta Cepat yang Jauh Lebih Baik ketimbang Kereta Cepat Taiwan

26 Maret 2026
Sisi Gelap Purwokerto yang Membunuh Wisatanya Sendiri (Unsplash)

Purwokerto Murah? Murah untuk Siapa? Kenapa Warga Asli Tidak Merasakannya?

27 Maret 2026
Bupati Blora, Kontenmu Nggak Akan Mampu Menutupi Bobroknya Kinerja Pemkab!

Bupati Blora, Kontenmu Nggak Akan Mampu Menutupi Bobroknya Kinerja Pemkab!

25 Maret 2026
10 Pantai yang Bikin Kebumen Nggak Pantas Menyandang Status Kabupaten Termiskin, Cocoknya Jadi Kabupaten Wisata Mojok.co

10 Pantai yang Bikin Kebumen Nggak Pantas Menyandang Status Kabupaten Termiskin, Cocoknya Jadi Kabupaten Wisata

26 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Realitas Pahit Film “Tunggu Aku Sukses Nanti” yang Bikin Gen Z Menangis: Susah Cari Kerja dan Dihina Saat Kumpul Keluarga
  • Dibanding Stasiun Lempuyangan, Saya Lebih Pilih Stasiun Tugu Jogja yang Mahal dan Ramai asal Tak Harus Menahan Emosi Menunggu Jemputan
  • 5 Kuliner Sekitar Stasiun Tugu Jogja yang Sudah Teruji Lidah Warlok, Layak Dicoba Sebelum atau Sesudah Naik Kereta
  • ‘Na Willa’, Merangkul Inner Child dan Kebutuhan akan Film Anak dari Muaknya Komodifikasi Ketakutan
  • Tergiur Kerja WFH WFA karena Tampak Enak dan Slow Living tapi Ternyata Menjebak: Gaji, Skill, dan Karier Mentok
  • Ibu Jadi Sayang Kucing padahal Awalnya Benci: Dirawat Seperti Anak Sendiri, Terpukul dan Trauma saat Anabul Mati dalam Dekapan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.