Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

5 Takjil Red Flag yang Bisa Membahayakan Kesehatan Pembeli

Paula Gianita Primasari oleh Paula Gianita Primasari
24 Februari 2026
A A
5 Takjil Red Flag yang Bisa Membahayakan Kesehatan Pembeli terminal

5 Takjil Red Flag yang Bisa Membahayakan Kesehatan Pembeli (wikipedia.org)

Share on FacebookShare on Twitter

Ritual war takjil sore-sore memang punya daya magis yang susah dilawan. Ada euforia kolektif saat menatap deretan lapak dadakan yang memadati trotoar. Seolah, orang-orang disodori pemandangan oase sejuk di tengah padang gurun gersang. Segar dan sangat menggoda iman.

Masalahnya, sensor logika biasanya mati suri pas perut lagi kosong-kosongnya. Alhasil, nggak sedikit orang-orang asal sikat jajanan tanpa pikir panjang. Padahal, nggak semua takjil yang dijual itu baik untuk pencernaan. Terlebih pencernaan mereka yang sudah seharian berpuasa. 

#1 Takjil es buah yang warnanya terang menyala

Berbuka dengan minuman segar seperti es buah memang menggoda. Perpaduan segarnya buah-buahan dan manisnya kuah es buah bisa menghapus dahaga setelah sehari berpuasa. Namun, kalian perlu lebih berhati-hati karena tidak semua takjil es buah layak jadi menu berbuka. Terutama es buah dengan warna yang terlalu menyala. 

Warna yang terlalu vibrant sering kali jadi sinyal bahaya penggunaan pewarna tekstil. Dengan dalih pewarna food grade itu mahal, pedagang nakal suka memakai trik nista ini demi margin yang lebih tebal. 

Efek dari pewarna yang tidak seharusnya bisa berbuntut panjang lho. Bukan cuma radang tenggorokan, lebih seram lagi, akumulasi zat berbahaya yang siap mengendap di ginjal. Pokoknya, kalau warna makanannya lebih terang dari masa depan, mending skip daripada berakhir keracunan.

#2 Gorengan bertekstur yang renyahnya abadi juga patut diwaspadai

Gorengan memang sudah jadi musuh kesehatan sejak zaman batu. Biasanya, orang cuma waswas sama genangan minyak yang luber-luber di sekitar jajanan. Padahal, ada isu yang nggak kalah horor ketimbang sekadar risiko kolesterol. 

Kalian pernah beli gorengan jam 4 sore, lalu pas jam 9 malam teksturnya masih kriuk luar biasa? Awas, itu alarm malapetaka. Secara teknis, gorengan rumahan pasti bakal layu dalam satu sampai dua jam karena kelembaban udara. Kalau garingnya sudah nggak masuk akal, ada indikasi minyaknya dicampur plastik biar awet renyah. Ngeri, kan?

#3 Takjil kolak yang santannya sudah pecah

Tidak semua penjual takjil itu amanah. Ada pula penjual yang tidak memerhatikan bahan-bahan demi meraih cuan sebesar-besarnya. Hal ini bisa ditemui di penjual takjil kolak. 

Baca Juga:

Bagi-bagi Takjil yang Niatnya Mulia tapi Kadang Bikin Jalanan Jadi Macet dan Ricuh

Ternyata Bulan Puasa dan Lebaran Tidak Lagi Sama Setelah Orang Tersayang Tiada, Tradisi Banyak Berubah dan Jadi Nggak Spesial

Tidak sedikit penjual takjil yang menjajakan kolak yang santannya sudah pecah. Demi meraih keuntungan sebesar-besarnya,mereka memanaskan kolak berkali-kali. Penjual model begini biasanya lebih peduli pada volume jualan daripada urusan lidah pembeli. Bukannya pembeli mendapat rasa manis dan gurih yang lembut, yang ada malah tekstur kasar di lidah. 

Sialnya lagi, santan yang sudah menggumpal begini bakal bikin lambung kerja rodi buat mencerna setelah nyaris seharian libur kerja. Jadi lebih berhati-hati ketika jajan takjil kolak ya. 

#4 Kopi kekinian cara cepat untuk asam lambung

Berbuka dengan segelas es kopi susu gula aren yang pekat adalah perjudian besar bagi kesehatan perut. Kafein yang langsung menghantam lambung kosong adalah resep paling manjur buat bikin mual, gemetar, sampai asam lambung naik ke ubun-ubun. 

Menjadikan kopi sebagai takjil utama cuma bakal bikin momen tarawih jadi berantakan. Sebab, perut rasanya bakal mengalami adukan maut dari dalam. Jangan sampai niatnya biar kuat melek, malah berakhir meringkuk di pojokan masjid sambil mewek.

#5 Bisa jadi tanda stok sisa kemarin, jangan sampai kegocek lontong lembek

Lontong adalah produk yang sangat mudah basi karena kadar airnya tinggi. Itu mengapa, kalau bersua dengan lontong yang bentuknya sudah nggak gagah, apalagi berlendir dan bau masam, mending segera angkat kaki. 

Kemungkinan besar, itu barang dagangan sisa kemarin yang dihidupkan kembali dengan cara dikukus ulang. Tujuannya jelas, biar pedagang jahat nggak rugi-rugi amat. Kalau memang nggak punya maksud buat uji kesaktian lambung, mending urungkan niat beli daripada isi perut meraung-raung.

Berbuka adalah momentum yang penting dan ditunggu-tunggu oleh mereka yang sudah seharian berpuasa. Itu mengapa, takjil dan menu makanan yang dipilih hendaknya yang bergizi demi kesehatan tubuh. Minimal, konsumsilah makanan yang masih baik, masih segar agar tidak menyiksa perut. 

Sayangnya, tidak semua penjual takjil itu amanah. Demi mendapat cuan mereka tidak ragu melakukan segala cara, termasuk cara-cara yang membahayakan tubuh pembeli. Jadi, para pemburu takjil perlu lebih hati-hati dan selektif ketika jajan ya. 

Penulis: Paula Gianita Primasari
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA 9 Kasta Tertinggi Takjil yang Paling Sering Diperebutkan Pembeli. 

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 24 Februari 2026 oleh

Tags: Bulan Puasapenjual takjilPuasatakjiltakjil puasa
Paula Gianita Primasari

Paula Gianita Primasari

Mahasiswa doktoral UNDIP jurusan Manajemen Pemasaran asal Semarang.

ArtikelTerkait

puasa yang dipermasalahkan

Puasa yang Dipermasalahkan

30 Mei 2019
Memakai Masker di Bulan Ramadan selain Taat Prokes Juga Bikin PD. #TakjilanTerminal39 terminal mojok.co

Memakai Masker di Bulan Ramadan selain Taat Prokes Juga Bikin PD. #TakjilanTerminal39

3 Mei 2021
Kisah Penjual Bakpao di Temanggung yang Tetap Merana meski Berganti Dagangan di Bulan Puasa

Kisah Penjual Bakpao di Temanggung yang Tetap Merana meski Berganti Dagangan di Bulan Puasa

30 Maret 2024
Lik Sughiroh, Penjual Bandros Kendal Coba Bertahan di Tengah Terpaan Takjil Modern di Bulan Ramadan

Lik Sughiroh, Penjual Bandros Kendal Coba Bertahan di Tengah Terpaan Takjil Modern di Bulan Ramadan

3 April 2024
Menyikapi Orang yang Minta Sumbangan tapi Malah Kayak Nodong

Menyikapi Orang yang Minta Sumbangan tapi Malah Kayak Nodong

9 April 2020
ngidam

Perubahan Jenis Ngidam Orang Puasa Berdasarkan Waktu

5 Mei 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Kuliner Terbaik Demak yang Wajib Dicicipi Setidaknya Sekali Seumur Hidup Mojok.co

5 Kuliner Terbaik Demak yang Wajib Dicicipi Setidaknya Sekali Seumur Hidup

23 April 2026
Konten Tutorial Naik Pesawat Nggak Norak Sama Sekali, Justru Amat Penting buat Mayoritas Rakyat Indonesia

Konten Tutorial Naik Pesawat Nggak Norak Sama Sekali, Justru Amat Penting buat Mayoritas Rakyat Indonesia

20 April 2026
Suzuki Jimny Jangkrik hingga Toyota Yaris Bakpao, 6 Julukan Mobil Paling Unik karena Desainnya yang Aneh Mojok.co

Suzuki Jimny Jangkrik hingga Toyota Yaris Bakpao, 6 Julukan Mobil Paling Aneh Terinspirasi dari Bodi yang Unik

20 April 2026
Gaji ke-13 PNS: Tradisi Musiman yang Dirayakan dengan Sepatu Baru dan Kecemasan Baru

4 Tempat Ngutang Favorit PNS untuk Kebutuhan Hidup dan Membuat Diri Mereka Terlihat Kaya

25 April 2026
Sudah Selayaknya Tegal Masuk dalam 10 Besar Kota Paling Toleran, Bukan Jogja Mojok.co

Sudah Selayaknya Tegal Masuk dalam 10 Besar Kota Paling Toleran, Bukan Jogja

26 April 2026
Kabel Bangkalan Madura yang Semrawut Bikin Nggak Nyaman Dipandang Mojok.co

Kabel Bangkalan Madura yang Semrawut Bikin Nggak Nyaman Dipandang

22 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Pasar Wiguna Sukaria Edisi 102 Padati Vrata Hotel Kalasan, Usung Semangat “Wellness” dan Produk Lokal
  • Jakarta Tak Cocok bagi Fresh Graduate yang Cuma “Pengen Cari Pengalaman”: Bisa Bikin Finansial dan Mental Layu Sebelum Berkembang
  • Hajatan Itu Nggak Penting: Tabungan 50 Juta Melayang Cuma Buat Ngasih Makan Ego Keluarga, Setelah Nikah Hidup Makin Susah
  • Konten “Ke Jogja tapi Nggak Ke Malioboro” Adalah Kabar Baik, Membuat Derak Roda Ekonomi Bergerak ke Seluruh Pelosok DIY
  • Hancur Hati Ibu: Amat Percaya ke Daycare LA Jogja dan Suka Kasih Tip ke Pengasuh, Anak Saya Justru Dibuat Trauma Serius
  • Tak Install Mobile Legend untuk Mabar di Tongkrongan: Dicap “Tak Gaul” dan Kosong Hiburan, Padahal Hiburan Orang Beda-beda

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.