Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Muak 30 Tahun Menyandang Nama Acep Saepulloh karena Sering Diejek “Abdi Kasep Sumpah Demi Allah”

Acep Saepulloh oleh Acep Saepulloh
6 Januari 2026
A A
Muak 30 Tahun Menyandang Nama Acep Saepulloh dan Diejek “Abdi Kasep Sumpah Demi Allah” Mojok.co

Muak 30 Tahun Menyandang Nama Acep Saepulloh dan Diejek “Abdi Kasep Sumpah Demi Allah” (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Menyandang nama Acep Saepulloh di era sekarang ini susah-susah gampang. Sangat terlihat saya berasal dari generasi lawas. Tengok saja nama anak-anak zaman sekarang, kalau nggak kebarat-baratan ya kearab-araban. Pokoknya nama-nama yang susah dieja. Sangat jarang yang dipanggil Acep atau nama-nama jadul lain.  

Selain terlihat jadul, ada banyak keluh kesah lain menyandang nama Acep. Ini catatan keluh kesah saya selama 30 tahun menyandang nama Acep Saepulloh. 

Sering diejek “abdi kasep sumpah demi Allah” 

Saya sering diledekin “abdi Kasep sumpah demi Allah”. Kata-kata itu kalau disingkat terdengar seperti nama lengkap saya, Acep Saepulloh. Sebenarnya artinya baik, kalau diterjemahkan dalam bahasa Indonesia “saya ganteng sumpah demi Allah”. Hanya saja, kata-kata itu terdengar menggelikan dan mengesalkan kalau disebutkan berkali-kali. 

Bayangkan saja dari pertama kali masuk SD, ledekan itu sudah pertama kali saya terima, berlanjut ke jenjang SMP sampai ke jenjang SMK. Apakah ledekan “Abdi Kasep Sumpah Demi Allah” ini sudah selesai menimpa saya ketika sudah lulus sekolah? Jawabannya tentu tidak, kawan.

Di tongkrongan maupun saat pertama kali kerja di tempat baru, saya tetap sering diledekin “abdi kasep sumpah demi Allah”. Ledekan ini biasanya datang dari orang-orang yang tahu betul makna nama lengkap saya. Kebanyakan sih sesama orang Sunda. 

Kalian masih mengira ledekan nama itu biasa saja? Coba banyakan situasi seperti ini, setiap memperkenalkan diri ada saja yang nyeletuk “abdi kasep sumpah demi Allah”, seperti di bawah ini. 

“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, selamat pagi teman-teman. Perkenalan nama saya Acep Saepulloh, bisa dipanggil Acep saja.” Belum selesai memperkenalkan diri, orang Sunda yang terkenal suka heureuy tiba-tiba nyeletuk, “Acep Saepulloh, abdi Kasep sumpah demi Allah.” Teman-teman lain yang baru saya kenal langsung riuh tertawa, dengan ledekan ditujukan kepada nama lengkap saya.

Pernah suatu ketika, saat saya pertama membuat KTP maupun SIM. Saya pun tetap diledek juga oleh petugas kelurahan dan pihak kepolisian yang mengurus berkas. Mereka langsung nyeletuk, “abdi kasep sumpah demi Allah”.

Baca Juga:

3 Makanan Sunda yang Namanya Aneh dan Bikin Nggak Nafsu Makan

20 Kata Bahasa Indonesia dan Bahasa Sunda yang Penulisan dan Bunyinya Sama, tapi Maknanya Jauh Berbeda

Arti nama Acep Saepulloh

Karena muak dengan ledekan tersebut, saya mencoba mencari tahu arti dari nama Acep Saepulloh. Sayang, orang tua saya sudah tiada, satu-satunya jalan mencari arti nama ini dengan bertanya dari mesin pencari Google. 

Menurut berbagai sumber di Google, nama Acep Saepulloh sempat jadi primadona di Tatar Sunda. Orang tua di Jawa Barat berlomba-lomba menamakan anak laki-laki mereka Acep, yang berasal dari kata “kasep” dalam bahasa Sunda, artinya tampan, gagah, atau berwibawa.

Sedangkan nama “Saepulloh” adalah bentuk kata yang telah disesuaikan ke lidah Sunda dari bahasa Arab “Saifullah”. Ya, maklum, orang Sunda kan terkenal selalu kesulitan mengucapkan huruf “f”, jadilah nama itu disesuaikan dengan lidah lokal orang Sunda.

Arti Saifullah adalah pedang Allah. Kata itu terinspirasi dari gelar kehormatan yang diberikan Nabi Muhammad kepada sahabat yang bernama Khalid bin Walid, seorang komandan militer dalam sejarah Islam yang terkenal sangat overpower.

Walau sering jadi “bahan empuk” ejekan banyak orang, saya tidak berniat untuk menggantinya dengan nama lain. Bukan karena urusan administrasinya yang rumit, nama ini malah jadi kebanggaan bagi saya sebagai Urang Sunda Asli (USA). Ditambah lagi, nama ini jadi semacam doa dari kedua orang tua saya supaya anaknya kelak tumbuh menjadi pribadi yang menawan, gagah, perkasa dan penuh karisma sesuai dengan arti namanya.

Penulis: Acep Saepulloh
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA 4 Alasan Nama Agus Nggak Bakal Punah dari Muka Bumi.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 6 Januari 2026 oleh

Tags: acepacep saepullohnamanama acepnama jadulSunda
Acep Saepulloh

Acep Saepulloh

Seorang warga sipil Bandung yang ngojol membelah kemacetan kota di atas motor setiap pagi hari, berjibaku dengan debu sebagai petugas kebersihan di siang hari, hingga akhirnya melabuhkan lamunan menjadi sebuah tulisan di malam hari.

ArtikelTerkait

Wayan, Made, Nyoman, Ketut_ Makna di Balik Nama Orang Bali terminal mojok

Wayan, Made, Nyoman, Ketut: Makna di Balik Nama Orang Bali

1 November 2021
Combro Versi Banyumas Isinya Dage, Menyalahi Kaidah Filosofi Kata "Combro"

Combro Versi Banyumas Isinya Dage, Menyalahi Kaidah Filosofi Kata “Combro”

26 November 2023
4 Lagu Pop Sunda tentang Kandasnya Hubungan yang Bikin Nyeredet Hate Terminal Mojok

4 Lagu Pop Sunda tentang Kandasnya Hubungan yang Bikin Nyeredet Hate

8 Februari 2022
Nama Orang Jepang Cukup Dua Kata, Tanpa Gelar Terminal Mojok

Nama Orang Jepang: Cukup Dua Kata, Tanpa Gelar

26 Mei 2022
4 Alasan Nama Agus Nggak Bakal Punah dari Muka Bumi Mojok.co

4 Alasan Nama Agus Nggak Bakal Punah dari Muka Bumi 

8 Agustus 2024
Hal-hal yang Akan Kamu Alami Jika Memiliki Nama Imam terminal mojok

Hal-hal yang Akan Kamu Alami Jika Memiliki Nama Imam

31 Agustus 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mengenal Ampo, Camilan Khas Tuban yang Terbuat dari Tanah Liat Mojok.co

Ampo, Makanan Khas Tuban Nggak Akan Pernah Saya Coba

10 Maret 2026
Ironi Mahasiswa Madura di UNESA: Kena Roastingan Rasis Dosen Soal Suku, Malah Ditertawakan Mahasiswa Penjilat yang Cari Muka

Ironi Mahasiswa Madura di UNESA: Kena Roastingan Rasis Dosen Soal Suku, Malah Ditertawakan Mahasiswa Penjilat yang Cari Muka

6 Maret 2026
Turunan Panjang Exit Tol Bawen, Tempat Paling Berbahaya bagi Kendaraan yang Remnya Bermasalah

Turunan Panjang Exit Tol Bawen, Tempat Paling Berbahaya bagi Kendaraan yang Remnya Bermasalah

6 Maret 2026
Gudeg Adalah Makanan Khas Jogja Paling Mengecewakan (Unsplash)

Gudeg Adalah Makanan Khas Jogja Paling Mengecewakan, Mending Makan Mangut Lele atau Bakmi Jawa kalau Pertama Kali Kulineran di Jogja

9 Maret 2026
Nasi Megono Wonosobo, Olahan Nasi Terbaik yang Pernah Saya Cicipi dan Tidak Pernah Mengecewakan Mojok.co

Nasi Megono Wonosobo, Olahan Nasi Terbaik yang Pernah Saya Cicipi dan Layak Dikenal Lebih Banyak Orang

11 Maret 2026
Purwokerto (Tampaknya) Belum Ramah untuk Pejalan Kaki, Trotoar Masih Dikuasai Kapitalis-kapitalis Kecil

Purwokerto (Tampaknya) Belum Ramah untuk Pejalan Kaki, Trotoar Masih Dikuasai Kapitalis-kapitalis Kecil

8 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Sisi Lain Penerima KIP Kuliah yang Tak Dipahami Para Mahasiswa “Polisi Moral”, Dituntut Untuk Selalu Terlihat Miskin dan Menderita
  • Honda Brio Mobil Aneh, tapi Memberi Kebanggan ketika Menjadi Mobil Pertama bagi Anak Muda yang Tidak Takut Cicilan
  • Enaknya Lebaran di Perumahan Kota yang Tak Dirasakan Pemudik di Desa, Dianggap Kesepian padahal Lebih Tenang
  • Anak Perempuan Pertama Mengorbankan Masa Muda demi Hidupi Orang Tua Miskin dan Adik Tolol, Tapi Tetap Dihina Keluarga
  • Anak Kos Jogja Pilih Hidup Miskin demi Hidupi Kucing, Lebih dari Setengah Gaji Habis untuk Piaraan
  • Nasib WNI 10 Tahun Lagi: Terancam Tua Miskin karena Tak Punya Jaminan untuk Tabungan Pensiun dari Negara

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.