Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Tinggal di Rumah Dekat Gunung Itu Tak Semenyenangkan Narasi Orang Kota, Harus Siap Berhadapan dengan Ular, Monyet, dan Hewan Liar Lainnya

Putri Ardila oleh Putri Ardila
31 Januari 2026
A A
Tinggal di Rumah Dekat Gunung Itu Tak Semenyenangkan Narasi Orang Kota, Harus Siap Berhadapan dengan Ular, Monyet, dan Hewan Liar Lainnya

Tinggal di Rumah Dekat Gunung Itu Tak Semenyenangkan Narasi Orang Kota, Harus Siap Berhadapan dengan Ular, Monyet, dan Hewan Liar Lainnya

Share on FacebookShare on Twitter

Punya rumah dekat gunung dan sungai itu sering dibayangkan romantis. Udaranya sejuk, airnya jernih, pemandangannya hijau. Cocok buat healing, kata orang-orang kota. Padahal kenyataannya, hidupmu tak sedamai itu. Kamu harus paham, bahwa gunung tidak pernah milik manusia sendiri.

Rumah dekat gunung, artinya harus berbagi kehidupan dengan makhluk-makhluk yang memang jauh lebih berhak mendiaminya. Ya pohon jati, ya ulat bulu, ya monyet, dan ya, ular. Saya serius.

Di tempat saya tinggal, bertemu ular bukan kejadian luar biasa. Yang luar biasa justru kalau beberapa minggu tidak ada ular atau hewan liar yang mampir ke sekitar rumah.

Rumah saya dekat gunung, dan bertemu ular adalah hal yang biasa. Kadang melintas, kadang di bawah tumpukan kayu, kadang diam mematung dalam pose waspada. Apakah saya dan warga sekitar takut? Pasti, gila jika kau tak takut ular. Tapi histeris? Tidak. Ini sudah jadi bagian dari keseharian kami. Cukup jaga jarak, panggil tetangga yang paham beginian, kelar.

Monyet, ujian yang sebenarnya

Selain ular, ada monyet. Ini spesies yang paling ribut dan paling bikin emosi naik turun. Mereka datang dari gunung biasanya pagi atau sore. Tiba-tiba langsung naik genteng, nyolong makanan, atau sekadar nongkrong di pagar sambil menatap manusia dengan ekspresi seolah kita yang numpang hidup di wilayah mereka.

Dan ya, sebenarnya sih, mereka benar.

Lucunya, monyet-monyet ini tidak takut manusia. Mereka lebih takut suara keras atau gerakan mendadak. Jadi warga biasanya mengusir dengan teriakan, lemparan sandal, atau bunyi-bunyi seadanya. Tidak selalu berhasil. Kadang monyetnya malah makin santai, seolah sedang menikmati tontonan gratis.

Juga, ada biawak. Nah, yang punya rumah dekat gunung pasti familier dengan hewan ini. Jarang muncul, tapi sekali muncul bikin heboh. Bertubuh besar, gerakan pelan, dan membawa aura yang mengancam. Ia tidak agresif sih, tapi tetap saja bikin kamu waspada.

Baca Juga:

4 Hal yang Bikin Punya Rumah Dekat Hutan Itu Nggak Enak, Salah Satunya Adalah Harus Siap Bertarung dengan Monyet!

3 Penderitaan Punya Rumah Dekat Sawah yang Nggak Disadari Kebanyakan Orang Kota

Hidup berdampingan dengan hewan liar membuat kami terbiasa dengan kewaspadaan. Anak-anak diajari mengenali suara, jejak, dan tanda-tanda alam. Orang tua hafal musim, jam kemunculan, dan jalur-jalur yang sering dilewati hewan. Yah, inilah sesuatu yang kami pelajari secara alami dari punya rumah dekat gunung.

BACA JUGA: Hanya Orang Tangguh yang Sanggup Tinggal di Dekat Sawah

Rumah dekat gunung memberimu pelajaran penting

Narasi slow living hidup di rumah dekat gunung ini sebenarnya punya satu masalah serius: ia kerap tak memberikan pemahaman bahwa manusia bukanlah pemilik mutlak alam sekitar.

Orang-orang kota sering memposisikan manusia sebagai pusat segalanya, tapi hidup di rumah dekat gunung dan sungai justru mengajarkan sebaliknya: manusia hanyalah salah satu penghuni, dan sebaiknya tahu diri.

Ironisnya, justru manusia modern yang sering merasa paling berhak. Kita membabat, membangun, menguruk, lalu kaget ketika hewan liar “masuk” ke permukiman. Padahal bisa jadi, kita yang datang lebih belakangan.

BACA JUGA: Pengalaman Saya 18 Tahun Tinggal di Depan Sawah

Takut?

Banyak orang bertanya, “Nggak takut tinggal di situ?” Takut, tentu saja. Tapi takutnya bukan jenis panik yang bikin lumpuh. Lebih ke takut yang bikin waspada. Rasa takut yang mengajarkan hormat.

Narasi bahwa hidup di rumah dekat gunung menyenangkan itu tak sepenuhnya salah. Hanya saja, sebagaimana apa-apa yang lain di hidup, selalu punya bayaran yang setimpal dengan apa yang didapat. Dan hidup di dekat gunung, memberimu banyak hal, baik itu kewaspadaan, atau keindahan.

Penulis: Putri Ardila
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 3 Penderitaan Punya Rumah Dekat Sawah yang Nggak Disadari Kebanyakan Orang Kota

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 31 Januari 2026 oleh

Tags: apakah biawak berbahayacara menghadapi ularrumah dekat gunungrumah dekat sawah
Putri Ardila

Putri Ardila

Penulis amatir yang punya mimpi setinggi langit dan bercita-cita keliling dunia. Penikmat mie ayam garis keras yang percaya bahwa hidup selalu lebih waras.

ArtikelTerkait

3 Penderitaan Punya Rumah Dekat Sawah yang Nggak Disadari Kebanyakan Orang Kota Mojok.co

3 Penderitaan Punya Rumah Dekat Sawah yang Nggak Disadari Kebanyakan Orang Kota

23 April 2025
4 Hal yang Bikin Punya Rumah Dekat Hutan Itu Nggak Enak, Salah Satunya Adalah Harus Siap Bertarung dengan Monyet!

4 Hal yang Bikin Punya Rumah Dekat Hutan Itu Nggak Enak, Salah Satunya Adalah Harus Siap Bertarung dengan Monyet!

28 April 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pulang dari Jepang Bikin Sadar Betapa Bobrok Daerah Asal Saya Mojok.co

Pulang dari Jepang Bikin Sadar Betapa Bobrok Daerah Asal Saya

24 Januari 2026
Alasan Orang-Orang NTT Lebih Memilih Merantau Kuliah ke Jogja daripada Kota Besar Lainnya Mojok.co

Alasan Orang-Orang NTT Lebih Memilih Merantau Kuliah ke Jogja daripada Kota Besar Lainnya

29 Januari 2026
4 Kasta Teratas Varian Sari Roti yang Rasanya Tidak Pernah Mengecewakan Mojok.co

4 Kasta Teratas Varian Sari Roti yang Rasanya Tidak Pernah Mengecewakan

25 Januari 2026
Kos LV di Jogja Isinya Maksiat, tapi Tetap Laku Diburu Mahasiswa (Unsplash) kos campur

Pindah dari Kos LV ke Kos Campur Ternyata Keputusan Buruk, Bukannya Tenang dari Desahan, Malah Tambah Sengsara

29 Januari 2026
Jurusan Ekonomi Menyelamatkan Saya dari Jurusan Kedokteran yang seperti Robot Mojok.co

Jurusan Ekonomi Menyelamatkan Saya dari Jurusan Kedokteran yang seperti Robot

30 Januari 2026
Mengapa Nasi Berkat Tahlilan Terasa Nikmat padahal Lauknya Sederhana?

Mengapa Nasi Berkat Tahlilan Terasa Nikmat padahal Lauknya Sederhana?

28 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Fakta Pahit soal Stunting. Apabila Tidak Diatasi, 1 dari 5 Bayi di Indonesia Terancam “Bodoh”
  • Indonesia Hadapi Darurat Kualitas Guru dan “Krisis Talenta” STEM
  • Kisah Pelajar SMA di Bantul Melawan Trauma Pasca Gempa 2006, Tak Mau Kehilangan Orang Berharga Lagi
  • Ironi Jogja yang “Katanya” Murah: Ekonomi Tumbuh, tapi Masyarakatnya Malah Makin Susah
  • Kalau Mau Bersaing di Era AI, Indonesia Butuh Investasi Energi 1 Triliun Dolar AS
  • Sasar Sekolah, Ratusan Pelajar di Bantul Digembleng Kesiagaan Hadapi Gempa Besar

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.