Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Tinggal di Wonogiri Menyadarkan Kenapa Saya dan para Perantau yang Lain Memilih Mengadu Nasib di Kota Lain

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
19 Maret 2026
A A
Orang Wonogiri Layak Dinobatkan sebagai Orang Paling Bakoh Se-Jawa Tengah Mojok.co jogja

Orang Wonogiri Layak Dinobatkan sebagai Orang Paling Bakoh Se-Jawa Tengah (wikipedia.org)

Share on FacebookShare on Twitter

Wonogiri begitu ramai malam ini. Jalanan begitu penuh dengan plat-plat asing yang bahkan tak saya temui sewaktu di Jogja. Ini pertanda bahwa libur lebaran telah tiba, dan perantau berbalut rindu akhirnya berlabuh di Kota Gaplek.

Kabupaten ini, memang tak pernah benar-benar ramai selain hari-hari lebaran. Libur panjang pun tak bikin lalu lintas kota ini kacau. Bahkan saya sudah lupa kapan terakhir kali ada kekacauan lalu lintas di Wonogiri kota.

Fakta itu bikin orang-orang menganggap, bahwa kota ini tempat terbaik untuk menghabiskan masa tua. Atau orang-orang masa kini menyebutnya dengan slow living. Saya amat setuju, sebab, memang kota ini punya semua.

Asalkan kamu ada di tempat yang lumayan tinggi—dan memang hampir semua daerah di kota ini tinggi, kamu bisa melihat betapa hijaunya Gunung Gandul. Hutan-hutan di sini masih lumayan lebat, udara tak begitu tercemar di sini. Meski pemandangan Merapi di kala pagi masih jauh lebih indah, tapi saya yakin tak semua orang bisa mengaksesnya.

Sedangkan di Wonogiri, pemandangan indah itu pasti.

Cuma, dalam hati, entah kenapa, saya ingin orang-orang salah menganggap kota ini terbaik dalam urusan tempat tinggal. Mungkin saya gatekeeping, atau memang saya bias karena menghabiskan satu setengah dekade di Jogja, yang bikin saya makin yakin, andai punya 15 miliar, saat ini juga saya membeli rumah di Jogja dan tak berpikir pulang dalam waktu yang lama.

BACA JUGA: 4 Pertanyaan yang Bikin Warga Wonogiri Naik Darah

Wonogiri kelewat lambat

Saya punya rumah di Wonogiri, tepatnya, sudah mencicilnya selama 5 tahun dan akan terus mencicilnya 10 tahun ke depan. Tapi, kebanyakan hari dalam seminggu saya habiskan di Jogja. Praktis, saya menjalani dua hidup yang berbeda. Saya menikmati Wonogiri yang begitu lambat, dan ikut berlari meski terengah-engah di Jogja.

Baca Juga:

Stasiun Klaten, Stasiun Berusia Satu Setengah Abad yang Terus Melangkah Menuju Modernisasi

Jogja Waktu Lebaran Tak Pernah Sepi, Ia Disesaki oleh Orang yang Pulang Kampung, Perantau yang Lari, dan Wisatawan Bermodal THR Tebal

Betul, saya menikmati hidup-hidup tanpa perasaan dikejar tuntutan. Saya menikmati betul udara bersih dan hamparan hijau yang saya selalu lihat saat menuju rumah ibu saya. Dan demi Tuhan, saya tak ingin menukarnya dengan apa pun.

Tapi keinginan, tak selalu berbanding dengan kenyataan. Wonogiri adalah salah satu kabupaten dengan UMR terendah. Lupakan omong kosong biaya hidup murah, karena tak pernah ada daerah yang benar-benar murah, kecuali Anda kelewat kaya.

Katakanlah saya jadi gila dan memilih resign dari Mojok, lalu memulai semuanya dari awal di Wonogiri, saya tak bisa membayangkan seberapa susah nantinya. Sebab, cari pekerjaan dengan gaji yang saya rasakan sekarang di Wonogiri itu susah, kalau tak mau dibilang mustahil.

Ada alasan kenapa orang-orang Wonogiri kebanyakan merantau, karena kans untuk hidup lebih baik nyatanya memang agak-agak susah.

Jogja, bedanya, meski UMR-nya sama-sama tiarap, hanya saja, kans cari uang di Kota Istimewa ini masih bisa diusahakan. Memang tak apple to apple, karena Kota Gaplek hanyalah kabupaten yang-orang-bilang-tak-ada-di-peta, sedangkan Jogja adalah, well, Jogja.

Saya bahkan berani jamin, andai saya boyong keluarga ke Jogja dan mulai dari 0, tidak sampai setahun, akan dapat pemasukan sama besarnya yang saya dapat sekarang. Beda cerita kalau yang saya buang adalah pekerjaan di Jogja dan memulainya di sini, itu bunuh diri karier.

Kebosanan yang mengerikan

Segala hal buruk di dunia ini, saya kira, awalnya dimulai dari kebosanan.

Di Wonogiri, menjadi bosan itu amat mudah. Bahwa kota ini mulai terpapar kemajuan, saya setuju. Tapi jika kau hidup di kota lain yang mungkin satu, dua, tiga langkah lebih maju, kembali ke sini sama saja memupuk kebosanan.

Saya tak perlu sebutkan apa-apa yang tak ada di Wonogiri, tapi ada di Jogja. Poinnya bukan itu.

Poinnya adalah, ketika kau pergi merantau, kilau-kilau yang kau temui itu akhirnya jadi norma buatmu. Hal-hal yang sebelumnya kamu anggap kemewahan, berubah jadi bare minimum. Masalahnya, itu semua terjadi karena kota tempatmu merantau memang besar dan maju. Sedangkan tempat asalmu, ia mungkin baru belajar tengkurap (mainly karena pemerintahnya korup dan bejat).

Ketika kenyataan mulai menghantammu, kamu baru sadar bahwa kamu ternyata tak pernah benar-benar ingin hidup di kampungmu. Kamu baru sadar kalau kamu hanya muak dengan rutinitas menjemukan yang—sayangnya—menghidupimu dan membiayaimu.

Maka dari itu, saya bilang bahwa saya ingin orang-orang ini salah. Wonogiri tidak seindah yang kamu pikir. Kamu hanyalah mangkel dengan Jakarta yang memuakkan, Semarang yang panas, Surabaya yang jauh lebih panas, atau tiket pesawat antarpulau di Indonesia yang mahalnya benar-benar goblok.

Tapi, jika kemuakan tersebut membuatmu memilih untuk lebih baik hancur di tanah sendiri, ketimbang mati berdiri di kampung orang, silakan kembali. Kota ini tak buruk, bahkan akan selalu membuatmu terpukau. Tapi, ya, nantinya, kamu akan tahu kenapa kamu pergi dari kota ini. 

Penulis: Rizky Prasetya
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Menikmati Slow Living di Wonogiri: Hidup Nyaman di Kabupaten yang Dipandang Sebelah Mata

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 19 Maret 2026 oleh

Tags: Jogjalebaran di wonogiriperantau dari wonogiriumr wonogiriWonogiri
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Founder Kelas Menulis Bahagia. Penulis di Como Indonesia.

ArtikelTerkait

4 Hal yang Wajar di Bali, tapi Nggak Lumrah di Jogja Mojok.co

4 Hal yang Wajar di Bali, tapi Nggak Lumrah di Jogja

21 September 2024
Warmindo Sidoarjo Kalah dari Jogja, Menunya Mengecewakan (Hammam Izzuddin-Mojok.co)

Warmindo di Sidoarjo Semakin Menjamur, tapi Kalah Jauh dari Warmindo Jogja karena Menunya Monoton dan Mengecewakan

2 Mei 2024
Ringroad Barat Jogja Sirkuit Pengendara yang Tidak Punya Empati (Unsplash)

Ringroad Barat Jogja, Ketika Malam Jadi Sirkuit Para Pengendara Motor yang Tidak Punya Empati

18 Maret 2025
Sedikit Travel Guide bagi KPK yang Akan Berkunjung ke Jogja terminal mojok.co

Sedikit Travel Guide bagi KPK yang Akan Berkunjung ke Jogja

5 Desember 2020
Biaya Masuk SD Swasta BSD dan Jogja yang Fantastis (Unsplash)

Perbandingan Biaya Masuk SD Swasta BSD dan Jogja Bikin Orang Tua Nangis Darah karena Terlalu Fantastis untuk UMR Mengenaskan Khas Jogja

27 April 2024
Membayangkan Tokoh 'Emily in Paris' Bertandang ke Pleret, Bantul terminal mojok.co

Rekomendasi Tempat Wisata di Solo untuk Warga Jogja yang Tidak Jauh dari Stasiun

15 Januari 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Suzuki Splash, City Car Bakoh yang Cocok Disiksa di Jalanan Macet Mojok.co

Suzuki Splash, City Car Bakoh yang Cocok Disiksa di Jalanan Macet

14 Maret 2026
5 Hal yang Bikin Perantau Mikir-Mikir untuk Tinggal Lama dan Menetap di Kota Palu, meski Indahnya Bukan Main

5 Hal yang Bikin Perantau Mikir-mikir untuk Tinggal Lama dan Menetap di Kota Palu, meski Indahnya Bukan Main

17 Maret 2026
Panduan Bertahan Hidup Warga Lokal Jogja agar Tetap Waras dari Invasi 7 Juta Wisatawan

Jogja Waktu Lebaran Tak Pernah Sepi, Ia Disesaki oleh Orang yang Pulang Kampung, Perantau yang Lari, dan Wisatawan Bermodal THR Tebal

13 Maret 2026
Suzuki Satria Pro Aib Terbesar Suzuki yang Tak Perlu Lahir (Wikimedia Commons)

Suzuki Satria Pro: Aib Terbesar Suzuki yang Seharusnya Tak Perlu Lahir

18 Maret 2026
Siasat Melewati 31 Jam di “Neraka” Bernama Kapal Kelas Ekonomi Surabaya-Makassar Mojok.co

Siasat Melewati 31 Jam di “Neraka” Bernama Kapal Kelas Ekonomi Surabaya-Makassar

13 Maret 2026
Bertahan dengan Innova Reborn Jadul daripada Ganti Innova Zenix karena Terlalu Canggih untuk Orang Kabupaten seperti Saya Mojok.co

Bertahan dengan Innova Reborn Jadul daripada Ganti Innova Zenix karena Terlalu Canggih untuk Orang Kabupaten seperti Saya

16 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Program Mudik Gratis Mengobati Rindu Para Perantau yang Merasa “Kalah” dengan Dompet, Kerja Bagai Kuda tapi Nggak Kaya-kaya
  • Anomali Wisata Jogja saat Diserbu 8,2 Juta Wisatawan: Daya Beli Tak Mesti Tinggi, Tapi Masalah Membayangi
  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Honda Scoopy, Motornya Orang FOMO yang Nggak Sadar kalau Motor Ini Terlalu Pasaran dan Sudah Nggak Istimewa
  • Kerja di Jakarta dengan Gaji Nanggung 8 Juta Adalah “Bunuh Diri” Paling Dicari karena Menetap di Kampung Bakal Tetap Nganggur dan Miskin
  • Getol Kuliah Peternakan Sejak Sarjana hingga S3 di Luar Negeri, Kini Bantu Para Gembala di Kupang Jadi Kaya 

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.