Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Kapok Naik KA Bengawan, Sudah Booking Tiket Jauh Hari Malah Duduk Nggak Sesuai Kursi

Alifia Putri Nur Rochmah oleh Alifia Putri Nur Rochmah
16 Januari 2026
A A
Kapok Naik KA Bengawan, Sudah Booking Tiket Jauh Hari Malah Duduk Nggak Sesuai Kursi

Kapok Naik KA Bengawan, Sudah Booking Tiket Jauh Hari Malah Duduk Nggak Sesuai Kursi (Luthfi Ramadhan via Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

Saya sudah excited banget waktu berhasil pesan tiket KA Bengawan seminggu sebelum keberangkatan. Bahkan saya sengaja pilih kursi dekat jendela biar bisa menikmati pemandangan selama perjalanan. Tapi ternyata, ekspektasi dan realitas itu kadang jauh berbeda.

Formasi duduk berhadapan di KA Bengawan yang bikin sesak

Hal pertama yang langsung bikin saya kaget adalah formasi duduknya. Kereta Bengawan ini pakai sistem duduk berenam dalam satu baris yang saling berhadapan. Bayangin, tiga orang duduk di satu sisi menghadap tiga orang lainnya. Jaraknya? Jangan ditanya. Lutut saya benar-benar hampir bersentuhan dengan lutut penumpang di hadapan.

Berbeda jauh dengan kereta ekonomi new generation yang sekarang pakai captain seat dengan formasi 2-2. Di KA Bengawan, kursinya masih model panjang yang harus berbagi tempat dengan dua orang lain di samping. Nggak ada sandaran tangan individual, nggak ada ruang pribadi. Semuanya berdempetan.

Belum lagi kalau dapat tetangga yang badannya besar atau bawa bawaan banyak. Otomatis ruang gerak jadi makin sempit. Mau geser dikit ke kanan atau kiri, udah mentok sama orang sebelah. Mau lurusin kaki, langsung kena kaki orang di depan. Enam jam perjalanan dalam posisi kayak gini? Pegal nggak tuh?

Baca juga: Pengalaman Naik Kereta Sri Tanjung Surabaya-Jogja: Kursi Tegaknya Menyiksa Fisik, Penumpangnya Menyiksa Psikis.

Drama kursi jendela yang hilang

Nah, ini dia yang paling bikin kesel. Saya kan sudah pesan kursi nomor 12A, yang di sistem kereta artinya kursi dekat jendela. Saya bayar tepat waktu, dapat konfirmasi, semuanya beres. Waktu naik KA Bengawan, saya langsung cari nomor kursi saya dengan semangat.

Eh, sampai di kursi tersebut, ternyata sudah ada ibu-ibu duduk di situ. Oke, saya pikir mungkin salah tempat. Saya tunjukin tiket saya dengan sopan, bilang kalau itu kursi saya.

Tapi responsnya di luar dugaan. Si ibu malah bilang, “Dek, ibu kan sudah duduk duluan di sini. Kamu duduk aja di kursi sana yang kosong, sama aja kok.”

Baca Juga:

Ambarawa Ekspres, Kereta Api yang Menyesatkan Calon Penumpang

KA Dhoho-Penataran Surabaya-Malang, Kereta yang Menyiksa Penumpang tapi Tetap Dibutuhkan

Sama aja? Serius? Saya sudah booking kursi di KA Bengawan ini jauh-jauh hari, pilih-pilih kursi jendela, bayar tepat waktu, tapi disuruh pindah ke kursi tengah yang berdempetan sama dua orang asing?

Awalnya saya coba jelaskan baik-baik kalau saya memang sudah pesan kursi itu. Tapi si ibu tetap ngeyel, bilang dia naik lebih dulu jadi punya hak duduk di sana. Bahkan dia bilang, “Masa anak muda nggak mau ngalah sama orang tua sih?”

Saya jadi serba salah. Di satu sisi, saya punya hak atas kursi yang sudah saya pesan dan bayar. Di sisi lain, ada tekanan sosial buat “ngalah” sama orang yang lebih tua. Akhirnya dengan berat hati, saya pilih duduk di kursi tengah yang berdempetan, jauh dari jendela yang sejak awal saya inginkan.

Kenyamanan yang jauh dari ekspektasi

Enam jam perjalanan dengan KA Bengawan di kursi tengah yang berdempetan dengan formasi berenam itu benar-benar terasa panjang. Saya nggak bisa menikmati pemandangan karena ketutup dua orang di samping. Mau tidur pun susah karena kursinya tegak 90 derajat tanpa bisa diatur kemiringannya.

Bahkan sandaran kepalanya pun nggak ada. Jadi waktu ngantuk dan kepala jatuh ke samping, langsung kena bahu orang sebelah. Awkward banget.

AC di gerbong juga kurang merata. Bagian depan dingin banget sampai penumpang pada pakai jaket, sementara bagian belakang gerah. Kebetulan kursi saya di bagian yang gerah, jadi sepanjang jalan berasa pengap.

Stopkontak dan USB port? Jangan harap. Saya harus pasrah melihat baterai HP turun drastis tanpa bisa dicharge. Untung saya bawa powerbank, tapi tetap aja nggak sepraktis kalau ada colokan di dekat kursi.

Baca juga: Kereta Api Matarmaja, Kereta Ekonomi yang Bikin Penumpang Cenat-cenut Sepanjang Perjalanan.

Pelajaran berharga dari perjalanan bersama KA Bengawan

Setelah pengalaman naik KA Bengawan itu, saya jadi lebih menghargai kereta-kereta yang sudah upgrade fasilitasnya. Kereta ekonomi new generation dengan captain seat dan formasi 2-2 itu bukan cuma soal gengsi, tapi benar-benar soal kenyamanan dan hak setiap penumpang.

Soal drama kursi jendela yang diambil orang lain, saya belajar bahwa penting untuk tegas memperjuangkan hak kita. Ngalah itu baik, tapi kalau terus-terusan ngalah, kapan kita bisa menikmati sesuatu yang sudah kita bayar dengan benar?

Untuk KA Bengawan sendiri, saya berharap ke depannya bisa upgrade seperti kereta ekonomi lainnya. Formasi duduk berenam yang berdempetan ini sudah nggak relevan lagi di era modern. Penumpang butuh ruang pribadi, kenyamanan, dan yang paling penting, tempat duduk sesuai yang sudah mereka pesan.

Sampai KA Bengawan berubah, sepertinya saya akan cari alternatif kereta lain dulu kalau mau bepergian. Pengalaman sekali ini cukup buat jadi pelajaran kenyamanan perjalanan itu penting, dan kita berhak mendapatkan apa yang sudah kita bayar.

Penulis: Alifia Putri Nur Rochmah
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Ambarawa Ekspres, Kereta Api yang Menyesatkan Calon Penumpang.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 16 Januari 2026 oleh

Tags: KA Bengawankereta apikereta api bengawankereta api ekonomikereta ekonomikursi kereta ekonomi
Alifia Putri Nur Rochmah

Alifia Putri Nur Rochmah

Penulis kelahiran Kebumen. Anak Ekonomi Pembangunan UNS yang lebih tertarik pada cerita di balik data. Berpengalaman sebagai content writer dan content creator, gemar berkelana ke tempat-tempat baru, dan menulis tentang apa saja dari yang serius sampai yang receh.

ArtikelTerkait

Pin Khusus Ibu Hamil

Pin Khusus Ibu Hamil dan Kebobrokan Empati di KRL

4 September 2019
KA Majapahit New Generation: Kereta Ekonomi Rasa Eksekutif yang Paling Worth It Mojok.co

KA Majapahit New Generation: Kereta Ekonomi Rasa Eksekutif yang Paling Worth It

12 Mei 2024
Penjaga Palang Kereta Lahir karena Kebodohan Pengendara (Unsplash)

Penjaga Liar Palang Kereta yang Tidak Punya Gaji dan Kerjanya Ikhlas Lahir karena Kebodohan Pengendara

15 November 2023
rel kereta api slamet riyadi mojok

Jangan Pernah Parkir di Atas Rel Sepanjang Jalan Slamet Riyadi, kecuali Situ Goblok

7 September 2021
Kereta Api Matarmaja, Kereta Ekonomi yang Bikin Penumpang Cenat-cenut Sepanjang Perjalanan

Kereta Api Matarmaja, Kereta Ekonomi yang Bikin Penumpang Cenat-cenut Sepanjang Perjalanan

9 Februari 2024
KA Progo, Sahabat Kaum Mendang-mending yang Merantau dari Jogja ke Jakarta, Punggung Pegel Nggak Masalah, Penting Murah!

KA Progo, Sahabat Kaum Mendang-mending yang Merantau dari Jogja ke Jakarta, Punggung Pegel Nggak Masalah, Penting Murah!

14 Juli 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jalan Kedung Cowek Surabaya: Jalur Mulus yang Isinya Pengendara dengan Etika Minus

Jalan Kedung Cowek Surabaya: Jalur Mulus yang Isinya Pengendara dengan Etika Minus

15 Januari 2026
Mengaku dari Purwokerto Lebih Praktis Dibanding dari Kabupaten Banyumas Mojok.co

Mengaku dari Purwokerto Lebih Praktis Dibanding dari Kabupaten Banyumas

14 Januari 2026
KA Sri Tanjung, Penyelamat Mahasiswa Jogja Asal Banyuwangi (Wikimedia)

Pengalaman Naik Kereta Sri Tanjung Surabaya-Jogja: Kursi Tegaknya Menyiksa Fisik, Penumpangnya Menyiksa Psikis

13 Januari 2026
5 Hal yang Tidak Orang Katakan Soal Beasiswa LPDP Mojok.co

5 Hal yang Orang-orang Jarang Katakan Soal Beasiswa LPDP

10 Januari 2026
Stasiun Magetan: Nama Baru, Lokasi Antah Berantah, Mencoba Membendung Popularitas Stasiun Madiun yang Duluan Terkenal

Stasiun Magetan: Nama Baru, Lokasi Antah Berantah, Mencoba Membendung Popularitas Stasiun Madiun yang Duluan Terkenal

10 Januari 2026
Rasanya Tinggal di Rumah Subsidi: Harus Siap Kehilangan Privasi dan Berhadapan dengan Renovasi Tiada Henti

Rasanya Tinggal di Rumah Subsidi: Harus Siap Kehilangan Privasi dan Berhadapan dengan Renovasi Tiada Henti

15 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri
  • Gotong Royong, Jalan Atasi Sampah Menumpuk di Banyak Titik Kota Semarang
  • Bencana AI untuk Mahasiswa, UMKM, dan Pekerja Digital karena Harga RAM Makin Nggak Masuk Akal
  • Honda Vario 150 2016 Motor Tahan Banting: Beli Ngasal tapi Tak Menyesal, Tetap Gahar usai 10 Tahun Lebih Saya Hajar di Jalanan sampai Tak Tega Menjual
  • Adu Jotos Guru dan Siswa di SMKN 3 Tanjung Jabung Timur Akibat Buruknya Pendekatan Pedagogis, Alarm Darurat Dunia Pendidikan 
  • Kita Semua Cuma Kecoa di Dalam KRL Ibu Kota, yang Bekerja Keras Hingga Lupa dengan Diri Kita Sebenarnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.